Tuesday, January 29, 2013

TINGKATAN JIHAD ...



Tingkatan Jihad

Tingkatan jihad paling rendah adalah menentang dengan hati, sedangkan tingkat paling tinggi adalah berperang fî sabîlillâh. Di antara keduanya ada jihad dengan lisan, tulisan, tangan, berkata benar secara tegas di hadapan penguasa zhalim, dan lainnya. 

Semakin tinggi tingkatan dakwah maka akan semakin tinggi usaha jihad yang dibutuhkan, dan semakin tinggi pula bayaran yang harus dikeluarkan, sehingga dengan itu akan semakin tinggi pula ganjaran yang akan Allah berikan; di dunia, apalagi di akhirat. 

Beberapa tingkatan jihad adalah sebagai berikut:


Tingkatan Pertama: Jihad Melawan Hawa Nafsu

Aplikasinya dengan terus mempelajari kebenaran, mengetahui halal haram, dan mengarahkan nafsu pada ketaatan di jalan Allah. Di antara hak Allah dari hamba-Nya adalah taat pada-Nya dan tidak bermaksiat, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya, bersyukur pada-Nya dan tidak kufur. 

Semua ini hanya bisa dilakukan secara optimal dengan jihad, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., 

“Mujahid adalah orang yang berjihad mengendalikan nafsunya untuk taat kepada Allah, sedangkan muhajir (orang yang melakukan hijrah) adalah mereka yang menjauhkan dirinya dari hal yang dilarang Allah Swt..” 
(HR. Ahmad).

Jihad nafsu merupakan tangga pertama. Barangsiapa yang tidak mampu menempuh tangga ini maka ia tidak layak meniti tangga berikutnya.



Tingkatan Kedua: Jihad Mengamalkan Ilmu

Karena ilmu tanpa amalan tidak bermanfaat bahkan menghancurkan. Bila ilmu tidak diamalkan maka Islam hanya teori, pengetahuan, dan pemikiran. Dan ilmu ini tidak akan mampu dijalankan secara optimal kecuali dengan berjihad melawan nafsu dan semangat untuk terus beramal. Ini adalah manhaj para sahabat.


Abi Abdurrahman Al-Silmi berkata, “Usman bin Affan, Abdullah ibnu Mas’ud, dan sahabat lainnya ketika mereka mempelajari 10 ayat dari Rasulullah maka mereka tidak menambah pelajaran ayat lainnya sebelum mereka benar-benar mengetahui dan mengamalkannya. Mereka mengatakan, “Kami mempelajari ilmu sekaligus amal.”



Tingkatan Ketiga: Jihad Menyebarkan Dakwah Islam

Dakwah berarti mengajarkannya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Tingkatan jihad ini sangat penting, apalagi ketika kerusakan, kemaksiatan, kelalaian telah menggurita di masyarakat. Hukum Allah swt telah hilang dari muka bumi. Berjihad di jalan dakwah ini mengharuskan menanggung beban yang berat, hinaan, tidak berleha-leha, mengetahui secara yakin yang didakwahkan, dan berjihad hanya untuk meninggikan kalimat Allah swt .


Tingkat Keempat: Jihad Menaklukkan Godaan Setan


Ibnu Qayyim membagi dua tingkatan ini, [1] Jihad melawan syubhat (menangkal segala hal yang menyebabkan sesorang ragu dalam keimanannya). [2] Jihad melawan keinginan yang menghancurkan dan syahwat. Jihad pertama adalah dengan keyakinan dan jihad kedua adalah dengan kesabaran.

Allah telah memperingati manusia terhadap perang melawan godaan setan. Dalam surat Al-Hijr Allah swt berfirman yang artinya,


قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠


“Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.’” (QS. Al-hijr: 39-40).


Ibnu Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya jihad melawan nafsu lebih dahulu dari pada jihad berperang melawan musuh. Barang siapa yang tidak mampu berjihad melawan nafsunya terlebih dahulu; mengerjakan perintahnya dan meninggalkan larangnnya, maka ia tidak berhak untuk berjihad berperang melawan musuh.” (Zâdul Ma‘âd).


Setelah itu, tingkatan jihad paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang belum Allah beri kesempatan (taufîq) untuk melakukannya, maka hendaknya ia mencintai para mujahidin dengan sepenuh hati. Mendukung mereka dengan segenap pikiran.  


Jangan sampai tidak mencintai para mujahid, karena hal ini menyebabkan kerasnya hati dan mendapatkan azab dari Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah yang terkandung dalam surat Al-Taubah ayat 91-93.


Terimakasih dipetik dari link :
https://dupahang.wordpress.com/2009/03/04/pendidikan-jihad-komprehensif/

Jazak ALLAHU khayr ..

No comments:

LOVE ALLAH SWT ... ameenn