Nur Hidayah Jalan Suci ku
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ لاحول ولا قوة الا بالله
Wednesday, April 22, 2026
Tuesday, April 21, 2026
ZIKIR KALIMAH TAUHID LA ILAHA ILLALLAH ..
Dalam salah satu hadits riwayat sahabat Anas disebutkan:
مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَمَدَّهَا هُدِمَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ آلافِ ذَنْبٍ مِنَ الْكَبَائِرِ
Artinya:
Sesungguhnya barang siapa membaca kalimat Tauhid La ilaha Illallah dan memanjangkannya, maka baginya akan dihapus empat ribu macam dosa besar.
Para sahabat kemudian bertanya,
“Ya Rasulullah, lalu bagaimana bila satupun ia tidak memiliki dosa besar ?”
Rasulullah menjawab,
“Maka yang dihapuskan empat ribu macam dosa besar adalah keluarga dan para tetangganya”.
Hadits Rasulullah saw lainnya menyatakan:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
Artinya:
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang membiasakan baca La ilaha Illallah dan dengan berharap karena Allah semata.
Dalam Kitab Kasyifatus Saja (halaman 14), Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan:
وفضائلها لا تحصى منها قوله صلى الله عليه وسل من قال لا إله إلا الله ثلاث مرات في يومه كانت له كفارة لكل ذنب اصابه في ذلك اليوم
Artinya:
Dan keutamaan-keutamaan kalimat lailaha Illallah itu tidak terhingga seperti halnya sabda Rasulullah saw, siapa yang membaca dzikir lailaha Illallah tiga kali di setiap harinya maka dosa yang dibuatnya setiap hari itu dihapus.
Sumber: https://lampung.nu.or.id/syiar/keutamaan-dzikir-kalimat-tauhid-la-ilaha-ilallah-kzSCr
wallahu a'lam ..
13 KEUTAMAAN ZIKIR LA ILAHA ILLALLAH ..
1. Menolak kekafiran
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Al-Fakihani berkata:
“Bahwasannya membiasakan menyebutnya ketika memasuki rumah, maka dapat menolak kekafiran.”
2. Menghapus dosa besar
“Siapa yang membaca “Laa ilaaha illallaah” dengan memanjatkannya, maka gugurlah baginya 4000 dosa besar.”
3. Mengampuni keluarga dan tetangga
Pernyataan tersebut membuat para sahabat Nabi bertanya,
“Wahai Rasulullah, jika ia tidak mempunyai suatu dosa besar?”
Nabi menjawab,
“Dapat mengampuni keluarganya dan tetangganya”.
Hadis di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari Muslim.
4. Hari kiamat wajahnya bagaikan bulan purnama
Rasul bersabda:
“Siapa setiap hari membaca
“Laa ilaaha illallaah muhammadur Rasulullah”
(Tidak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah)
sebanyak 100 kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama.”
5. Zikir paling utama
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Zikir yang paling utama adalah “Laa ilaaha illallaah” dan doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah.”
6. Aman dari siksa Neraka
Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Jabir, Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Swt dalam hadis qudsi.
Artinya:
“Laa ilaaha illallaah ucapan-Ku, dan Aku adalah Allah, siapa membacanya maka ia masuk benteng-Ku, dan siapa masuk benteng-Ku maka ia aman dari siksa-Ku.”
Rasul pun bersabda lagi:
“Laa ilaaha illallaah adalah bentengku, dan siapa masuk bentengku, maka ia aman dari siksa Allah.”
7. Menyempurnakan zakat badan
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sampaikanlah zakat badan-badanmu dengan ucapan
“Laa ilaaha illallaah”.
8. Menolak sembilan puluh sembilan pintu bencana
Dinukil dari Ibnu Abbas Radiyallahu anhu (RA), Rasul bersabda:
“Sesungguhnya ucapan
Laa ilaaha illallaah dapat menolak dari pembacanya sembilan puluh sembilan pintu bencana, yang terendah adalah kedudukan.”
9. Penuntun ke surga
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Siapa membaca
Laa ilaaha illallah, maka keluarlah dari mulutnya seekor burung hijau dengan dua sayap putih yang berkulit dengan mutiara dan yakut, ia naik ke langit dan diperdengarkan padanya suara di bawah arasy bagaikan suara lebah, lalu dikatakan padanya, ‘diamlah’.
Sahutnya, ‘tidak, sehingga engkau mengampuni saudaraku’.
Maka ia mengampuni pembacanya. Kemudian dijadikanlah pada burung itu tujuh puluh mulut yang memohonkan ampunan pada sahabatnya sampai hari kiamat.
Maka jika terjadi kiamat, burung itu datang sebagai penuntunnya dan penunjuknya ke surga.”
10. Mendapat ampunan dosa yang lalu dan akan datang
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah dari seorang hamba yang membaca Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullaah melainkan
Allah swt berfirman:
‘Benarlah hamba-Ku, Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Aku. Aku menjadikan saksi kamu semua hai para malaikat-Ku, Aku benar-benar telah mengampuninya dari dosanya yang telah berlalu dan yang akan datang.”
Maksud yang diampuni dalam dosa tersebut adalah dosa-dosa kecil.
11. Masuk surga
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Siapa membaca
Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas semata-mata karena Allah, maka dia masuk surga.”
12. Menghapus dosa kecil
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Siapa mengucap
Laa ilaaha illallaah muhammadur rasulullah satu kali, maka dosa kecilnya diampuni sekalipun dosa-dosa itu seperti buih lautan.”
13. Mengangkat sejuta derajat
Nabi Shallaallahu alaihi wasallam bersabda:
“Apabila seorang mu’min lewat di atas kuburan lalu membaca
‘Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairu wahuwa ‘alaa kulli syai'in qadiir’,
Maka Allah menerangi seluruh kubur itu dan mengampuni pembacanya, menulis baginya sejuta kebaikan, mengangkat baginya sejuta derajat, dan menghapus baginya sejuta kejelekan (dari dosa-dosa kecil).”
WALLAHU A'LAM ..
COPY PASTE FROM ..
Sumber: Disarikan dari keterangan dalam syarh kitab Tanqihul Qaul Lubabul Hadits karya Syekh Nawawi Al-Bantani
THE BEST DEED - ZIKRULLAH
Best Deed
Abu Ad-Darda’ (May Allah be pleased with him) narrated that the Prophet said:
“Shall I not inform you of the best of your actions, the purest in the sight of your Lord, which raises your rank to the highest, which is better for you than spending gold and silver, better than meeting your enemy so that you strike at their necks and they strike at yours?’
They replied:
‘Yes, indeed,’ and
he said:
‘It is the remembrance of Allah.”
(At-Tirmidhi)
This profound quote is the conclusion of a famous Hadith found in Jami` at-Tirmidhi (Hadith 3377), where the Prophet Muhammad (ﷺ) highlights the immense value of Dhikr (the remembrance of Allah).
WALLAHU A'LAM ..
Monday, April 20, 2026
"Setiap ucapan adalah doa" ..
"Setiap ucapan adalah doa" bermaksud kata-kata yang keluar dari lisan membawa tenaga, pengaruh, dan berpotensi menjadi kenyataan.
Ungkapan ini menekankan pentingnya menjaga lisan dengan hanya menuturkan kebaikan, positif, dan harapan baik, kerana ia dianggap sebagai benih yang ditanam dan boleh kembali kepada pengucapnya.
"Setiap Ucapan Adalah Doa"
Kuasa Lisan:
Apa yang sering diucapkan, perlahan-lahan diundang masuk ke dalam kehidupan.
Energi Positif/Negatif:
Kata-kata adalah tenaga yang boleh mencorakkan realiti; elakkan kata-kata negatif walau sekadar gurauan.
Prinsip Kebaikan:
Ucapkan perkataan yang baik, doakan yang baik, dan percayalah bahawa kebaikan akan kembali kepada diri sendiri.
Menggantikan kata-kata biasa dengan doa, contohnya mengucapkan "Jazakallahu khairan" (semoga Allah membalas kebaikan) berbanding sekadar terima kasih.
Hati-hati:
Ucapan, terutama daripada seorang ibu, sangat dahsyat kesannya dan dianggap doa yang diaminkan semesta.
Oleh itu, ungkapan ini mendidik kita agar sentiasa berfikir sebelum berkata-kata, memastikan setiap butir bicara adalah doa yang mendatangkan keberkatan.
Makna seperti ini sangat sesuai dengan banyak hadis Nabi ﷺ. Sebagai contoh kami sebutkan beberapa hadis berikut ini,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ» (رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَالتِّرْمِذِي وَابْنُ مَاجَهٍ)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Nabi ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya seorang hamba (bisa) mengucapkan sebuah kalimat yang diridai Allah, ia tidak (terlalu) menghiraukannya, (namun) dengannya Allah mengangkat derajatnya (kemuliaannya).
Dan sungguh seorang hamba (dapat) mengucapkan sebuah kalimat yang dimurkai Allah, ia tidak (terlalu) menghiraukannya, (namun) dengannya Allah mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam”.
(HR. al-Bukhari, al-Tirmiżī dan Ibnu Majah)
Demikian pula makna yang senada dengan peribahasa di atas, terdapat dalam sabda Rasulullah ﷺ berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ» (رَوَاه ُالتِّرْمِذِي وَأَحْمَدُ)
Artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya seseorang (bisa) mengucapkan satu patah kata yang menurutnya tidak ada (dampak) apa-apa, tapi dengan kalimat itu ia jatuh ke dalam neraka selama tujuh puluh tahun”.
(HR. al-Tirmizi dan Ahmad)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا، يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ، أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ» (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya seorang hamba (terkadang) mengucapkan kalimat tanpa ia teliti apa dampaknya, karenanya ia terlempar ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.”
(HR. Muslim)
WALLAHU A'LAM ..
ASMAULHUSNA ALLAH MAHA KAYA ..
Dalam Asmaul Husna, terdapat dua nama utama yang membawa maksud
"Maha Kaya",
iaitu Al-Ghani dan Al-Mughni.
Walaupun kedua-duanya berkaitan dengan kekayaan, ia mempunyai penekanan makna yang sedikit berbeza:
1. Al-Ghani (الغني) – Yang Maha Kaya
Allah adalah Zat yang memiliki segala-galanya dan tidak memerlukan bantuan atau sesuatu pun daripada makhluk-Nya.
Kekayaan Allah adalah mutlak. Dia berdiri sendiri (Independent), manakala semua makhluk sangat bergantung kepada-Nya.
Mengajar manusia untuk sentiasa berasa cukup (qanaah) dengan kurniaan Allah dan hanya memohon kepada-Nya yang memiliki khazanah langit dan bumi.
2. Al-Mughni (المغني) – Yang Maha Memberi Kekayaan
Allah adalah Zat yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.
Allah bukan sahaja kaya, tetapi Dia juga yang memperkayakan makhluk-Nya—sama ada melalui harta benda, ketenangan hati, atau ilmu.
88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya / Maha Kaya serta Serba Lengkap,
iaitu tidak berkehendakkan apa juapun dari yang selain ZatNya sendiri, tetapi yang selainNya itu amat mengharapkan padaNya.
Fadhilat Al Ghaniy
Amalkanlah zikir
‘Ya Ghaniy’ ini pada setiap hari sebanyak mungkin, InsyaAllah apa yang kita usahakan akan cepat berhasil & kekayaan yang kita perolehi itu akan mendapat keberkatan.
Sesiapa menyebut
‘Ya Ghaniy’ berulang-ulang, InsyaAllah akan bersyukur dan tidak akan ada hasad dengki.
Apabila ‘Ya Ghaniy’
dibacakan pada orang yang sakit atau mendapat bala dirinya dan orang lain sebanyak 1060 kali, InsyaAllah akan segera sembuh dari penyakitnya.
Bagi mengubati sebarang penyakit rohani atau jasmani, zikirkan
‘Ya Ghaniy’ setiap hari sebanyak mungkin, InsyaAllah akan cepat sembuh.
Sesiapa menyebut
‘Ya Ghaniy’ sebanyak 70 kali setiap hari, InsyaAllah akan diberikan kekayaan dan keberkatan.
89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan / Maha Mengkayakan dan Memakmurkan,
iaitu memberikan kelebihan yang berupa kekayaan yang berlimpah-ruah kepada siapa saja yang dikehendaki dari golongan hamba-hambaNya.
Fadhilat Al Mughniy
Mintalah kekayaan yang bermanfaat untuk kehidupan dunia & akhirat kepada Allah dengan memperbanyakkan zikir
‘Ya Mughniy’, InsyaAllah segala hajat kita akan tercapai.
Apabila dibaca
‘Ya Mughniy’ pada tiap-tiap hari sebanyak 1000 kali, InsyaAllah akan memjadi kaya berkat kurniaan Allah SWT.
Sesiapa menyebut
‘Ya Mughniy’ sebanyak mungkin pada 10 kali Jumaat, InsyaAllah tidak akan mengalami kekurangan sesuatu apapun.
WALLAHU A'LAM ..
SOLAT SUBUH DI AWAL WAKTU ..
Solat Subuh di awal waktu menawarkan kelebihan besar seperti perlindungan Allah, pahala yang lebih baik dari dunia dan seisinya, hati lebih tenang, mendidik disiplin diri, dan doa lebih mudah dimakbulkan.
Ini adalah amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah 5 kebaikan utama solat Subuh di awal waktu:
Berada dalam Jaminan dan Perlindungan Allah:
Sesiapa yang menunaikan solat Subuh, mereka berada di bawah jaminan dan penjagaan Allah SWT sepanjang hari tersebut.
Pahala Melebihi Dunia dan Seisinya:
Solat sunat sebelum Subuh sahaja sudah bernilai lebih daripada dunia dan segala isinya, apatah lagi solat fardu Subuh itu sendiri.
Hati Tenang dan Fokus:
Memulakan hari dengan beribadah di awal waktu memberikan ketenangan jiwa, mengurangkan tekanan, dan meningkatkan disiplin diri.
Mendapat Cahaya dan Petunjuk:
Solat Subuh (dan Isyak) adalah penentu kekuatan iman, di mana ia menjadi cahaya yang sempurna di atas titian sirat kelak.
Doa Lebih Mudah Dimakbulkan:
Waktu subuh adalah waktu mustajab doa dan Allah segera makbulkan hajat hamba yang menyegerakan perintah-Nya.
Menunaikan solat Subuh di awal waktu, terutamanya secara berjemaah, memberi impak positif terhadap rohani dan fizikal seseorang untuk memulakan hari.
Membuka Pintu Rezeki dan Keberkatan
Ramai ulama berpendapat bahawa waktu selepas Subuh adalah waktu di mana berkat dan rezeki dibahagikan.
Dengan memulakan hari seawal Subuh, anda berada dalam keadaan yang segar dan bersedia untuk mencari nafkah atau menuntut ilmu, yang dipercayai membawa keberkatan dalam setiap usaha yang dilakukan.
Jundab bin Abdullah RA meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ، فَلَا يَطْلُبَنَّكُمُ اللهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ، فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ، ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
Maksudnya:
“Sesiapa yang menunaikan solat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah.
Allah tidak sesekali menggugurkan daripada jaminan-Nya dengan sesuatu.
Oleh yang demikian, sesiapa yang menggugurkan daripada dirinya jaminan Allah, pasti dia akan mendapatkannya (balasan).
Kemudian wajahnya akan ditelangkupkan dalam Neraka.”
Riwayat Muslim (657)
Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikh Muhammad al-Amin al-Harari. (Rujuk al-Kawkab al-Wahhaj Syarh Sahih Muslim, 9/108)
Secara umumnya hadis ini menceritakan berkenaan kelebihan solat subuh iaitu sesiapa yang menunaikan solat subuh maka dia akan berada dalam perlindungan keamanan di sisi Allah SWT.
Maka, tidak ada sesiapa yang boleh memberi ancaman dan kecelakaan kepadanya.
Oleh itu, Syeikh Abu al-Abbas al-Qurtubi ketika mensyarahkan hadis ini beliau menyebutkan bahawa:
وقوله من صلّى الصبح فهو في ذمّة الله؛ أي في أمان الله وفي جواره، أي قد استجار بالله تعالى والله تعالى قد أجاره، فلا ينبغي لأحد أن يتعرض له بضر أو أذى، فمن فعل ذلك فالله يطلب بحقه، ومن يطلبه لم يجد مفرًّا ولا ملجأ، وهذا وعيد شديد لمن يتعرض للمصلين وترغيب في حضور صلاة الصبح، ويكبه في النار يقلبه فيها على وجهه
Maksudnya:
Sabda Nabi SAW
“Sesiapa yang menunaikan solat subuh maka dia dalam perlindungan Allah”.
Perkara ini bermaksud dia berada dalam perlindungan keamanan di sisi Allah.
Maka tidak boleh sesiapapun mengancam dan memberi kecelakaan pada dirinya.
Sesiapa yang melakukan hal tersebut (mengancam), maka Allah akan menuntut (membalas pelaku itu) dengan hak (orang yang mengerjakan solat tersebut) dan sesiapa yang dituntut oleh Allah, tidak ada jalan keluar dan tempat lari (untuk pelaku itu).
Ini merupakan janji yang pedih bagi sesiapa yang mengancam/memerangi orang yang mengerjakan solat, serta galakan untuk hadir mengerjakan solat subuh.
Allah akan melontarnya (pelaku itu) dan membalikkannya ke dalam neraka.
(Rujuk al-Mufhim lima Asykala min Talkhis Kitab Muslim, 2/282)
NAUZUBILLAHIMIN ZALIK..
WALLAHU A'LAM ..
Sunday, April 19, 2026
THE FIRST OBLIGATORY PRAYER .. DHUHR - ZOHOR
The Prayer:
Dhuhr was the first congregational prayer led by Jibreel, and for this reason, it is sometimes referred to as 'the first prayer' in early traditions.
When it Became Obligatory:
The five daily prayers were made mandatory on the night of the Isra' and Mi'raaj (the Night Journey and Ascension to heaven), which took place in Makkah.
Some scholars note that while prayers were observed before this event, the specific structure of the five daily prayers was established during this, and the prophet began performing them with Dhuhr.
Other Views:
While Dhuhr is the widely accepted answer, some early scholars suggested that the first prayer in which the Prophet bowed (ruku') was Asr.
Though some early practices included morning and evening prayers, the formal five daily prayers, starting with Dhuhr, were established just before the Hegira (migration to Madinah)
WALLAHU A'LAM ..
AL BAQIYAT US-SALIHAT .. ZIKIR YG SEBANYAKNYA ..
"Alhamdulillah daiman wa abadan"
(الحمد لله دائماً وأبداً)
bermaksud
"Segala puji bagi Allah selamanya dan selama-lamanya".
Ia adalah zikir dan doa kesyukuran yang mendalam, mengakui nikmat Allah SWT dalam keadaan senang mahupun susah.
Makna & Penggunaan:
Daiman (دائماً): Sentiasa/Selalu.
Abadan (أبداً): Selama- lamanya/Abadi.
Sering digunakan untuk menunjukkan rasa syukur yang berterusan tanpa henti kepada Allah SWT.
Ia juga sering dirangkaikan sebagai "Alhamdulillah da'iman abadan,
Alhamdulillah fi al-sar'a wa al-dar'a"
(Segala puji bagi Allah selamanya, segala puji bagi Allah dalam kesenangan dan kesusahan).
ALHAMDULILLAH .. 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midada kalimatihi.
"Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan diri-Nya, seberat 'Arsy-Nya, dan sebanyak kalimat-kalimat-Nya".
Ini adalah zikir tingkat tinggi yang diajarkan Rasulullah SAW untuk penyucian Allah yang tak terbatas.
Al-Baqiyat us-Salihat
bermaksud
"amal-amal soleh yang kekal abadi",
merujuk kepada perbuatan baik yang dilakukan ikhlas kerana Allah,
yang ganjarannya berterusan hingga ke akhirat.
Ia merangkumi zikir
(SubhanAllah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar), solat, dan segala ketaatan yang mendekatkan diri kepada Allah.
WALLAHU A'LAM ..
4 BULAN HARAM ..
Empat bulan haram (suci) dalam Islam ialah Muharram, Rejab, Zulkaedah, dan Zulhijjah.
Dinamakan bulan haram kerana pada waktu ini diharamkan berperang, serta dosa kezaliman atau maksiat digandakan, manakala amalan kebaikan mendapat ganjaran lebih besar. Tiga bulan berturut-turut (Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram) dan satu bulan berasingan (Rejab).
Berikut adalah butiran mengenai empat bulan haram tersebut:
Zulkaedah, Zulhijjah, dan Muharram: Tiga bulan berturut-turut yang dimuliakan, di mana umat Islam dilarang memulakan peperangan dan diminta menjaga kehormatan diri.
Rejab (Rejab Mudhar): Terletak di antara Jamadil Akhir dan Sya'ban, juga dikenali sebagai bulan yang suci.
Kelebihan: Bulan-bulan ini adalah waktu yang afdhal untuk memperbanyakkan ibadah sunat seperti puasa (terutamanya Muharram) dan bersedekah.
Maksud "Haram":
Bulan Haram bermaksud bulan yang dihormati, dimuliakan, dan disucikan. Allah SWT melarang sebarang bentuk kezaliman dan maksiat pada bulan-bulan ini kerana dosa yang dilakukan adalah lebih besar berbanding bulan-bulan lain. ]
Dalam kalendar Islam, terdapat 4 bulan haram (bulan yang dimuliakan dan dilarang berperang) sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Quran (Surah At-Taubah: 36).
Bulan-bulan tersebut adalah:
Zulqa'dah
Zulhijjah
Muharram (Tiga bulan ini berturutan)
Rejab (Bulan yang bersendirian/asing)
Kenapa dipanggil "Haram"?
Dinamakan bulan haram kerana dua sebab utama:
Larangan Berperang:
Pada zaman dahulu, peperangan diharamkan sepanjang bulan-bulan ini bagi menghormati kesuciannya.
Kemuliaan Amalan:
Segala amalan kebaikan akan digandakan pahalanya, manakala perbuatan maksiat atau dosa dianggap lebih berat hukumannya berbanding bulan-bulan lain kerana melanggar kehormatan bulan yang suci.
Berkenaan soalan di atas, bulan Haram telah disebut di dalam al-Quran Allah SWT berdasarkan firman Allah SWT:
إنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّـهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّـهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Maksudnya:
“Sesungguhnya bilangan bulan-bulan di sisi (hukum) Allah ialah dua belas bulan, (yang telah ditetapkan) dalam Kitab Allah semasa Ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati.
Ketetapan yang demikian itu ialah ugama yang betul lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar laranganNya); dan perangilah kaum kafir musyrik seluruhnya sebagaimana mereka memerangi kamu seluruhnya; dan ketahuilah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa”.
[al-Taubah:36]
Al-Hafiz Ibnu Kathir di dalam tafsirnya telah menukilkan pendapat Ibn Abbas yang menyatakan bahawa setiap kezaliman yang dilakukan di dalam bulan-bulan Haram ini, dosanya adalah lebih besar berbanding bulan-bulan lain. Begitu juga, amal soleh yang dilakukan adalah lebih besar (pahala) berbanding bulan-bulan yang lain.
[Tafsir Ibn Kathir, 4:130]
Definisi Bulan Haram
Bulan Haram ini terdiri daripada empat buah bulan di dalam Islam iaitu Zul al-Kaedah, Zul al-Hijjah, Muharram dan Rejab.
Hal ini disebut di dalam sebuah hadith yang sahih, yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah RA, bahawa Nabi SAW bersabda:
الزمانُ قد استدارَ كهيئتِه يومَ خلقَ اللهُ السماواتِ والأرضَ ، السنةُ اثنا عشر شهرًا ، منها أربعةٌ حُرُمٌ ، ثلاثةٌ مُتوالياتٌ : ذو القَعدةِ وذو الحِجَّةِ والمُحرَّمُ ، ورجبُ مُضر ، الذي بين جُمادى وشعبانَ
Maksudnya:
“Waktu berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah SWT menciptakan langit dan bumi.
Satu tahun terdiri daripada dua belas bulan, daripadanya terdapat empat bulan yang haram (suci) iaitu tiga daripadanya mengikut turutan (Zul al-Kaedah, Zul al-Hijjah dan Muharram) dan yang keempat adalah Rejab terletak antara Jamadi al-Akhir dan Sya’ban”.
[Riwayat al-Bukhari, no. Hadith 4054]
Bulan ini dinamakan bulan yang Haram kerana pada bulan ini diharamkan berperang dan juga ia adalah bulan yang suci, di mana Allah SWT mengharamkan sebarang kezaliman dan setiap kezaliman yang dilakukan dosanya adalah lebih besar berbanding bulan-bulan yang lain.
Kelebihan Bulan Haram
Bulan haram ini mempunyai beberapa kelebihan berbanding bulan-bulan yang lain, antaranya ialah:
Pada bulan Zul al-Hijjah, umat Islam akan menunaikan rukun Islam yang kelima iaitu ibadat haji yang mana ibadat ini tidak boleh dilakukan di dalam bulan-bulan yang lain.
Berpuasa sunat pada 9 Zul al-Hijjah bagi orang yang tidak menunaikan haji.
Berpuasa sunat pada 10 Muharram iaitu pada hari Asyura’.
wallahu a'lam ..
the contents from google search ..
jazak ALLAHU khayran ..
KELEBIHAN ZIKIR ALLAHU AKHBAR 100 KALI ..
Terdapat beberapa hadis sahih yang menyebut tentang kelebihan berzikir Allahu Akbar sebanyak 100 kali, sama ada secara bersendirian atau digabungkan dengan zikir lain.
Berikut adalah dua hadis utama yang berkaitan:
1. Pahala Menyamai Korban 100 Ekor Unta
Dalam sebuah hadis daripada Ummu Hani' RA, Rasulullah ﷺ bersabda bahawa sesiapa yang bertakbir (menyebut Allahu Akbar) sebanyak 100 kali, pahalanya sangat besar sehingga menyamai amalan korban yang besar.
"Dan bertakbirlah kepada Allah (Allahu Akbar) sebanyak 100 kali, maka sesungguhnya ia tidak akan membiarkan satu dosa pun dan tidak ada amalan yang dapat mendahuluinya."
(Hadis Riwayat Ahmad & Ibn Majah)
Dalam riwayat laiN zikir 100 kali ini diibaratkan seperti pahala menyembelih 100 ekor unta yang diterima korbannya di sisi Allah.
WALLAHU A'LAM ..
KELEBIHAN ZIKIR SUBHANALLAH ..
Kelebihan
Terdapat beberapa kelebihan dan manfaat yang dapat diperoleh dari mengamalkan kalimah ini:
1. Dikabulkan Doa
Ummu Sulaim datang kepada Nabi (SAW) dan berkata:
“Ajarilah aku beberapa perkataan yang boleh aku ucapkan dalam solatku.”
Maka Baginda (SAW) bersabda:
“Sebutlah Kebesaran Allah (dengan menyebut:
Allahu Akbar) sepuluh kali,
sebutlah Kemuliaan Allah (dengan menyebut:
Subhanallah sepuluh kali,
dan sebutlah pujian Allah (dengan menyebut:
Al-Hamdulilah) sepuluh kali.
Kemudian bertanyalah sesukamu (yang) Dia menjawab: ‘Ya. Ya.’ “
(Jami` at-Tirmidzi 481 [Sahih])
2. Mendapat Pahala Seperti Mengerjakan Haji
Sayyiduna ‘Abdullah ibn ‘Amr (radiyallahu ‘anhuma) melaporkan bahawa Rasulullah (sallallahu ‘alayhi wasallam) bersabda:
“Barangsiapa membaca Subhanallah 100 kali di pagi hari dan 100 kali pada waktu petang, maka dia seperti orang yang mengerjakan haji 100 kali.”
(Sunan Tirmidzi, Hadis: 3471 dengan sanad yang sahih)
3. Memberatkan Timbangan Pahala
Dua kalimah yang ringan di atas lidah, yang berat pada penimbang, yang disukaï oleh yang maha Pemurah:
Subhanallahi wabihamdih,
Subhanallahi l-`azim
(سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ ٱلْعَظِيمِ)”
(Al-Bukhari/ 6682)
4. Diberi ketenangan
Firman Allah dalam surah Thaha ayat 130;
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى
Maksud:
Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.
5. Dihapuskan Dosa
Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .
“Barangsiapa yang membaca subhanallahi wa bihamdih (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya) dalam sehari sebanyak serratus kali, dosa-dosanya akan dihapus sekalipun sebanyak buih di lautan.”
(HR Bukhari)
WALLAHU A'LAM ..
HADIS KELEBIHAN ZIKIR ALHAMDULILLAH 100 KALI ..
- (Sunan Tirmidhi, Hadis: 3471; Gred: Hasan).
Membaca zikir Alhamdulillah sebanyak 100 kali mempunyai kelebihan yang sangat besar menurut hadis Nabi Muhammad ﷺ.
Kelebihan utama yang sering dikaitkan dengan jumlah 100 kali ini adalah pahala seolah-olah menyedekahkan 100 ekor kuda di jalan Allah (fii sabilillah).
Hadis Kelebihan Alhamdulillah 100x
Berdasarkan riwayat daripada Imam Tirmidhi, Nabi ﷺ bersabda mengenai zikir di waktu pagi dan petang:
"Sesiapa yang membaca 'Alhamdulillah' 100 kali sebelum terbit matahari (pagi) dan sebelum terbenamnya (petang), maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang bersedekah 100 ekor kuda untuk berjihad di jalan Allah."
wallahu a'lam ..
Saturday, April 18, 2026
QS AL HADID 7 ..
ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُوا۟ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَأَنفَقُوا۟ لَهُمْ أَجْرٌۭ كَبِيرٌۭ ٧
Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan belanjakanlah (pada jalan kebajikan) sebahagian dari harta benda (pemberian Allah) yang dijadikannya kamu menguasainya sebagai wakil. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu serta mereka membelanjakan (sebahagian dari harta itu pada jalan Allah); mereka tetap beroleh pahala yang besar.
QS AL HADID 7 ..
QS AL HADID 1-6 ..
Surah Al-Hadid ayat 1-6:
Ayat 1:
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
"Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah.
Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Ayat 2:
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi.
Dia menghidupkan dan mematikan.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Ayat 3:
هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin.
Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Ayat 4:
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۚ
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik ke sana.
Dia bersamamu di mana saja kamu berada.
Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Ayat 5:
لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُۚ
"Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan."
Ayat 6:
يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۚ وَهُوَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam.
Dia Maha Mengetahui segala isi hati."
SURAH AL HADID 1-6 ..
Surat Al-Hadid adalah
surat ke-57 dalam Al-Qur’an.
Surat yang terdiri dari 29 ayat ini
termasuk ke dalam golongan Surat Madaniyah.
Ia dinamakan Surat Al-Hadid
karena merujuk pada lafaz al-hadid (besi) yang terdapat pada ayat ke-25.
Dalam kitab Tsawabul A’mal disebutkan Abi Abdullah berkata,
"Barangsiapa
yang membaca Surat Al-Hadid, dan Al-Mujadilah di dalam salat fardhu
(secara) terus-menerus,
maka Allah tidak akan mengazabnya hingga
meninggal selamanya, dan tidak melihat keburukan di dalam pada dirinya untuk selamanya, tidak tertentunya hanya pada badannya."
Sedangkan dalam Tafsirul Burhan dinyatakan Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Hadid), maka Allah berhak menyelamatkan ia dari siksa, memberinya kenikmatan di dalam surga-Nya.
WALLAHU A'LAM ..
Subscribe to:
Comments (Atom)
GOLONGAN MASUK SYURGA TANPA HISAB ..
10 GOLONGAN TANPA DIHISAB MASUK SYURGA Terdapat 70,000 umat Muhammad s.a.w yang dapat masuk syurga tanpa hisab dan tiada azab. Ini bersumbe...
-
Selain disunnahkan untuk dibacakan pada Solat Jumaat rakaat pertama, Surah Al A’la juga mempunyai kelebihan lainnya yang sangat berguna...
-
UNTUK PERLINDUNGAN DARI SEGALA KEJAHATAN: Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda; “Barangsiapa membaca ...
-
Zikir Kalimah Tauhid yang paling utama adalah La ilaha illallah (لا إله إلا الله), yang bermaksud "Tiada tuhan melainkan Allah"...






















