Sunday, April 6, 2014

Keutamaan Berinfak di Jalan Allah SWT ...

 

 
 
1. Infak adalah amal yang utama.
Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
 
 
 اليد العليا خير من اليد السفلى, و اليد العليا هي المنفقة و اليد السفلى هي السائلة
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, tangan di atas adalah yang memberi dan tangan yang di bawah adalah yang meminta.” (Hadits Riwayat Muslim)
 
 
Ummar bin Khaththab Rodiyallahu 'Anhu pernah berkata:
 
 
ان الأعما ل تتباهى, فتقول الصدقة أنا أفضلكم
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata kepada amalan-amalan yang lainnya, akulah yang paling utama di antara kalian.” (Shohih Ibnu Khuzaimah)
 
 
2. Melindungi dari bencana.
 
Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
 
 
داووامرضا كم بالصد قة
“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (Shohihul Jami’)
 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Qur’an Surah Al-Baqoroh [2] : 261)
 
 
Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

من تصدق بعدل تمرة من كسب طيب ولا يسعد الى الله الا الطيب فان الله تعا لى يقبلها بيمينه ثم يربيها لصا حبها كما يربي احدكم فلوه حتى تكون مثل الجبل
“Barangsiapa bersedekah meskipun seharga kurma, namun dari hasil yang baik dan Allah tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik, sesungguhnya Allah akan menerima sedekah kurma dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Dia akan menggandakannya untuk orang yang bersedekah, sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah kurma tersebut menjadi sebesar gunung.” (Hadits Riwayat : Al-Bukhori (1321)
 


3.    Menghapus dosa dan kesalahan.
 
 
Rosulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

تصدقو ا ولو بتمرة, فانها تصد من الجائع وتطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النا ر
“Bersedekahlah kalian walau hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (Hadits Riwayah Ahmad)
 


4.    Menjadikan harta berkah dan berkembang.
 
Bersedekah bisa menjadikan pelakunya memiliki harta yang berlimpah. Maka jadilah orang yang kaya dengan bersedekah.
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 
 

 “Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (al-Qur’an Surah Saba’ [34] : 39)


5.    Melapangkan jalan ke Surga dan menyumbat jalan ke Neraka.
 
 
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (al-Qur’an Surah Ali Imron [3] : 133-134)
 
 
6.    Bukti kebenaran dan kekuatan iman.
 
 
و الصدقة برهان
“Dan sedekah adalah Bukti.” (Hadits Riwayah Muslim)

Maksudnya sedekah adalah bukti keimanan pelakunya. Karena sesungguhnya orang munafik menolak sedekah karena tidak meyakininya. Barang siapa mau bersedekah maka hal tersebut menunjukkan keimanannya.
 
Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
 

لا يجتمع شح و الا يما ن فى قلب عبد أبدا
“Tidaklah berkumpul sifat kikir dan iman di dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Hadits Riwayah Ahmad)


7.    Membawa keberuntungan dan merupakan pintu gerbang semua kebaikan.
 
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
 
“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”
(al-Qur’an Surah Al-Hasyr [59]: 9)
 
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
 
 “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (al-Qur’an Surah Ali Imron [3]: 92)
 
 
8.    Mendapatkan naungan di padang Mahsyar.
 
 
كل امرء فى ظل ضدقته  حتى يفصل بين الناس
“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.”
(Hadits Riwayah Ahmad)
 

Di dalam hadits yang lain Beliau Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
 
 ظل المؤمن يوم القيامة صدقته
“Naungan seorang mukmin di hari qiyamat adalah sedekahnya.” (Shohih Ibnu Khuzaimah)

 
 
9.    Pahalanya mengalir terus setelah meninggal.
 
 
Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

ان مما يلحق المؤمن من عماله وحسناته بعد موته وذكر من ذلك ومصحفا ورثه أو مسجدا بناه أو بيتا لابن السبيل بناه أو نهار أجراه أو صدقة اخرجهامن ما له فى صحته وحياته ويلحقه بعد موته
“Pahala amalan kebaikan yang bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya, beliau menyebutkan di antaranya, yakni mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarkan dari hartanya dikala sehat, dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”
(Hadits Riwayah Ibnu Majah)


10.    Menghadiahkan pahala sedekah kepada si mayit disyariatkan.
 
 
Menurut Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah bahwa sedekah yang kita keluarkan untuk seseorang yang telah meninggal dunia, maka pahalanya akan sampai kepada si mayit. Hal ini merupakan bukti betapa agungnya sedekah dan betapa mulianya orang yang gemar bersedekah.
 
 

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

أن رجلا أتى النبي صلى االه عليه و سلم فقال : يا رسول الله, ان أمي أفتتلت ولم توصي, وأظنها لو تكلمت تصدقت أفلها أجر ان تصدقت عنها؟ قال : نعم


“Bahwasannya ada seseorang yang datang menemui Rasulullah Shollallahu 'Alaihi wa Sallam seraya berkata, “wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal secara tiba-tiba dan tidak berwasiat. Aku menduga, sekiranya ia mampu berbicara, tentu ia ingin bersedekah. Apakah ia akan mendapatkan pahala bila aku bersedekah atas nama ibuku?” Beliau menjawab, “Ya.”
(Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim)
 
 
 
 
jazak ALLAHU khayr
 
terimakasih
 
 
 

Thursday, April 3, 2014

Zikir Selepas Solat

 

 
 

 

Disusun oleh Abu Haniff
 
12.1 Zikir Pertama
Zikir01
 
12.2 Zikir Kedua
Zikir02
(Ya Allah, Engkau Yang Maha Sejahtera, dan dariMu kesejahteraan. Maha Berkat Engkau, wahai Yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan)
 
12.3 Zikir Ketiga
Zikir03
(10 Kali – Selepas subuh dan maghrib)
(Tiada Tuhan melainkan Allah, bersendirian, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan, dan milikNya segala puji-pujian. Dan Dia ke atas segala sesuatu Maha Kuasa)
 
12.4 Zikir Keempat
Zikir04
(Tiada Tuhan melainkan Allah, bersendirian, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan, dan milikNya segala puji-pujian. Dan Dia ke atas segala sesuatu Maha Kuasa. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah bagi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi bagi apa yang Engkau cegah. Dan tidak akan memberi manfaat kepada yang memiliki kemuliaan terhadapMu akan kemuliaan itu)
 
12.5 Zikir Kelima
Zikir05
(Tiada Tuhan melainkan Allah, bersendirian, tidak ada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan, dan milikNya segala puji-pujian. Dan Dia ke atas segala sesuatu Maha Kuasa. Tiadalah kuasa dan tiada juga kekuatan melainkan dengan Allah. Tiada Tuhan melainkan Allah. Dan tidaklah kami sembah melainkan Dia. KepunyaanNyalah segala nikmat, dan kepunyaanNyalah segala limpah kurnia, dan bagiNyalah segala pujian yang baik. Tiada Tuhan melainkan Allah, ikhlas bagiNya beragama walaupun orang kafir membencinya sangat-sangat)
 
12.6 Zikir Keenam
Ayat Kursi
Zikir06
(Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Yang Berdiri SendiriNya. Tidaklah mengantuk menimpaNya dan tidak juga tidur. KepunyaanNya apa yang di semua langit dan apa yang di bumi. Siapakah ia yang memberi syafaat di sisiNya melainkan dengan izinNya. Dia mengetahui apa yang di antara tangan mereka, dan apa yang di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmuNya melainkan dengan apa yang Dia kehendaki. KursiNya meliputi semua langit dan bumi, dan tidaklah Dia merasa penat memelihara keduanya. Dan Dia adalah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar)
 
12.7 Zikir Ketujuh
Al-Mu’awwizat
Zikir07a
(1) Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa (2) Allah yang bergantung segala sesuatu kepadaNya (3) Tidaklah Dia beroleh anak, dan tidaklah Dia dilahirkan (4) Dan tiadalah ada bagiNya yang serupa sesiapa pun”
 
Zikir07b
(1) Katakanlah, “Aku berlindung dengan Tuhan waktu fajar (2) Dari kejahatan apa yang Dia ciptakan (3) Dan dari kejahatan bermulanya kegelapan apabila ia memasuki (4) Dan dari kejahatan orang perempuan yang meniup ke dalam ikatan (5) Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia berdengki”.
 
Zikir07c
(1) Katakanlah, “Aku berlindung dengan Tuhan manusia (2) Raja manusia (3) Tuhan manusia (4) Dari kejahatan penggoda yang bersembunyi (5) Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia (6) Dari golongan jin dan manusia
 
12.8 Zikir Kelapan
12.8.1
Zikir08a
 
12.8.2
Zikir08b
 
12.8.3
Zikir08c 
 
12.8.4
Zikir08d

Tuesday, April 1, 2014

SURAH AL KHAFI .. 10 AYAT PERTAMA


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


(1). الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.
.

(2). قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.


(3). مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.


(4). وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".


(5). مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚكَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚإِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.


(6). فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an).


(7). إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.


(8). وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.


(9). أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?


(10). إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".


سورة الكهف
Artinya: Ashabul Khafi(Penghuni-Penghuni Gua)
AL-Kahfi 110 Ayat,Surat Ke 18
Golongan Surah Makkiyyah

Telaga Biru TV : Tafsir ringkas surah al-Kahfi


Surah Al Kahfi 10 Ayat Pertama - Pelindung Fitnah Dajjal Laknatullah


Sunday, March 23, 2014

VISITING THE SICK ...

Bismillah hir-Rahman nir-Raheem
 

It is a Sunnah of our Beloved Prophet Muhammad (pbuh) to visit the sick. We should always visit those who are sick because it helps us to reflect and take heed, as those who are ill are close to Allah Ta'ala. We have only to consider that the sick person has no one to call but Allah, nothing to reflect on but Allah, and his condition reminds us of the blessing of health.

Hadrat Abu Moosa (R.A.) reports that the Prophet (pbuh) said, 'Visit the sick, feed the hungry and free the one who is imprisoned (unjustly).' [Sahih Bukhaari]

Hadrat Abu Hurairah (R.A.) reports that the Prophet (pbuh) said, "On the Day of Qiyaamah, Allah Ta'ala will announce: O son of Aadam, I was sick yet you did not visit me. He will reply, 'O Allah, how could I have visited You since you are Rabbul 'aalameen? Allah Ta'ala will say: Did you not know that so and so slave of mine was sick, and yet you did not visit him? Should you have visited him you would have found Me by him. " [Sahih Muslim]

Hadrat Ali (R.A.) reports that the Prophet (pbuh) said, 'When a Muslim visits his sick Muslim brother in the morning, seventy thousand angels make dua for his forgiveness till the evening. And when he visits him in the evening, seventy thousand angels make dua for his forgiveness till the morning, and he will be granted a garden for it in Jannah.' [Timizi, Abu Dawood]

Hadrat Anas (R.A.) reports that the Prophet (pbuh) said, 'When a person performs a proper wudhu (observing all its etiquette) and then goes to visit his sick Muslim brother with the intention of gaining sawaab, then he will be kept far away from the Fire of Jahannam by a distance equivalent of Sixty years.' [Abu Dawood]

Our Beloved Prophet (pbuh) also said, 'Whoever visits a sick person (for the pleasure of Allah), a Caller from the skies announces: You are indeed blessed and your walking is blessed and you have (by this noble act) built yourself a home in Jannah.' [Ibn Maajah]

Hadrat Ibn Abbaas (R.A.) relates: It is part of the Sunnah that when you visit a sick person, you should shorten your visit to him and make the least amount of noise by him. [Mishkaat]

Once our Prophet (pbuh) said, 'The best type of visit to a sick person is when the visitor gets up to leave without delay.' [Bayhaqi]

If we act upon these simple teachings, then the visitors to a hospital will no longer remain a problem for those who are in charge of the administration of hospitals.

Hadrat Umm Salmah (R.A.) relates that the Prophet (pbuh) said,'When you visit a sick person or (go to the home of) someone who has died, then speak only what is good, for the angels say 'aameen' to whatever you will say.' [Sahih Muslim]

Hadrat Abu Sa'eed Khudri (R.A.) reports that Rasulullah(Sallallaahu alaiyhi wassallam) said, 'When you visit a sick person, speak in a reassuring way to him (about his age and his life).' (For instance, tell him, 'Alhamdulillah, your health has improved' or 'Inshaa Allah you will get better soon.') Saying this will not delay what is predestined, but it will certainly make him feel happy.' [Tirmizi, Ibn Maajah]

Source: Sickness- also a Mercy from Allah
 
 
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
 

Friday, March 21, 2014

Berzikirlah ketika bangun malam ...

 

 

Keutamaan Berzikir Ketika Terjaga Di Malam Hari


Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
 
 
مَن تَعارَّ من الليل فقال: لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، ثم قال: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي – أو دعا – استُجِيبَ له، فإنْ توضأ وصلى قُبِلتْ صلاتُه
 
“Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca (zikir tersebut di atas):
 

لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ

[Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syain qodiir. Alhamdulillah wa subhanallah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah]
 
Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, kemudian dia mengucapkan:
 
 

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي

 
 
“Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku“, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya”[1].
 
 
Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang berzikir ketika terjaga di malam hari, kemudian dia berdoa kepada Allah atau melakukan shalat[2].
 
 
Imam Ibnu Baththal berkata: “Allah menjanjikan melalui lisan (ucapan) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa barangsiapa yang terjaga dari tidurnya (di malam hari) dalam keadaan dia lidahnya selalu mengucapkan (kalimat) tauhid kepada Allah, tunduk pada kekuasaan-Nya, dan mengakui (besarnya limpahan) nikmat-Nya yang karenanya dia memuji-Nya, serta mensucikan-Nya dari (sifat-sifat) yang tidak layak bagi-Nya dengan bertasbih (menyatakan kemahasucian-Nya), tunduk kepada-Nya dengan bertakbir (menyatakan kemahabesaran-Nya), dan berserah diri kepada-Nya dengan (menyatakan) ketidakmampuan (dalam segala sesuatu) kecuali dengan pertolongan-Nya, sesungguhnya (barangsiapa yang melakukan ini semua) maka jika dia berdoa kepada-Nya akan dikabulkan, dan jika dia melaksanakan shalat akan diterima shalatnya. Maka bagi orang sampai kepadanya hadits ini, sepantasnya dia berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya) untuk Allah Ta’ala[3].
 
 
 
Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
 
 
- Imam Ibnu Hajar berkata: “Perbuatan yang disebutkan dalam hadits ini hanyalah (mampu dilakukan) oleh orang telah terbiasa, senang dan banyak berzikir (kepada Allah), sehingga zikir tersebut menjadi ucapan (kebiasaan) dirinya sewaktu tidur dan terjaga, maka Allah Ta’ala memuliakan orang yang demikian sifatnya dengan mengabulkan doanya dan menerima shalatnya”[4].
 
 
 
- Keutamaan mengucapkan zikir ini juga berlaku bagi orang yang terjaga di malam hari kemudian dia mengucapkan zikir ini (berulang-ulang) sampai dia tertidur.
 
Imam an-Nawawi berkata: “Orang yang terjaga di malam hari dan ingin tidur (lagi) setelahnya, dianjurkan baginya untuk berzikir kepada Allah Ta’ala sampai dia tertidur.
 
Zikir-zikir yang dibaca (pada waktu itu) banyak sekali yang disebutkan (dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), di antaranya … kemudian beliau menyebutkan hadits di atas[5].
 
 
 
- Di antara para ulama ada yang menjelasakan bahwa peluang dikabulkannya doa dan diterimanya shalat pada saat setelah mengucapkan zikir ini lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya[6].
 
 
 
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA
Artikel www.muslim.or.id

[1] HSR al-Bukhari (no. 1103), Abu Dawud (no. 5060), at-Tirmidzi (no. 3414) & Ibnu Majah (no. 3878).
[2] Lihat kitab “Shahih Ibni Hibban” (6/330) dan “al-Washiyyatu biba’dhis sunani syibhil mansiyyah” (hal. 185).
[3] Dinukil oleh imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Baari” (3/41).
[4] Kitab “Fathul Baari” (3/40).
[5] Kitab “al-Adzkaar” (hal. 79 – cet. Darul Manar, Kairo, 1420 H).
[6] Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/254).
 
 
 
terimakasih
 
 
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
 
 


Thursday, March 20, 2014

29-06-2013 USTAZ DR ABDULLAH YASIN Tajuk : Tafsir Surah Al-Qadr


SOLAT SUNAT AWWABIN ...

 
 
Bagi memelihara keteguhan iman dan menghapuskan dosa, adalah digalakkan melakukan solat sunat Awwabin/Hizful Iman sebanyak 4 rakaat (2 salam) atau 6 rakaat ( 3 salam). Dilakukan sebelum bercakap-cakap selepas fardhu Maghrib.


Fadhilat Solat Awwabin
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW telah bersabda ;
 

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW telah bersabda ; 
 
“Sesiapa yang bersembahyang enam rakaat sesudah Maghrib tiada diselang antaranya dengan sesuatu bicara nescaya samalah pahalanya dengan ibadat duabelas tahun.”
 
(Riwayat Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan At-Turmuzi.)

Sebelum mendirikan solat, sunat membaca doa berikut ;
 
 
 
 

Selamat datang kepada malaikat yang bertugas malam, selamat datang kepada dua malaikat pencatat yang mulia,  tulislah dalam rekodkau bahawa Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu hambaNya dan UtusanNya, Aku bersaksi bahawa syurga itu benar, neraka itu benar, kalam itu benar, Aku bersaksi bahawa qiamat itu benar dan pasti akan datang, tidak ragu-ragu lagi, Allah akan bangkitkan mayat dari kubur. Ya Allah simpanlah di sisiMu penyaksian ini untuk hari yang aku perlukan padanya.Ya Allah simpanlah dengannya amalanku, ampunlah dengannya dosaku, beratlah dengannya timbanganku, yang baik, dan pastikanlah dengannya pencapaian cita-citaku dan perkenanlah untukku Ya Allah Tuhan Yang Maha Pemurah.




Lafaz Niat Sembahyang Sunnat Awwabin

a) Pada dua rakaat yang pertama
 

 
 
أصَلِّي سُنَّةَ حِفْظِ الِإيْمَانِ مَعَ الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
(Sahaja Aku solat sunat Awwabinn serta memelihara iman, 2 rakaat kerana Allah Taala)
 
Bacalah selepas membaca Al-Fatihah pada kedua-dua rakaat
 
 

1. Surah al-Qadr 1 kali
2. Surah al-Ikhlas 6 kali
3. Surah al-Falaq 1 kali
4. Surah al-Naas 1 kali

selepas itu beri salam, baca doa ini.
 
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ إِيْمَانِي فِي حَيَاتِي وَعِنْدَ مَمَاتِي وَبَعْدَ مَمَاتِي، فَاحْفَظْهُ عَلَيَّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَئٍ قَدِير
Ya Allah! Sesungguhnya Aku menyerahkan imanku kepada peliharaan Mu, maka imanku itu, semasa hidupku, semasa matiku, dan selepas matiku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."


 


b) Pada dua rakaat yang kedua
أصَلِّي سُنَّةَ حِفْظِ الِإيْمَانِ مَعَ الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
 
Sahaja aku sembahyang sunnat awwabin dua rakaat kerana Allah Ta'ala


 

Selepas membaca al-Fatihah pada rakaat yang pertama, bacalah surah al-Kafirun dan pada rakaat kedua selepas al-Fatihah bacalah surah al-Ikhlas.

c) Pada dua rakaat yang ketiga
 
 
أصَلِّي سُنَّةَ الأَوَّابِينَ مَعَ الإِسْتِخَارَةِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
(Sahaja aku solat sunat awwabin serta Istikharah 2 rakaat kerana Allah Taala)


Selepas membaca al-Fatihah pada rakaat yang pertama, bacalah surah al-Kafirun dan pada rakaat kedua selepas al-Fatihah bacalah surah al-Ikhlas.
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
 
 

Sunday, March 16, 2014

SAYYIDUL ISTIGHFAR ...

 
 
 
Allahumma anta rabbee la ilaha illa anta,
O Allah, You are my Lord, none has the right to be worshiped except You,
khalaqtanee wa-ana ‘abduka,

You created me and I am Your servant

wa-ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mas-tata’tu,
and I abide to Your covenant and promise [to honor it] as best I can,
a’oothu bika min sharri ma sana’tu,
I take refuge in You from the evil of which I committed
aboo-o laka bini’matika ‘alaya,
I acknowledge Your favor upon me
wa-aboo-o bizambee, faghfir lee
and I acknowledge my sin, so forgive me,
fa-innahu la yaghfiruz-zunooba illa ant.
for verily none can forgive sins except You.
 
 
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
thanks for sharing with us ..
 
BAROKALLAH FIIK
 
 

THE ISLAMIC WAY OF LIFE: Sayyidul Istighfar: The Best Dua for Allah's forgi...

THE ISLAMIC WAY OF LIFE: Sayyidul Istighfar: The Best Dua for Allah's forgi...: "If somebody recites it during the day with firm faith in it and dies on the same day before the evening, he will be from the peopl...

Wednesday, March 12, 2014

ZIKIR ..WITH EVERY HEARTBEAT .. " Laa-ilaaha-illallah "

 
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :

"Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
 
Zikir yang paling mulia ialah Lailahaillallah dan doa yang paling baik ialah Alhamdulillah".(Riwayat Al-Imam Ibnu Majah).
 
 
Zikir juga boleh menyebabkan pengamalan mendapat keampunan dari Allah Subhanahu Wataala sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Al-Ahzab ayat 35 yang tafsirnya :
"Dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar".

Di samping itu, zikir Lailahaillallah mempunyai banyak fadhilat dan kelebihan, antaranya ialah :-

Pertama : Pengamal akan mendapat syafaat dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, sebagaimana hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang maksudnya:
"Dari Abu Hurairah Radiallahuanhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam : Yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah orang yang mengucap kalimah Lailahaillallah dengan hati yang ikhlas".(Riwayat Al-Imam Al-Bukhari).

Kedua : Mendapat jaminan masuk Syurga.

Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya :
"Barangsiapa yang mengucapkan Lailahaillallah dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam Syurga. Lalu ditanya kepada Baginda : Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu? Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram".(Hadis riwayat Al-Imam At-Tabarani).

Ketiga : Tidak akan dimasukkan ke dalam api Neraka.

Dari Umar Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa beliau mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya : "Aku mengetahui satu kalimah yang tidaklah seorang hamba pun yang mengucapkannya dan membenarkannya dengan hati kemudian ia mati dengannya melainkan haramlah ke atasnya Neraka Jahanam. Kalimah itu Lailahaillallah".(Hadis riwayat Al-Imam Al-Hakim).

Keempat : Amalan zikir tersebut mendapat timbangan yang lebih berat dari amalan-amalan yang lain.

Dari Abi Abas Radiallahuanhuma bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud :
"Demi yang diriku di tangan-Nya, jika sekiranya segala langit dan bumi dan siapa yang ada padanya dan apa-apa yang ada di antaranya dan apa-apa yang ada dibawahnya diletakkan di sebelah dacing dan kalimah Lailahaillallah di sebelah yang lain, maka dacing kalimah (Lailahaillallah) itulah yang lebih berat".(Hadis riwayat Al-Imam At-Tabarani).

Kelima : Merupakan anak kunci Syurga.

Muaaz bin Jabal Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang maksudnya : Anak-anak kunci Syurga ialah mengakui kalimah Lailahaillallah (Hadis riwayat Al-Imam Ahmad).

Sesungguhnya orang-orang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah Subhanahu Wataala yang ingin memperolehi kesempurnaan imannya tidak akan mempermudah dan melengah-lengahkan untuk berzikir, tiada mahu lalai dan dilalaikan oleh sesuatu dari berzikir kerana lalai dan lupa Allah Subhanahu Wataala itu adalah lantaran jiwa yang telah dipengaruhi oleh syaitan. Oleh itu pelajarilah zikir dan amalkanlah, mudah-mudahan kita dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang banyak berzikir serta berjaya hidup di dunia dan di akhirat. Amin Yarabbal'alamin.

Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah Ash-Shaaffaat ayat 143-144 yang tafsirnya :

"Maka kalaulah ia (Nabi Yunus) bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah dengan zikir dan tasbih, tentulah ia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia di bangkitkan keluar dari kubur".
 
 
 
 
terimakasih
 
jazak ALLAHU khayran