Thursday, January 31, 2013

Friday Sermon King Fahad Mosque Iqbal Lakhani - 11/04/2011


Andaiku Tahu


BACAAN SURAH AL FATIHAH ....


 

Membaca al-fatihah adalah satu rukun dalam solat,apabila cacat bacaanya maka rosaklah solat.oleh itu perbaikilah bacaanya dengan ilmu tajwid,bukan setakat bacaanya saja rosak malah kita menyebut nama syaitan di dalam solat kita.
 

 Berikut diperuntukan nama syaitan laknat yang wujid di dalam al-fatihah,sekiranya kita tidak berhati-hati.


 Nama - nama syaitan

 1.DU LI LAH ( bila dibaca tiada sabdu ) sepatutnya DULILLAH
2.HIR ROB (bila dibaca tiada sabdu ) sepatutnya HI ROB
3.KIYYAU (bila dibaca tiada sabdu ) sepatutnya KI YAU
4.KANNAK (bila dibaca tiada sabdu ) sepatutnya KA NAK
5.KANNAS (bila dibaca tiada sabdu ) sepatutnya KA NAS
6.IYA ( dibaca tanpa sabdu ) sepatutnya IYYA..IYA bermaksud matahari


 Dalam ayat ke-5 ,jika salah bacaanya akan bermaksud kepada matahari kami sembah dan kepada mataharilah kami meminta pertolongan”!!!!!!!!

7.SIROTOL LAZI…sehingga habis hendaklah di baca tanpa henti

 8.AMIN…hendaklah mengaminkan al-fatihah dengan betul iaitu AA..dua harakat,semoga AMIN kita bersamaan dengan AMIN MALAIKAT insyaALLAH.semoga kita menjadi orang yang sentiasa membaiki bacaanya
 


 Kesalahan-kesalahan lain dalam surah al-Fatihah:
 

 a) Alehamdulillah (seolah-olah bunyi ‘le’)…sepatutnya dibaca, Alhamdulillah.
b) malikiyau-middin…sepatutnya dibaca, maalikyau-middin ( ‘maa’ = dua harakat)
c) siro-thol-lazi na a’n a’m…sepatutnya dibaca, siro-thol-lazi-na an a’m…( perhati dlm Quran, yang pertama adalah huruf alif(ا) , yang kedua baru huruf ain (ع)..bunyi alif berbeza dengan bunyi ain..)


Jadi marilah kita sama-sama belajar membaca Surah Al-Fatihah dengan betul kerana surah ini adalah salah satu rukun 13 dalam solat.
Solat kita tidak akan sah dengan bacaan yang salah dan lebih buruk lagi apabila maksudnya menjadi lain jika salah bacaannya.
 
TERIMAKASIH
 
Posted by
 
JAZAK ALLAH KHAYR ..
 

 

KALIMAH TAUHID .. La ilaha illallaah



Abu Said ra. memberitakan daripada Nabi saw di mana baginda bersabda:


"(Pada suatu hari) Nabi Musa as. berdialog dengan Tuhan: 

"Wahai Tuhanku, ajarilah aku sesuatu yang dapat aku sebutkan Engkau dan aku dapat pula memohon pada Engkau, dengannya."

Nabi menyambung: "Tuhan menjawab: "Ucapkan La ilaha illallaah."

Nabi Musa as. menyambung: "Wahai Tuhanku, setiap orang hamba Engkau mengucapkan ucapan ini (sama dengan mereka).

"Allah SWT masih juga berfirman:

 "Ucapkan La ilaaha illallaah."


Nabi Musa as. menyambung sabda: "(Wahai Tuhanku) sungguhnya aku inginkan suatu ucapan yang di khususkan bagiku."


"Mendengar demikian Allah SWT pun menjawab: 

"Wahai Musa, seandainya langit langit yang tujuh dan bumi yang tujuh (lapis) diletakkan pada suatu daun neraca (timbangan) dan kalimah La ilaaha illallaah di letakkan pada suatu daun neraca, akan berat lagilah La ilaaha illallaah."

(HR An-Nasa'i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim: Shahih)

Dalam hadis lain Ibnu Abbas ra.meriwayatkan Baginda Saw bersabda: 

"Demi yang diriku ditanganNya, jika segala langit dan bumi dan siapa yang ada padanya dan apa yang ada diantaranya dan apa apa yang ada dibawahnya diletakkan disebelah dacing dan kalimah 

La ilaaha illallaah di sebelah yang lain maka dacing kalimah itulah lebih berat."


Menyebut kalimah La ilaaha illallaah juga adalah untuk memperbaharui iman kita setiap masa

Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu sentiasa perbaharui iman kamu. Para sahabat Rasulullah SAW berkata ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah kami perbaharui iman kami? Rasulullah SAW menjawab ‘ucapkanlah Laailaha illallah sebanyaknya’.

KALIMAH TASBIH TAHMID TAHLIL DAN TAKBIR ...



ALLAH sangat menyukai ucapan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir yang keluar dari bibir hamba-hamba-Nya. 

Tasbih adalah ekspresi pengkudusan yang mengandung penafian semua kejelekan yang tidak mungkin ada pada Allah yang tidak sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Tahmid merupakan bentuk pujian yang sempurna kepada Allah. Rasulullah pernah bersabda:

"Sesungguhnya sebaik-baik doa adalah “Alhamdulillah”
(HR. Tirmiddzi)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda :
Dua kalimat yang ringan dilidah, berat di timbangan, dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih adalah : Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hil adzhim - Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung ( HR Bukhari - Muslim)

Rasulullah saw juga bersabda :
Bagiku mengucapkan : Subhanallah walhamdulillah walaa 'ilaahailallah Allahuakbar (Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, dan tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Besar), lebih aku cintai daripada tempat yang matahari terbit dan tenggelam disana ( HR Muslim)


Dalam hadits yang lain keutamaan takbir, tasbih dan tahmid :

“Alhamdulillah" memenuhi Mizan, dan "Subhanallah" serta "al-hamdulillah" keduanya memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi.“ (HR. Muslim)


Dari Jabir ra , Rasulullah saw bersabda :
Sebaik-baik dzikir adalah : Laa ilaahailallah . Barangsiapa mengucapkan Laa ilaahailallah , maka ditanamlah baginya sebatang pohon kurma di surga (HR Turmudzi)


Dari Ibnu Mas'ud ra, Rasulullah bersabda :

Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam aku diangkat ke langit, lalu ia berkata : 

Wahai Muhammad, sampaikanlah salamku pada umatmu, dan beritahukan pada mereka sesungguhnya surga itu tanahnya bagus, airnya jernih dan ia adalah tanah datar yang luas yang tanamannya adalah

" Subhanallah walhamdulillah walaa 'ilaahailallah Allahuakbar 

(Maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, dan tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Besar), 
( HR Turmudzi)


Rasulullah pernah bersabda:
 
“Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat, “Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai.” (HR. Muslim)


“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.” 
(Al-Baqarah : 152)


• Dzikir kepada Allah adalah syurga Allah di dunia. 

 Dia indah dan penuh pesona, menakjubkan dan menentramkan. 


Di dalamnya ada bunga-bunga wangi yang bisa dihirup jiwa. 
Maka barang siapa yang tidak pernah menginjakkan kakinya di surga Allah di dunia dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di surga Allah di akhirat. 

Dzikir adalah penolong yang melenyapkan kelelahan dan keletihan jiwa dan kehampaan nurani. 

Dzikir adalah jalan pintas untuk meraih kebahagiaan dan merengkuh kemenangan. 


Dzikir adalah balsem yang senantiasa memberikan kehangatan ruhani dan sekaligus memberikan kesembuhan jiwa.


• Dalam dzikir jiwa menjadi terasa dekat dengan Sangat Mahakasih, merasa teduh dalam naungan cinta-Nya, hangat dalam dekapan kasih-Nya. 


Para ahli dzikir akan merasa getaran ilahiyah yang mengalir dalam seluruh organ tubuhnya.

• Dzikir menyingkirkan awan ketakutan menepiskan kegundahan dan menghadirkan kebahagiaan dan rasa damai.


 • Dzikir adalah penerang, dzikir adalah penenang, dzikir adalah penyadar dan senjata ampuh pemusnah kesuntukan pikiran, pelenyap tumpukan duka lara. 


Orang yang berdzikir kepada Allah akan senantiasa bersinar jiwanya, bercahaya tingkah lakunya.

• Ketenangan batin tersimpan dalam gema dzikir yang bertalu-talu, dalam denting tahmid yang mendayu-dayu. 

Dalam kalimat tauhid yang menggebu dan dalam tasbih yang bergelora menghangatkan jiwa.


• Dzikir itu makanan jiwa yang harus menjadi konsumsi rutin keseharian kita.

 Tanpanya jiwa kita akan melemah, semangat kita akan mengendur, cita-cita kita hanya menjadi cita pendek dan rendah. 

Ada kelezatan dalam dzikir yang tidak dimiliki oleh amal-amalnya lainnya. 


• Dzikir adalah penawar racun orang berdosa, sahabat setia orang yang terputus, harta simpanan orang-orang yang bertawakkal, makanan orang-orang yang penuh yakin, hiasan orang-orang yang menyambungkan diri kepada Allah, prinsip orang-orang yang memiliki ma’rifat, hamparan orang-orang yang mendekat dan minuman segar orang-orang yang mencinta.

• Dzikir adalah energi hidup seorang muslim dan turbin yang menggerakkan jiwa mereka.


Ibnu Taimiyah pernah mengatakan kepada muridnya, Ibnul Qayyim tentang dzikir ini:


“Ini adalah makananku, jika aku tidak makan maka habislah kekuatanku.”


Hasan Al-Bashri memberikan nasehat kepada kita:


“Carilah kenikmatan itu dalam tiga perkara : Dalam salat, dalam dzikir, dalam membaca Al-Quran.”

• Dzikir akan membuka kelapangan dada kita. 

Dalam dzikir terdapat makna-makan sabar dan tawakkal, terkandung makna ridha dan menyerah. 

Hanya dengan mengingat Allah jiwa kita menjadi jernih dan pikiran kita akan menjadi bersih. 

Dengan dzikir kepada Allah langkah ke depan menjadi pasti.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” 

(Ar-Ra’d: 28)

IKHLAS KAN NIAT .. RAHSIA WAKTU SOLAT ..



Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.


Waktu Subuh

Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.

 Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) – dalam erti kata lain jaga daripada tidur. 


Di sini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat diawal waktu.

Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud. 


Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.


Waktu Zuhur

Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (isyraq & dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Orang yang tengah sakit perut ceria tak?


Waktu Asar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif. 

Rahsia warna oren ialah kreativiti. 


Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ni jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu ). 

Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita. Nak subur? Sila segerakan solat Asar anda!



Waktu Maghrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. 

Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam. 

Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita. 

Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.


Waktu Isyak


Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. 

Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak. 

Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam. 

Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.

Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.


Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam. Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.


Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat solat oleh Allah S.W.T. tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini. 

Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah S.W.T. mewajibkan solat ke atas hambanya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukannya. 


Adalah amat malang sekali bagi kumpulan manusia yang amat cuai dalam menjaga solatnya tapi amat berdisiplin dalam menghadiri kelas taichinya.


RAHSIA SOLAT ...



Abu Zar r.a meriwayatkan bahawa ada sekali Rasulullah s.a.w keluar dari rumahnya.Pada masa itu ialah musim daun-daun gugur.

Baginda ambil ranting sebatang pohon yg daun-daunnya mulai gugur dengan lebatnya,seraya Baginda s.a.w bersabda,”Ya Abu Zar! Apabila seorang Islam menunaikan solatnya kerana ALLAH,dosanya gugur seperti daun-daun ini gugur dari pohon ini”.


Solat ini ada banyak kebaikan dan rahsianya. 

 
Inilah dia rahsia solat, sebagai peringatan bagi yang dah tahu atau panduan bagi yang baru tahu.
 

  • Niat Sembahyang : Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
  • Berdiri Betul : Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
  • Takbir-ratul Ihram : Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
  • Fatihah : Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
  • Ruqu’ : Sebagai tikar kita di dalam kubur.
  • I’tidal : Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur.
  • Sujud : Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
  • Duduk antara 2 Sujud : Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur
  • Duduk antara 2 Sujud (akhir) : Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
  • Tahhiyat Akhir : Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.
  • Selawat Nabi : Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
  • Salam : Memelihara kita di dalam kubur.
  • Tertib : Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.
  •  
  •  
  •  

Wednesday, January 30, 2013

BILA KITA MATI ROH AKAN KE MANA? ...FIKIRKANLAHHH

PESANAN ROH PADA MANUSIA

Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat maut". Sel...

epas itu, mayat pula bersuara sambil merayu : "Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh".

Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu : "Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh" . Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.

Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meniggalkan isteriku menjadi Balu. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya".

Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir.

Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: "Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku". "Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku". "Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku".

Ada satu riwayat drp Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing. Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka. Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat jirannya juga dalam keadaan yang sama. Lalu dia bertanya kepada mayat jirannya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat itu menjawab: "Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah kerana petunjuk drpd anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku".

Setelah mendengar jawapan mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu juga dia memanggil anak jirannya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi mengenai bapa mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak jiran itu berjanji di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapanya.

Seterusnya tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat jirannya. Bagaimanapun kali ini jirannya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih terang daripada matahari.

Baginda Rasullullah saw bersabda:

Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah saw lagi:

"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail as akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail as "Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail as akan menebarkan sayap di sebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah swt menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah swt " Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah swt dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud:

"Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah swt maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan." Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah swt.

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud:

"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu. " Sebaik saja mendapat perintah Allah swt maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah swt. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah swt maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Abu Bakar ra telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar ra:

"Roh itu menuju ketujuh tempat:-

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.

2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.

3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.

4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.

5.Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.

6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah saw: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-

1. Orang-orang yang mati syahid.

2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.

3. Orang berpuasa di hari Arafah.

Sekian untuk ingatan kita bersama.

Kalau rajin. Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Islam yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.

Renungkanlah.....

Sila panjangkan (share) kisah ini kepada semua saudara islam kita.

11 GOLONGAN AHLI NERAKA ...



Firman Allah swt dalam surah al-Naba ayat 18:-

"Iaitu... hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." 

Adalah diriwayatkan bahawa ayat yang tersebut diatas pernah ditanyakan oleh Saidina Muaz bin Jabal, katanya, "Ya Rasulullah, apa maksudnya ayat ini?" 

Maka Rasulullah saw menangis sebelum menjawab soalan tersebut kerana inilah yang selalu dibimbangkan oleh baginda. 
Lalu baginda menjawab:

"Ya Muaz, umatku kelak apabila bangkit dari kubur akan menjadi 12 golongan. 
Sebanyak 11 golongan akan memasuki neraka dan hanya 1 golongan sahaja yang akan memasuki syurga. 

Adapun 11 golongan yang memasuki neraka adalah seperti berikut:- 

1.Mereka yang tidak mempunyai kaki dan tangan. 
Ini adalah kerana mereka suka menyakiti hati jiran tetangga. 

2.Mereka yang menyerupai babi. 
Ini adalah balasan bagi orang yang suka melengah-lengahkan solat lima waktu. 

3.Mereka yang perutnya besar seperti gunung dan dipenuhi dengan ular dan kala. 
Inilah balasan bagi mereka yang enggan mengeluarkan zakat.

4.Mereka yang keluar darah dari mulutnya. 
Inilah balasan mereka yang berdusta.

5.Mereka yang berbau busuk seluruh badannya. 
Ini adalah balasan mereka yang mengaut keuntungan dalam jual beli atas penipuan.

6.Mereka yang dicincang-cincang pada tengkuk dan bahu. 
Ini adalah balasan mereka yang menyaksikan maksiat atau perbuatan jahat.

7.Mereka yang keluar dengan tidak berlidah dan keluar nanah dan darah dari mulut. 
Ini balasan mereka yang tidak mahu menyaksikan kebenaran.

8.Mereka yang keluar dalam keadaan terbalik iaitu kepala dibawah dan kakinya keatas. 
Ini adalah balasan mereka yang berzina serta mati sebelum bertaubat.

9.Mereka yang berwajah hitam, bermata biru dan perutnya penuh api.
Ini balasan mereka yang memakan harta anak yatim secara zalim.

10.Mereka yang kulitnya penuh kudis dan penyakit2 lain yang menjijikan. 
Ini adalah balasan mereka yang berani melawan kedua ibu bapanya.

11.Meraka yang buta matanya dan hatinya, giginya seperti tanduk, bibirnya berjuntai hingga keperut, dari perut dan pehanya keluar kotoran. 
Ini adalah balasan mereka minum minuman keras.

Dan satu golongan yang masuk ke syurga ialah: 

12.Mereka yang wajahnya bagaikan bulan purnama, berjalan di atas titian Mustaqim pantas seperti kilat. 
Ini balasan orang yang beramal soleh dan menjauhi maksiat serta mendirikan solat lima waktu dan mati dalam keadaan bertaubat."

TAKBUR , UJUB DAN RIAK ...


“ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sesekali tidak akan dibukakan kepada mereka pintu langit dan mereka tidak akan masuk syurga sehingga masuk unta ke dalam lubang jarum”  
( SURAH AL-ARAF : 40 )

 
Sifat sombong atau disebut juga takbur merupakan salah satu sifat yang tercela dan dibenci oleh Allah S.W.T sepertimana yang disebutkan di dalam firman Allah S.W.T di atas. 

Di dalam ayat tersebut jelas menunjukkan balasan yang akan diterima oleh golongan ini di akhirat sana. Mereka sesekali tidak akan masuk syurga.

Takbur berasal daripada perkataan bahasa arab ‘takabbara’ yang membawa maksud sombong. Perkataan takbur telah diterima pakai sebagai salah satu perkataan bahasa melayu. 
Di dalam kamus dewan edisi ke empat mentakrifkan takbur sebagai berperasaan tinggi diri dan suka menganggap diri sendiri lebih mulia, lebih pandai, lebih cerdik dari orang lain. 
Manakala sombong ditakrifkan sebagai tinggi hati, angkuh dan bongkak.
(Kamus Dewan ed 4 :2005) Takbur dan sombong adalah perkataan yang sama maksud dan pengertiannya.


Perbezaan Takbur, Ujub Dan Riak.

Ujub bermaksud bangga akan diri sendiri, merasa kagum terhadap diri sendiri kerana kelebihan atau sesuatu yang terdapat padanya. 
Diri sendiri yang dimaksudkan adalah berkaitan peribadinya, orang kelilingnya, harta benda, kecantikan, kepandaian, anggota keluarganya atau apa sahaja yang dekat dan akrab dengan dirinya.

Manakala riak pula ialah tidak ikhlas menunaikan ibadat atau melakukan sesuatu dengan mengharapkan balasan yang setimpal. 
Sebagai contoh seorang lelaki atau perempuan yang bersembahyang sambil mengharapkan agar ada orang yang memerhati dan memuji kerajinannya.

Ketiga-tiga penyakit hati ini membahayakan umat Islam dan ada pendapat ulama meletakkan ketiga-tiga sifat ini sebagai syirik kecil. Jika sifat-sifat ini terdapat di dalam diri, ia akan menyebabkan pahala amalan ditolak serta merta.


Sifat takbur mempunyai tiga peringkat iaitu :


1- Takbur kepada Allah S.W.T.
 
Ia setinggi-tinggi tingkat takbur dan paling membahayakan diri, ia berpunca daripada sifat jahil, angkuh dan ingkar. Al-Quran mengisahkan kaum ‘Aad, Firaun dan Qarun diazab oleh Allah S.W.T kerana memiliki darjat takbur seperti ini. 

2- Takbur kepada Rasul

Ia jatuh pada darjat yang kedua peringkat takbur Golongan ini berpendapat bahawa Rasul ialah manusia biasa yang tidak memiliki apa-apa keistimewaan sepetimana yang dirakamkan di dalam al-Quran yang bermaksud: 
"Sesungguhnya kamu (Muhammad) hanya manusia biasa seperti kami." (Surah Ibrahim :10) 

3- Takbur terhadap sesama manusia.

Takbur peringkat ketiga ini tidak sama dengan takbur kepada Allah S.W.T dan Rasul-Nya yang boleh membawa kepada sifat-sifat kafir. 
Takbur peringkat ini hukumnya berdosa dan fasiq.


Dipandang dari beberapa sudut, sifat takbur boleh membawa kepada:

a) Ingin menyaingi kekuasaan dan sifat-sifat Allah S.W.T. 

b) Keingkaran terhadap perintah-perintah Allah S.W.T dan Rasul-Nya. 

c) Bertuhankan kepada manusia. 

d) Menghalang sifat-sifat baik. 
terimakasih .. JAZAK ALLAH KHAYR ..
Posted by

MENAHAN DIRI DARI MARAH ...

Menahan diri dari marah
Sebuah hadis Rasulullah SAW yang menyebut tentang sifat menahan amarah:
“Sesiapa yang menahan marah, padahal dia boleh melepaskan kemarahannya, maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk dan disuruhnya memilih bidadari yang dia ingini.”
(HR. Abu Dawud – At-Tirmidzi)
Yang dimaksudkan dengan menahan marah di sini adalah seseorang itu cuba menelan marahnya, menahannya daripada terzahir serta bersabar dengannya semata-mata kerana takutkan Allah dan mengharapkan keredhaan-Nya sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya !
Bukanlah dia menahan kemarahan itu kerana mencari redha manusia atau kerana dia tidak mampu melaksanakannya (lemah kerana takutkan kuasa makhluk di sekelilingnya), tetapi dia meletakkan redha Allah dihadapannya, membatasi setiap tindakan dalam berinteraksi dengan manusia dan ujian kehidupannya.
Lantas, kelak Allah memanggilnya pada Hari Kiamat bersaksikan seluruh makhluk, dan dia berhak untuk memilih mana-mana bidadari syurga yang dia inginkan untuk dikahwininya serta menjadi isterinya di dalam syurga Allah yang kekal abadi. Subhanallah! Betapa besar ganjaran yang telah Allah sediakan buat orang yang menahan marahnya hanya kerana-Nya…
Inilah penolak buat seorang daie untuk memelihara marahnya, kerana dia tahu betapa besar ganjaran usahanya itu kelak berbanding usaha dirinya untuk menahan marah yang berbaki setelah dia langsai melepaskan amarahnya terlebih dahulu.
Lalu, dia berusaha menahan dirinya, membatasi akal fikirannya dengan kekuatan iman,bertindak dengan rasional saat dia diuji dan akhirnya mengharapkan sesuatu yang pasti dalam berhadapan dengan ujian kehidupannya.
Allah menggariskan sifat menahan marah ini sebagai sifat dan ciri-ciri orang yang bertaqwa sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali-Imran ayat 133-134:
“Dan bersegeralah kamu kepada keampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Iaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang mahupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Juga firman Allah SWT di dalam surah Al-Furqan ayat 63 tentang ciri-ciri ‘ibadurrahman:
“Dan hamba-hamba al-Rahman (Yang Maha Mengasihani) itu (ialah) orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang jahil menegur mereka, maka mereka mengucapkan kata-kata ‘salam’.”
Inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis:
“Kekuatan itu bukanlah ketika menang dalam pertarungan, sesungguhnya kekuatan yang sebenar ialah apabila dapat menahan diri dari kemarahan.”

Tuesday, January 29, 2013

TINGKATAN JIHAD ...



Tingkatan Jihad

Tingkatan jihad paling rendah adalah menentang dengan hati, sedangkan tingkat paling tinggi adalah berperang fî sabîlillâh. Di antara keduanya ada jihad dengan lisan, tulisan, tangan, berkata benar secara tegas di hadapan penguasa zhalim, dan lainnya. 

Semakin tinggi tingkatan dakwah maka akan semakin tinggi usaha jihad yang dibutuhkan, dan semakin tinggi pula bayaran yang harus dikeluarkan, sehingga dengan itu akan semakin tinggi pula ganjaran yang akan Allah berikan; di dunia, apalagi di akhirat. 

Beberapa tingkatan jihad adalah sebagai berikut:


Tingkatan Pertama: Jihad Melawan Hawa Nafsu

Aplikasinya dengan terus mempelajari kebenaran, mengetahui halal haram, dan mengarahkan nafsu pada ketaatan di jalan Allah. Di antara hak Allah dari hamba-Nya adalah taat pada-Nya dan tidak bermaksiat, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya, bersyukur pada-Nya dan tidak kufur. 

Semua ini hanya bisa dilakukan secara optimal dengan jihad, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., 

“Mujahid adalah orang yang berjihad mengendalikan nafsunya untuk taat kepada Allah, sedangkan muhajir (orang yang melakukan hijrah) adalah mereka yang menjauhkan dirinya dari hal yang dilarang Allah Swt..” 
(HR. Ahmad).

Jihad nafsu merupakan tangga pertama. Barangsiapa yang tidak mampu menempuh tangga ini maka ia tidak layak meniti tangga berikutnya.



Tingkatan Kedua: Jihad Mengamalkan Ilmu

Karena ilmu tanpa amalan tidak bermanfaat bahkan menghancurkan. Bila ilmu tidak diamalkan maka Islam hanya teori, pengetahuan, dan pemikiran. Dan ilmu ini tidak akan mampu dijalankan secara optimal kecuali dengan berjihad melawan nafsu dan semangat untuk terus beramal. Ini adalah manhaj para sahabat.


Abi Abdurrahman Al-Silmi berkata, “Usman bin Affan, Abdullah ibnu Mas’ud, dan sahabat lainnya ketika mereka mempelajari 10 ayat dari Rasulullah maka mereka tidak menambah pelajaran ayat lainnya sebelum mereka benar-benar mengetahui dan mengamalkannya. Mereka mengatakan, “Kami mempelajari ilmu sekaligus amal.”



Tingkatan Ketiga: Jihad Menyebarkan Dakwah Islam

Dakwah berarti mengajarkannya kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Tingkatan jihad ini sangat penting, apalagi ketika kerusakan, kemaksiatan, kelalaian telah menggurita di masyarakat. Hukum Allah swt telah hilang dari muka bumi. Berjihad di jalan dakwah ini mengharuskan menanggung beban yang berat, hinaan, tidak berleha-leha, mengetahui secara yakin yang didakwahkan, dan berjihad hanya untuk meninggikan kalimat Allah swt .


Tingkat Keempat: Jihad Menaklukkan Godaan Setan


Ibnu Qayyim membagi dua tingkatan ini, [1] Jihad melawan syubhat (menangkal segala hal yang menyebabkan sesorang ragu dalam keimanannya). [2] Jihad melawan keinginan yang menghancurkan dan syahwat. Jihad pertama adalah dengan keyakinan dan jihad kedua adalah dengan kesabaran.

Allah telah memperingati manusia terhadap perang melawan godaan setan. Dalam surat Al-Hijr Allah swt berfirman yang artinya,


قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠


“Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.’” (QS. Al-hijr: 39-40).


Ibnu Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya jihad melawan nafsu lebih dahulu dari pada jihad berperang melawan musuh. Barang siapa yang tidak mampu berjihad melawan nafsunya terlebih dahulu; mengerjakan perintahnya dan meninggalkan larangnnya, maka ia tidak berhak untuk berjihad berperang melawan musuh.” (Zâdul Ma‘âd).


Setelah itu, tingkatan jihad paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang belum Allah beri kesempatan (taufîq) untuk melakukannya, maka hendaknya ia mencintai para mujahidin dengan sepenuh hati. Mendukung mereka dengan segenap pikiran.  


Jangan sampai tidak mencintai para mujahid, karena hal ini menyebabkan kerasnya hati dan mendapatkan azab dari Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah yang terkandung dalam surat Al-Taubah ayat 91-93.


Terimakasih dipetik dari link :
https://dupahang.wordpress.com/2009/03/04/pendidikan-jihad-komprehensif/

Jazak ALLAHU khayr ..

TAWAKALLAH IBADAH HATI YANG PALING AGUNG ...




Tawakal satu ibadah hati paling utama dan akhlak iman paling agung
Tawakal satu ibadah hati paling utama dan akhlak iman paling agung. Seorang ulama menyatakan tawakal ialah percaya kepada Allah dan hanya kepada Dialah kita mengharapkan segala sesuatu, bukan kepada siapa pun.


Imam al-Ghazali menyatakan tawakal satu manzilah (keberadaan) bagi orang beriman, bahkan tawakal darjat muqarrabin atau orang yang dekat dengan Allah.

Ali al Qari pula menyebut tawakal adalah mengetahui dan yakin tidak ada yang mampu berbuat dalam alam ini kecuali atas kehendak Allah.

Abu Ali Ad-Daqqaq berkata, tawakal itu ada tiga tingkatan. Tawakal itu sendiri, kata Abu Ali Ad-Daqqaq: “Berserah diri, kemudian pasrah. Orang bertawakal berasa tenang kerana ada janji daripada Allah, orang berserah diri cukup dengan pengetahuan mengenai Allah dan orang pasrah reda terhadap hikmah Allah. Tawakal adalah permulaan, berserah diri adalah pertengahan dan pasrah adalah penghabisan.”


Kata Abu Ali Ad-Daqqaq lagi: “Tawakal sifat orang mukmin, berserah diri adalah sifat wali dan pasrah adalah sifat muwahhidin. Tawakal sifat orang awam, berserah diri sifat orang khusus dan pasrah sifat orang lebih khusus lagi. Tawakal ialah sifat nabi, berserah diri ialah sifat Ibrahim dan pasrah sifat Nabi Muhammad.”
Orang yang tawakal selalu menggantungkan diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Mereka sentiasa berlapang dada dan tidak resah bila dibelit masalah. Mereka tidak cepat berputus asa, sebaliknya sentiasa yakin dan percaya kepada kemampuan diri sendiri. Mereka hanya berserah (tawakal) kepada Allah selepas segala usaha dan ikhtiar dilakukan.

Mereka bertawakal kepada Allah kerana mereka mempunyai perasaan kuat Allah Yang Maha Pemberi segala-galanya. Allah memberi rezeki, memberi kejayaan, memberi kepandaian, memberi kesenangan, memberi keselamatan dan semuanya datang daripada Allah. Kita hanya berusaha mencari dan mendapatkannya.

Dalam al-Quran Allah berfirman bermaksud: “Dan percayalah (tawakallah) dirimu kepada Allah, jika kamu betul-betul beriman.” (Surah al-Maidah ayat 23).

Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bertawakal. Dan Allah akan memberikan jalan keluar serta akan memberikan rezeki yang datang tanpa disangkanya. Dengan kata lain, mereka (orang tawakal) tanpa gusar yakin terhadap ketentuan dan kekuasaan Allah hingga menyerahkan segenap permasalahan kepada-Nya semata.



Allah berfirman bermaksud: “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (Surah Ath Thalaq ayat 3).


Dalam bukunya Para Kekasih Allah, Abdillah F Hasan berkata dalam al-Quran tidak kurang dari 40 ayat membahas masalah tawakal, baik dalam bentuk perintah mahupun keutamaan bagi hamba mampu melaksanakannya.


Yusuf al Qaadhawi dalam kitabnya Ath Thariq Ilalah, At Tawakal mengungkapkan mengenai keistimewaan disandang hamba Allah bertawakal kepada-Nya, iaitu timbul ketenteraman jiwa, kekuatan jiwa (kekuatan spiritual), kewibawaan, keredaan dan percaya diri.
Orang beriman yakin akan pertolongan Allah. Allah tidak akan membiarkan orang berjuang di jalan-Nya. Allah tetap menolong mereka, cuma cepat atau lambat saja.

Orang yang mantap dan teguh imannya tidak ragu-ragu dengan janji Allah ini. Mereka penuh yakin Allah tidak mengingkari janji kerana mereka tahu dan ingat keagungan Allah, kesempurnaan ilmu-Nya dan kudrat-Nya. Allah ingat kepada hamba-Nya yang tidak pernah lupa mengingati-Nya di mana-mana.

Firman Allah dalam al-Quran bermaksud: “Dan Kami selalu berkewajipan menolong orang-orang yang beriman.” (Surah Ar-Rum ayat 47)


Monday, January 28, 2013

SURAH AL IKHLAS ...



Keutamaan Membaca Surat Al Ikhlas
Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga al-Qur’an”(HSR al-Bukhari 
(no. 4726, 6267 dan 6939).

Hadits yang agung ini menunjukkan tingginya kedudukan surah al-Ikhlas dan besarnya keutamaan orang yang membacanya, karena surah ini mengandung nama-nama Allah yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, 
sehingga orang yang membaca dan menghayatinya dengan seksama berarti dia telah mengagungkan dan memuliakan Allah SWT. 

(Lihat kitab “Fathul Baari” (13/357).

 
Oleh karena itu, dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah ketika mendengar berita tentang seorang shahabat yang senang membaca surah ini karena sifat-sifat Allah SWT yang dikandungnya, beliau bersabda: 

Sampaikanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya”. 

(HSR al-Bukhari (no. 6940) dan Muslim (no. 813).


 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :
أَقْبَلْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَسَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : وَجَبَتْ. قُلْتُ: وَمَا وَجَبَتْ ؟ قَالَ: الْجَنَّةُ
رواه مالك وأحمد والترمذي
Saya (Abu Hurairah) bersama-sama Nabi saw mendengar seorang membaca Qul huwa Allahu ahad Allahu al-samad (surah al-Ikhlas). 
Maka Rasulullah saw bersabda: 
Wajiblah. 
Sayapun bertanya: 
Apa yang wajib ?. 
Jawab baginda: Surga.
Hadis hasan, diriwayatkan oleh Malik (hadis no. 435), Ahmad (hadis no. 7669 dan 10498) dan al-Tirmizi (hadis no. 2822) yang berpendapat bahwa hadis ini Hasan Gharib . 
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :
كَانَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ، فَكَانَ كُلَّمَا افْتَتَحَ سُورَةً يَقْرَأُ لَهُمْ فِي الصَّلَاةِ فَقَرَأَ بِهَا افْتَتَحَ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا، ثُمَّ يَقْرَأُ بِسُورَةٍ أُخْرَى مَعَهَا. وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ. فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوا: إِنَّكَ تَقْرَأُ بِهَذِهِ السُّورَةِ ثُمَّ لَا تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِسُورَةٍ أُخْرَى، فَإِمَّا أَنْ تَقْرَأَ بِهَا وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا وَتَقْرَأَ بِسُورَةٍ أُخْرَى. قَالَ: مَا أَنَا بِتَارِكِهَا، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِهَا فَعَلْتُ وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ. وَكَانُوا يَرَوْنَهُ أَفْضَلَهُمْ وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ. فَلَمَّا أَتَاهُمْ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَخْبَرُوهُ الْخَبَرَ، فَقَالَ: يَا فُلَانُ، مَا يَمْنَعُكَ مِمَّا يَأْمُرُ بِهِ أَصْحَابُكَ، وَمَا يَحْمِلُكَ أَنْ تَقْرَأَ هَذِهِ السُّورَةَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ؟ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّهَا.فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ: إِنَّ حُبَّهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ
رواه الترمذي وأحمد والدارمي
Seorang sahabat dari kalangan Ansor menjadi imam salat di masjid Quba, Setiap rakaat dia membaca Qul huwa Allah. 
Pada raka’at pertama dia membacanya setelah al-Fatihah, 
pada reka’at kedua dia akan membaca dua surat setelah al-Fatihah, satu diantaranya adalah Qul huwa Allah. 
Setelah kejadian ini terus berulang, para sahabat (jamaahnya) mempertanyakannya dan berkata: 
Kami melihat kamu selalu membaca surah ini, sementara kami berpendapat bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan sampai kamu membaca surah yang lain, baik kamu membaca kedua surah itu sekaligus atau kamu meninggalkan surah itu (al-Ikhlas) untuk digantikan dengan surah yang lain. 
Sahabat ini menjawab: Saya tidak akan meninggalkannya. Jika kalian senang kalau saya yang menjadi imam, akan saya lanjutkan. Namun jika kalian tidak menyenanginya, saya tidak akan menjadi imam shalat kalian lagi. 
Kenyataannya, mereka memandangnya sebagai orang yang paling afdal di antara mereka, dan mereka tidak senang kalau diimami oleh orang lain. Ahirnya, mereka menemui Rasulullah saw dan menceritakan hal ini. 
Rasulullah saw pun menanyakan sahabat itu : Hai Pulan, apa yang menyebabkan kamu enggan untuk melakukan saran sahabat-sahabat kamu, dan apa yang membawa kamu untuk selalu membaca surah ini (al-Ikhlas) di setiap raka’at ? 
Dia menjawab : Wahai Rasulullah, saya mencintainya. Rasulullah saw pun menjawab : Sesungguhnya mencintainya itu akan membawa kamu ke syurga.
  • Hadis sahih, diriwayat al-Tirmizi (Hadis no. 2826), Ahmad (hadis no. 11982 dan 12054) dan al-Darimi (hadis no. 3300). al-Tirmizi berkata: Hadis ini Hasan Gharib Sahih.
 Surah ini meringkaskan dalam empat ayat  tentang keilahian dan keesaan ALLAH SWT .

Surat Ikhlas dikenali sebagai Surah Pelindung.

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: 

Ketika saya (Rasulullah SAW) israk ke langit, maka saya telah melihat Arasy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas.


Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surahAl-Ikhlas baik ianya lelaki mahupun perempuan.


Sabda Rasulullah SAW lagi: 

Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, sesungguhnya 

Qul Huwallahu Ahadu itu tertulis di sayap malaikat Jibrail a.s, 

Allahhus Somad itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s, 
 
Lamyalid walam yuulad tertulis pada sayap malaikat Izrail a.s, 

Walamyakullahu kufuwanahadu tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.


Dari Abu Hurairah, Nabi SAW pernah bersabda

 "Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas, seolah-olah ia membaca sepertiga Al-Quran"




SALAM AIDIL FITRI 1438H ..