Friday, February 28, 2014

24 Surat An-Nūr (The Light)

93. An Nuur .. THE LIGHT

 
 
 
 
سۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

93. An Nuur
The Light
 
 
Yang Maha Memberi Cahaya / Maha Pemberi Cahaya / Yang Maha Menerangi /
Maha Bercahaya -
 
Ia memberikan cahaya mulia keseluruh alam, wajah, fikiran serta hati makhluknya, iaitu menonjokan ZatNya sendiri dan menampakkan untuk yang selainNya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya.
.
Fadhilat An Nuur
.
  • Jika dizikirkan ‘Ya Nuur’  1,001 X selepas membaca Surah An-Nur, maka hati pembacanya akan disinari dengan ‘Nur’, InsyaAllah.
.
  • Menurut Sheikh Ahmad bin Muhammad As Shawi, Sesiapa yang menghendaki kemuliaan yang agung & memperolehi apa yang dimaksudkan baik kebaikan dunia mahupun kebaikan di akhirat kelak, maka hendaklah selalu berzikir dengan zikir ‘Ya Nuur’ ini setiap pagi & petang.
.
  • Apabila ‘Ya Nuur’  dibaca pada tiap-tiap hari siang atau malam, InsyaAllah akan diterangkan hatinya.
.
  • Sesiapa yang menzikirkan asma ‘Ya Nuur’ berulang-ulang kali secara istiqamah, InsyaAllah raut wajah dan anggotanya akan lebih berseri dan menyerlah.
.
Wallahu A’lam bishowab
.
.
والسلام علبكم و رحمة الله و بركاته
.


Saturday, February 22, 2014

KEAJAIBAN ISTIGHFAR ..

 
 
 
Ilustrasi (Arrahmah.com) – Dizaman yang serba tidak menentu ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, untuk lebih membuat kita semangat melakukannya berikut uraian manfaat dari ber Istighfar.  
 
Menggembirakan Allah Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.”
(HR.Bukhari dan Muslim).  
 
Dicintai Allah Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222).
 
Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).  
 
Dosa-dosanya diampuni Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni.
 
Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi). 
 
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).  
 
Selamat dari api neraka Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’.
 
Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).  
 
Mendapat balasan surga “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?
 
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
 
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”
 
(QS.Ali’Imran: 135-136).  
 
Mengecewakan syetan Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup).
 
Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).  
 
Membuat syetan putus asa Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’.
 
Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).  
 
Meredam azab Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”
(QS.al-Anfal: 33).  
 
Mengusir kesedihan Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”
(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad). 
 
  Melapangkan kesempitan Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”
(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).  
 
Melancarkan rizki Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”
(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah). 
 
  Membersihkan hati Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”
(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).  
 
Mengangkat derajatnya disurga Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”
 
(HR.Ahmad dengan sanad hasan).  
 
 
Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).  
 
 
Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”
(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).  
 
16.Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).  
 
Terhindar dari stampel kezhaliman Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).  
 
Mudah mendapat anak Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).  
 
Mudah mendapatkan air hujan Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.
 
(Kitab Fathul Bari: 11/98).  
 
Bertambah kekuatannya Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).  
 
 
Bertambah kesejahteraanya Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).  
 
 
Menjadi orang-orang yang beruntung Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
 
 
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).  
 
 
Keburukannya diganti dengan kebaikan Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.
 
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70). 
 
 
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).  
 
 
Bercitra sebagai orang mukmin Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).  
 
 
Berkeperibadian sebagai orang bijak Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya.
 
Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67). Wallahu a’lam bish showab.. 
 
(artikel Islami/arrahmah.com) -
 
 
 
 
TERIMAKASIH
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
 


Tuesday, February 18, 2014

7 PINTU NERAKA ... NAU'ZUBILLAHIMIN ZALIK


 

 
Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
 
Jibril datang kepada rosulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh
 
Rosululah saw: “Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
 
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa
neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka- suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.


Lalu Rosullulah saw bersabda:

“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”. Jawabnya: “Ya.
Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.
 
Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya.
 
Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7.
 
Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan- potongan api.
 
Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”. MasyaAllah…

Dikatakan dalam Hadith Qudsi: ‘Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu.
 
Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.
 

 Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah.
Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung.
Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak.
Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.
Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular.
Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat’.

‘Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam’
(HR. Bukhari-Muslim).
 
“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”.
(QS. Al-Furqan: 11).
 

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).
 
Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas).
 
(Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Rasulullah SAW meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir.
 

 Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin.
 

 Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api.
 

 Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya.
 

 Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi.
 

 Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya:
 
“Bagaimana dengan pintu ke 7.?”
 
Sejenak Malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh.
 
Akan tetapi Rasulullah SAW mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan,
 
“Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.


Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah SAW pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rosulullah saw di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda:
 
“Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”
 
Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”
Nabi Muhammad saw lalu menangis, Jibrail as pun ikut menangis.
 
Kemudian nabi saw langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang.
 
Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan.
 
Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya:
 
 “Mengapa beliau begitu berduka?”
 
Namun beliau tidak menjawab.

Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti.
 
Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung.
 
Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa Bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata.
 
Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?”

Nabi saw menjawab:
 
“Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis.?
 
Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka.
 
Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.

Setelah mendengar ucapan tsb, para sahabat Nabi menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”.
 
Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”.
 
Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”.
 
Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab- sebab duka cita itu.
 
Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).

MasyaAllah.. Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui tentang dasyatnya siksa di neraka.
 
http://lavender-violet-purple-ungu.blogspot.com/2012/09/7-pintu-neraka-keadaannya.html
 
 
 
TERIMAKASIH
 
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
 
 

The Angels Pray For You ᴴᴰ - Powerful Reminder


When Allah Calls to Angel Jibreel ᴴᴰ - [Powerful Reminder]


PATHWAYS TO JANNAH BY THE MERCY OF ALLAH SWT ..

 

 
 
 
There are multiple ways to attain the pleasure of Allah SWT and enter His Jannah.
 
Following are the 25 ways or good deeds to enter the Jannah.
 
Remember, these are not the ‘only’ 25 ways and there should be ‘sincerity’ and ‘consistency’ in doing these deeds.
 
  1. Whoever meets Allah without ascribing anything to Him will enter Jannah. (Bukhari)
  2. Whoever believes (has Imaan) in Allah and His Messenger (peace be upon him), and establishes the prayer and fasts in the month of Ramadan, it is incumbent upon Allah that He enters him in Jannah. (Bukhari)
  3. Whoever builds a Masjid seeking by it the Pleasure of Allah, Allah will build for him a similar place in Jannah. (Bukhari)
  4. Whoever prays the two cool prayers (Asr and Fajr) will enter Jannah. (Bukhari)
  5. Whoever goes to the Masjid (every) morning and in the afternoon (for the congregational prayer), Allah will prepare for him an honorable place in Jannah with good hospitality for (what he has done) every morning and afternoon goings. (Bukhari)
  6. Whoever can guarantee (the chastity of) what is between his two jaw-bones and what is between his two legs (i.e. his tongue and his private parts), I guarantee Jannah for him. (Bukhari)
  7. Whoever prays 12 Rak’ah in the day and night, a house in Jannah will be built for him. (Muslim)
  8. Whoever treads a path in search of knowledge, Allah will make easy for him the path to Jannah. (Muslim)
  9. Whoever repeats after the Mu’adthin (the caller to prayer) from his heart (i.e., sincerely) will enter Jannah. (Abu Dawud)
  10. There is not one of you who perfects his Wudu and prays two Rak’ah setting about them with his heart as well as his face except that Jannah would be mandatory for him. (Abu Dawud)
  11. Whoever says: “I am pleased with Allah as my Rabb, and with Islam as my Deen, and with Muhammad (peace be upon him) as my Prophet, Jannah would be mandatory for him. (Abu Dawud)
  12. Whosoever last words are: La ilaha illa Allah, will enter Paradise. (Abu Dawud, Sahih)
  13. Whoever says “SubhanAllah al-Adthim wa Bihamdihi, Glorified and Exalted is Allah, The Great, and with His Praise”, a date-palm will planted for him in Jannah. (Tirmidhi)
  14. Whoever dies and is free from three: arrogance, grudges and debt will enter Jannah. (Tirmidhi)
  15. Whoever raises two girls, he and I will enter Jannah. (Tirmidhi)
  16. Whoever calls the Adhan for 12 years, Jannah will become mandatory for him. (Ibn Majah)
  17. Whoever asks Allah for Jannah three times, Jannah will say: “O Allah, enter him into Jannah.” (Tirmidhi)
  18. Whoever visits an ailing person or a brother of his to seek the Pleasure of Allah, an announcer (angel) calls out: “May you be happy, may your walking be blessed, and may you be awarded a dignified position in Jannah”. (Tirmidhi)
  19. Indeed, truthfulness leads to righteousness and indeed righteousness leads to Jannah. (Bukhari)
  20. Allah guarantees him who strives in His Cause and whose motivation for going out is nothing but Jihad in His Cause and belief in His Word, that He will admit him into Jannah. (Bukhari)
  21. O people, spread the Salaam (greetings), feed the hungry, and pray while the people are asleep, you will enter Jannah in peace. (Tirmidhi)
  22. (The performance of) Umrah is an expiation for the sins committed between it and the previous Umrah; and the reward of Hajj Mabrur (i.e., one accepted) is nothing but Jannah. (Bukhari)
  23. Allah has ninety-nine Names, one hundred minus one, and whoever believes in their meanings and acts accordingly, will enter Jannah. (Bukhari)
  24. I saw a man going about in Jannah (and enjoying himself) as a reward for cutting from the middle of the road, a tree which was causing inconvenience to the Muslims. (Muslim)
  25. O Allah, You are my Lord, none has the right to be worshipped except You, You created me and I am You servant and I abide to Your covenant and promise as best I can, I take refuge in You from the evil of which I committed.
 
I acknowledge Your favor upon me and I acknowledge my sin, so forgive me, for verily none can forgive sin except You.
 
“If somebody recites this invocation during the day, and if he should die then, he will be from the people of Jannah.
 
And if he recites it in the night, and if he should die on the same day, he will be from the people of Jannah.” (Bukhari)
 
 
 
thank you for sharing it with us..
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
:)
 


Thursday, February 13, 2014

Doa Ismul A'zham Zaid Haritsah RA ...

 
 
 
Doa Ismul A'zham Zaid Haritsah RA
 
 
Rasulullah SAW bersabda, “hai Zaid, engkau telah di ajar oleh Allah SWT kalimah ismul ‘akzham, sesiapa yang berdoa dengannya akan diperkenankan, dan sesiapa yang meminta dengannya akan di beri dengan segera.” 

 
 
[Ya Allah, Maha Pencinta 3x Wahai Pemilik Arasy Yang Mulia, Wahai Zat Yang Menzahirkan, Wahai Zat Yang Mengembalikan, Wahai Zat Yang Berbuat SekehendakNya, aku memohon padaMu demi nur wajahMu yang memenuhi seluruh ruang ArasyMu, dan demi qudratMu yang telah Engkau taqdirkan ke atas sekelian makhlukMu, dan demi rahmatMu yang meliputi setiap sesuatunya, tiada tuhan melainkan Engkau, demi rahmatMu yang memberi pertolongan, Wahai Zat Yang Menolong orang yang meminta pertolongan, tolonglah aku 3x].
Suatu peristiwa telah berlaku pada Zaid bin Haritsah, iaitu anak angkat Rasulullah SAW, juga panglima perang islam yang sangat disayangi.
 
Zaid sedang berhadapan dengan seorang musuh yang ganas dengan pedangnya terhunus dari suku Kurdi.
 
Orang itu berkata, “hai Zaid, bersiaplah untuk mati!” Zaid menjawab, “tunggulah sebentar, aku ingin solat dahulu.” Zaid kemudian bersolat 2 rakaat.
 
Selesai bersolat, Zaid lalu menghadap wajahnya ke langit, menadah kedua tangannya dan berdoa dengan doa yang tersebut di atas.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang yang tidak dikenali menunggang kuda dengan pedang terhunus, lalu bertempur dengan musuh Zaid.
 
Akhirnya musuh Zaid terkorban. Kemudian pendatang baru itu berkata pada Zaid, “waktu engkau berdoa pertama kalinya, ketika itu aku sedang berada di atas langit ke7, aku di perintah oleh Jibril untuk turun membantumu. Ketika engkau berdoa kedua kalinya, aku telah berada di langit dunia.
 
Dan ketika engkau berdoa ketiga kalinya, aku kini berada di hadapan musuhmu. Ketahuilah hai Zaid, bahawa sesiapa yang berdoa dengan doamu ini, akan diperkenankan Allah SWT di saat itu juga.”

Ketika Zaid pulang ke Madinah, dia memberitahu peristiwa tersebut kepada Rasulullah SAW.
 
Rasulullah SAW lalu bersabda, “hai Zaid, engkau telah di ajar oleh Allah SWT kalimah ismul a'zham, sesiapa yang berdoa dengannya akan diperkenankan, dan sesiapa yang meminta dengannya akan di beri dengan segera.”
 
 
 
 
 

Tuesday, February 11, 2014

Tears of the Prophet (ﷺ) - Sheikh Assim Al-Hakeem


SOLAT SUNAT DHUHA ..

 
 
 
 
Daripada Abu Hurairah r.a., bahawa ia berkata: bermaksud,
 
Saya telah dipesan oleh Junjunganku (Nabi Muhammad saw) 3 perkara yang tidak saya tinggal sehingga mati. 
 
Puasa 3 hari tiap-tiap bulan.
 
Solat sunah Dhuha.
 
 Tidur sesudah solat sunat witir.  

 

       (HR Al -Bukhari)

 
 
Kelebihan:

 1. Tidak termasuk di dalam golongan orang yang lalai.

ORANG yang melakukan solat dhuha tidak termasuk dalam golongan orang yang lalai, tetapi mereka termasuk dalam golongan adibin dan qatinin.

Rasulullah saw bersabda maksudnya; “Sesiapa yang solat dhuha 2 rakaat nescaya dia tidak ditulis dalam kalangan orang yang lalai.

Sesiapa yang solat Dhuha

Sesiapa yang solat 6 rakaat nesc...
 




aya dia dilindungi Allah pada hari tersebut.

Sesiapa yang solat dhuha 8 rakaat nescaya Allah menulis baginya di dalam kalangan Qatinin (sentiasa berdiri untuk beribadat)

dan sesiapa yang solat dhuha 12 rakaat nescaya dibinakan sebuah istana baginya dalam syurga.

Setiap hari siang dan malam Allah mengagih-agihkan kurnia-Nya kepada hambaNya.

Tiada kurniaan Allah di atas seorang hambaNya lebih baik daripada keupayaannya yang sentiasa berzikir kepada Allah.

(HR al-Tabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir).
 
 
 
 
terimakasih
 
JAZAK ALLAHU KHAYR
 
:)
 
 

 

SALAM AIDIL FITRI 1438H ..