Friday, January 31, 2014

UCAPAN TAHMID TAKBIR DAN TAHLIL ..




سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ


Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah…

 
Berikut ceramah dari Habibana Munzir mengenai keutamaan Laa ilaaha Illallah, Subhanallah dan Alhamdulillah.


sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi :


لَا إِلهَ إِلّا الله حِصْنِيْ فَمَنْ قَالَهَا دَخَلَ حِصْنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصْنِيْ أَمِنَ مِنْ عَذَابِيْ

“ Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku (Allah), barangsiapa yang membacanya maka ia telah masuk ke dalam benteng-Ku, dan barangsiapa yang telah masuk ke dalam benteng-Ku sungguh ia telah aman dari siksa-Ku”.

Hadits qudsi tersebut juga diperkuat dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat 

Shahih Al Bukhari :


مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلّا الله خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ


“ Barangsiapa yang mengucapkan “Laa ilaaha Illallah” murni (ikhlas) dari hatinya maka ia masuk surga”


Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari:



مَن اغْبرَّتْ قَدمَاهُ في سَبِيْلِ اللَّهِ حَرَّمَهُمَا اللَّهُ عَلى النَّارِ


“ Barangsiapa yang kedua kakinya terkena debu di jalan Allah, maka Allah haramkan darinya api neraka”

Hadirin yang dimuliakan Allah
Di malam ini kita masih akan menimba dan mendalami kemuliaan makna kalimat
“Al Hamdu Lillah”, pujian kepada Allah subhanahu wata’ala yang mana dengan memuji-Nya kita dicintai-Nya dan dihapuskan dosa-dosa dari kita. Puijian kepada Allah dengan kalimat “ Al Hamdu Lillah”, atau kalimat “Subhanallah” atau dengan memadukan keduanya “Subhaanallah Wabihamdih” atau yang lainnya. Kalimat Tasbih (Subhanallah) dan Tahmid (Alhamdu Lillah) memiliki makna yang sama yaitu mengagungkan dan memuji Allah subhanahu wata’ala. 

Mensucikan nama Allah dengan mengucap kalimat “Subhanallah” adalah bagian dari pujian kepada Allah subhanhahu wata’ala dan bagian dari ucapan “Alhamdulillah”. Begitu juga seluruh perbuatan tasyakuran merupakan bagian dari pujian kepada Allah subhanahu wata’ala atas kenikmatan yang dilimpahkan kepada kita, Sujud syukur merupakan bagian daripada memuji Allah subhanahu wata’ala. 


Maka segala macam perbuatan syukur adalah merupakan pujian kepada Allah subhanahu wata’ala. 

Dan Allah subhanahu wata’ala melipatgandakan kenikmatan bagi hamba yang memuji-Nya dan bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman-Nya :


لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (إبراهيم : (7 )



“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) bagi kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

( QS. Ibrahim : 7 )


http://jennisaris.wordpress.com/2013/02/18/keutamaan-laa-ilaaha-illallah-subhanallah-dan-alhamdulillah/

Saturday, January 25, 2014

MENZIARAHI SAUDARA YG SEDANG SAKIT ..

 
 
 
Diriwayatkan hadith dari Abdul Rahman b Abi Laila hadith dari Ali (r.a) yg berkata:
 
'Aku mendengar RasulAllah (s.a.w) bersabda:
 
 'Barangsiapa yg datang kpd saudaranya yg sama Islam menjenguk (atau menziarahinya) (maka dia seumpama) berjalan di taman-taman syurga sehingga duduk dia (di rumah saudara yg diziarahinya); maka ketika duduk dia (maka) menutupi (atau menyelubungi atasnya) kerahmatan Allah (a.w).
 
Maka jika berpagi dia (menziarahi saudaranya itu) mendoakan selamat sejahtera atasnya 70,000 para malaikat sehingga petang hari; dan jika ada dia (menziarahi saudaranya itu) ketika petang, maka mendoakan selamat sejahtera atasnya 70,000 malaikat hingga pagi esoknya.'
 
[Hadith ibnu Majah, Kitab Janaiz]
 
Saudara, demikianlah banyak kefadhalan bagi seseorang iman itu dalam melakukan suatu amal soleh yg mudah, iaitu menjenguk atau menziarahi saudaranya yg Islam (ketika hidup mahupun ketika berlaku kematiannya).
 
Kalau menjenguk dia ketika sakit tenat, dan kemudian mati saudaranya itu, disolatnya, maka Allah (a.w) berikan satu kirat pahala (
 
Nota: satu kirat pahala sebesar gunung Uhud. Gunung Uhud itu adalah satu banjaran gunung di Mekah yg panjangnya adalah 7.5 kM. Jika menemani jenazahnya ke kubur diberi pula satu kirat lagi pahala).
 
Menziarahi saudara sesama Islam itu mendapat kerahmatan Allah (a.w).
 
Demikianlah utamanya hubungan keakraban dan persaudaraan dalam Islam itu.
 
 
 
 
 
 
 
 


Wednesday, January 22, 2014

SURAH : Al-Ahzab Ayat: 35 ..

 
 
 
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
 
 
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu´, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS: Al-Ahzab Ayat: 35)

Tuesday, January 14, 2014

TAMARIND BENEFITS ...

 

 
 
 
Among all fruits, tamarind is good source of iron, magnesium, niacin, phosphorus, protein and potassium.
 
But if you have diabetes, you probably should avoid this fruit because it contains sugar and high calories.
 
Tamarind is also very good for women who are menstruating because of its nutrient content.

10 Magnificent Tamarind Health Benefits

 
 
 
1. Helped nervous system works well
If you often feel numb and the muscles are weak, possibly thiamin deficiency. The content of Vitamin B in tamarind, played a major role in the function of the body including nerve and muscle activity.
 
2. Keep the bones remain strong
By consuming tamarind, naturally you increase the intake of magnesium. Several studies have shown that people who consume a high potassium and magnesium have better bone density than those not.
 
3. Helps prevent constipation
Tamarind is also a high source of fiber, fiber helps to overcome constipation and keep to smooth digestion.
 
4. Controlling blood pressure
 
Every 100 grams of tamarind contains 2 times more potassium than in bananas. Potassium helps control blood pressure by controlling the effect of sodium on the body.

5. Prevent anemia
With its high iron content, consuming tamarind can help you fight against anemia.

6. Controlling cholesterol levels
Besides thiamin, tamarind is a good source of niacin. Niacin can help lower bad cholesterol and raise levels of good cholesterol in the body.

7. Helping to produce energy
Riboflavin content of the tamarind will help release energy from carbohydrates.

8. Assist the process of blood clotting
Tamarind is a fruit that is rich in calcium. Calcium (with the help of vitamin K) has a major role in the process of blood clotting in wounds.

9. Keep the healthy teeth and gums
Missing teeth or bleeding gums can be a sign of lack of vitamin C in our bodies. Tamarind contains some vitamin C sufficient to meet those needs as much as 6%.

10. Strengthen the immune system
Among all the fruits and vegetables, tamarind is the highest source of protein. Protein can produce antibodies that help eradicate viruses and bacteria.
 
 
 
 


SOLAT SUNAT WUDUK

 

 
 
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

يَا بِلاَلُ، حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإسْلاَمِ، فَإنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ في الجَنَّةِ» قَالَ: مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أرْجَى عِنْدي مِنْ أَنِّي لَمْ أتَطَهَّرْ طُهُورًا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ...
إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Bilal, sampaikanlah kepadaku suatu amalan yang paling kau harapkan mendapatkan pahala yang paling besar yang kau lakukan selama kau dalam Islam?
 
Karena aku mendengar suara derapan kedua sandalmu di hadapanku di surga.”
 
Bilal menjelaskan, “Tidak ada aku mengamalkan suatu amalan pun yang paling aku harapkan, selain setiap aku berwudhu, baik di malam hari atau siang hari, kecuali aku shalat dengan wudhu tersebut, shalat sesuai dengan yang Allah catat bagiku.”"
 
(H.R. Bukhari dan Muslim, dan ini lafadz dari Bukhari)
 
 

KEUTAMAAN SOLAT SUNAT WUDUK

Solat Sunat Wuduk memiliki keutamaan yang sangat besar sepertimana yang terkandung di dalam hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW):
.
1. Diampunkan Dosa-Dosa Lampau
‘Uthman menyatakan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda:
 
 

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

 
“Sesiapa berwuduk seperti wudukku ini lalu mendirikan solat dua rakaat, yang pada solatnya dia tidak berbicara pada dirinya sendiri (yakni mendirikannya dengan khusyuk) nescaya Allah SWT akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang lalu.”  (Hadis riwayat Imam al-Bukhari)
 
 
 
2. Mengerjakannya Akan Dimasukkan Ke Syurga
 
 
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
 
 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ.

“Tidaklah seorang Muslim berwuduk dengan sebaik-baiknya kemudian mengerjakan solat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan menghadapkan wajahnya, melainkan telah wajib baginya syurga.”
.
.
 
 
 


Monday, January 13, 2014

salam maulidur rasul ..jom selawat

 
 
 
 
 
 
SALAM MAULIDUR RASUL .. HARI KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW .. JOM SELAWAT

Selawat Dharrah (atom)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَدِنِالـنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ عَدَدَ كُلِّ ذَرَّةٍ فِي الْعَالَمِيْنَ

Terjemahan
...

Ya Allah, anugerahkan rahmat dan kesejahteraan ke atas penghulu kami Nabi Muhammad yang ummi, ke atas keluarga dan sahabatnya di setiap kerdipan mata (setiap detik) dan hembusan nafas sehingga hari pembalasan, sebanyak dharrah(atom) di alam semesta"


Sunday, January 12, 2014

grapefruit juice ...

 
 
 
 
 
 
Grapefruit is a large subtropical citrus fruit generally recognized for its slightly bitter and sour taste.
 
Grapefruit was named after the grape, because grapefruits grow in clusters like grapes.
 

1. Grapefruit Helps in Losing Weight

Grapefruit is high in enzymes that burn fats, has high water content and has less sodium. A combination of these three characteristics make grapefruit a perfect food for increasing your body’s metabolism.
 
Try eating grapefruit or drinking grapefruit juice every day and you will notice how quickly you lose those extra pounds.
 
 

2. Prevents Arthritis and Works as an Antiseptic

Grapefruit contains salicylic acid that helps break down the body’s inorganic calcium, which builds up in the cartilage of joints and may lead to arthritis.
 
If you have arthritis, try drinking grapefruit juice with apple cider vinegar. You will notice a reduction in your arthritis symptoms.
 
 
The salicylic acid in grapefruit also works as a powerful antiseptic.
 
In addition, grapefruit seed extracts can be added to water to make an antiseptic spray for treating bacterial and fungal infections.
 
 

3. Grapefruit Helps in Cancer Prevention

Lycopene is a carotenoid pigment that is responsible for the red color of grapefruit. It is a powerful agent against tumors and cancers as it acts as a scavenger of cancer-causing free radicals. Lycopene works best with vitamins A and C, which are also found in grapefruit.
 
 
An antioxidant compound, called naringenin, is also found in grapefruit.
 
Naringenin helps repair damaged DNA in prostate cancer cells. DNA repair contributes to cancer prevention as it impedes the reproduction of cancer cells.
 

4. Grapefruit Helps Lower Cholesterol Levels

 
The antioxidants found in grapefruit are effective in reducing cholesterol levels.
 

5. Grapefruit Treats Common Ailments

Eating grapefruit or drinking its juice helps treat common cold and fever, dissolve gallstones, boost liver function and enhance immunity against infections.
 
As grapefruit contains a dietary fiber called pectin, it thus promotes better digestion. In addition, if you want to have a healthy and smooth skin, try including grapefruit in your diet.
 
 
You can get many other benefits from grapefruit because it also contains essential elements such as iron, calcium, potassium, manganese, magnesium, phosphorus, folic acid and B vitamins (thiamine, riboflavin and niacin).
 
You can even extract oil from grapefruit peel for use in aromatherapy.
 
 



Monday, January 6, 2014

Zikr & Munajat ( Ku Bisikkan Kerinduan )-Ust Ahmad Shazili


SELAWAT KE ATAS NABI MUHAMMAD SAW ..

 
 
 
 

 
Jika selawat dr Allah swt ertinya rahmat dan jika ia drpd Malaikat dan selainnya,ia bererti doa.Allah Ta’ala berfirman :Ertinya : “Wahai mereka yg beriman,berselawatl ah kamu ke atasnya dan berilah salam sepenuhnya ke atasnya”.[QS Al-Ahzab : 56]

 
Nabi saw bersabda : “Barangsiapa berselawat ke atasku satu kali,nescaya Allah berselawat sepuluh kali (iaitu Allah memberi rahmat ke atasnya sepuluh rahmat)”.

 
Sesetengah sahabat bertanya kpd Rasulullah saw: “Adakah yg demikian itu dgn kehadiran hati?” Baginda saw menjawab dgn sabdanya : “Tidak. Tetapi org yg berselawat dgn hati yg lalai pun diberikan rahmat oleh Allah seumpama bukit besarnya dan para Malaikat memohon doa agar diampunkannya. Apabila disebutkan selawat itu dgn kehadiran hati, maka tidak diketahui betapa besar kadar kurniaan rahmat ke atasnya melainkan Allah swt shj yg mengetahuinya” .

 
Ketahuilah bahawa segala zikir tidak diberi pahala dan tidak diterima melainkan dgn disertai dgn kehadiran hati kecuali membaca Al-Quran dan berselawat ke atas Nabi saw yg mana kedua-duanya diterima dan diberi pahala tanpa kehadiran hati.

 
Nabi saw bersabda : “Barangsiapa yg berselawat ke atasku seribu(1000) kali, nescaya ia tidak mati sehinggalah dibawakan berita gembira mengenai Syurga utknya”.

 
Sabda Nabi saw : “Barangsiapa berselawat ke atasku satu kali nescaya Allah Ta’ala berselawat ke atasnya 10 kali. Barangsiapa berselawat ke atasku 10 kali, nescaya Allah berselawat ke atasnya 100 kali.Barangsiapa berselawat ke atasku 100 kali, nescaya Allah berselawat ke atasnya 1000 kali. Barangsiapa berselawat ke atasku 1000 kali, nescaya ia tidak disentuh api Neraka”.

 
Nabi saw bersabda : “Barangsiapa lalaikan dirinya dari berselawat ke atasku, maka sesungguhnya ia tersalah jalan ke Syurga”.

 
Sabda Nabi saw : “Sesungguhnya manusia yg paling utama bersama-samaku pd hari Kiamat (iaitu yg paling hampir kpdku dan yg lebih berhak dgn syafaatku pd hari Kiamat) ialah yg paling banyak berselawat ke atasku di dunia di kalangan mereka”.

 
Sabda Nabi saw : “Selawat kamu ke atasku akan menghapuskan dan menghilangkan dosa-dosa kamu spt air menghapuskan api”.

 
Sabda Nabi saw : “Tiada satu doa seseorg itu melainkan antaranya dan langit terdapat hijab sbg pendinding sehinggalah ia berselawat ke atasku.Apabila ia telah berselawat, maka terkoyaklah hijab itu dan doa itu pun diangkatkan ke langit iaitu diperkenankan” .

 
Sabda Nabi saw : “Barangsiapa berselawat ke atasku 100 kali dlm satu hari, maka Allah tunaikan 100 hajatnya. 70 hajat utk akhiratnya dan 30 hajat utk dunianya”.

 
Nabi Muhammad saw bersabda : “Jibril telah dtg kpdku dgn berkata : “Wahai Rasulullah, tiada siapa yg berselawat ke atasmu melainkan 70 ribu Malaikat berselawat ke atasnya”.

 
Sabda Baginda saw : “Malaikat yg berjalan di muka bumi menyampaikan salam drpd umatku”.
 
 
 
http://titipan-abadi.blogspot.com/2013/04/fadhilat-kelebihan-selawat-ke-atas-nabi.html
 
 
terimakasih ..
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR ..
 
 

Saturday, January 4, 2014

SELAWAT KE ATAS NABI SAW ..

 
 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
 
أَتَانِيْ آتٍ مِنْ عِنْدِ رَبِّي عَزَّ وَ جَلَّ فَقَالَ : مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَّتِكَ صَلَاةً كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَ مَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَ رَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ وَ رَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَهَا .
 
 
“Telah datang kepadaku malaikat dari sisi Rabbku ‘Azza wa Jalla, lalu ia berkata:
 
“Barang siapa dari umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, Allah akan tuliskan untuknya sepuluh kebaikan, di hapus darinya sepuluh keburukan, diangkat untuknya sepuluh derajat dan dijawab kepadanya seperti apa yang ia ucapkan”. (HR Ahmad dari Abu Thalhah).[1]
 
 
Allah Ta’ala dan malaikatNya bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memerintahkan kaum mukminin untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
 
Allah Ta’ala berfirman:
 
 
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
(Al Ahzab: 56).
 
 
 
Malaikat Jibril mendoakan kecelakaan kepada hamba yang disebutkan nama beliau namun tidak bershalawat kepadanya, dan diaminkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
Beliau bersabda:
 
 
شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَقُلْتُ آمِيْنَ
 
“Semoga celaka seorang hamba yang namamu disebut di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadamu.” Beliau bersabda, “Amiin.”
(HR Al Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrod).[2]
 
 
 
Bahkan beliau menganggapnya sebagai orang yang bakhil.
 
 
الْبَخِيلَ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ.
 
“Orang bakhil adalah orang yang apabila disebutkan namaku di sisinya, ia tidak bershalawat kepadaku.”
(HR An Nasai, At Tirmidzi dan lainnya).[3]
 
 
Sesungguhnya banyak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan mengampuni dosa dan mencukupi keinginan.
 
Dalam hadits:
 
وعن أُبَيِّ بن كعبٍ – رضي الله عنه – : كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إِذَا ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ قَامَ ، فَقَالَ : (( يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، اذْكُرُوا اللهَ ، جَاءتِ الرَّاجِفَةُ ، تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ، جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ ، جَاءَ المَوْتُ بِمَا فِيهِ )) قُلْتُ : يَا رسول الله ، إنِّي أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ ، فَكَمْ أجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِي ؟ فَقَالَ : (( مَا شِئْتَ )) قُلْتُ : الرُّبُع ، قَالَ : (( مَا شِئْتَ ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ )) قُلْتُ : فَالنِّصْف ؟ قَالَ : (( مَا شِئْتَ ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ )) قُلْتُ : فالثُّلُثَيْنِ ؟ قَالَ : (( مَا شِئْتَ ، فَإنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ )) قُلْتُ : أجعَلُ لَكَ صَلاَتِي كُلَّهَا ؟ قَالَ : (( إذاً تُكْفى هَمَّكَ ، وَيُغْفَر لَكَ ذَنْبكَ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن )) .
 
 
“Dari Ubayy bin Ka’ab radliyallahu ‘anhu berkata, “Apabila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri bersabda, “Wahai manusia, berdzikirlah kepada Allah.
Telah dekat Ar Rajifah (tiupan sangkakala pertama) yang diikuti oleh Ar Radifah (Tiupan sangkakala kedua).
Telah dekat kematian beserta kedahsyatannya, telah dekat kematian beserta kedahsyatannya.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sering bershalawat untukmu, lalu berapa banyak aku jadikan shalawatku untukmu dalam do’aku?”
Beliau bersabda, “Terserah keinginanmu.”
Aku berkata, “Seperempat?” beliau bersabda, “Terserah kamu, bila kamu tambahkan lebih baik lagi.” Aku berkata, “ Setengah?”
Beliau bersabda, “Terserah kamu, bila kamu tambahkan lebih baik lagi.”
Aku berkata, “Dua pertiga?”
Beliau bersabda, “Terserah kamu, bila kamu tambahkan lebih baik lagi.”
Aku berkata, “Bagaimana bila aku jadikan seluruh do’aku untukmu?”
Beliau bersabda, “Kalau begitu akan dicukupi keinginanmu dan diampuni dosamu.”
(HR At Tirmidzi dan berkata, “Hadits Hasan.”).[4]
 
 
Shalawat menjadikan sebuah majelis dirahmati oleh Allah dan pelakunya tidak akan menyesal pada hari kiamat.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
 
مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لاَ يَذْكُرُونَ فِيهِ اللَّهَ , عَزَّ وَجَلَّ , وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ
 
 
“Tidaklah suatu kaum duduk dan tidak mengingat Allah Azza wa jalla dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka pada hari kiamat, walaupun mereka masuk surga karena pahala.”
(HR Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).[5]
 
 
Shalawat membuka hijab do’a seorang hamba kepada Allah, karena do’a yang tidak disebutkan padanya shalawat akan terhalang sebagaimana dalam hadits:
 
 
كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى النَّبِيِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
 
 
“Setiap do’a itu terhalang sampai bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(HR Ibnu Makhlad dari Ali bin Abi Thalib).[6]
 
 
Fadlalah bin ubaid Al Anshari radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendengar seseorang berdo’a dalam shalatnya, ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
Beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.”
 
Lalu beliau memanggilnya dan bersabda:
 
 
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ
 
 
“Apabila salah seorang dari kamu berdo’a, hendaklah ia memulai dengan memuji Rabbnya Azza wa Jalla dan menyanjungNya, kemudian bershalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian berdo’a setelah itu dengan apa yang ia inginkan.”
 
(HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan lainnya).[7]
 
 
Kaidah yang harus kita ketahui dalam masalah shalawat adalah bahwa kita tidak diperkenankan bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan lafadz yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah.
 
Dahulu para shahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang lafadz shalawat:
 
 
عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الأَنْصَارِىِّ قَالَ أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِى مَجْلِسِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ لَهُ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ أَمَرَنَا اللَّهُ تَعَالَى أَنْ نُصَلِّىَ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ نُصَلِّى عَلَيْكَ قَالَ فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَتَّى تَمَنَّيْنَا أَنَّهُ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قُولُوا « اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَالسَّلاَمُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ
 
 
“Dari Abu mas’ud Al Anshari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami yang sedang berada di majelis Sa’ad bin Ubadah.
 
Basyir bin Sa’ad berkata, “Allah telah memerintahkan kami untuk bershalawat kepada engkau wahai Rasulullah, lalu bagaimana bershalawat kepadamu?”
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam hingga kami berharap ia tidak bertanya kepadanya.
 
Kemudian beliau bersabda, “Ucapkanlah:
 
Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa aali Ibrahin wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa aali Ibraahim fil’aalamiina innaka hamiidun majiid.” Adapun salam sebagaimana yang telah kamu katahui.”
(HR Muslim).
 
 
 
Lihatlah para shahabat bertanya kepada Rasulullah tentang shalawat, padahal mereka adalah kaum yang sangat fasih bahasa arabnya, mereka mampu menggubah sya’ir yang indah untuk bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
Ini menunjukkan bahwa lafadz shalawat bersifat tauqifiyah artinya harus menunggu dalil dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak boleh membuat buat sendiri shalawat yang tidak diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ada beberapa lafadz shalawat yang diajarkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wasallam[8]:
 
 
 
1 – ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ) (رواه أحمد والطحاوي بسند صحيح ) 
 2 – ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى [ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ] آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى [ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ] آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ) ( البخاري ومسلم )
 3 – اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ [ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ ] إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى [ إِبْرَاهِيْمَ ] وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ) (رواه أحمد والنسائي وأبو يعلى )
 4 – ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ [ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ ] وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى [ آلِ ] إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ [ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ ] وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى [ آلِ ] إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ )  (رواه مسلم وأبو عوانة )
5- ( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى [ آلِ ] إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ [ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ ] [ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ] كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ [ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ ] ) (رواه البخاري والنسائي والطحاوي وأحمد )
6- اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ (عَلَى) أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى (آلِ) إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ (عَلَى) أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى (آلِ) إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. (رواه البخاري ومسلم والنسائي)
7- اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. (رواه النسائي)
 
 
 
Tempat dan waktu bershalawat.
 
 
Bershalawat kepada Rasulullah amat dianjurkan pada keadaan-keadaan berikut:
 
 
1. Di hari jum’at.
Dari Aus bin Aus berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
 
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ ». قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ. فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ ».
 
 
“Sesungguhnya diantara hari yang paling utama adalah hari jum’at; di hari tersebut Adam diciptakan dan dicabut nyawanya.
Di hari itu terjadi tiupan sangkakala dan manusia jatuh tersungkur.
Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari tersebut, karena shalawat kalian akan ditampakkan kepadaku.”
Mereka berkata, “Bagaimana akan ditampakkan kepadamu sementara engkau telah menjadi tulang belulang?” beliau bersabda,
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para Nabi.”
(HR Abu dawud).[9]
 
 
 
2. Setelah mendengarkan adzan.
 
Dari Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
 
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا  
 
 
“Apabila kamu mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin kemudian bershalawatlah kepadaku karena orang yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim).
 
 
3. Masuk masjid.
 
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
 
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ لْيَقُلْ : اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَ إِذَا خَرَجَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ وَ لْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
 
 
“Apabila salah seorang dari kamu hendak masuk masjid, hendaklah ia bershalawat atas nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengucapkan:
 
“Allahummaftahlii abwaaba rohmatika”
 
(Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmatMu).
 
Dan apabila hendak keluar maka ucapkanlah:
 
 “Allahumma inni as-aluka min fadllika”
 
(Ya Allah aku memohon karuniaMu).”
 
(HR Ahmad dan Muslim dari Abu Humaid).[10]
 
 
 
4. Ketika berdo’a.
 
 
Karena do’a akan terhalang bila tidak bershalawat, sebagaimana dalam hadits lalu:
 
 
كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى النَّبِيِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
 
 
“Setiap do’a itu terhalang sampai bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”
 
(HR Ibnu Makhlad dari Ali bin Abi Thalib).[11]
 
 
5. Tasyahud awal dan akhir.
 
 
Berdasarkan hadits Abu Mas’ud Uqbah bin Amru:
 
 
أَقْبَلَ رَجُلٌ حَتَّى جَلَسَ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا السَّلاَمُ عَلَيْكَ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ ، فَكَيْفَ نُصَلِّى عَلَيْكَ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا عَلَيْكَ فِى صَلاَتِنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ. قَالَ : فَصَمَتَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَتَّى أَحْبَبْنَا أَنَّ الرَّجُلَ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ :« إِذَا أَنْتُمْ صَلَّيْتُمْ عَلَىَّ فَقُولُوا : اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِىِّ الأُمِّىِّ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِىِّ الأُمِّىِّ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ».
“Ada seseorang datang lalu duduk di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sementara kami berada di sisinya.
 
Ia berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepada engkau.
Lalu bagaimana kami bershalawat kepadamu apabila apabila kami hendak membaca shalawat di dalam sholat kami?
Semoga Allah bershalawat kepadamu.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam hingga kami suka kalau ia tidak bertanya demikian.
Kemudian beliau bersabda, “Apabila kalian bershalawat kepadaku maka ucapkanlah: “Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin Nabiyyil Umiyy…
Alhadits (Lihat matan di atas).
(HR Ahmad, ibnu Khuzaimah dan lainnya, dan di hasankan oleh Ad Daroquthni dalam sunannya).[12]
 
 
 
6. Shalat jenazah.
Berdasarkan perkataan seorang shahabat:
أَنَّ السُّنَّةَ فِى الصَّلاَةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يُكَبِّرَ الإِمَامُ ، ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الأُولَى سِرًّا فِى نَفْسِهِ ، ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَيُخْلِصُ الدُّعَاءَ لِلْجَنَازَةِ فِى التَّكْبِيرَاتِ لاَ يَقْرَأُ فِى شَىْءٍ مِنْهُنَّ ، ثُمَّ يُسَلِّمُ سِرًّا فِى نَفْسِهِ.
“Yang sunnah di dalam shalat janazah adalah imam bertakbir kemudian membaca al fatihah setelah takbir yang pertama secara pelan pada dirinya. Kemudian bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengikhlaskan do’a untuk jenazah pada takbir-takbir selanjutnya dan tidak membaca apa-apa. Kemudian mengucapkan salam secara pelan pada dirinya.” (HR Asy Syafi’i).[13]
7. Dalam khutbah.
Ibnu Qayyim dalam kitabnya Jalaa-ul afhaam (hal 526) setelah menyebutkan atsar-atsar dari shahabat berkata, “Ini menunjukkan bahwa bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihoi wasallam dalam khutbah adalah perkara yang masyhur di kalangan para shahabat.”
8. Dalam majelis.
Berdasarkan hadits yang telah berlalu:
مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لاَ يَذْكُرُونَ فِيهِ اللَّهَ , عَزَّ وَجَلَّ , وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ
“Tidaklah suatu kaum duduk dan tidak mengingat Allah Azza wa jalla dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka pada hari kiamat, walaupun mereka masuk surga karena pahala.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).[14]
9. Ketika disebut nama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ini berdasarkan hadits yang telah kita sebutkan sebelumnya:
شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَقُلْتُ آمِيْنَ
“Semoga celaka seorang hamba yang namamu disebut di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadamu.” Beliau bersabda, “Amiin.” (HR Al Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrod).[15]
Bahkan beliau menganggapnya sebagai orang yang bakhil.
الْبَخِيلَ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ.
“Orang bakhil adalah orang yang apabila disebutkan namaku di sisinya, ia tidak bershalawat kepadaku.” (HR An Nasai, At Tirmidzi dan lainnya).[16]
10. Disela-sela takbir dalam shalat ‘ied.
Dari ‘Alqamah bahwa Al Walid bin Uqbah keluar menuju Abdullah bin Mas’ud, Abu Musa dan Hudzaifah, ia berkata, “Sesungguhnya hari ‘ied telah dekat, bagaimana cara bertakbir padanya?” Abdullah bin Mas’ud berkata: “Mulailah dengan bertakbir sebagai pembuka shalatmu, lalu pujilah Rabbmu dan bershalawat kepada Nabi Muhammad. Kemudian kamu berdo’a dan bertakbir dan kamu lakukan lagi seperti tadi.. dan diakhir kisah tersebut disebutkan bahwa Abu Musa dan hudzaifah membenarkannya. (HR Al Baihaqi dalam sunannya 3/291).[17]
Walaupun ini adalah perkataan ibnu Mas’ud, namun disetujui oleh shahabat lainnya dan tidak diketahui adanya shahabat lain yang menyelisihi beliau. Oleh karena itu imam Al baihaqi setelah menyebutkan atsar tersebut berkata, “Ini adalah mauquf dari perkataan ibnu Mas’ud, namun kita mengikuti beliau dalam berdzikir di sela-sela takbir karena tidak ada riwayat dari shahabat lain yang menyelisihi beliau. Tetapi kita menyelisihi ibnu Mas’ud dalam jumlah takbir berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan perbuatan penduduk makkah dan Madinah dan amalan kaum muslimin sampai hari ini.”[18]





[1] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Shahih Jami’ non 57.
[2] Al Adabul Mufrod 1/224 no 644.
[3] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Shahih Jami’ no 5189.
[4] Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah shahihah no 954.
[5] Syaikh Al Albani berkata, “Shahih.” Lihat silsilah shahihah no 76.
[6] Dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 2035.
[7] Lihat shahih Sunan Abi Dawud no 1331.
[8] Lihat sifat sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hal 165-167 karya Syaikh Al AlBani.
[9] Sunan Abu Dawud (1/562 no 1533).  Dishahihkan oleh Syaikh Al bani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no 962.
[10] Shahih jami’ no 516.
[11] Dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 2035.
[12] Lihat kitab Jalaa-ul Afhaam karya ibnu Qayyim hal 67 tahqiq Syaikh Masyhur Alu Salman.
[13] Asy Syafi’i dalam Al Umm (1/270). Namun di dalam sanadnya terdapat Mutharif bin Mazin, ia dianggap pendusta oleh Yahya bin Ma’in. Namun ibnul Jarud meriwayatkan dari jalan  Abdrurrazzaq dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Umamah bin Sahl bin Hanif. Ini adalah sanad hyang shahih. Oleh karena itu Syaikh Al AlBani menshahihkannya dalam irwa-ul ghalil no 734.
[14] Syaikh Al Albani berkata, “Shahih.” Lihat silsilah shahihah no 76.
[15] Al Adabul Mufrod 1/224 no 644.
[16] Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Shahih Jami’ no 5189.
[17] Dihasankan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih sunan Abi Dawud. Syaikh Masyhur berkata dalam tahqiq jalaa-ul afhaam (hal 228), “Sanadnya shahih, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan As Sakhawi dalam Al Qoulul Badie’.
[18] Al Baihaqi, Sunan Kubro 3/291.




http://cintasunnah.com/mari-bershalawat/


TERIMAKASIH


JAZAK ALLAHU KHAYR ..




 

Umar Ibn Al-Khattab RA