Hadis mengenai dunia yang dilaknat membawa maksud perkara duniawi yang melalaikan daripada Allah, kecuali empat perkara:
zikir kepada Allah, amalan ketaatan (ketaatan kepada Allah), orang berilmu, dan orang yang belajar.
Teks Hadis & Terjemahan:
Dari Abu Hurairah r.a., beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ، مَلْعُونٌ مَا فِيهَا، إِلاَّ ذِكْرَ اللهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ"
"Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini terlaknat dan terlaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali zikrullah (zikir kepada Allah) dan ketaatan kepada-Nya, orang yang alim (berilmu), dan orang yang belajar."
(HR. At-Tirmizi, No. 2322; Ibnu Majah, Hadis Hasan Gharib)
Pengecualian (Yang Tidak Dilaknat):
Zikrullah:
Mengingati Allah SWT.:
Apa sahaja yang berkaitan atau mendekatkan diri kepada Allah (ketaatan).
Orang yang berilmu (orang berilmu yang mengamalkan ilmunya).
Orang yang mempelajari ilmu agama (menuntut ilmu).
Dunia yang dimaksudkan "terlaknat" adalah perkara yang menyibukkan manusia sehingga lalai daripada tujuan penciptaan, iaitu beribadah kepada-Nya.
...
Berdasarkan pencarian, hadis yang merujuk pada HR. At-Tirmidzi No. 2322
(dan juga sering dikutip dengan tema serupa dalam Ibnu Majah)
adalah hadis tentang dunia yang terlaknat.
(HR. At-Tirmidzi No. 2322)
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama”.
Status Hadis
Imam At-Tirmidzi menyebut hadis ini:
Hasan Gharib.
Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi menilainya sebagai hadis Hasan.
Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang sifat dunia yang dikecam (terlaknat) jika membuat manusia lalai dari Allah.
Namun, ada pengecualian yang membuat hal-hal di dalamnya bernilai mulia, yaitu:
Dzikrullah:
Mengingat Allah.
Orang yang Berdzikir:
Orang yang beribadah kepada Allah.
Orang yang Berilmu Agama (Alim).
Orang yang Mengajarkan Ilmu Agama (Muta'allim).
Konteks
"Hasan Gharib"Hasan:
Sanadnya bagus/diterima.
Gharib:
Hadis yang diriwayatkan oleh satu perawi saja pada salah satu jalur sanadnya (asing).
Menurut pendapat lain, Imam Tirmidzi sering kali menilai Hasan Gharib sebagai penanda bahwa hadis tersebut shahih secara isi (matan) namun sanadnya memiliki kekhasan atau perlu penguat.
Catatan:
Terkadang nomor hadis dalam Sunan Ibnu Majah berbeda dengan At-Tirmidzi.
Namun, narasi spesifik di atas adalah apa yang tercantum dalam Jami` at-Tirmidhi 2322.
WALLAHU A'LAM ..

No comments:
Post a Comment