Monday, November 11, 2013

MENTAATI SUAMI .. REDHA ALLAH SWT YANG DICARI ..


 
 
Hadist 1: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Tidak ada yang lebih baik di dunia ini bagi seorang muslim setelah menyembah Allah swt, selain mendapatkan istri yang shaleh, cantik apabila dipandang, patuh apabila diperintah, memenuhi sumpah pernikahan, menjaga dirinya dan kekayaan suami di saat suami pergi, mengasuh anak-anaknya, tidak membiarkan orang lain masuk ke rumah tanpa ijin suami, dan tidak menolak apabila suami memanggil ke tempat tidur.”
 
(HR. Bukhari dan Muslim)


 Hadist 2: Seorang perempuan datang memohon nasehat pada Nabi Muhammad SAW.
 
Nabi menanyakan apakah dia memiliki suami, dan perempuan itu mengiyakan.
 
Kemudian Nabi menanyakan apakah dia melayani suaminya.
 
Perempuan itu menjawab dia melakukan apa yang bisa dia lakukan.
 
Kemudian Nabi berkata pada perempuan tersebut:
 
“Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”, dan dalam riwayat lain “suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”.
 
(HR. Bukhari dan Muslim)


 Hadist 3: Ummu Salamah ra. (Istri Nabi) meriwayatkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Seorang perempuan, yang ditinggal mati suami dan sang suami tersebut senang padanya, akan masuk Surga”.
 
(HR. Bukhari dan Muslim)

 Hadist 4: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk menyembah yang lain, aku akan memerintahkan istri untuk menyembah suaminya.”
 
(HR. Bukhari dan Muslim)


 Hadist 5: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Seorang perempuan tidak patuh pada suaminya dan dia tidak akan mampu tanpa suaminya”.
 
(HR. Bukhari dan Muslim)
 

 Hadist 6: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Seorang perempuan yang menegakkan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”.
 
(HR. Bukhari dan Muslim)

 Hadist 7: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Demi Dia yang berkuasa pada hidupku, ketika sang suami memanggil istrinya ke tempat tidur dan dia menolaknya, Dia yang di Surga akan murka padanya sampai suaminya senang akan dirinya.”
 
(HR. Bukhari dan Muslim)


 Hadist 8: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Ketika seorang perempuan melalui malam dengan meninggalkan suami di tempat tidur, para malaikat akan mengutuknya sampai pagi hari.”
 
(HR. Bukhari dan Muslim)

 Hadist 9: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Yang terbaik diantara para perempuan adalah yang mengasihi, mengasuh anak, supportif dan patuh, dan yang terburuk diantara perempuan adalah yang suka mengenakan perhiasan dan egois, dan masuk surganya tidak lebih mungkin dari seekor gagak putih”.
 
(HR. Bukhari dan Muslim).
 
 
Gagak berwarna putih, tidak seperti yang berwarna hitam, sekalipun ada tapi sangat jarang muncul di alam; sama jarangnya dengan kemungkinan perempuan sombong yang suka mengenakan perhiasan untuk bisa masuk surge.


 Hadist 10: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
 
“Pilihlah keturunanmu.” Artinya, orang tua perlu memerhatikan kriteria moral dalam memilih calon istri atau suami untuk anak laki-laki dan perempuannya, dengan memeriksa orang tua dari pasangan anak mereka nanti. Jika orang tuanya alim, tentunya anaknya juga demikian, dan demikian pula sebaliknya.
(HR. Bukhari dan Muslim)
 
 
 
Hak Suami sebagai Kewajiban Istri

Hak suami dan kewajiban istri 1:
 
Istri yang sholeh adalah yang taat pada perintah Allah swt, yang menunjukkan perempuan tersebut selalu ingat pada Tuhannya.


 Hak suami dan kewajiban istri 2:
 
Istri yang ceria itu enak dipandang, karena dia bisa merawat diri dan menjaga perbuatannya. Perempuan yang berhias di dalam rumah itu membahagiakan.


 Hak suami dan kewajiban istri 3:
 
Istri sepatutnya selalu taat pada suami, sepanjang tidak melawan kesukaan Allah swt.
 
Hal ini menunjukkan karakternya yang tulus, yang berlawanan dengan kesombongan.

Hak suami dan kewajiban istri 4:
 
Istri yang membantu suami dalam memenuhi janji pernikahannya, sepanjang tidak bertentangan dengan kesukaan Allah swt. Ini menunjukkan loyalitas.

Hak suami dan kewajiban istri 5:
 
Istri mesti menjaga kesuciannya, dengan melindungi kehormatan suaminya.
 
 
Ini menunjukkan bahwa sang istri layak dipercaya. Ini adalah sangat penting dalam pernikahan, dan bisa berakibat menguatnya atau runtuhnya pernikahan.
 
Ini akan mempengaruhi kedamaian hati suami dan akan sangat menggangu keberhasilannya baik di dalam maupun di luar rumah.


 Hak suami dan kewajiban istri 6:
 
Istri menjaga kekayaan dan harta milik suami, dengan secara bijak mengolah apa yang dipercayakan padanya.
 
Ini menunjukkan sang istri cerdas dan handal, karena istri menunjukkan kebolehannya dalam urusan suami.
 
Ini adalah karakter luar biasa, yang sangat dibutuhkan suami yang ingin terus meningkatkan posisi keluarga di masyarakat.


 Hak suami dan kewajiban istri 7:
 
Istri mengasuh anak-anak suaminya seperti yang diinginkan sang suami.
 
Hal ini menunjukkan sang istri sangat mengasihi dan menyayangi, dan anak-anaknya menjadi prioritas utama.

 Hak suami dan kewajiban istri 8:
 
Istri yang di saat ditinggal suaminya menolak orang lain masuk rumah tanpa ijin sang suami.
 
Keluarga istri selalu diijinkan, kecuali yang dilarang oleh sang suami. Juga, di saat suami pergi, sang istri bisa menerima saudara laki-laki suami masuk rumah; namun dia hanya boleh masuk sampai ruangan khusus, seperti ruang tamu, dan saudara ipar tersebut tidak boleh berduaan dengan sang istri.
 
Contoh lainnya, sang istri tidak semestinya meninggalkan rumah suami tanpa ijin.
 
Sekalipun perempuan diperbolehkan untuk datang ke Masjid, namun mereka harus mendapatkan ijin dari suami sebelum berangkat ke Masjid atau hendak beribadah puasa.

Hak suami dan kewajiban istri 9:
 
Istri yang tidak menolak saat dipanggil suami ke tempat tidur.
 
Pekerjaan istri di rumah memang berat, namun begitu juga godaan yang dihadapi suami di luar rumah di setiap harinya.
 
Jadi, seorang istri yang bijak akan mengerti bagaimana caranya untuk melegakan sang suami, dengan diantaranya memenuhi hasrat suami.


 Hak suami dan kewajiban istri 10:
 
Istri berlaku ramah pada orang tua suami.
 
Artinya, sang istri menunjukkan keramahan pada orang tuanya, sebagaimana menantu yang baik berperilaku, dengan setia melayani mereka. Perbuatan semacam ini memperkuat ikatan suami istri, karena hal ini menunjukkan penghormatan.

 Imam kemudian menutup khutbah dengan menekankan dua nilai penting bagi suami, yang ingin memiliki keturunan yang baik dan ingin memberikan anak mereka pasangan hidup yang baik.
 
Yang pertama adalah untuk orang tua – terutama sang bapak – yang meninginkan anak-anak yang patuh, mesti menjaga perilakunya, atau anak-anaknya akan tumbuh menjadi tidak patuh.
 
Orang tua tidak bisa memberikan pada mereka apa yang mereka tidak punyai.
 
Yang kedua adalah pada sahabat Rasulullah saw, di saat mereka membawa calon pengantin perempuan pada suaminya, menasehati mereka untuk melayani suami,dan berbuat baik pada orang tuanya.
 
......
 
 
sesungohnya wahai suamiku aku mentaati mu kerna ALLAH SWT ..
 
INSYA'ALLAH
 
aamiinnn
 
 

No comments: