Thursday, September 10, 2026

MENGUCAPKAN 'INSYA ALLAH' ATAS PERKARA KEBAIKAN ..




 Dalam Islam, mengucapkan 

"Insya-Allah"

 (إن شاء الله - jika Allah menghendaki)

 adalah bentuk adab, ketundukan, dan pengakuan seorang hamba bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terjadi hanya atas kehendak dan izin Allah SWT. 


Anjuran ini bersumber langsung dari Al-Qur'an


 (Surah Al-Kahfi ayat 23-24) dan diperkuat oleh beberapa hadis sahih berikut: .


Hadis Kisah Nabi Sulaiman AS yang Lupa Mengucap Insya-Allah

Hadis paling masyhur mengenai pentingnya mengaitkan rencana masa depan dengan kalimat 

"Insya-Allah"

 adalah kisah Nabi Sulaiman AS ketika beliau bertekad melakukan suatu perkara namun lupa mengucapkannya. 


Dari Abu Hurairah RA, 

Rasulullah SAW bersabda:

"Sulaiman bin Dawud Alaihis Salam berkata: 

‘Aku benar-benar akan menggilir 100

 (atau dalam riwayat lain: 70/90) 

orang istriku pada malam ini, sehingga setiap wanita akan melahirkan seorang anak lelaki yang akan berjihad di jalan Allah.’


Malaikat berkata kepadanya:


‘Ucapkanlah Insya-Allah.’


 Namun Nabi Sulaiman tidak mengucapkannya karena lupa.

 Beliau kemudian mendatangi istri-istrinya, dan ternyata tidak ada seorang pun yang melahirkan anak kecuali satu orang istri yang melahirkan anak dalam kondisi setengah manusia (cacat).’" 


Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya beliau mengucapkan 'Insya-Allah', niscaya beliau tidak akan melanggar sumpahnya dan hajatnya akan dipenuhi."

 (HR. Bukhari No. 5242 & Muslim No. 1654) 


Hadis Kesempurnaan Iman


Mengucapkan Insya-Allah atas segala perkara masa depan yang direncanakan juga mencerminkan tingkat keimanan seseorang yang menyerahkan hasil akhir kepada Allah (tawakal). 

Diriwayatkan dari jalur para sahabat, salah satunya Ibnu Abbas RA yang menekankan bahwa:

"Tidaklah sempurna iman seorang hamba, hingga di setiap ucapannya (mengenai masa depan), ia ber-istisna’ (mengucapkan Insya-Allah)." 


3. Keteladanan Rasulullah SAW dalam KeseharianRasulullah SAW sendiri selalu mencontohkan ucapan ini ketika berjanji atau merencanakan sesuatu. 


Sebagai contoh, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:


Ketika salah seorang sahabat (Itban bin Malik) meminta Rasulullah SAW datang ke rumahnya untuk mendirikan salat di sana, Rasulullah SAW langsung menjawab: "Aku akan lakukan itu, insya-Allah."


 (HR. Bukhari No. 425) 


 Pengecualian: 

Kapan Kita Dilarang Mengucap Insya-Allah?

Meskipun dianjurkan untuk semua perkara masa depan, Rasulullah SAW melarang keras mengucapkan "Insya-Allah" di dalam Doa. 


Ketika meminta sesuatu kepada Allah, kita harus mantap, yakin, dan bersungguh-sungguh.


Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian berkata 

(saat berdoa):

 ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki.’ 

Hendaklah ia memantapkan permintaannya, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat memaksa Allah." 

(HR. Bukhari No. 6339 & Muslim No. 2679) 



Kesimpulan Ringkas:

Gunakan Insya-Allah untuk:

 Janji, rencana, atau urusan yang akan dikerjakan di masa mendatang sebagai wujud adab dan tawakal.

Jangan gunakan Insya-Allah untuk: 

Doa

 (seperti "Semoga cepat sembuh, insya-Allah"), 

karena doa menuntut kemantapan hati dan keyakinan penuh pada rahmat Allah.





WALLAHU A'LAM ...






Wednesday, September 9, 2026

KEUTAMAAN SURAH AL FALAQ


 

Surah Al-Falaq merupakan antara surah yang amat dicintai oleh Allah SWT dan sangat cepat dikabulkan atau diterima doa orang yang mengamalkannya.


Kenyataan ini bersandarkan kepada sebuah hadis riwayat Uqbah bin Amir RA, di mana Rasulullah SAW pernah bersabda bahawa tiada surah lain yang dapat menandingi kehebatan serta kepantasan 

Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas dalam memohon perlindungan kepada Allah SWT.





wallahu a'lam ..





Tuesday, September 8, 2026

ABUNDANT REWARDS FOR ZKIR TASBIH,, TAHMID AND TAKBIR ..


 

Sunan Ibn Majah 3810 

is a hadith narrated 

by Umm Hani' (radiallahu anha) where she asked the Prophet Muhammad (ﷺ) for a simple, 

good deed because she had grown old, weak, and heavy. 


The Hadith

 ..

The Prophet (ﷺ)

 prescribed a profound dhikr; you can find the full narration and wording in the referenced source. 


In summary, reciting 

Allahu Akbar,

Al-Hamdu Lillah, and 

Subhan-Allah

 one hundred times 


each carries a reward surpassing the contribution of

 one hundred saddled horses,

 one hundred sacrificial camels, 

or freeing one hundred slaves.  


This remembrance offers immense spiritual reward, remaining fully accessible for individuals facing physical limitations. 



Allahu Akbar

 (100 times)

Al-Hamdu Lillah

 (100 times)

Subhan-Allah

 (100 times)


Enormous Virtue:


 The spiritual return outweighs significant physical and financial contributions in charity and jihad.



WALLAHU A'LAM ..





KEUTAMAAN ZIKIR LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LA SYARIKALAH ...


Membaca dzikir

 "Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" 

mempunyai keutamaan yang sangat besar dan luar biasa dalam Islam.


 Kalimat tauhid ini merupakan salah satu dzikir yang paling agung dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ untuk diamalkan setiap hari. 



Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim daripada Abu Hurairah RA, berikut adalah ganjaran hebat bagi sesiapa yang membacanya sebanyak 100 kali dalam sehari:


Keutamaan Dzikir 100 Kali Sehari ..


Pahala Menyamai Membebaskan 10 Orang Hamba

 – Mengamalkannya memberikan ganjaran pahala yang sangat besar, seolah-olah anda telah memerdekakan sepuluh orang hamba sahaya.


Dicatat 100 Kebaikan 


– Allah SWT akan memerintahkan malaikat untuk menulis 100 pahala kebaikan ke dalam buku amalan anda. 


Dihapuskan 100 Dosa 


– Sebanyak 100 kesalahan atau dosa kecil yang telah dilakukan akan dipadamkan.



Perisai Daripada Gangguan Setan

 – Pembacanya akan mendapat perlindungan dan benteng ghaib daripada godaan setan sepanjang hari tersebut sehinggalah waktu petang/malam. 



Amalan Terbaik di Hari Kiamat 


– (Tiada sesiapa pun pada hari kiamat nanti yang dapat membawa amalan yang lebih baik daripada amalan ini, kecuali orang yang membaca zikir ini lebih banyak daripada anda.)



Berdasarkan Sahih al-Bukhari dan Riyad as-Salihin ..




Reference: 

Sahih al-Bukhari 6403

In-book reference:

 Book 80, Hadith 98




WALLAHU A'LAM ..




ZIKIR DZU AN-NUN .. ZIKIR NABI YUNUS AS ..


Zikir Nabi Yunus A.S. 

atau

 Zikir Dzu an-Nun 

ialah kalimah

 La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin

 yang berkesan untuk memohon jalan keluar daripada kesusahan hidup. 


لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


(Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.)


Kelebihan Mengamalkan

 Zikir Nabi Yunus


Keluar dari Kesusahan:


 Membantu menyelesaikan masalah berat, kesempitan hidup, atau ujian besar.


Pengampunan Dosa: 


Menjadi tanda taubat yang tulus dan pengakuan kesalahan diri kepada Allah S.W.T.


Makbul Doa:


 Mendapat pertolongan segera dan makbulnya hajat apabila berdoa dengan penuh keyakinan.


Pengukuhan Tauhid:


 Mengandungi pengakuan keesaan Allah, penyucian sifat-Nya, dan penyesalan hamba.



Sabda Rasulullah:


 Sesungguhnya tidak ada muslim yang berdoa dengannya untuk apa saja (hajatnya), melainkan akan dimakbulkan Allah doanya itu.”


 (HR Ahmad, dinilai Sahih oleh Ahmad Syakir)




Zikir Nabi Yunus AS 

(juga dikenali sebagai Doa Dzun-Nun) 


adalah salah satu doa paling mustajab dalam Islam yang dibaca oleh baginda ketika terperangkap di dalam kegelapan perut ikan Nun.


 Lafaz zikir ini dirakamkan dalam surah Al-Anbiya, ayat 87:


 لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 


"Tiada Tuhan melainkan Engkau

 (ya Allah)! 

Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri."





WALLAHU A'LAM ..




Monday, September 7, 2026

KEUTAMAAN ZIKIR HASBIYALLAHU LA ILAHA ILLA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA RABBUL 'ARSYIL 'AZIM ..



Membaca zikir 


Hasbiyallahu la ilaha illa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'azim 

(Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal dan Dialah Tuhan Arasy yang Agung) 


sebanyak tujuh kali pada waktu pagi dan petang, 


nescaya Allah SWT akan mencukupkan segala urusan serta memelihara seseorang daripada kebimbangan dunia dan akhirat.


 Keutamaan Utama


Melenyapkan Kesusahan: 


Allah SWT 

mencukupkan dan menghilangkan apa jua perkara yang menyusahkan urusan harian.


Ketenangan Hati:

 Membina sifat tawakal yang kuat dan mengurangkan tekanan perasaan atau rasa takut.


Perlindungan Menyeluruh:


 Dipelihara daripada tipu daya, kedengkian, dan kesusahan hidup di dunia mahupun akhirat.





WALLAHU A'LAM ..




Sunday, September 6, 2026

ZIKIR ISTIGHFAR DAN TASBIH ..


 








The phrases of remembrance (dhikr)—specifically

 SubhanAllah 

(glory be to Allah),

 Alhamdulillah

 (praise be to Allah),

 La ilaha ill-Allah 

(there is no god but Allah), 

and Allahu Akbar

 (Allah is the greatest)


—buzz around the Throne of Allah like bees, mentioning the person who recited them. 


 The Hadith Reference

This description is recorded in collections such as Musnad Ahmad (5464) and Sunan Ibn Majah (3809).


 The Prophet Muhammad (peace be upon him) explained that these expressions of remembrance gather around the divine Throne (‘Arsh).

 They hum and buzz like a swarm of bees, keeping a continuous reminder of the believer who uttered them in worldly life.





WALLAHU A'LAM..




BISMILLAH DAN HAUQOLAH - KALIMAT MENGHADAPI PETAKA !

Mencegah musibah 


Keutamaan membaca Bismillah adalah mencegah musibah atau malapetaka. 

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW pernah bersabda: 


“Wahai Ali mahukah aku (Muhammad) ajarkan kepadamu kalimat menghadapi petaka?, 


Ali kemudian mengiyakan.


 Rasulullah kembali melanjutkan sabdanya, 

“Jika menghadapi petaka maka ucapkanlah:


 Bismillahir Rahman ir Rahim

 Wa la haula wala quwwata illa billahil ‘Aliyyil Adhim.


 Niscaya dengan kalimat itu, 

ALLAH akan menghilangkan petaka apa pun yang Dia kehendaki.”


 (Imam Nawawi)









WALLAHU A'LAM ..







Saturday, September 5, 2026

KEKUATAN ZIKIR AYATUL KURSI KETIKA MUSIBAH ..


Kekuatan zikir Ayat Kursi (surah Al-Baqarah, ayat 255) ketika ditimpa musibah terletak pada kandungannya yang mengandungi pujian tertinggi terhadap keagungan, kekuasaan, dan perlindungan mutlak Allah SWT.


 Ketika seseorang menghadapi ujian berat, membaca ayat ini memberikan kekuatan jiwa yang luar biasa kerana ia memperbaharui pergantungan total hanya kepada Yang Maha Kuasa.



Berikut adalah kekuatan utama zikir Ayat Kursi saat menghadapi musibah:


1. Mendapat Perlindungan Mutlak daripada Allah


Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Quran. 

Membacanya ketika musibah melanda—seperti bencana alam, ketakutan, atau ancaman bahaya—menjadi perisai ghaib yang membentengi diri daripada keburukan manusia, jin, mahupun syaitan.



2. Menghadirkan Ketenangan Jiwa (Sakinah)


Musibah sering kali membawa rasa panik, cemas, dan putus asa.

 Potongan ayat

"Lā ta'khudhuhū sinatun wa lā nawm"

(Allah tidak mengantuk dan tidak tidur)

 mengingatkan kita bahawa Allah sentiasa mengawasi dan menjaga hamba-Nya


Kesedaran ini secara drastik menurunkan tahap stres dan menghadirkan rasa tenang.


3. Menguatkan Tauhid dan Tawakal


Saat ditimpa ujian, iman boleh goyah. 

Ayat Kursi menegaskan sifat-sifat Allah yang 

Maha Hidup (Al-Hayyu),

 Maha Berdiri Sendiri

 (Al-Qayyum), dan 

Maha Tinggi (Al-'Aliyy).


 Mengulang-ulang zikir ini membantu minda sedar bahawa musibah itu kecil di hadapan kekuasaan Allah yang Maha Besar, dan hanya Dia yang mampu memberikan jalan keluar.


4. Menjemput Bantuan Malaikat


Dalam beberapa hadis, dinyatakan bahawa membaca Ayat Kursi (terutamanya sebelum tidur atau dalam keadaan terdesak) akan membuatkan Allah mengutuskan malaikat untuk menjaga orang tersebut sehinggalah waktu pagi atau sehingga bahaya berlalu.





WALLAHU A'LAM ..




FIRMAN ALLAH SWT - SABAR,, ISTIGHFAR DAN TASBIH ..


 

Surah Ghafir ayat 55 ialah perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW supaya 

bersabar menghadapi cabaran, 

memohon keampunan,

 dan sentiasa bertasbih. 


Anda boleh membaca teks penuh dan terjemahan lanjut di Quran.com.


فَاصۡبِرۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ بِٱلۡعَشِيِّ وَٱلۡإِبۡكَٰرِ


Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar.

 Mohonlah ampun untuk dosamu, dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.


Pengajaran Penting


Bersabar: 

Teruskan berjuang menegakkan agama Islam dengan tabah.


Janji Allah: 

Yakin bahawa janji kemenangan daripada Allah adalah pasti dan benar.


Beristighfar: 

Sentiasa memohon keampunan kepada Allah atas segala kekurangan.


Bertasbih: 

Memuji dan mengingati Allah pada waktu pagi dan petang.













Friday, September 4, 2026

10 TANDA BESAR KIAMAT ..


Berikut adalah senarai 10 tanda besar tersebut:


10 Tanda Besar Kiamat


Dajjal:

 Pembawa fitnah terbesar yang mengaku sebagai tuhan.


Turunnya Nabi Isa AS:

 Baginda akan turun untuk membunuh Dajjal dan memimpin umat Islam.


Ya'juj dan Ma'juj:

 Kaum yang gemar melakukan kerosakan besar di bumi.


Dukhan (Asap): 

Asap tebal yang menyelubungi bumi dan menjejaskan manusia.


Dabbah (Binatang Bumi):

 Binatang ajaib yang boleh berbicara dan menandakan wajah orang beriman atau kafir.


Matahari Terbit dari Barat:

 Pintu taubat bagi seluruh manusia akan tertutup sepenuhnya selepas fenomena ini berlaku.


Gerhana di Timur:

 Tanah runtuh atau gerhana besar yang berlaku di wilayah timur bumi.


Gerhana di Barat: 

Tanah runtuh atau gerhana besar yang berlaku di wilayah barat bumi.


Gerhana di Jazirah Arab:

 Tanah runtuh atau gerhana besar di kawasan semenanjung Arab.


Api dari Yaman: 

Api besar yang keluar dari jurang Aden dan menghalau manusia ke padang mahsyar.





Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Muslim daripada Huzaifah bin Asid al-Ghifari RA, terdapat 10 tanda besar kiamat yang akan berlaku sebelum hancurnya alam semesta SEPERTI DI ATAS ..





WALLAHU A'LAM ..



Wednesday, September 2, 2026

HR BUKHARI .. JAGA LISAN ..


 

Daripada Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:


"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang mendatangkan keridaan Allah yang dia tidak memedulikannya, niscaya Allah mengangkat derajatnya kerana kalimat itu. 


Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah yang dia tidak memedulikannya, niscaya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam kerana kalimat itu." 


(Hadis Riwayat Bukhari)






"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin" ..


"Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin"

 bermaksud

 "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam" 


 Orang yang pertama kali dipanggil ke surga di hari kiamat adalah Hammadun, yaitu orang-orang yang memuji Allah baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan."



(HR Ath Thabrani,, Al Bazar,, Al Hakim,, Abu Nu'aim,, Al Baihaqi).




 Berikut adalah ringkasan keagungan dan rahsia di sebalik kalimah suci ini:


1. Hakikat Pujian Mutlak

 (Al-Hamdu)


Milik Allah Sahaja: 


Huruf Alif-Lam pada kata Al-Hamdu merujuk kepada segala jenis pujian.


 Sama ada pujian sesama makhluk atau pujian atas nikmat, hakikatnya semua pujian itu akan kembali kepada Allah SWT sebagai pencipta asal sumber nikmat tersebut.


Pujian Tanpa Syarat: 


Kita memuji Allah bukan sahaja sewaktu mendapat kesenangan, malah dalam setiap keadaan kerana kebijaksanaan-Nya mengatur takdir hamba-Nya. 


(HR Ath Thabrani, Al Bazar, Al Hakim, Abu Nu'aim, Al Baihaqi).


 Makna dan KeagunganPujian Sempurna:


 Perkataan Al-Hamd bermaksud pujian penuh yang hanya layak diberikan kepada Allah SWT.


Tuhan Sekalian Alam: 

Perkataan Rabbil 'Alamin menunjukkan bahawa Allah ialah pencipta, pemilik, dan pengatur seluruh makhluk di langit dan di bumi.


Tanda Kesyukuran:


 Mengucapkan kalimah ini melahirkan rasa syukur yang ikhlas atas nikmat hidup dan rezeki yang Allah kurniakan.


Zikir Pembuka Doa:


Kalimah ini sering dibaca dalam solat dan menjadi pembuka kepada pelbagai doa serta kesyukuran harian.




WALLAHU A'LAM ..



hadith sahih ,, HR ABU DAUD .. DENGKI ATAU HASAD MEROSAKKAN AMALAN KEBAIKAN ..


 

Ya, hadith mengenai sifat hasad dengki memakan amal kebaikan seperti api memakan kayu bakar adalah hadith yang diiktiraf berstatus hasan (baik) dan boleh diamalkan mengikut huraian para ulama dan Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan.


Teks Hadith & Terjemahan


Sabda Nabi Muhammad SAW:


إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ


Maksudnya:


 "Hendaklah kalian menjauhi sifat hasad dengki, kerana ia menghapuskan kebaikan (pahala), sepertimana api menghanguskan kayu."


Sumber Riwayat


Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud di dalam kitab Sunan Abi Daud (No. 4903) daripada sahabat Abu Hurairah R.A.


Turut diriwayatkan oleh Ibn Majah (No. 4110) menerusi jalur sahabat Anas bin Malik R.A.


Pengajaran Utama


Merosakkan Pahala: 

Sifat dengki menghilangkan pahala amalan soleh (seperti solat, sedekah, dan puasa) dengan cepat, sama seperti maraknya api yang membakar kayu hingga habis.


Mendorong Dosa Lain: 


Orang yang berasa dengki selalunya akan terdorong untuk melakukan dosa lidah dan hati yang lain, seperti mengumpat, memfitnah, atau membenci nikmat yang Allah kurniakan kepada orang lain.





wallahu a'lam ..




Tuesday, September 1, 2026

MERAIH PAHALA YG BANYAK DGN BERSABAR ATAS KESUSAHAN DAN KESEDIHAN ..


 

Pahala yang paling banyak didapati oleh seorang mukmin di akhirat kelak salah satunya berasal dari rasa kesusahan, kegelisahan, dan kesedihan yang dihadapi dengan sabar.



Keterangan ini bersumber daripada kata-kata ulama besar salaf, Sufyan ats-Tsaury rahimahullah, yang menyatakan:


"Telah sampai kepada kami bahawa pahala yang paling banyak diperolehi seorang mukmin dalam catatan amalnya adalah (dari) kesusahan dan kesedihan." 


(Kitab Hilyatul Awliya, jilid 7, halaman 50)


Maksud di Sebalik Ujian


Penghapus Dosa:

 Setiap kesedihan, rasa penat, risau, atau musibah kecil mahupun besar yang menimpa seorang mukmin akan menjadi kifarah (penghapus) kepada dosa-dosanya.


Pengangkut Darjat:


 Kesabaran ketika menghadapi kepayahan hidup mengangkat kedudukan seseorang hamba di sisi Allah SWT.


Dalam Islam, kenyataan bahawa pribadi yang paling banyak menerima pahala adalah melalui kesusahan, ujian, dan kesedihan adalah sangat tepat dan mempunyai sandaran yang kukuh di dalam Al-Quran dan Hadis.


Setiap titisan air mata, kesakitan, dan kesedihan yang dihadapi dengan sabar tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah SWT.


Bukti dari Al-Quran dan HadisPahala Tanpa Batas bagi Orang Sabar: 


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang yang bersabar sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira." 


(Surah Az-Zumar: 10)


Pembersih Dosa Lalu:

 Nabi Muhammad SAW bersabda:


"Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, kesakitan, mahupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya disebabkan perkara tersebut."


 (Sahih Bukhari)


Tanda Kasih Sayang Allah:


 Ujian bukan petanda Allah benci, malah sebaliknya:


"Apabila Allah mengasihi sesuatu kaum, Dia akan menguji mereka."


 (Hadis Riwayat Tirmidzi)






WALLAHU A'LAM ...


SURAH AL HADID 1-6 ..

 .


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 


 1.سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

2. لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

3. هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

4. هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

5. لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

6. يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۚ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ



Surah Al-Hadid (57) Ayat 1-6

Telah Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki semua langit dan bumi. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dialah **Yang Menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia Bersemayam di atas `Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana sahaja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dan Dia-lah Yang Menguasai langit dan bumi, dan kepada Allahlah semua perkara dikembalikan.

Dialah Yang Memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, serta belanjakanlah (sebahagian) dari harta yang Dia jadikan kamu sebagai pemegang amanahnya. Kerana itu, bagi orang-orang yang beriman di antara kamu dan banyak berinfak, mereka akan mendapat pahala yang besar.



Ayat 1:

سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah.

Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Ayat 2:

لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi.

Dia menghidupkan dan mematikan.

Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Ayat 3:

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin.

Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Ayat 4:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۚ

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik ke sana.

Dia bersamamu di mana saja kamu berada.

Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Ayat 5:

لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُۚ

"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."

Ayat 6:

يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۚ وَهُوَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam.

Dia Maha Mengetahui segala isi hati."



Keutamaan Surah Al-Hadid ayat 1 hingga 6 terletak pada pengukuhan akidah, pengenalan sifat-sifat Allah yang agung, serta menjadi asas doa makbul sebelum tidur bagi umat Islam.


 Enam ayat pertama ini merupakan bahagian daripada ayat Musabbahat (surah yang dimulakan dengan tasbih) yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. 


 Berikut adalah keutamaan dan intipati penting daripada 

Surah Al-Hadid Ayat 1-6:


1. Mengandungi Doa


 Amalan Rasulullah Sebelum Tidur

Dalam sebuah hadis sahih (riwayat Imam Muslim), 


Rasulullah SAW sering berbaring miring ke kanan sebelum tidur dan membaca doa yang dipetik langsung daripada kefahaman sifat Allah dalam Ayat 3 surah ini:


"Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Awal (tiada sesuatu sebelum-Mu);

 Yang Maha Akhir (tiada sesuatu setelah-Mu);

 Yang Maha Zahir (tiada sesuatu di atas-Mu); 

dan Yang Maha Batin (tiada sesuatu yang lebih dekat daripada-Mu)."


Amalan doa ini sangat mustajab untuk memohon perlindungan, melunaskan hutang, serta dijauhkan daripada kefakiran. 


2. Memantapkan Asas Tauhid dan Kekuatan Jiwa


Ayat 1 hingga 6 ini menyenaraikan sifat-sifat kesempurnaan Allah SWT secara padat. 


Membaca dan mentadabburnya akan membersihkan hati daripada keraguan (syak) terhadap kekuasaan Allah. 


Maha Berkuasa & Bijaksana

 (Ayat 1):

 Seluruh makhluk di langit dan bumi sentiasa bertasbih memuji-Nya.


Pemilik Mutlak Kerajaan Alam

 (Ayat 2 & 5): 

Dialah yang menghidupkan, mematikan, dan tempat kembalinya segala urusan.


Maha Mengetahui Sesuatu yang Ghaib 

(Ayat 4 & 6): 


Allah mengetahui apa yang masuk ke bumi (tumbuhan, air, jasad), apa yang turun dari langit (hujan, malaikat), sehinggalah rahsia yang paling dalam di lubuk hati manusia.


3. Merasakan Kehadiran dan Pengawasan Allah (Ma'iyyatullah)


Pada Ayat 4,

 Allah menegaskan:

 “Dan Dia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada.”


Keutamaan: 

Ayat ini mendidik jiwa manusia untuk memiliki sifat ihsan dan muraqabah (merasa sentiasa diawasi oleh Allah).


 Kesedaran ini menjadi benteng utama agar seseorang itu tidak mudah tergelincir melakukan maksiat, sama ada ketika bersendirian atau di khalayak ramai. 






WALLAHU A'LAM ..




MENGUCAPKAN 'INSYA ALLAH' ATAS PERKARA KEBAIKAN ..

 Dalam Islam, mengucapkan  "Insya-Allah"  (إن شاء الله - jika Allah menghendaki)  adalah bentuk adab, ketundukan, dan pengakuan se...