Wednesday, March 20, 2013

Fadhilat Kesucian, Tahmid, Tasbih, Salat, Sadakah, Sabar Dan Al Quran ..


Ust Dr Abdullah Yasin
 
عن أبي مالك الحارث بن عاصم الأشعري رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمدلله تملآن أوتملأ ما بين السماء والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقرآن حجة لك أو عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فموبقها أو موبقها
(رواه مسلم)
 
TERJEMAHAN:
 
Dari Abi Malik Al Harits Bin ‘Ashim Al Asy’ary (ra) katanya: Telah bersabda Rasulullah (sallallahu alayhi wasalam): Kesucian itu sebahagian daripada iman, dan Alhamdulillah memenuhi timbangan, dan Subhanallah dan Alhamdulillah kedua-duanya memenuhi atau memenuhi ruang antara langit dan bumi, dan salat itu cahaya, dan sadakah itu bukti, dan sabar itu sinaran, dan Al Quran itu hujjah (dalil) bagi engkau atau atas diri engkau. Setiap manusia berpagi-pagi, maka ada yang menjual dirinya, lalu dimerdekakannya atau dibinasakannya.
 
(Hadis sahih riwayat Imam Muslim)
 
 
SYARAH AL HADIS:
 
Kesucian itu sebahagian daripada iman
Imam An Nawawy menerangkan bahwa Al Ghazaly mengartikan kesucian atau kebersihan (At Tahuur) dalam hadis ini dengan kesucian hati daripada sifat curang, dengki, dendam dan penyakit-penyakit hati lainnya.
 
 
Imam An Nawawy selanjutnya berkata bahwa setengah ulama lainnya pula berpendapat bahwa barangsiapa yang membersihkan hatinya dan berwudhu’, mandi dan mendirikan salat maka berarti ia telah mengumpulkan kedua-dua kesucian sekali zahir dan batin.
 
Alhamdulillah memenuhi timbangan
 
Ini berarti ganjaran atau pahala menyebutnya serta memahami maknanya dan beramal dengan maksudnya adalah memenuhi timbangan kebajikan kita di akhirat kelak.
 
Subhanallah Wal Hamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi
 
Ini berarti kalau ganjaran membaca Subhanallah Wal Hamdulillah itu dijadikan satu badan/benda maka benda itu dapat memenuhi ruang antara langit dan bumi. Ini menunjukkan betapa banyak dan hebatnya ganjaran yang akan diberikan olih Allah swt kepada orang menyebutnya dengan cara yang benar.
 
Hakikat di atas bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah Yang Maha Pemurah. Sungguh banyak dalil yang menunjukkan hakikat ini, antara lain:
 
·         Allah swt akan menimbang amal baik dan amal buruk dengan mizan pada hari kiamat. Lihat Surah Al Qaari’ah.
 
·         Allah swt akan memperlihatkan amal baik dan amal jahat di akhirat nanti walau kecil bagaimanapun amal itu. Lihat Surah Zalzalah.
 
·         Allah swt akan mendatangkan amalan seseorang dalam kuburan dalam bentuk manusia. Amal salih dalam bentuk manusia yang sangat cantik dan harum semerbak baunya, demikian sebaliknya.
 
 
Penggunaan tahmid (Alhamdulillah) dan tasbih (Subhanallah)
 
Alhamdulillah: menunjukkan kepada wujudnya segala pujian bagi Allah swt , termasuk segala sifat kesempurnaan dan kebesaranNya. Jadi kalau dikatakan Alhamdulillah maka dengan sendirinya kita telah mengitsbatkan (menetapkan) keseluruhan sifat tersebut.
 
Subhanallah: menunjukkan kepada kesucian Allah swt daripada segala sifat yang tidak layak bagiNya. Allah swt bersih daripada segala kecacatan, kecederaan dan ke’aiban sifatNya.
 
Dengan pengertian di atas maka jelaslah bahwa tahmid (Alhamdulillah) adalah lebih lengkap dan lebih luas maksudnya.
 
Dan inilah antara lain sebabnya mengapa perkataan tasbih, (Subhanallah) tidak diucapkan melainkan diiringi dengan tahmid (Alhamdulillah). Ini sama betul dengan konsep kalimah tauhid: Laa Ilaaha Illa Llaah iaitu gabungan nafi dan itsbat.
 
Misalnya:
 
سبحان الله ولله الحمد, سبحان الله وبحمده, سبحان الله والحمدلله, سبحان الله العظيم
 
 
Salat Itu cahaya
 
Maksudnya: Ibadah salat peranannya tidak ubahnya seperti cahaya yang akan menerangi jalan hidup seseorang yang sebenarnya. Dia seperti cahaya bagi orang yang mengerjakannya di dunia dan diakhirat.
 
Wajah orang yang rajin salat kelihatannya lebih berseri-seri di dunia ini. Dan di akhirat nanti amal salih seseorang akan meneranginya. Besar kecil cahaya itu sangat tergantung dengan sedikit banyaknya amalan salhnya. Dan karena salat adalah tiang agama dan jenis amal salih yang paling tinggi maka sangat tepatlah kalau dikatakan salat itu adalah cahaya.
 
Dan sadakah adalah bukti
 
Maksudnya: Sadakah iaitu zakat adalah keterangan atau alasan atas wujudnya iman pada seseorang. Pembuktian iman seseorang adalh dengan zakat harta atau wang ringgit karena harta dan wang ringgit adalah sesuatu yang sangat dicintai olih seseorang. Sekiranya ia dapat mengeluarkan zakatnya dengan ikhlas, itu menandakan imannya masih kuat. Tetapi jika sebaliknya, itu menandakan kekurangan imannya tetapi ia tidak merasakan. Apa yang dia rasakan hanyalah kekurangan hartanya jika dia mengeluarkan zakatnya.
 
Dan sabar itu adalah sinar
 
Maksudnya: Sabar adalah sinar menyuluh jalan yang akan ditempuh. Bagaimanapun juga sulitnya jalan itu namun ditempuhnya juga dengan penuh kesabaran. Sabar, maknanya taham menempuh sesuatu yang sukar.
 
Sabar yang terpuji ada tiga jenis iaitu: sabar menjalankan perintah Allah, sabar menjauhi perkara maksiat, dan sabar kepada segala takdirNya.
 
Al Quran itu hujjah bagimu dan ke atasmu
 
Maksudnya: Di akhirat nanti peranan Al Quran ada dua, kadang-kadang bolih menjadi penolong seseorang dan kadang-kadang bolih pula menjadi pendakwa dan menyulitkan seseorang. Berbahagialah orang yang beriman kepada Al Quran dan menjadikannya sebagai pedoman hidupnya di dunia ini, dan sengsaralah orang yang tidak beriman kepada Al Quran dan enggan menjadikannya panduan dalam hidupnya.
 
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
 
“Dan barangsiapa yang berpaling daripada mengingatiKu (al-Quran) maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan bangkitkan dia kelak pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
 
[Thaahaa 20:124]
 
Abu Musa Al-Asy’ary berkata: Sesungguhnya Al-Quran ini adalah pahala bagimu dan dosa ke atasmu. Maka ikutilah Al-Quran dan janganlah Al-Quran mengikutimu. Karena barangsiapa yang mengikuti Al Quran maka itu berarti ia meletakkan dirinya ke dalam syorga. Dan barangsiapa yang diikuti olih Al Quran maka akan dicampakkan ke dalam neraka.
 
 
Tiap-tiap manusia berpagi-pagi (bangun pagi) menjual dirinya, lalu dimerdekakannya atau dibinasakannya
 
Maksudnya: Umat manusia saban pagi terbagi dua keadaan mereka:
 
1.       Yang menjual dirinya kepada Allah dengan cara mengerjakan amal salih. Maka dengan perbuatannya itu Allah akan selamatkan dia daripada kesengsaraan azab.
 
2.       Yang menjual dirinya kepada syaitan dan kepada hawa nafsunya iaitu dengan mengikuti kehendaknya. Maka dengan usahanya itu berarti ia telah membinasakan dirinya sendiri.
 
 
إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ
 
“Sesungguhnya Allah membeli daripada orang-orang beriman diri mereka dan harta mereka, bahwa untuk mereka syorga..”
 
 [At-Taubah 9:111]
 
Kata ulama: Tidak ada jual beli semulia ini, karena yang membelinya adalah Allah, yang menjualnya pula orang yang beriman, yang dijual ialah dirinya dan hartanya, sedangkan bayarannya pula adalah syorga.
 
Kata Imam Nawawy: Ayat ini menjadi alasan bahwa dalam jual beli hendaklah didahulukan memberi barangan daripada menerima wang. Karena Allah mewajibkan orang beriman berjuang di jalanNya terlebih dahulu, kemudian barulah dia menerima balasannya. Sebaliknya tidak ada balasan kalau tidak ada perjuangan dan amal salih.


http://www.al-nidaa.com.my/artikel.php?id=127&action=view

terimakasih .. JAZAK ALLAH KHAYR ..

No comments:

PERIA KATAK ..

Ramai yang tahu Peria katak ni bagus.. So, apa sebenarnya yg ada dalam Peria Katak & apa fungsinya pada kesihatan kita? ~ Sangat rendah ...