Nur Hidayah Jalan Suci ku
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ لاحول ولا قوة الا بالله
Wednesday, October 28, 2026
ZIKIR HADITH SAHIH AL BUKHARI 844 .. zikir selepas solat 5 waktu ..
SAHIH AL BUKHARI 844
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul-mulku walahul-hamdu, wahuwa 'ala kulli syai'in qadir.
Allahumma la mani'a lima a'thait, wala mu'thiya lima mana't, wala yanfa'u dzal-jaddi minka al-jadd.
Terjemahan Maksud
"Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya."
"Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu."
"Ya Allah!
Tidak ada yang dapat menghalang apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halang."
"Dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (untuk menyelamatkan diri) daripada siksaan-Mu, kerana hanya daripada-Mu kekayaan dan kemuliaan itu."
Sahih al-Bukhari 844
is a narration recorded in the Book of Call to Prayers (Adhaan) regarding a specific supplication (dhikr or dua) that Prophet Muhammad (ﷺ) recited after every compulsory (fard) prayer.
The Hadith Text and Translation
• Narrator:
Warrad, the clerk of Al-Mughira bin Shu‘ba.
• Chain / Origin:
Al-Mughira dictated a letter to Mu‘awiya stating that the Prophet (ﷺ) used to recite the following after every compulsory prayer:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
• Transliteration:
La ilaha illa l-lahu wahdahu la sharika lahu, lahu l-mulku wa lahu l-hamdu, wa huwa ala kulli shay'in qadir.
Allahumma la mania lima ataita, wa la mutiya lima manata, wa la yanfau dhal-jaddi minka l-jadd.
• English Translation:
"There is no deity worthy of worship except Allah alone, without partner. To Him belongs the kingdom, and to Him belongs all praise, and He has power over all things.
O Allah, none can prevent what You have given, and none can grant what You have prevented, and no wealth or fortune (dhal-jaddi) will benefit its owner against You."
Key Notes from the Hadith
• Meaning of Al-Jadd:
Al-Hasan al-Basri noted that the term al-jadd in this context refers to wealth, majesty, or prosperity (ghinan)—meaning that worldly riches or status cannot protect a person from Allah's decree or substitute for His pleasure.
• Context:
It highlights the complete dependence of a believer on Allah (ﷻ) immediately after finishing the obligatory daily prayers (Salah), acknowledging His exclusive control over giving and withholding.
WALLAHU A'LAM ..
Monday, October 26, 2026
TAQWA IBADAH ..
Ibadah Sebagai Jalan Menuju Takwa
Allah SWT menjelaskan secara langsung di dalam Al-Quran bahawa tujuan utama manusia diperintahkan untuk beribadah adalah supaya mereka bertakwa:
FIRMAN ALLAH SWT ..
"Wahai sekalian manusia!
Beribadatlah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwa."
(QS AL BAQARAH 2:21)
Sunday, October 25, 2026
SURAH AL BAQARAH 285 dan 286 ,, SURAH AL JATHIYAH AYAT 19 serta doa afiyyah ..
Frasa "وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ"
(Wallahu waliyyul-muttaqin)
bermaksud
"Dan Allah adalah Pelindung/Penolong orang-orang yang bertakwa."
Potongan ayat ini merupakan sebahagian daripada Surah Al-Jathiyah (45) ayat 19.
Berikut adalah perincian penuh mengenai ayat tersebut:
Ayat Penuh & Terjemahan
إِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ
Al-Jaathiyah - 45:19
Sesungguhnya mereka tidak sekali-kali akan dapat menyelamatkanmu sedikitpun dari (azab) Allah (kalau engkau menurut mereka); dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu setengahnya menjadi penolong dan penyokong bagi setengahnya yang lain (dalam perkara yang salah); dan (sebaliknya) Allah menjadi penolong dan pelindung bagi orang-orang yang bertaqwa (yang engkaulah pemimpinnya).
"WALLAHU WALIYYUL MUTAQIN"
(وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ)
is the final phrase of
Surah Al-Jathiyah (45:19),
which translates to:
"And Allah is the protector (or ally) of the righteous (God-fearing)."
Complete Verse (Arabic, Transliteration, and English)
إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۖ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ
Innahum lay yughnū 'anka minallāhi syai'ā, wa innadh-dhālimīna ba'dhuhum awliyā'u ba'dh, wallāhu waliyyul-muttaqīn.
"Indeed, they will never avail you against Allah at all. And indeed, the wrongdoers are allies of one another; but Allah is the protector of the righteous."
QS AL BAQARAH 285 DAN 286 ..
DOA AFIYYAH DUNIA DAN AKHIRAT ..
Saturday, October 24, 2026
Friday, October 23, 2026
HADITH SAHIH .. HR MUSLIM 4677 .. BERBUAT BAIK ,, MENYAMBUT SILATURAHMI DAN HARAMNYA KEZALIMAN ..
Kitab - Berbuat baik, menyambut silaturahmi, dan adab.
Bab Haramnya kezaliman
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id];
Telah menceritakan kepada kami [Laits] dari ['Uqail] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara.
Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim.
Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.
Barang siapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat.
Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak."
(HR. Muslim: 4677)
WALLAHU A'LAM ..
Thursday, October 22, 2026
ZIKIR DURING DISTRESS YA HAYYU YA QAYYUM ,, YA DZAL JALALI WAL IKRAM ...
In Jami` at-Tirmidhi
(Hadith 3524 and 3525),
Anas bin Malik reports two powerful prophetic supplications: using
"O Living, O Self-Sustaining Sustainer! In Your Mercy do I seek relief"
(Yā Ḥayyu yā Qayyūm, bi-raḥmatika astaghīth)
during distress, and constantly invoking Allah as
"O Possessor of Majesty and Honor"
(Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām).
Hadith 3524:
Supplication in Times of Distress
• Narrator:
Anas bin Malik (may Allah be pleased with him)
• Arabic Text:
يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
• Transliteration:
Yā Ḥayyu yā Qayyūm, bi-raḥmatika astaghīth
• English Translation:
"O Living, O Self-Sustaining Sustainer! In Your Mercy do I seek relief."
• Context:
The Prophet Muhammad (ﷺ) would recite this specific du'a whenever a matter or difficulty caused him distress.
Hadith 3525:
Constancy with Allah's Names
• Narrator:
Anas bin Malik (may Allah be pleased with him)
• Arabic Text:
يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
• Transliteration:
Yā Dhal-Jalāli wal-Ikrām
• English Translation:
"O Possessor of Majesty and Honor."
• Instruction:
The Prophet (ﷺ) advised Muslims to be constant, persistent, and frequent (al-idhdhu) in making du'a with these words.
• Source Reference:
You can read the full entries on Sunnah.com (Tirmidhi 3524) and Sunnah.com (Tirmidhi 3525).
wallahu a'lam ..
Wednesday, October 21, 2026
DU'AA FOR MERCY ..
Yā Ḥayyu yā Qayyūm, bi-raḥmatika astaghīth, aṣliḥ lī sha'nī kullah, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'ayn.
Wahai Tuhan Yang Maha Hidup,
Wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri
(dan mengurusi makhluk-Nya),
dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan,
perbaikilah bagiku segala urusanku..."
Tuesday, October 20, 2026
QS AL A'RAAF 7:156 .. RAHMAT ALLAH SWT MELIPUTI SEGALA SESUATU ..
FIRMAN ALLAH SWT ..
۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.
Allah berfirman:
"Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.
Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".
QS AL A'RAF 7:156 ..
Surah Al-A'raf Ayat 156 (QS 7:156)
mengandungi doa Nabi Musa A.S. berserta ketetapan Allah SWT mengenai keadilan azab-Nya dan luasnya rahmat-Nya.
Teks Arab
۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَـٰذِهِ ٱلّدُنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍۢ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَالَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ
Terjemahan
(Bahasa Melayu)
Terjemahan penuh bagi ayat ini boleh dirujuk melalui sumber yang disediakan, yang merangkumi doa Nabi Musa A.S. memohon kebaikan dunia dan akhirat serta penjelasan Allah mengenai azab dan rahmat-Nya.
Intipati & Tafsir Ringkas
• Doa Memohon Kebaikan:
Permohonan Nabi Musa A.S. agar ditetapkan kebaikan di dunia dan akhirat.
• Keadilan Azab & Keluasan Rahmat:
Penegasan bahawa azab Allah dikenakan kepada yang dikehendaki-Nya, manakala rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.
• Syarat Khusus Rahmat:
Rahmat di akhirat dikhususkan bagi golongan yang bertaqwa, menunaikan zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Allah.
WALLAHU A'LAM ..
TAFSIR QS AZ ZARIYAT 51:49 ..
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ٤٩
Dan tiap-tiap jenis Kami ciptakan berpasangan, supaya kami dan mengingati
(kekuasaan kami dan mentauhidkan Kami).
Surah Az-Zariyat ayat 49
menyatakan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan supaya manusia mengambil pelajaran tentang kebesaran dan keesaan Allah.
Makna dan Kandungan Ayat 49
• Teks Ayat (Surah Az-Zariyat: 49):
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
• Terjemahan:
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (kebesaran Allah)."
• Bentuk Pasangan:
Ciptaan berpasang-pasangan mencakup laki-laki dan perempuan, langit dan bumi, malam dan siang, daratan dan lautan, serta positif dan negatif.
• Tujuan Utama:
Pengingat agar manusia menyadari kesempurnaan ciptaan Tuhan dan kembali mentauhidkan-Nya.
Quran Surat Az-Zariyat Ayat 49
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Arab-Latin:
Wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tażakkarụn
Terjemah Arti:
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
Tafsir Quran
Surat Az-Zariyat Ayat 49 19.
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan seperti lelaki dan perempuan, langit dan bumi, daratan dan lautan, agar kalian mengingat keesaan Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan mengingat kekuasaan-Nya.
ZIKIR WITH MULTITUDE OF FORGIVENESS AND BLESSINGS .. The Virtue Of At-Tasbih, At-Takbir, At-Tahlil, And At-Tahmid ..
(57)Chapter:
What Has Been Related About
The Virtue Of At-Tasbih, At-Takbir, At-Tahlil, And At-Tahmid(58)
باب مَا جَاءَ فِي فَضْلِ التَّسْبِيحِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّحْمِيدِ
Abdullah bin Amr narrated that :
the Messenger of Allah (ﷺ) said:
“there is not anyone upon the earth who says:
‘None has the right to be worshipped but Allah, and Allah is the Greatest, and there is no might nor power except by Allah,
(Lā ilāha illallāh, wa Allāhu akbar, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh)
except that his sins shall be pardoned, even if they were like the foam of the sea.”
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ السَّهْمِيُّ، عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ، عَنْ أَبِي بَلْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَا عَلَى الأَرْضِ أَحَدٌ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَرَوَى شُعْبَةُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ بِهَذَا الإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَأَبُو بَلْجٍ اسْمُهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ وَيُقَالُ أَيْضًا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ .
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ، عَنْ أَبِي بَلْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ وَحَاتِمٌ يُكْنَى أَبَا يُونُسَ الْقُشَيْرِيَّ .
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي بَلْجٍ، نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ .
Grade:
Hasan
(Darussalam)
Reference:
Jami`at-Tirmidhi 3460
In-book reference:
Book 48, Hadith 91
WALLAHU A'LAM ..
SUBHANAKA ALLAH HUMMA WABIHAMDIKA ,, ASHADUAN ALLAH ILLA HA ILLA ANTA ,, WA ASTAGHFIRUKA WA ATU' BU ILLAIK
The phrase "Subhanakallahumma wa bihamdika"
(سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ)
translates to
"Glory be to You, O Allah, and with Your praise".
It is a profound expression of tasbih (glorification) and hamd (praise) used across several essential authentic Islamic supplications.
Depending on the context, this phrase forms the opening part of three major supplications:
1. The Opening Supplication of Prayer
(Dua Al-Istiftah / Sana)This is recited silently at the very beginning of ritual prayer (Salat), immediately after the first takbeer (Allahu Akbar) and before seeking refuge from Shaytan.
• Arabic:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
• Transliteration:
Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghairuk.
• Meaning:
"Glory is to You O Allah, and praise. Blessed is Your Name and Exalted is Your Majesty. There is none worthy of worship but You."
• Status:
It is a highly recommended Sunnah according to the Hanafi and Hanbali schools of thought.
2. The Expiation of a Gathering (Kafaratul Majlis)
This supplication is recited before standing up or leaving an assembly, meeting, or gathering.
It serves to wipe away any minor sins, idle talk, or mistakes made during that session.
• Arabic:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
• Transliteration:
Subhanaka Allahumma wa bihamdika, ash-hadu an la ilaha illa Anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
• Meaning:
"O Allah, You are free from every imperfection; all praise is for You.
I testify that there is no true god except You,
I ask Your forgiveness and turn to You in repentance."
3. During Bowing (Ruku) and Prostration (Sujood)
The Prophet Muhammad ﷺ frequently recited a variation of this phrase while bowing and prostrating during his prayers.
• Arabic:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
• Transliteration:
Subhanaka Allahumma Rabbana wa bihamdika, Allahum-magh-fir li.
• Meaning:
"Exalted Are you O Allah our Lord, and by Your praise. O Allah! Forgive me."
Subscribe to:
Posts (Atom)
KEHEBATAN MEMBACA 3 QUL SETIAP LEPAS SOLAT 5 WAKTU ..
Membaca 3 Qul (Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas) sebanyak 3 kali pada waktu pagi dan petang akan menjadikan s...
-
Apakah Fadhilat Membaca Ayat Ini? Amalan membaca ayat 21-24 Surah Al-Hasyr mempunyai pelbagai fadhilat. Antara fadhilatnya termasuk mendapa...
-
UNTUK PERLINDUNGAN DARI SEGALA KEJAHATAN: Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda; “Barangsiapa membaca ...
-
Selain disunnahkan untuk dibacakan pada Solat Jumaat rakaat pertama, Surah Al A’la juga mempunyai kelebihan lainnya yang sangat berguna...











































