Diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, bahawa Rasulullah SAW:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِيْ جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوْتَ لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ
Maksudnya:
“Sesungguhnya Allah SWT, para Malaikat dan semua penduduk di langit dan di bumi, sehinggakan semut di sarangnya dan ikan (di lautan) pasti berselawat (mendoakan) kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”.
[Riwayat al-Tirmizi, no. Hadith 2609]
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahawa Nabi SAW bersabda:
أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
Maksudnya:
“Ketahuilah !
sesungguhnya dunia dan segala isinya adalah dilaknat kecuali dengan berzikir kepada Allah SWT dan apa yang terlibat dengannya, serta orang yang alim (tahu) atau orang yang belajar”.
[Riwayat al-Tirmizi, no. Hadith 2244]
Orang berilmu memiliki keutamaan jauh lebih tinggi daripada ahli ibadah tanpa ilmu, diibaratkan seperti bulan purnama di antara bintang-bintang.
Mereka diangkat derajatnya oleh Allah, diwarisi ilmu para Nabi, dan didoakan oleh makhluk langit-bumi, karena ilmu menjamin ibadah dilakukan dengan benar.
Berikut adalah perincian keutamaan orang berilmu dan ahli ibadah:
Keutamaan Orang Berilmu (Alim)Derajat Tinggi:
Allah meninggikan derajat orang berilmu beberapa kali lipat dibandingkan orang beriman biasa.
Pewaris Nabi:
Ulama atau orang berilmu adalah pewaris Nabi, yang mewariskan ilmu, bukan harta.
Didoakan Makhluk Langit & Bumi:
Didokan oleh para malaikat, penghuni langit-bumi, bahkan semut dan ikan di lautan.
Mendapat Kemudahan ke Surga:
Allah mempermudah jalan menuju surga bagi mereka yang menuntut ilmu.
Penerang Umat:
Diibaratkan bulan purnama, sedangkan ahli ibadah (tanpa ilmu) seperti bintang-bintang.
Keutamaan Ahli Ibadah (Abid)
Fokus Mengabdi:
Mengabdikan diri sepenuhnya untuk ibadah.
Ibadah Bersungguh-sungguh:
Sangat bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.
Ganjaran Ketaatan:
Tetap mendapat pahala besar atas kesungguhan ibadahnya, namun keutamaannya di bawah orang berilmu jika tidak didasari ilmu.
Kesimpulan
Ahli ibadah berilmu jauh lebih utama, namun jika dibandingkan, ilmu memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Ilmu membuat ibadah diterima (sah), sedangkan ibadah tanpa ilmu berisiko sia-sia.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.