Friday, September 11, 2026

SEGALA NIKMAT DARI ALLAH-LAH DATANGNYA ..


Surah al-Naml (40) 

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Dhuha:


 وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ  


Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebutkan (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNya.


Surah An-Nahl ayat 53

 menegaskan bahawa segala nikmat yang manusia miliki datang daripada

 Allah SWT, 

namun manusia seringkali hanya memohon pertolongan kepada-Nya ketika ditimpa kesusahan.


 وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجۡـَٔرُونَ 


 "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.







"5 perkara sebelum 5 perkara" ..



Rasulullah SAW bersabda:

 "Kaki anak Adam akan tetap tegak berdiri di sisi Tuhannya pada hari Kiamat, hingga dia ditanya tentang lima perkara..." 

(HR Tirmidzi)


Di hari kiamat nanti, manusia akan ditanya tentang lima perkara mengenai kehidupannya di dunia sebelum beranjak dari tempat hisab.


Berdasarkan hadis 

Nabi Muhammad SAW 

(riwayat Tirmidzi dan Baihaqi), 

lima perkara tersebut adalah:


Umur:

 Untuk apa dihabiskan.

Masa muda: 

Untuk apa digunakan atau dihabiskan.

Harta 

(dari mana diperoleh): 

Dari jalan yang halal atau haram.

Harta 

(untuk apa dibelanjakan):

 Digunakan untuk kebaikan atau kemaksiatan.

Ilmu: 

Apakah diamalkan atau tidak.


Selain itu, terdapat pula nasihat populer tentang 

"5 perkara sebelum 5 perkara" 

di mana kita diminta memanfaatkan masa sihat sebelum sakit,

 muda sebelum tua, 

kaya sebelum miskin, 

lapang sebelum sempit,

 dan hidup sebelum mati. 



















Thursday, September 10, 2026

AL QURAN SEBAGAI SYIFA' .. PENYEMBUH ..


 

Al-Quran ialah mukjizat agung yang berfungsi sebagai penawar (syifa') dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, merangkumi penyembuhan penyakit rohani, mental, dan fizikal.


 Dalil Al-Quran sebagai Penawar

Surah Al-Isra', ayat 82: 

Allah SWT berfirman

 bahawa Dia menurunkan dari Al-Quran sebahagian ayat yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang mukmin.


Penyakit Hati dan Mental:


 Al-Quran merawat keresahan, ketakutan, rasa syak, kejahilan, serta tekanan emosi di dalam dada.


Ketenangan Jiwa: 


Mendengar bacaan Al-Quran terbukti memberi kesan positif yang menenangkan kepada tubuh dan minda manusia.


 Konsep Penyembuhan (Syifa')

Penawar Rohani:

 Menyucikan jiwa daripada sifat tercela dan melahirkan keimanan serta dorongan melakukan kebaikan.


 Syariat dan Ikhtiar:

 Dijadikan sebagai kaedah rawatan Islam (ruqyah) dengan izin Allah SWT, di samping terus meyakini bahawa Dialah penawar sebenar segala penyakit.




Al-Quran mengandungi ayat-ayat syifa' (penyembuh) yang boleh dijadikan amalan dan penawar bagi pelbagai jenis penyakit dengan izin Allah SWT. 


6 Ayat Syifa' 

(Ayat Penyembuh)

 dalam Al-Quran

Terdapat enam ayat khusus di dalam Al-Quran yang sering diamalkan sebagai penawar rohani dan fizikal:


Surah At-Taubah 

(Ayat 14):


“Dan Allah akan melegakan hati orang-orang yang beriman.” 


Surah Yunus 

(Ayat 57):


“Dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada di dalam dada.”


Surah An-Nahl (Ayat 69):


“Keluar dari perutnya (lebah) minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”


Surah Al-Isra' 

(Ayat 82):


“Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”


Surah Asy-Syu'ara 

(Ayat 80):


“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” 


Surah Fussilat

 (Ayat 44):


“Katakanlah:


 ‘Al-Quran itu ialah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.’”


Surah Utama Lain untuk Penyembuhan


Surah Al-Fatihah:

 Dikenali sebagai As-Syifa (penyembuh) dan sering digunakan sebagai asas ruqyah mandiri.

Surah Al-Mu'awwizat 

(Surah Al-Falaq dan An-Nas):

 Digunakan untuk perlindungan dan disapu pada badan. 


wallahu a'lam ..




MENGUCAPKAN 'INSYA ALLAH' ATAS PERKARA KEBAIKAN ..




 Dalam Islam, mengucapkan 

"Insya-Allah"

 (إن شاء الله - jika Allah menghendaki)

 adalah bentuk adab, ketundukan, dan pengakuan seorang hamba bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terjadi hanya atas kehendak dan izin Allah SWT. 


Anjuran ini bersumber langsung dari Al-Qur'an


 (Surah Al-Kahfi ayat 23-24) dan diperkuat oleh beberapa hadis sahih berikut: .


Hadis Kisah Nabi Sulaiman AS yang Lupa Mengucap Insya-Allah

Hadis paling masyhur mengenai pentingnya mengaitkan rencana masa depan dengan kalimat 

"Insya-Allah"

 adalah kisah Nabi Sulaiman AS ketika beliau bertekad melakukan suatu perkara namun lupa mengucapkannya. 


Dari Abu Hurairah RA, 

Rasulullah SAW bersabda:

"Sulaiman bin Dawud Alaihis Salam berkata: 

‘Aku benar-benar akan menggilir 100

 (atau dalam riwayat lain: 70/90) 

orang istriku pada malam ini, sehingga setiap wanita akan melahirkan seorang anak lelaki yang akan berjihad di jalan Allah.’


Malaikat berkata kepadanya:


‘Ucapkanlah Insya-Allah.’


 Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkannya karena lupa.

 Beliau kemudian mendatangi istri-istrinya, dan ternyata tidak ada seorang pun yang melahirkan anak kecuali satu orang istri yang melahirkan anak dalam kondisi setengah manusia (cacat).’" 


Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya beliau mengucapkan 'Insya-Allah', niscaya beliau tidak akan melanggar sumpahnya dan hajatnya akan dipenuhi."

 (HR. Bukhari No. 5242 & Muslim No. 1654) 


Hadis Kesempurnaan Iman


Mengucapkan Insya-Allah atas segala perkara masa depan yang direncanakan juga mencerminkan tingkat keimanan seseorang yang menyerahkan hasil akhir kepada Allah (tawakal). 

Diriwayatkan dari jalur para sahabat, salah satunya Ibnu Abbas RA yang menekankan bahwa:

"Tidaklah sempurna iman seorang hamba, hingga di setiap ucapannya (mengenai masa depan), ia ber-istisna’ (mengucapkan Insya-Allah)." 


3. Keteladanan Rasulullah SAW dalam Keseharian


Rasulullah SAW sendiri selalu mencontohkan ucapan ini ketika berjanji atau merencanakan sesuatu. 


Sebagai contoh, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:


Ketika salah seorang sahabat (Itban bin Malik) meminta Rasulullah SAW datang ke rumahnya untuk mendirikan salat di sana, 

Rasulullah SAW langsung menjawab: 

"Aku akan lakukan itu, insya-Allah."


 (HR. Bukhari No. 425) 


 Pengecualian: 

Kapan Kita Dilarang Mengucap Insya-Allah?

Meskipun dianjurkan untuk semua perkara masa depan, Rasulullah SAW melarang keras mengucapkan "Insya-Allah" di dalam Doa. 


Ketika meminta sesuatu kepada Allah, kita harus mantap, yakin, dan bersungguh-sungguh.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian berkata 

(saat berdoa):

 ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki.’ 

Hendaklah ia memantapkan permintaannya, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa Allah." 

(HR. Bukhari No. 6339 & Muslim No. 2679) 



Kesimpulan Ringkas:

Gunakan Insya-Allah untuk:

 Janji, rencana, atau urusan yang akan dikerjakan di masa mendatang sebagai wujud adab dan tawakal.

Jangan gunakan Insya-Allah untuk: 

Doa

 (seperti "Semoga cepat sembuh, insya-Allah"), 

karena doa menuntut kemantapan hati dan keyakinan penuh pada rahmat Allah.

WALLAHU A'LAM ...


Wednesday, September 9, 2026

KEUTAMAAN SURAH AL FALAQ


 

Surah Al-Falaq merupakan antara surah yang amat dicintai oleh Allah SWT dan sangat cepat dikabulkan atau diterima doa orang yang mengamalkannya.


Kenyataan ini bersandarkan kepada sebuah hadis riwayat Uqbah bin Amir RA, di mana Rasulullah SAW pernah bersabda bahawa tiada surah lain yang dapat menandingi kehebatan serta kepantasan 

Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT.





wallahu a'lam ..





Tuesday, September 8, 2026

ABUNDANT REWARDS FOR ZKIR TASBIH,, TAHMID AND TAKBIR ..


 

Sunan Ibn Majah 3810 

is a hadith narrated 

by Umm Hani' (radiallahu anha) where she asked the Prophet Muhammad (ﷺ) for a simple, 

good deed because she had grown old, weak, and heavy. 


The Hadith

 ..

The Prophet (ﷺ)

 prescribed a profound dhikr; you can find the full narration and wording in the referenced source. 


In summary, reciting 

Allahu Akbar,

Al-Hamdu Lillah, and 

Subhan-Allah

 one hundred times 


each carries a reward surpassing the contribution of

 one hundred saddled horses,

 one hundred sacrificial camels, 

or freeing one hundred slaves.  


This remembrance offers immense spiritual reward, remaining fully accessible for individuals facing physical limitations. 



Allahu Akbar

 (100 times)

Al-Hamdu Lillah

 (100 times)

Subhan-Allah

 (100 times)


Enormous Virtue:


 The spiritual return outweighs significant physical and financial contributions in charity and jihad.



WALLAHU A'LAM ..





KEUTAMAAN ZIKIR LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LA SYARIKALAH ...


Membaca dzikir

 "Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" 

mempunyai keutamaan yang sangat besar dan luar biasa dalam Islam.


 Kalimat tauhid ini merupakan salah satu dzikir yang paling agung dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ untuk diamalkan setiap hari. 



Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim daripada Abu Hurairah RA, berikut adalah ganjaran hebat bagi sesiapa yang membacanya sebanyak 100 kali dalam sehari:


Keutamaan Dzikir 100 Kali Sehari ..


Pahala Menyamai Membebaskan 10 Orang Hamba

 – Mengamalkannya memberikan ganjaran pahala yang sangat besar, seolah-olah anda telah memerdekakan sepuluh orang hamba sahaya.


Dicatat 100 Kebaikan 


– Allah SWT akan memerintahkan malaikat untuk menulis 100 pahala kebaikan ke dalam buku amalan anda. 


Dihapuskan 100 Dosa 


– Sebanyak 100 kesalahan atau dosa kecil yang telah dilakukan akan dipadamkan.



Perisai Daripada Gangguan Setan

 – Pembacanya akan mendapat perlindungan dan benteng ghaib daripada godaan setan sepanjang hari tersebut sehinggalah waktu petang/malam. 



Amalan Terbaik di Hari Kiamat 


– (Tiada sesiapa pun pada hari kiamat nanti yang dapat membawa amalan yang lebih baik daripada amalan ini, kecuali orang yang membaca zikir ini lebih banyak daripada anda.)



Berdasarkan Sahih al-Bukhari dan Riyad as-Salihin ..




Reference: 

Sahih al-Bukhari 6403

In-book reference:

 Book 80, Hadith 98




WALLAHU A'LAM ..




ZIKIR DZU AN-NUN .. ZIKIR NABI YUNUS AS ..


Zikir Nabi Yunus A.S. 

atau

 Zikir Dzu an-Nun 

ialah kalimah

 La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin

 yang berkesan untuk memohon jalan keluar daripada kesusahan hidup. 


لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


(Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.)


Kelebihan Mengamalkan

 Zikir Nabi Yunus


Keluar dari Kesusahan:


 Membantu menyelesaikan masalah berat, kesempitan hidup, atau ujian besar.


Pengampunan Dosa: 


Menjadi tanda taubat yang tulus dan pengakuan kesalahan diri kepada Allah S.W.T.


Makbul Doa:


 Mendapat pertolongan segera dan makbulnya hajat apabila berdoa dengan penuh keyakinan.


Pengukuhan Tauhid:


 Mengandungi pengakuan keesaan Allah, penyucian sifat-Nya, dan penyesalan hamba.



Sabda Rasulullah:


 Sesungguhnya tidak ada muslim yang berdoa dengannya untuk apa saja (hajatnya), melainkan akan dimakbulkan Allah doanya itu.”


 (HR Ahmad, dinilai Sahih oleh Ahmad Syakir)




Zikir Nabi Yunus AS 

(juga dikenali sebagai Doa Dzun-Nun) 


adalah salah satu doa paling mustajab dalam Islam yang dibaca oleh baginda ketika terperangkap di dalam kegelapan perut ikan Nun.


 Lafaz zikir ini dirakamkan dalam surah Al-Anbiya, ayat 87:


 لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 


"Tiada Tuhan melainkan Engkau

 (ya Allah)! 

Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri."





WALLAHU A'LAM ..




Monday, September 7, 2026

KEUTAMAAN ZIKIR HASBIYALLAHU LA ILAHA ILLA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL 'ARSYIL 'AZIM ..



Membaca zikir 


Hasbiyallahu la ilaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'azim 

(Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal dan Dialah Tuhan Arasy yang Agung) 


sebanyak tujuh kali pada waktu pagi dan petang, 


nescaya Allah SWT akan mencukupkan segala urusan serta memelihara seseorang daripada kebimbangan dunia dan akhirat.


 Keutamaan Utama


Melenyapkan Kesusahan: 


Allah SWT 

mencukupkan dan menghilangkan apa jua perkara yang menyusahkan urusan harian.


Ketenangan Hati:

 Membina sifat tawakal yang kuat dan mengurangkan tekanan perasaan atau rasa takut.


Perlindungan Menyeluruh:


 Dipelihara daripada tipu daya, kedengkian, dan kesusahan hidup di dunia mahupun akhirat.





WALLAHU A'LAM ..




Sunday, September 6, 2026

ZIKIR ISTIGHFAR DAN TASBIH ..


 








The phrases of remembrance (dhikr)—specifically

 SubhanAllah 

(glory be to Allah),

 Alhamdulillah

 (praise be to Allah),

 La ilaha ill-Allah 

(there is no god but Allah), 

and Allahu Akbar

 (Allah is the greatest)


—buzz around the Throne of Allah like bees, mentioning the person who recited them. 


 The Hadith Reference

This description is recorded in collections such as Musnad Ahmad (5464) and Sunan Ibn Majah (3809).


 The Prophet Muhammad (peace be upon him) explained that these expressions of remembrance gather around the divine Throne (‘Arsh).

 They hum and buzz like a swarm of bees, keeping a continuous reminder of the believer who uttered them in worldly life.





WALLAHU A'LAM..




BISMILLAH DAN HAUQOLAH - KALIMAT MENGHADAPI PETAKA !

Mencegah musibah 


Keutamaan membaca Bismillah adalah mencegah musibah atau malapetaka. 

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW pernah bersabda: 


“Wahai Ali mahukah aku (Muhammad) ajarkan kepadamu kalimat menghadapi petaka?, 


Ali kemudian mengiyakan.


 Rasulullah kembali melanjutkan sabdanya, 

“Jika menghadapi petaka maka ucapkanlah:


 Bismillahir Rahman ir Rahim

 Wa la haula wala quwwata illa billahil ‘Aliyyil Adhim.


 Niscaya dengan kalimat itu, 

ALLAH akan menghilangkan petaka apa pun yang Dia kehendaki.”


 (Imam Nawawi)









WALLAHU A'LAM ..







Saturday, September 5, 2026

KEKUATAN ZIKIR AYATUL KURSI KETIKA MUSIBAH ..


Kekuatan zikir Ayat Kursi (surah Al-Baqarah, ayat 255) ketika ditimpa musibah terletak pada kandungannya yang mengandungi pujian tertinggi terhadap keagungan, kekuasaan, dan perlindungan mutlak Allah SWT.


 Ketika seseorang menghadapi ujian berat, membaca ayat ini memberikan kekuatan jiwa yang luar biasa kerana ia memperbaharui pergantungan total hanya kepada Yang Maha Kuasa.



Berikut adalah kekuatan utama zikir Ayat Kursi saat menghadapi musibah:


1. Mendapat Perlindungan Mutlak daripada Allah


Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Quran. 

Membacanya ketika musibah melanda—seperti bencana alam, ketakutan, atau ancaman bahaya—menjadi perisai ghaib yang membentengi diri daripada keburukan manusia, jin, mahupun syaitan.



2. Menghadirkan Ketenangan Jiwa (Sakinah)


Musibah sering kali membawa rasa panik, cemas, dan putus asa.

 Potongan ayat

"Lā ta'khudhuhū sinatun wa lā nawm"

(Allah tidak mengantuk dan tidak tidur)

 mengingatkan kita bahawa Allah sentiasa mengawasi dan menjaga hamba-Nya


Kesedaran ini secara drastik menurunkan tahap stres dan menghadirkan rasa tenang.


3. Menguatkan Tauhid dan Tawakal


Saat ditimpa ujian, iman boleh goyah. 

Ayat Kursi menegaskan sifat-sifat Allah yang 

Maha Hidup (Al-Hayyu),

 Maha Berdiri Sendiri

 (Al-Qayyum), dan 

Maha Tinggi (Al-'Aliyy).


 Mengulang-ulang zikir ini membantu minda sedar bahawa musibah itu kecil di hadapan kekuasaan Allah yang Maha Besar, dan hanya Dia yang mampu memberikan jalan keluar.


4. Menjemput Bantuan Malaikat


Dalam beberapa hadis, dinyatakan bahawa membaca Ayat Kursi (terutamanya sebelum tidur atau dalam keadaan terdesak) akan membuatkan Allah mengutuskan malaikat untuk menjaga orang tersebut sehinggalah waktu pagi atau sehingga bahaya berlalu.





WALLAHU A'LAM ..




FIRMAN ALLAH SWT - SABAR,, ISTIGHFAR DAN TASBIH ..


 

Surah Ghafir ayat 55 ialah perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW supaya 

bersabar menghadapi cabaran, 

memohon keampunan,

 dan sentiasa bertasbih. 


Anda boleh membaca teks penuh dan terjemahan lanjut di Quran.com.


فَاصۡبِرۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِبۡكَٰرِ


Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar.

 Mohonlah ampun untuk dosamu, dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.


Pengajaran Penting


Bersabar: 

Teruskan berjuang menegakkan agama Islam dengan tabah.


Janji Allah: 

Yakin bahawa janji kemenangan daripada Allah adalah pasti dan benar.


Beristighfar: 

Sentiasa memohon keampunan kepada Allah atas segala kekurangan.


Bertasbih: 

Memuji dan mengingati Allah pada waktu pagi dan petang.













Friday, September 4, 2026

10 TANDA BESAR KIAMAT ..


Berikut adalah senarai 10 tanda besar tersebut:


10 Tanda Besar Kiamat


Dajjal:

 Pembawa fitnah terbesar yang mengaku sebagai tuhan.


Turunnya Nabi Isa AS:

 Baginda akan turun untuk membunuh Dajjal dan memimpin umat Islam.


Ya'juj dan Ma'juj:

 Kaum yang gemar melakukan kerosakan besar di bumi.


Dukhan (Asap): 

Asap tebal yang menyelubungi bumi dan menjejaskan manusia.


Dabbah (Binatang Bumi):

 Binatang ajaib yang boleh berbicara dan menandakan wajah orang beriman atau kafir.


Matahari Terbit dari Barat:

 Pintu taubat bagi seluruh manusia akan tertutup sepenuhnya selepas fenomena ini berlaku.


Gerhana di Timur:

 Tanah runtuh atau gerhana besar yang berlaku di wilayah timur bumi.


Gerhana di Barat: 

Tanah runtuh atau gerhana besar yang berlaku di wilayah barat bumi.


Gerhana di Jazirah Arab:

 Tanah runtuh atau gerhana besar di kawasan semenanjung Arab.


Api dari Yaman: 

Api besar yang keluar dari jurang Aden dan menghalau manusia ke padang mahsyar.





Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim daripada Huzaifah bin Asid al-Ghifari RA, terdapat 10 tanda besar kiamat yang akan berlaku sebelum hancurnya alam semesta SEPERTI DI ATAS ..





WALLAHU A'LAM ..



Wednesday, September 2, 2026

HR BUKHARI .. JAGA LISAN ..


 

Daripada Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:


"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang mendatangkan keridaan Allah yang dia tidak memedulikannya, niscaya Allah mengangkat derajatnya kerana kalimat itu. 


Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah yang dia tidak memedulikannya, niscaya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam kerana kalimat itu." 


(Hadis Riwayat Bukhari)






"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin" ..


"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin"

 bermaksud

 "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam" 


 Orang yang pertama kali dipanggil ke surga di hari kiamat adalah Hammadun, yaitu orang-orang yang memuji Allah baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan."



(HR Ath Thabrani,, Al Bazar,, Al Hakim,, Abu Nu'aim,, Al Baihaqi).




 Berikut adalah ringkasan keagungan dan rahsia di sebalik kalimah suci ini:


1. Hakikat Pujian Mutlak

 (Al-Hamdu)


Milik Allah Sahaja: 


Huruf Alif-Lam pada kata Al-Hamdu merujuk kepada segala jenis pujian.


 Sama ada pujian sesama makhluk atau pujian atas nikmat, hakikatnya semua pujian itu akan kembali kepada Allah SWT sebagai pencipta asal sumber nikmat tersebut.


Pujian Tanpa Syarat: 


Kita memuji Allah bukan sahaja sewaktu mendapat kesenangan, malah dalam setiap keadaan kerana kebijaksanaan-Nya mengatur takdir hamba-Nya. 


(HR Ath Thabrani, Al Bazar, Al Hakim, Abu Nu'aim, Al Baihaqi).


 Makna dan KeagunganPujian Sempurna:


 Perkataan Al-Hamd bermaksud pujian penuh yang hanya layak diberikan kepada Allah SWT.


Tuhan Sekalian Alam: 

Perkataan Rabbil 'Alamin menunjukkan bahawa Allah ialah pencipta, pemilik, dan pengatur seluruh makhluk di langit dan di bumi.


Tanda Kesyukuran:


 Mengucapkan kalimah ini melahirkan rasa syukur yang ikhlas atas nikmat hidup dan rezeki yang Allah kurniakan.


Zikir Pembuka Doa:


Kalimah ini sering dibaca dalam solat dan menjadi pembuka kepada pelbagai doa serta kesyukuran harian.




WALLAHU A'LAM ..



SEGALA NIKMAT DARI ALLAH-LAH DATANGNYA ..

Surah al-Naml (40)  Allah SWT berfirman dalam Surah al-Dhuha:  وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ    Adapun nikmat Tuhanmu, maka hendakla...