Sunday, November 17, 2013

LUASNYA REZEKI ALLAH SWT ...

 
 
 

Kunci-kunci rizki tersebut antara lain :
1. Istighfar dan Taubat kepada ALLAH SWT

Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Menutupi (kesalahan). 
 
ALLAH SWT menyebutkan tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya, “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)

Imam al-Qurthubi mengatakan, “Dalam ayat ini, juga dalam surat Hud (ayat: 3-ed) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan” (Tafsir al-Qurthubi, 18/302).

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, maknanya, “Jika kalian bertaubat kepada ALLAH SWT, meminta ampun kepada-Nya dan senantiasa menaati-Nya niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu perahan, membanyakkan harta dan anak-anak, menjadikan kebun-kebun dengan bermacam-macam buah-buahan serta mengalirkan sungai di antara kebun-kebun untuk kalian.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/449)

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ أَكْثَرَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
 
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada ALLAH ), niscaya  ALLAH menjadikan baginya pada setiap kesedihannya jalan keluar dan pada setiap kesempitan ada kelapangan dan ALLAH akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)




2. Taqwa kepada ALLAH SWT
Termasuk sebab turunnya rizki adalah takwa. Takwa menurut Imam Nawawi adalah, ‘menaati ALLAH SWT dalam hal perintah dan larangan-Nya, maksudnya menjaga diri dari kemurkaan dan adzab ALLAH SWT.
 
Di antara nash yang menunjukkan bahwa takwa termasuk di antara sebab turunnya rizki adalah, firman ALLAH SWT, yang artinya,
 
“Barangsiapa bertakwa kepada ALLAH niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada ALLAH niscaya ALLAH akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya ALLAH telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)

Dalam Ayat di atas, ALLAH SWT menjelaskan bahwa orang yang merealisasikan takwa akan dibalas dengan dua hal.
 
Pertama, “ALLAH SWT akan mengadakan jalan keluar baginya.
 
Artinya, ALLAH SWT akan menyelamatkannya- sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas- dari setiap kesusahan dunia maupun akhirat
 
(Tafsir al-Qurthubi, 18/159).
 
Kedua, ALLAH SWT akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Artinya, ALLAH SWT akan memberinya rizki yang tak pernah ia harapkan dan angankan
(Zaadul Masir, 8/291-292)


3. Bertawakkal Kepada ALLAH SWT

 
Termasuk di antara sebab diturunkannya rizki adalah bertawakkal kepada ALLAH SWT. Tawakal menurut Imam al-Ghazali adalah, ‘Penyandaran hati hanya kepada wakil (yang ‘ditawakkali’) semata.’
 
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada ALLAH SWT  sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, di dalam al-Musnad, no. 205)





4. Beribadah kepada ALLAH SWT sepenuhnya
 
Di antara kunci-kunci rizki adalah beribadah kepada ALLAH SWT sepenuhnya.
 
Yakni, hendaklah seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu’ dan merendahkan diri di hadapan ALLAH SWT Yang Maha Esa, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan ALLAH SWT, benar-benar merasakan kedekatan ketika sedang bermunajat kepada ALLAH Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan.
 
Yakni, beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, “Hendaklah, kamu beribadah kepada ALLAH seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
 
(HR. Muslim). 
 
Rasulullah SAW bersabda,
 
“Tuhan kalian berfirman, ‘Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki.
 
Wahai anak Adam!, jangan jauhi Aku sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan.”
 
(HR. al-Hakim di dalam al-Mustadrak ‘alash Shahihain, Syaikh Albani menshahihkannya dalam Silsilatul Ahadits ash-Shahihah)



 

5. Silaturrahim
 
Di antara pintu-pintu rizki adalah silaturrahim.
 
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim.”
 
(HR. al-Bukhari, no.5985)



 

6. Berinfak di Jalan ALLAH SWT
 
 Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfak di jalan ALLAH SWT.

ALLAH SWT berfirman, artinya, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.”
 
(QS. Saba’: 39)

Rasulullah bersabda, “ ALLAH SWT berfirman, “Wahai anak adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadamu.”
 
(HR. Muslim)




 

7. Memberi Nafkah Kepada Orang yang Sepenuhnya Menuntut Ilmu Syari’at (Agama)
 
Termasuk kunci-kunci rizki adalah memberi nafkah kepada orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syari’at (agama).
 
 
 Anas bin Malik mengatakan, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah SAW.
 
 Salah seorang darinya mendatangi Nabi SAW(yakni: untuk mencari ilmu dan pengetahuan) dan (saudaranya) yang lain bekerja.
 
Lalu, saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi maka beliau bersabda,
 
“Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia.”
 
(HR. at-Tirmidzi, no.2448)





8. Berbuat Baik Kepada Orang-Orang Lemah
 
Termasuk di antara kunci-kunci rizki adalah berbuat baik kepada orang-orang miskin.
 
Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?”
 
(HR. al-Bukhari, no.108)


 

9. Hijrah di Jalan ALLAH SWT 


ALLAH SWT berfirman, artinya, “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.”
 
(QS. an-Nisa: 100)
 
 
 
jazak ALLAHu khayr
 
 
 

No comments: