Nur Hidayah Jalan Suci ku
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ لاحول ولا قوة الا بالله
Monday, May 11, 2026
DUNIA DILAKNAT KECUALI ZIKRULLAH ..
Hadis mengenai dunia yang dilaknat membawa maksud perkara duniawi yang melalaikan daripada Allah, kecuali empat perkara:
zikir kepada Allah, amalan ketaatan (ketaatan kepada Allah), orang berilmu, dan orang yang belajar.
Teks Hadis & Terjemahan:
Dari Abu Hurairah r.a., beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلاَّ ذِكْرَ اللهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ"
"Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini terlaknat dan terlaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali zikrullah (zikir kepada Allah) dan ketaatan kepada-Nya, orang yang alim (berilmu), dan orang yang belajar."
(HR. At-Tirmizi, No. 2322; Ibnu Majah, Hadis Hasan Gharib)
Pengecualian (Yang Tidak Dilaknat):
Zikrullah:
Mengingati Allah SWT.:
Apa sahaja yang berkaitan atau mendekatkan diri kepada Allah (ketaatan).
Orang yang berilmu (orang berilmu yang mengamalkan ilmunya).
Orang yang mempelajari ilmu agama (menuntut ilmu).
Dunia yang dimaksudkan "terlaknat" adalah perkara yang menyibukkan manusia sehingga lalai daripada tujuan penciptaan, iaitu beribadah kepada-Nya.
...
Berdasarkan pencarian, hadis yang merujuk pada HR. At-Tirmidzi No. 2322
(dan juga sering dikutip dengan tema serupa dalam Ibnu Majah)
adalah hadis tentang dunia yang terlaknat.
(HR. At-Tirmidzi No. 2322)
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama”.
Status Hadis
Imam At-Tirmidzi menyebut hadis ini:
Hasan Gharib.
Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi menilainya sebagai hadis Hasan.
Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang sifat dunia yang dikecam (terlaknat) jika membuat manusia lalai dari Allah.
Namun, ada pengecualian yang membuat hal-hal di dalamnya bernilai mulia, yaitu:
Dzikrullah:
Mengingat Allah.
Orang yang Berdzikir:
Orang yang beribadah kepada Allah.
Orang yang Berilmu Agama (Alim).
Orang yang Mengajarkan Ilmu Agama (Muta'allim).
Konteks
"Hasan Gharib"Hasan:
Sanadnya bagus/diterima.
Gharib:
Hadis yang diriwayatkan oleh satu perawi saja pada salah satu jalur sanadnya (asing).
Menurut pendapat lain, Imam Tirmidzi sering kali menilai Hasan Gharib sebagai penanda bahwa hadis tersebut shahih secara isi (matan) namun sanadnya memiliki kekhasan atau perlu penguat.
Catatan:
Terkadang nomor hadis dalam Sunan Ibnu Majah berbeda dengan At-Tirmidzi.
Namun, narasi spesifik di atas adalah apa yang tercantum dalam Jami` at-Tirmidhi 2322.
WALLAHU A'LAM ..
DOA MOHON AMPUN .. "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul-'afwa fa'fu 'anni" ..
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul-'afwa fa'fu 'anni"
is a powerful, authentic prophetic prayer (dua) for forgiveness,
particularly recommended during the last ten nights of Ramadan, especially on Laylatul Qadr.
It translates to:
"O Allah, indeed You are the Pardoning One, You love to pardon, so pardon me".
Full Arabic and MeaningArabic:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Transliteration:
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul-'afwa fa'fu 'anni.
Meaning:
"O Allah, You are Most Forgiving, and You love forgiveness, so forgive me."
It is the specific dua Prophet Muhammad (ﷺ) taught Aisha (ra) for Laylatul Qadr.
Concept of 'Afw:
The term 'Afw means more than just forgiveness; it means for Allah to totally erase and wash away sins, as if they never happened.
While highly recommended in the last ten nights of Ramadan, it can be recited anytime to seek Allah’s mercy.
Authenticity:
Found in Sunan Ibn Majah and Sunan at-Tirmidhi.
WALLAHU A'LAM..
BASAHKAN LIDAH BERZIKIR TERUS MENERUS ..
Hadis Utama
(Basahkan Lidah)
..
Daripada Abdullah bin Busr R.A, seorang lelaki berkata:
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam sudah banyak bagi kami.
Beritahu saya sesuatu yang boleh saya pegang (amal sentiasa).”
Rasulullah SAW bersabda:
"Jangan berhenti daripada membasahkan lidahmu dengan berzikir kepada Allah."
(Hadis Riwayat At-Tirmizi No. 3375, Ibnu Majah No. 3793 - Hadis Sahih)
Zikir Pelembut Hati
(Kata Hikmah)Al-Hasan al-Basri (seorang Tabi'in) pernah berpesan:
"Lembutkan hatimu dengan memperbanyakkan zikir mengingati Allah."
Zikir Membasahi Lidah:
Melambangkan Hati yang Hidup:
Lidah yang sentiasa basah dengan zikir (istighfar, tasbih, tahmid) menunjukkan hati yang sentiasa mengingati dan dekat dengan Allah.
Zikir Sempurna:
Zikir yang terbaik adalah gabungan lidah yang melafazkan dan hati yang menghayati.
Benteng Diri:
Santapan Rohani:
Zikir bukan sekadar lafaz, tetapi ia menghidupkan jiwa dan menyegarkan hati.
Antara zikir yang ringan di lidah namun berat di timbangan ialah:
Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azim
La ilaha illallah
Astaghfirullahal 'azim
Moga Allah basahkan lidah kita dengan zikir dan lembutkan hati kita untuk menerima kebenaran.
WALLAHU A'LAM ..
ZIKIR PAGI WAKTU NYA SEHINGGA SEBELUM ZUHUR ..
The Messenger of Allah ﷺ said,
“Whoever says this when he rises in the morning will be protected from devils until he retires in the evening, and whoever says it when retiring in the evening will be protected from them until he rises in the morning.”
(Al-Hakim 1: 562, Grade: Sahih)
Sunday, May 10, 2026
ORANG YANG MENGAJARKAN KEBAIKAN KEPADA MANUSIA ..
Diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, bahawa Rasulullah SAW:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوْتَ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ
Maksudnya:
“Sesungguhnya Allah SWT, para Malaikat dan semua penduduk di langit dan di bumi, sehinggakan semut di sarangnya dan ikan (di lautan) pasti berselawat (mendoakan) kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”.
[Riwayat al-Tirmizi, no. Hadith 2609]
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahawa Nabi SAW bersabda:
أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
Maksudnya:
“Ketahuilah !
sesungguhnya dunia dan segala isinya adalah dilaknat kecuali dengan berzikir kepada Allah SWT dan apa yang terlibat dengannya, serta orang yang alim (tahu) atau orang yang belajar”.
[Riwayat al-Tirmizi, no. Hadith 2244]
Orang berilmu memiliki keutamaan jauh lebih tinggi daripada ahli ibadah tanpa ilmu, diibaratkan seperti bulan purnama di antara bintang-bintang.
Mereka diangkat derajatnya oleh Allah, diwarisi ilmu para Nabi, dan didoakan oleh makhluk langit-bumi, karena ilmu menjamin ibadah dilakukan dengan benar.
Berikut adalah perincian keutamaan orang berilmu dan ahli ibadah:
Keutamaan Orang Berilmu (Alim)Derajat Tinggi:
Allah meninggikan derajat orang berilmu beberapa kali lipat dibandingkan orang beriman biasa.
Pewaris Nabi:
Ulama atau orang berilmu adalah pewaris Nabi, yang mewariskan ilmu, bukan harta.
Didoakan Makhluk Langit & Bumi:
Didokan oleh para malaikat, penghuni langit-bumi, bahkan semut dan ikan di lautan.
Mendapat Kemudahan ke Surga:
Allah mempermudah jalan menuju surga bagi mereka yang menuntut ilmu.
Penerang Umat:
Diibaratkan bulan purnama, sedangkan ahli ibadah (tanpa ilmu) seperti bintang-bintang.
Keutamaan Ahli Ibadah (Abid)
Fokus Mengabdi:
Mengabdikan diri sepenuhnya untuk ibadah.
Ibadah Bersungguh-sungguh:
Sangat bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.
Ganjaran Ketaatan:
Tetap mendapat pahala besar atas kesungguhan ibadahnya, namun keutamaannya di bawah orang berilmu jika tidak didasari ilmu.
Kesimpulan
Ahli ibadah berilmu jauh lebih utama, namun jika dibandingkan, ilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Ilmu membuat ibadah diterima (sah), sedangkan ibadah tanpa ilmu berisiko sia-sia.
WALLAHU A'LAM ..
ASMAUL HUSNA .. Al-Hayyu Al-Qayyum AND Dzul Jalali Wal Ikram ..
"Ya Hayyu Ya Qayyum
Ya Dzul Jalali Wal Ikram"
is a powerful Islamic dhikr (remembrance) meaning
"O Ever-Living, O Self-Subsisting, O Possessor of Majesty and Honor."
It combines Allah’s attributes of eternal life, self-sufficiency, and supreme glory, acting as a profound supplication for spiritual strength, anxiety relief, and urgent needs.
Key Aspects of this Dhikr:
Meaning:
It invokes Allah as the One who is alive and holds all existence
(Al-Hayyu Al-Qayyum)
and the Owner of ultimate grandeur and bounty
(Dzul Jalali Wal Ikram).
Significance:
It is often used to seek protection, healing, and the easing of difficulties, as it is considered one of the most comprehensive and beautiful ways to call upon Allah.
Emotional & Mental Strength:
Regular recitation is believed to bring tranquility to the heart, remove anxiety, and strengthen one’s spiritual state.
Increasing Dignity:
It is highly recommended to recite this frequently (e.g., 100 times, or in high numbers) to increase honor and respect in the eyes of others.
Fulfilling Needs:
It is often recited to seek help in resolving difficult situations.
Related Supplication:
A common related dua is
"Ya Hayyu Ya Qayyum,
bi rahmatika astaghits"
(O Ever-Living, O Self-Subsisting, by Your mercy I seek help),
which is used to seek relief from problems, sometimes recommended 40 times between the Sunnah and Fard of Fajr.
This remembrance is highly encouraged to be said regularly to bring blessings into one’s life.
WALLAHU A'LAM ..
Saturday, May 9, 2026
ASMAULHUSNA YA HAYYU YA QAYYUM YA DZUL JALALI WAL IKRAM ..
Zikir "Ya Dzal Jalali Wal Ikram"
(Wahai Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan)
ialah nama Allah yang mulia, sering diamalkan untuk ketenangan hati, dikabulkan hajat, dan meraih keberkatan hidup.
Zikir ini boleh dibaca secara rutin (contohnya 65 kali sehari atau selepas solat) sebagai penawar jiwa dan penghormatan kepada keagungan Allah.
Kelebihan & Panduan Amalan:
Makna:
Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Fadhilat:
Diyakini membantu tercapainya hajat, menenangkan hati, dan melimpahkan rahmat.
Cara Amal:
Boleh dibaca 65 kali sehari atau mengikut keikhlasan hati.
Fokus:
Dibaca untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kemuliaan hidup.
Zikir ini sering dilantunkan dalam bentuk zikir penenang hati.
Zikir Ya Hayyu
(Wahai Yang Maha Hidup)
Asmaul Husna yang diamalkan untuk mendapatkan kekuatan mental/batiniah, kesihatan, dan kehidupan yang lebih baik.
Ia sering digabungkan menjadi
"Ya Hayyu Ya Qayyum"
(Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri)
untuk memohon kemudahan dalam segala urusan.
Fadhilat & Cara Amalan
Zikir Ya Hayyu:
- Kekuatan & Kesihatan:
Amalkan membaca Ya Hayyu sebanyak 3000 kali setiap hari untuk kesihatan yang baik.
- Penyembuhan:
Membaca Ya Hayyu sebanyak 300,000 kali dikatakan dapat membantu menghindarkan diri daripada penyakit.
- Kekayaan & Perlindungan:
Zikir Ya Hayyu Ya Qayyum disarankan dibaca 1000 kali sehari selepas solat untuk mendapat kekayaan dan perlindungan daripada bahaya.
- Ketenangan:
Zikir ini menenangkan jiwa dan menguatkan pergantungan kepada Allah.
Amalan ini juga merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menghadapi kesulitan.
Zikir Ya Qayyum
(Wahai Yang Maha Mandiri/Tegak Sendiri)
sering digabungkan dengan
Ya Hayyu (Wahai Yang Maha Hidup)
sebagai
zikir agung untuk memohon kekuatan, kekayaan, dan kemuliaan.
Mengamalkan Ya Hayyu Ya Qayyum sebanyak 1000x sehari/malam diyakini dapat menunaikan hajat, meningkatkan wibawa, serta mendatangkan keberkahan.
Berikut adalah panduan dan khasiat zikir
Ya Hayyu Ya Qayyum:
1. Bacaan Zikir
"Ya Hayyu Ya Qayyum"
(Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Tegak/Mandiri)
Kekuatan:
Digabungkan kerana ia merupakan Ismullahil A'zam (Nama Allah yang paling agung).
2. Khasiat & Fadhilat
Hajat Dikabulkan:
Membaca 1000x sehari/malam (terutamanya di waktu sunyi/tahajud) dapat memudahkan urusan dan hajat.
Kekayaan Berkat:
Dipercayai dapat membantu menjadi hartawan yang dermawan dan memperolehi rezeki yang berkah.
Kewibawaan:
Disegani lawan, dikasihi kawan, dan ditinggikan martabat.
Ketenangan Jiwa:
Menenangkan jiwa dan memberi perlindungan daripada bahaya.
3. Cara Mengamalkan
Waktu:
Sebaiknya diamalkan secara konsisten, terutamanya pada malam yang sunyi atau selepas solat fardu.
Kuantiti:
Digalakkan membaca sebanyak 1000 kali untuk hasil yang lebih baik.
Adab:
Dilakukan dengan khusyuk, hati yang ikhlas, dan mengharapkan keredaan Allah SWT.
Amalan ini juga sering dikaitkan dengan doa memohon pertolongan segera daripada Allah SWT atas sifat-Nya yang Maha Hidup dan Maha Mengurus makhluk-Nya.
wallahu a'lam ..
Subscribe to:
Posts (Atom)
QS ALI IMRAN 104 ..
Surah Ali ‘Imran (3:104) is a central verse in the Quran that establishes the communal obligation of Amar Ma'ruf Nahi Munkar (enjoining...
-
Selain disunnahkan untuk dibacakan pada Solat Jumaat rakaat pertama, Surah Al A’la juga mempunyai kelebihan lainnya yang sangat berguna...
-
UNTUK PERLINDUNGAN DARI SEGALA KEJAHATAN: Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda; “Barangsiapa membaca ...
-
Apakah Fadhilat Membaca Ayat Ini? Amalan membaca ayat 21-24 Surah Al-Hasyr mempunyai pelbagai fadhilat. Antara fadhilatnya termasuk mendapa...



























