Sunday, September 29, 2013

JALAN KE JANNAH ...


 
 
 
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan kepada kita tentang sifat-sifat rumah surga yang sangat indah dan bahan bakunya.
 
 
لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
 
 
“Bangunannya dari batu bata berupa perak dan emas, adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar, kerikilnya dari mutiara dan permata, kerikilnya dari zakfaron. Siapa yang memasukinya akan merasa nikmat dan tidak akan meninggalkannya, kekal tidak akan mati, pakaiannya tidak kotor dan senantiasa muda tidak akan tua.”
(HR. Al-Tirmidzi & Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3116)
 
 
 
Amal-amal Berbonus Rumah di Surga
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan adanya beberapa amal yang berbonus rumah di surga. Sebagiannya terlihat ringan, sebagian lainnya butuh modal besar, dan sebagian lainnya membutuhkan pengorbanan.
 
Di antara amal-amal tersebut adalah:
 
 
1. Membangun masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
 
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
 
 
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.”
(Muttafaq ‘alaih)
 
 
 
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا مِنْ مَالٍ حَلَالٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
 
 
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah dari harta yang halal maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, al-Thabrani dalam al-Ausath, dan lainnya)
 
 
Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 
 
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
 
 
“Siapa membangun masjid karena Allah walau seperti sarang burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
 
 
 
 
2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
 
 
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
 
 
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
 
 
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya istana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani & dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589)
 
 
 
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak
 
 
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
 
 
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
 
 
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).”
 
Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih al-Jami’)
 
 
 
4. Membaca doa masuk pasar
 
 
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
 
 
مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
 
 
 
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di surga”.” ( HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)
 



5. Menutup celah barisan shaf shalat
 
 
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 
 
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
 
 
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1892)
 
 
 
6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat
 
 
 
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu ‘Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 
 
 
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
 
 
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
 
 
Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.
 
 
 
7. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
 
 
 
أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
 
 
 
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi.
 
Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).
 
 
 
8. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar
 
 
 
9. Meninggalkan dusta dalam becanda
 
 
 
10. Berakhlak mulia
 
 
 
Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
 
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه
 
 
 
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang benar,
juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menghassankannya di Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1648)
 
 
 
Inilah beberapa amalan yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berbonus rumah di surga.
 
Orang hidup pasti menginginkan tempat tinggal yang indah, megah, sejuk, dan nyaman. Maka untuk kehidupan yang kekal di akhirat hendaknya lebih semangat memiliki rumah idaman tersebut.
 
Tentunya rumah-rumah itu membutuhkan pernak-pernik dan perhiasannya; dari kamar dan ruangan, perbendaharaan dan perhiasannya, serta pepohonannya.
 
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam teleh menjelaskan  amal-amal untuk menyempurnakannya, sebagaimana yang sudah kami tuliskan terdahulu. Wallahu a’lam.
 
 
 [PurWD/voa-islam.com]
 
 
 
 
 

SURAH SURAH PILIHAN ...



 
 
 
Oleh: Haji Johari Haji AliasSurah al-Fatihah:
 
-Membaca Fatihah kitab (al-Quran) mendapat pahala seperti membaca sepertiga al-Quran.

-Amalkan membaca al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu’ dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya-Allah akan mudah memperolehi ilmu pengetahuan; di samping itu dapat mengawal hati dan fikiran daripada perkara-perkara yang merosakkan.

-Amalkan membaca al-Fatihah semasa hendak tidur, diikuti membaca Surah al-Ikhlas tiga kali, Surah al-Falaq dan Surah an-Nas, insya-Allah akan aman tenteram dan terjauh dari gangguan syaitan.

-Bagi mereka yang mempunyai hajat yang baik, termasuk untuk mendapat kenaikan pangkat/darjat, untuk mendapat rezeki yang lumayan dari keadaan fakir, untuk dapat menyelesaikan hutang, untuk menyembuhkan penyakit, agar anak menjadi soleh dan berbagai hajat lagi, maka hendaklah memohon kepada Allah s.w.t. dengan membaca al-Fatihah sebanyak 41 kali setiap hari. Waktunya ialah antara solat sunat Subuh dan solat fardhu Subuh. Amalkan amalan ini sehingga 40 hari, insya-Allah hajat kita akan di kurnia Allah s.w.t.

-Amalkan membaca al-Fatihah sebanyak 20 kali setiap lepas solat fardhu, insya-Allah akan memperolehi rezeki yang lumayan, pangkat/darjat yang baik di sisi masyarakat, baik akhlak. Mudah dalam urusan hidupnya dan kaum keluarga mendapat perlindungan Allah s.w.t.

-Untuk membuka pintu rezeki yang luas dan mempermudah segala urusan hidup serta terhindar dari segala kesulitan, amalkan membaca al-Fatihah sebanyak 41 kali semasa makan sahur malam. Insya-Allah akan dimakbulkan Allah s.w.t.

-Setengah ulama menganjurkan membaca al-Fatihah sebanyak 40 kali setiap lepas solat Maghrib dan sunatnya untuk memohon sesuatu yang baik kepada Allah s.w.t. Insya-Allah hajatnya akan termakbul.

-Dianjurkan juga amalan membaca al-Fatihah sebanyak 41 kali, insya-Allah dapat mengubati sakit mata, sakit gigi, sakit perut dan lain-lain.



Surah al-Kahfi:

-Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa yang membaca Surah al-Kahfi pada malam Jumaat maka terpancarlah cahaya di antaranya dan Baitullah.” (Riwayat Al-Baihaqi dari Abi Said al-Khudri)

-Imam Ahmad berkata, daripada Abi Darda’, daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa menghafaz sepuluh ayat permulaan Surah al-Kahfi maka terhindar daripada Dajjal.” (Riwayat Muslim, Abu Daud, An-Nasai, At-Tirmizi daripada Qatadah)

-Imam Ahmad berkata, daripada Abi Darda’, daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca sepuluh ayat akhir daripada Surah al-Kahfi, maka terhindarlah ia daripada fitnah Dajjal.” (Riwayat Muslim dan An-Nasai)

-Daripada Muaz Ibnu Anas al-Juhari, daripada bapanya, daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca dari Surah al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya daripada kepala hingga kakinya dan sesiapa yang membaca keseluruhannya, maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (Riwayat Ahmad)

-Daripada Umar berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca Surah al-Kahfi pada hari Jumaat, maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit, untuknya di hari kiamat dan diampunkannya antara dua Jumaat.” (Riwayat Ibnu Katsir)

-Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa yang membaca Surah al-Kahfi pada malam atau siang Jumaat, maka diampunkan dosanya hingga Jumaat akan datang; dan 70,000 Malaikat memohon rahmat kepada Allah s.w.t. hingga waktu Subuh, dan dijauhkan Allah s.w.t. dari terkena wabak penyakit demam panas atau ta’un; penyakit sopak; dan dijauhkan dari fitnah Dajjal.”


Surah as-Sajdah:

-Amalkan membaca surah ini selalu atau sekurang-kurangnya setiap malam Jumaat.

-Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata: “Nabi s.a.w. membaca pada Solat Fajar (Subuh) pada hari Jumaat “Alif Laam Miim Tanzil” as-Sajdah dan ‘Hal Ata ‘Alal Insaan’ Insaan.” (Riwayat Bukhari)

-Daripada Jubair, beliau berkata: “Adalah Nabi s.a.w. tidak tidur hingga membaca Surah as-Sajdah dan al-Mulk.” (Riwayat Ahmad)

-Melindungi pembacanya dari seksa kubur.

-Mendapar pahala yang besar seperti pahal mereka yang tetap solatnya pada malam Lailatul Qadar.

-Mendapat hidayah ilmu yang yakin.

-Dikurniai cahaya (nur) pada dirinya semasa ia mati.


Surah Yasiin:

-Daripada Ma’qal bin Yaasar r.a. bahawasanya telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “ Hati al-Quran ialah Surah Yasiin, tidaklah dibaca akan dia oleh seorang lelaki yang mengharapkan Allah dan kampung akhirat melainkan diampunkan oleh Allah dosanya, dan bacalah Surah Yasiin kepada mereka yang hampir akan mati dan selepas mati.” (Riwayat Ahad, Abu Daud dan An-Nasai)

-Daripada Jundub r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa yang membaca Yasiin dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredhaan Allah nescaya akan diampunkan dosanya.” (Riwayat Malik, Ibnus-Sunni dan Ibnu Hibban)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “ Surah Yasiin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan “al-Mu’ammah” (yang umum), yang mengumumkan tuannya (pembacanya) dengan kebaikan dunia dan akhirat dan yang menanggung segala bala dan kesusahan dunia dan akhirat dan dinamakan juga sebagai perisai dan penunai hajat, yang melindungi pembacanya dari setiap keburukan dan kejahatan dan yang menunaikan bagi pembacanya segala hajat dan kemahuan.” (Riwayat Said bin Mansur dan Al-Baihaqi dari Hasan bin Aziah)

-Telah bersabda Rasulullah s.a.w.: “Sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati al-Quran ialah Surah Yasiin; sesiapa yang membaca Surah Yasiin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai 10 kali membaca al-Quran seluruhnya.” (Riwayat At-Tirmizi dari Anas r.a.)



Surah al-Mu’min (Ghaafir), Fussilat, asy-Syuraa, az-Zukhruf, al-Jaathiyah dan al-Ahqaaf:

-Mereka yang mengamalkan membacanya mendapat pahala yang besar dan mendapat pembelaan di akhirat kelak.

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Di dalam al-Quran terdapat 7 surah yang dimulai dengan “Ha Miim”, akan datang di depan setiap pintu neraka jahanam dan memohon kepada Allah: “Ya Allah! Janganlah Engkau masukkan (ke dalam neraka ini) orang yang percaya kepada aku dan membacaku.”” (Riwayat Al-Baihaqi dari Khalil)
 

Surah ad-Dukhaan:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah Ha Miim ad-Dukhaan setiap malam, maka pada esok harinya 70,000 Malaikat memohonkan keampunan baginya.” (Riwayat At-Tirmizi dari Abu Hurairah)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah ad-Dukhaan pada malam atau hari Jumaat, maka Allah akan membinakan sebuah rumah dalam Syurga.” (Riwayat At-Tabrani dari Umamah)

- Rasulullah s.a.w. bersabda: “Di dalam al-Quran terdapat 7 surah yang dimulai dengan “Ha Miim”, akan datang di depan setiap pintu neraka jahanam dan memohon kepada Allah: “Ya Allah! Janganlah Engkau masukkan (ke dalam neraka ini) orang yang percaya kepada aku dan membacaku.”” (Riwayat Al-Baihaqi dari Khalil)

-Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata, Nabi s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca Ha Miim ad-Dukhaan pada malam Jumaat, maka diberi keampunan baginya.” (Riwayat Ibnu Katsir)


Surah al-Fath:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku pada waktu malam sebuah Surah yang aku cintai lebih dari dunia ini dan isinya.” Pada riwayat yang lain, “yang lebih aku cintai daripada apa yang disinari oleh cahaya matahari.” Dan kemudian baginda membaca: “Innaa fatahnaa laka fatham mubiinaa (ayat pertama Surah al-Fath).” (Riwayat Bukhari)

-Hadith Rasulullah s.a.w.: “Sesungguhnya membaca Surah al-Fath maka seolah-olah ia turut menyaksikan pembukaan dan penaklukan Makkah bersama Muhammad Rasulullah.” (Diceritakan oleh Thalabi)

-Setengah ulama zaman silam menyatakan bahawa sesiapa membaca Surah al-Fath semasa melihat bulan awal Ramadhan pada permulaan malam, maka Allah luaskan rezekinya pada tahun itu sehingga akhir tahun.


Surah al-Waaqi’ah:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Waaqi’ah pada tiap-tiap malam akan terjauhlah ia dari kepapaan selama-lamanya.” (Riwayat Al-Baihaqi)

-Daripada Ibnu Abbas r.a. beliau berkata, Abu Bakar as-Siddiq r.a. berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tuan berambut putih (kelihatan tua) kerana Surah-surah Hud, al-Waaqi’ah, al-Mursalat, Amma Yatasaalun dan Iza-Syamsul-Kuwwirat.” (Riwayat At-TIrmizi)

-Sesiapa yang mengamalkan membacanya sebagai wirid selepas tiap kali solat Asar sebanyak 41 kali, insya-Allah akan mudah mendapat rezeki.

-Jika dibacakan kepada orang yang sedang sakit insya-Allah akan ringanlah sakitnya.

-Jika dibacakan di hadapan orang yang sedang nazak, insya-Allah akan memudahkan sakaratulmautnya.

-Jika dibacakan untuk ahli kubur, insya-Allah akan meringankan seksa kuburnya.


Surah al-Hasyr:

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ


هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ


هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 

  21.
 
Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini ke atas sebuah gunung, nescaya engkau melihat gunung itu khusyuk serta pecah belah kerana takut kepada Allah dan (ingatlah), misal-misal perbandingan ini Kami kemukakan kepada umat manusia, supaya mereka memikirkannya.
 

22.
 
Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata; Dialah Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
 

23.
 
Dialah Allah, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia; Yang Menguasai (sekalian alam); Yang Maha Suci; Yang Maha Selamat Sejahtera (dari segala kekurangan); Yang Maha Melimpahkan Keamanan; Yang Maha Pengawal serta Pengawas; Yang Maha Kuasa; Yang Maha Kuat (menundukkan segala-galanya); Yang Melengkapi segala KebesaranNya. Maha Suci Allah dari segala yang mereka sekutukan denganNya.
 
 
24.
 
Dialah Allah, Yang Menciptakan sekalian makhluk; Yang Mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang Membentuk rupa (makhluk-makhlukNya menurut yang dikehendakiNya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada di langit dan di bumi dan Dialah Yang tiada bandingNya, lagi Maha Bijaksana.

-Daripada Fadhil Umu Yassar Al-Muzani berkata, Nabi s.a.w. bersabda: “Sesiapa ketika bangun Subuh membaca isti’aadzah (a’udzubillahi minasy-syaitaanirrajiim), diikuti membaca tiga ayat akhir Surah al-Hasyr, maka Allah s.w.t. mewakilkan 70 Malaikat berselawat atasnya hingga ke petang dan jika dia meninggal dunia pada hari itu dikira mati syahid.” (Riwayat At-Tirmizi)


Surah al-Mulk:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya di dalam al-Quran terdapat 30 ayat yang kandungannya akan memberi syafaat kepada orang yang membacanya sehingga ia mendapat keampunan dosanya iaitu Surah al-Mulk.” (Riwayat Abu Daud, At-Tirmizi, An-Nasai dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

-Daripada Ibnu Abbas r.a., seorang sahabat Rasulullah s.a.w. menceritakan ia telah mendirikan khemah di atas kubur yang beliau tidak ketahui. Dari kuburan itu beliau terdengar suara orang membaca Surah al-Mulk sehingga khatam; beliau lalu menemui baginda dan berkata: “Wahai Rasulullah, saya dirikan khemah di atas sebuah kuburan yang saya tidak ketahui, saya mendengar seorang sedang membaca Surah al-Mulk sehingga khatam.” Aka Nabi s.a.w. bersabda: “Itulah yang menahan dan yang menyelamatkan dia dari seksa kubur.” (Riwayat At-Tirmizi)

-Daripada Jabir r.a.: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. tidak akan tidur sehingga baginda membaca Surah Alif Laam Miim al-Sajdah dan al-Mulk.” (Riwayat At-Tirmizi)

-Daripada Anas Ibnu Malik berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Satu Surah di dalam al-Quran menghadiahkan kepada pembacanya sehingga memasukkannya ke dalam Syurga iaitu ‘Tabaarakal-ladzii’.” (Riwayat At-Tabrani)

-Dari Ibnu Mas’ud bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Mulk setiap malam maka Allah mencegahnya daripada azab kubur.” (Riwayat An-Nasai)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Mulk dan as-Sajdah pada waktu malam maka keadaannya seperti ia menemui malam Lailatul-Qadr.” (Riwayat Anas r.a.)


Surah an-Nabaa’, al-Buruuj, Qaaf dan at-Taariq:

-Hadith yang diceritakan oleh Abu Darda’ bermaksud: “Pelajarilah Surah an-Nabaa’; pelajarilah Surah al-Buruuj, pelajarilah Surah Qaaf dan pelajarilah Surah at-Taariq, kerana jika kamu mengetahui fadhilat-fadhilat dan besarnya pahala membaca Surah-surah tersebut, maka kamu akan berhenti dari tugas-tugas kamu lalu mempelajari Surah-surah tersebut; dan juga mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. dengan membacanya. Sesungguhnya Allah s.w.t. akan mengampunkan dosa mereka yang mengamalkan membacanya selain dari dosa syirik.


Surah at-Takwiir:

-Mengamalkan membaca surah ini menjauhi kepapaan disamping pahala yang banyak. Rasulullah s.a.w. membacanya boleh dikatakan setiap malam.

- Daripada Ibnu Abbas r.a. beliau berkata, Abu Bakar as-Siddiq r.a. berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tuan berambut putih (kelihatan tua) kerana Surah-surah Hud, al-Waaqi’ah, al-Mursalat, Amma Yatasaalun dan Iza-Syamsul-Kuwwirat.” (Riwayat At-TIrmizi)


Surah al-A’laa:

-Rasulullah s.a.w. setiap malam membaca Surah-surah yang mengandungi kalimah Tasbih. Sabda baginda: “Sesungguhnya pada Surah yang terdapat kalimah Tasbih terdapat satu ayat yang lebih baik daripada seribu ayat.” Seorang sahabat, ‘Ubai bin Ka’ab mengatakan: “Surah yang utama mengandungi Tasbih ialah Surah al-A’laa.” (Riwayat At-Tirmizi dan An-Nasai)


Surah adh-Dhuhaa:

-Menurut ulama, apabila Surah ini diamalkan membacanya menjadi wirid 7 kali pada setiap pagi ketika matahari terbit dan 7 kali setiap matahari terbenam, insya-Allah akan terselamat dari kehilangan atau kecurian.

-Sekiranya terjadi kehilangan atau kecurian, maka kerjakanlah solat sunat Dhuha tiga kali (dua rakaat sekali) pada setiap pagi Jumaat sehinggalah yang hilang itu di dapati kembali. Selepas memberi salam, berdoalah memohon kepada Allah s.w.t.

-Sesiapa yang mengamalkan membaca Surah adh-Dhuhaa 40 kali setiap hari selama 40 hari dan berdoa memohon kepada Allah s.w.t., insya-Allah hidupnya terjauh dari keadaan fakir.


Surah al-Insyirah:

-Mempermudah segala urusan, dan murah rezeki apabila diamalkan membacanya 7 atau 10 kali setiap lepas solat fardhu.

-Apabila ada sesuatu hajat yang penting, kerjakan solat sunat hajat atau Tahajjud di tengah malam, dan baca Surah ini 103 kali atau lebih banyak menurut kemampuan. Insya-Allah hajatnya akan tercapai.

-Amalkan membaca Surah ini, insya-Allah terjauh dari wabak penyakit panas dan penyakit berjangkit.


Surah al-Qadr:

-Mereka yang mengamalkan membacanya hingga menjadi wirid dipandang hebat dan mulia.

-Mereka yang mengamalkan membacanya seberapa banyak, insya-Allah akan terhindar dari kefakiran.

-Untuk memohon sesuatu hajat kepada Allah, bacalah 141 kali dan berdoa, insya-Allah akan terkabul hajatnya.

-Mereka yang membaca Surah al-Qadr ini semasa keluar dari rumah, insya-Allah akan pulang dengan selamat.

-Mereka yang membaca Surah al-Qadr 10 kali maka akan terhapuslah 1000 dosanya.


Surah al-Bayyinah:


-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. setelah mendengar orang membaca surah ini lalu berfirman kepada pembacanya: “Bergembiralah kamu hai hamba-Ku; dengan kemuliaan-Ku, Aku tidak akan melupaimu dalam setiap gerak tingkah lakumu di dunia dan di akhirat; dan Aku tempatkan kamu di dalam Syurga atas keredhaanmu.””


Surah az-Zalzalah:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah az-Zalzalah, maka bandingannya seperti membaca separuh al-Quran.” (Riwayat At-Tirmizi dari Anas)


Surah al-‘Aadiyaat:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-‘Aadiyaat, maka bandingannya seperti membaca separuh al-Quran.”


Surah al-Fiil:

-Sesiapa yang dizalimi orang, kerjakanlah solat Tahajjud atau Hajat di tengah malam. Selepas membaca al-Fatihah pada rakaat pertama baca Surah al-Fiil 40 kali dan pada rakaat kedua Surah al-Kaafiruun sekali.

-Untuk tertunai hajat, bacalah Surah al-Fiil 20 kali sehari selama 7 hari, insya-Allah termakbul.

-Baca Surah al-Fiil 1000 kali setiap hari selama 40 hari untuk memudahkan mendapat rezeki.


Surah al-Kautsar:

-Menurut sebuah Hadith Rasulullah s.a.w., sesiapa yang membaca Surah al-Kautsar maka Allah akan memberinya minuman dari sungai Syurga.

-Sesiapa yang membaca Surah al-Kautsar 1000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkatnya.

-Sesiapa yang mengamalkan membaca Surah al-Kautsar 7 kali semasa dalam keadaan ketakutan, maka Allah s.w.t. akan memberikan perlindungan terhadapnya.

-Sesiapa yang membaca 1000 kali Surah al-Kautsar selepas solat fardhu Isya’ hingga ia tertidur, insya-Allah dapat melihat Nabi Muhammad s.a.w. dalam tidurnya.


Surah al-Kaafiruun:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Kaafiruun maka bandingannya seperti membaca seperempat al-Quran; disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristimewa bencana yang mengejutkan.” (Riwayat At-Tirmizi dari Anas)


Surah an-Nasr:

-Sesiapa yang mengamalkan membaca Surah ini akan mendapat pahala yang besar, bandingannya seperti membaca seperempat al-Quran.

-Bacalah Surah ini apabila hendak melakukan kerja-kerja yang rumit atau berat; ataupun semasa hendak keluar rumah, insya-Allah akan mendapat pertolongan Allah s.w.t.


Surah al-Ikhlas:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas ini satu kali, maka Allah s.w.t. memberi pahala sebanyak pahala 100 orang pahlawan syahid.” (Maksud Hadith dari Ubai bin Ka’ab)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membacanya 10 kali setiap lepas solat Subuh maka tidak akan terjadi kepadanya suatu dosa pun, walaupun syaitan bersungguh-sungguh menggodanya.” (Maksud Hadith dari Ali bin Abu Talib r.a.)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas satu kali maka seolah-olah ia membaca sepertiga al-Quran.” (Maksud Hadith dari Anas bin Malik)

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas tiga kali maka seolah-olah ia membaca keseluruhan al-Quran.” (Maksud Hadith dari Anas bin Malik)


-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas dalam solat-solat fardhu maka Allah s.w.t. mengampuninya berserta kedua ibu bapanya dan orang-orang yang celaka lalu menuliskannya dalam buku daftar orang-orang yang berjaya. (dari sebuah khabar-Majalis)

-Dari Hadith Rasulullah s.a.w. pula bermaksud: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas 10 kali maka Allah s.w.t. akan membinakan untuknya sebuah rumah di dalam Syurga.”

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca Surah al-Ikhlas semasa dalam sakit yang membawa kepada kematiannya maka ia tidak akan terkena fitnah kubur dan aman dari himpitan kubur dan ia akan dibawa oleh Malaikat dengan tapak tangannya hingga melepasi sirat menuju ke Syurga.” (Riwayat At-Tabrani)

-Sebuah lagi Hadith Rasulullah s.a.w. bermaksud: “Sesiapa yang membaca Surah al-Ikhlas di atas perkuburan sebanyak 11 kali dan pahalanya dihadiahkan kepada umat Islam yang telah meninggal dunia, maka diterimakan kepadanya pahala sebanyak mereka yang telah meninggal dunia.”


Surah al-Falaq dan An-Naas:

-Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ingatlah saya beritahu kepada kamu tentang ta’awuz (doa memohon perlindungan) yang paling berkesan ialah ‘Qul a’uudzu birabbi’.” (Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas r.a.)

Untuk menyembuhkan orang terkena sihir atau yang seumpamanya, bacakan sebanyak 41 kali setiap hari selama 3 hari, 5 atau 7 hari berturut-turut. Insya-Allah akan sembuh.

-Untuk menaikkan semangat berani membela kebenaran dari kekejaman orang-orang memegang kuasa, orang-orang jahat dan sebagainya, bacalah kedua Surah ini 100 kali.

-Juga bacalah kedua Surah ini seberapa banyak apabila kita sesat jalan seperti dalam gelap atau dalam hutan, insya-Allah akan terselamat.

-Amalkan  membaca kedua Surah ini 3 kali, pagi dan petang didahului membaca Surah al-Fatihah dan Surah al-Ikhlas, insya-Allah segala keperluan hidupnya akan cukup dan sempurna.
 
 
 
 
 
TERIMAKASIH ..
 
JAZAK ALLAH KHAYR
 
 
 
 
 

Saturday, September 28, 2013

SOLAT TAHAJJUD ..


 
 
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia.
 
Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran.
 
Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:
 
 
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah,
 
“Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
 
 
2. Amal yang menolong di akhirat …
 
 
Allah SWT berfirman,
 
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka.
 
Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).”
(QS. Az Zariyat: 15-18)
 
 
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
 
 
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
 
 
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda,
 
“Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.”
(HR. Ahmad)
 
 
 
4. Sarana meraih kemuliaan …
 
 
Rasulullah Saw bersabda,
“Jibril mendatangiku dan berkata,
“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)
 
 
 
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah swt …
 
 
Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,
 
“Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.”
(HR. Abu Daud)
 
 
 
 
6. Sarana Pengabulan permohonan …
 
 
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,
“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
 
 
 
7. Penghapus dosa dan kesalahan …
 
 
 
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.”
(HR. At-Tirmidzi)
 
 
 
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …
 
 
Allah swt berfirman,
 
 
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)
 
 
 
9. Pelepas ikatan setan …
 
 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama.
 
Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya.
 
Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”
 
 
 
10. Waktu utama untuk berdoa …
 
 
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”,
 
Rasulullah Saw menjawab,
 
“Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)”
(HR. Abu Daud)
 
 
11. Meraih kesehatan jasmani …
 
 
 
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.”
(HR. At-Tarmidzi)
 
 
 
12. Penjaga kesehatan rohani …
 
 
 
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.
 
 
 
Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
 
 
 
Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!
 
 
 
Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.
Subhanallah ..
 
Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat .
 
 
 
Rasulullah SAW bersabda:  
 
“Sesiapa yang hendak tidur dan berniat untuk bangkit bagi mengerjakan Solat Sunat Tahajjud, kemudian tidurnya terlajak sampai ke pagi, maka dicatat niatnya itu sebagai satu pahala, manakala tidurnya pula dikira sebagai kurniaan Allah yang diberikan kepadanya.”   
 
(Riwayat al-Nasa’i dan Ibnu Majah r.a.)
 
 
 
 
 
 
 
 

PUASA HARI ARAFAH ... 9 DZULHIJJAH

Kelebihan Puasa Hari Arafah

 
Puasa hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah.  Ia disunatkan kepada orang yang tidak menunaikan haji, iaitu bagi bukan jemaah haji.  Antara kelebihan puasa sunat hari `Arafah ialah:

1)  Diampuni dosa setahun yang lepas dan setahun yang akan datang.

Dari Abu Qatadah radhiAllahu `anhu berkata, Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari `Arafah, kemudian Baginda menjawab:

َََيُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَ الْبَاقِيَة

“Puasa itu (puasa hari `Arafah) dapat menebus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun akan datang.”
(HR Muslim)

2)  Amalan terbaik yang disukai ALLAH Ta`ala kerana ia termasuk dari 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah.  [baca sini]

Dari Ibnu `Abbas radhiAllahu `anhuma bahawa Nabi sallAllahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ اَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا اَحَبُّ اِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْاَيَّامِ, يَعْنِي اَيَّامَ الْعَشْرِ, قَالُوا:  يَا رَسُولَ اللهِ, وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟  قَالَ:  وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ, اِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

“Tidak ada hari yang amal soleh padanya lebih dikasihi ALLAH selain dari hari-hari yang sepuluh ini (pada bulan Zulhijjah).”
Para sahabat bertanya: ”Walaupun berjihad di jalan ALLAH?”
Rasulullah sallAllahu `alaihi wasallam bersabda:  “Walaupun berjihad di jalan ALLAH, kecuali lelaki yang keluar berjihad membawa diri serta hartanya dan tidak kembali lagi selepas itu (syahid).”
(HR al-Bukhari)

3)  Hari yang paling banyak dibebaskan dari api neraka.

Dari `A’isyah radhiAllahu `anha berkata bahawa Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam bersabda:

َمَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَة

“Tidak ada hari yang lebih ramai ALLAH Ta`ala membebaskan hambaNYA daripada api neraka lebih daripada hari `Arafah.”
(HR Muslim)
Bagi jemaah haji, mereka tidak disunatkan berpuasa.  Malah disunatkan berbuka sebagai mengikut Nabi sallAllahu `alaihi wa sallam dan supaya dia tetapkuat dan gagah untuk memperbanyakkan doa pada hari tersebut.
Semoga ALLAH Ta`ala memberikan kita hidayah dan taufiq untuk dapat melaksanakan ibadah puasa sunat hari `Arafah dan mengecapi kelebihan-kelebihan daripadanya, amin…
 
 
- muzir.wordpress.com
Rujukan:
  • Riyadh as-Solihin, bab keutamaan berpuasa dan berbuat baik pada 10 hari permulaan bulan Dzulhijjah.
  • Al-Fiqhu al-Manhaji `ala Madzhab al-Imam asy-Syafi`i, bab puasa sunat.

10 HARI DALAM BULAN ZUL HIJJAH ...

 
 
 
 
745. Soalan : Bolehkan ustaz terangkan apakah kelebihan bulan Zulhijjah di sisi Islam?
 
Jawapan :
 
Bulan Zulhijjah, khususnya sepuluh hari awalnya adalah merupakan peluang kedua selepas Ramadan untuk umat Islam mendapatkan gandaan keredhaan, keampunan dan pahala amalan.
 
Disebutkan oleh Nabi SAW maksudnya  : "Sebaik-baik hari di dunia adalah sepuluh hari itu" (Hadis Riwayat al-Bazzar ; Albani : Sohih).
 
Allah SWT pula berfirman :
 
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
 
Maksudnya : "Demi Fajar dan hari-hari (malam-malam) yang sepuluh" (Surah al-Fajr  ayat 1).
 
Majoriti ulama menyatakan malam sepuluh itu merujuk kepada hari pertama hingga sepuluh Zulhijjah dan bukannya sepuluh terakhir Ramadhan. (Zad Al-Ma'ad, Ibn Qayyim).
 
Perlukan difahami di dalam lafaz bahasa arab, malam juga membawa maksud siang dalam konteks tertentu, demikian juga sebaliknya. Malah Imam Ibn Abbas sendiri menafsirkan perkataan malam itu dengan katanya 
 
وعن ابن عباس أيضا أنه النهار كله ، وعبر عنه بالفجر ; لأنه أوله
 
Ertinya: dari Ibn Abbas juga beliau berkata : itu termasuk siang seluruhnya, dan itu jelas dari perkataan fajar yang dimulakan, dan siang terlebih dahulu. (Tafsir Al-Qurtubi)
 
Ia juga disebut oleh Nabi SAW dalam hadis lain maksudnya :  "Tiada hari-hari yang lebih disukai oleh Allah SWT untuk hambanya memperbanyakkan amalan dari sepuluh hari ini" (Hari Riwayat Al-Bukhari).
 
Amalan-amalan Utama :
 
Manakala amalan-amalan yang digalakkan sepanjang sepuluh awal Zulhijjah yang amat besar pahalanya ini antaranya :-
 
1. Zikir : Iaitu dengan memperbanyakkan zikir Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha Illa Allah dan Allahu Akbar.
 
Ia bersumber dari hadis riwayat At-Tabrani yang diakui sohih oleh Imam Al-Munziri. Allah SWT juga menyebut ertinya : "Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka serta memperingati dan menyebut nama Allah, pada hari-hari yang tertentu.." (Surah al-Hajj  ayat  28).
 
Ibn Abbas r.a mentafsirkan erti ‘hari-hari tertentu' adalah sepuluh hari Zulhijjah ini dan inilah pendapat majoriti ulama juga.
 
2. Berpuasa : Amat digalakkan berpuasa pada satu hingga sembilan Zulhijjah bagi orang yang tidak menunaikan Haji. Hari Arafah (9 Zulhijjah ) pula adalah hari yang terbaik untuk berpuasa.
 
Nabi SAW bersabda tentang kelebihan hari Arafah : "Tiada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hambanya lebih dari hari Arafah" (Hari Riwayat Muslim).
 
Hadis Nabi SAW :
 
فقد روي عن أبي قتادة الأنصاري – رضي الله عنه – أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – سئل عن صوم يوم عرفة فقال: يُكفِّر السنة الماضية والباقية[رواه مسلم؛ الحديث رقم 2747، ص 477]
 
Telah diriwayatkan daripada Abi Qatadah al-Ansari r.a. sesungguhnya Rasulullah SAW  telah ditanya tentang Puasa Hari ‘Arafah, lalu Baginda bersabda: “Ia menghapuskan (dosa) tahun yang lalu dan tahun yang selepasnya.” (Hadis Riwayat Muslim; hadist no. 2747, muka surat 47)
 
3. Melakukan lain-lain amalan seperti bersedekah, membaca Al-Quran, solat sunat dan lain-lain. Ia semuanya termasuk di dalam umum hadis yang menunjukkan ianya amat disukai oleh Allah SWT.
 
4. Menjauhi maksiat dan masa terbaik untuk memulakan tawbat bagi sesiapa yang masih berfikir-fikir dan menangguhnya. Amat biadap jika umat Islam bersukaria dengan melampaui batas haram di hari yang amat agung di sisi Allah SWT ini.
 
Bertawbatlah dengan sebenar-benar tawbat dan sedarilah bahawa hidup ini sementara dan seluruh keseronokannya adalah tipu daya semata-mata.
 
5. Bertakbir : Ibn Abi Shaibah menyebut bahawa `Ali k.wj. menunjukkan bahawa permulaan takbir bermula sejurus selepas solat Subuh hari Arafah sehingga hujung waktu ‘Asar hari ketiga Tashriq.
 
6. Berkorban : Allah SWT berfirman : ertinya : "dan berdoalah dan berkorban". Allah SWT juga menyebut :
 
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوب
 
 
Ertinya : "Sesiapa yang membesarkan syiar Allah (berkorban) mala ia adalah dari tanda ketakwaan hati" (Surah al-Hajj ayat 32)
 
Sebuah hadis menyebut  :
 
ما عمل آدمي من عمل يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم
 
Ertinya : "Tiadalah amalan anak Adam yang lebih disukai oleh Allah SWT pada hari korban kecuali berkorban ( dengan menyembelih binatang)" (Hadis Riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud ; Gharib, namun terdapat rawi yang dipertikaikan )
 
 
 
TERIMAKASIH USTAZ BASHER ..
 
 
 
 
 
 
        
. Posted in Soal Fiqh
   
SOALAN:
 
 
Apakah kelebihan puasa pada hari-hari awal 10 Zulhijjah? Dan apakah amalan lain yang digalakkan pada hari-hari tersebut?
Zinnirah 
Kulai, Johor.
 
 
shahidah1
 Ustazah Shahidah Sheikh Ahmad
 
JAWAPAN:
 
 
Banyak di sana hadis-hadis yang menunjukkan kelebihan 10 awal zulhijjah dan puasa pada hari2 tersebut, antaranya,

1. Imam al Bukhari Rahimahullah meriwayatkan daripada Ibnu ‘Abbas RA bahawa Baginda Nabi SAW bersabda yg bermaksud :
“Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari ini – iaitu sepuluh hari Zulhijjah-”. Para Sahabat Baginda bertanya : “Apakah juga (pengecualian itu) termasuk jihad pada jalan Allah ?”. Ujar Baginda : “Tidak juga (termasuk) berjihad pada jalan Allah kecuali bagi seorang yang keluar dengan jiwa raga dan hartanya dan tidak membawa pulang apa-apa pun”. 





2. Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar RA bahawa Baginda SAW bersabda maksudnya : “Tiada suatu haripun, amalan kebaikan padanya mempunyai kelebihan melainkan pada hari-hari sepuluh Zulhijjah ini, oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”.
 
3. Ibnu Hibban di dalam kitab Sahihnya meriwayatkan dari Jabir RA bahawa Baginda SAW bersabda : “Seutama-utama hari adalah hari ‘Arafah”.
 
JENIS AMALAN YANG DIANJURKAN PADANYA. 

Pertama

: Menunaikan ibadah haji dan ‘umrah yang merupakan sebaik-baik amalan. Banyak hadith yang menyatakan kelebihan ibadah ini di antaranya : Sabda Nabi SAW : “Satu ‘umrah ke ‘umrah yang lain menghapuskan (dosa) yang dilakukan di antara keduanya dan haji yang baik (diterima) tiada baginya balasan melainkan Syurga”. 




Kedua : Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sekadar kemampuannya – terutamanya pada hari ‘Arafah. 



Dari Abu Sa’id al Khudri RA berkata : ‘Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Tiada seorangpun yang berpuasa pada satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkan dengan puasanya itu mukanya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun” (Muttafaq ‘alaih).
Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Abi Qatadah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda : “Puasa pada hari ‘Arafah, saya mengharap Allah akan menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang mendatang”. 


Ketiga : Takbir (Allahu Akbar) dan berzikir padanya, firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “(Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang termaklum)”, hari-hari tersebut dijelaskan sebagai sepuluh hari di bulan Zulhijjah. Oleh kerana itulah para ‘Ulama menyarankan supaya diperbanyakkan berzikir pada hari-hari tersebut sebagaimana mafhum hadith Ibnu ‘Umar RA yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad Rahimahullah, di antaranya : “Oleh kerana itu perbanyakkanlah padanya tahlil (La Ilaha Illa Allah) , takbir (Allah Akbar) dan tahmid (Alhamdu Lillah)”.



Lazimnya kita memahami zikir-zikir ini disebut pada hari-hari raya sahaja, tetapi dalam hadis ini menunjukkan kita disarankan untuk membanyakkannya pada 10 hari pertama.
Imam Al Bukhari meriwayatkan bahawa Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah RA kedua mereka pada hari-hari tersebut selalu keluar ke pasar bertakbir dan diikuti oleh orang ramai. Imam Ishaq meriwayatkan bahawa para Fuqaha’ (ahli feqah) di kalangan Tabi’in (generasi selepas Sahabat Nabi) sentiasa membaca pada hari-hari itu,
“[Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa LillahI Hamdu]”.
Adalah amat digalakkan supaya suara ditinggikan ketika bertakbir di pasar, rumah, jalan, masjid dan selainnya berdasarkan firman Allah Ta’ala yang bermaksud : “( Dan supaya kamu membesarkan (bertakbir) Allah di atas ni’matNya menghidayat kamu)”. Dibolehkan juga pada hari-hari tersebut berzikir dengan apa-apa zikir yang lain dan segala do’a yang baik. 


Keempat : Bertaubat dan meninggalkan segala ma’siat dan dosa, semoga dengan amalan baik dapat mencapai keampunan dan rahmat Allah. Ini kerana ma’siat adalah punca kepada jauh dan terhindarnya seorang hamba dari rahmat Allah manakala ketaatan pula adalah punca dekat dan kasihnya Allah kepadanya. Di dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Baginda Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah mencemburui (tidak suka) apabila seseorang hambaNya melakukan perkara yang ditegahNya” (Muttafaq ‘alaihi). 





 

Kelima : Memperbanyakkan amalan soleh (baik) terutama amalan-amalan sunat tambahan seperti solat sunat, bersedekah, berjihad, membaca al Quran, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran dan seumpamanya kerana kesemuanya akan digandakan pahalanya pada hari-hari tersebut.




Amalan yang dikerjakan ketika itu walaupun ia kecil tetapi ianya lebih disukai oleh Allah Ta’ala jika dibandingkan pada hari-hari lain, begitu juga amalan yang besar seperti berjihad di jalan Allah yang dikatogerikan di antara amalan yang terbaik, tidaklah mendapat kehebatan pahala pada hari-hari itu melainkan apabila kuda (kenderaan) yang ditungganginya terbunuh (binasa) dan darahnya keluar (dia cedera atau mati syahid). 


Keenam : Disyari’atkan bertakbir pada beberapa hari yang raya mulia itu pada waktu siang atau malam terutama selepas menunaikan fardu solat lima waktu yang dikerjakan secara berjamaah. Bagi mereka yang tidak menunaikan ‘ibadah haji, takbir bermula dari waktu subuh hari ‘Arafah (9 Zulhijjah) dan bagi yang menunaikannya takbir bermula pada waktu Zohor hari raya haji (10 Zulhijjah), kesemuanya berakhir sehingga waktu ‘Asar pada hari ketiga belas (13) Zulhijjah. 





Ketujuh : Disyari’atkan amalan korban (menyembelih haiwan ternakan) pada hari raya haji dan hari-hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijjah). Ia merupakan sunnah (amalan) Nabi Allah Ibrahim ‘AS setelah Allah Ta’ala mengujinya dengan perintah menyembelih anaknya Ismail ‘AS tetapi ditebus ujian itu dengan digantikan seekor haiwan untuk disembelih. 





Kelapan : Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahawa Nabi SAW bersabda : “Apabila kamu telah melihat anak bulan Zulhijjah dan ada di kalangan kamu yang ingin berkorban (sembelih haiwan ternakan), hendaklah dia menahan dirinya dari (memotong) rambut dan kukunya”,



Dan di dalam riwayat lain : “Maka janganlah dia memotong rambut dan kukunya sehinggalah dia berkorban”. Perintah (sunat) ini berkemungkinan ada persamaan dengan hukum bagi mereka yang membawa haiwan ternakan (ketika mengerjakan haji) dari kampung mereka yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, maksudnya : “(Dan janganlah kamu mencukur rambut kamu sehinggalah haiwan ternakan (yang dibawa untuk dihadiahkan dagingnya kepada penduduk Makkah) itu sampai ke tempatnya)”. Larangan (memotong rambut dan kuku) ini pada zahirnya adalah khusus kepada pemunya haiwan korban tersebut sahaja dan tidak termasuk isteri dan anak-anaknya melainkan mereka juga mempunyai haiwan seumpamanya, dan tidak mengapa jika yang berkenaan membasuh dan menggosok kepalanya kemudian terjatuh beberapa helai rambutnya. 


Kesembilan : Setiap muslim hendaklah berusaha untuk menunaikan solat hari raya secara berjamaah, menunggu mendengar khutbah yang dibaca oleh imam selepas selepas solat tersebut supaya mendapat pengajaran daripadanya. Sepatutnyalah dia mengetahui hikmat di sebalik perayaan ini ; ia merupakan hari menyatakan kesyukuran dengan melakukan kebaikan.



 
Kesimpulan:
Kita disunatkan berpuasa selama 9 hari dari 1 hingga 9 Zulhijjah, jika tidak mampu puasalah berapa hari yg mampu, atau paling kurang pada hari ke 9.
 
 
Jika tidak mampu melakukan semua, janganlah tinggalkan semua.
 
 
 
Begitu juga amalan-amalan lain yang disebut di atas.
 
 
Wallahu ‘Aklam.
 

Umar Ibn Al-Khattab RA