Sunday, September 24, 2017

iman dan takwa ..




PENGERTIAN IMAN

Dalam hadist di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.


TANDA – TANDA ORANG BERIMAN

Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda orang beriman sebagai berikut :
Jika di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika di bacakan ayat suci Al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (al-Anfal:2). 
 
Senantiasa tawakal, yaitu kerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut 6.sunnah Rasul (Ali Imran: 120, al-Maidah: 12, al-Anfal: 2, at- Taubah: 52, Ibrahim: 11, Mujadalah: 10, dan at-Thaghabun: 13).
 
Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al- Anfal: 3, dan al-Mu’minun: 2,7).
 
Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mu’minun: 4).
 
Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al- Mu’minun: 3,5)
 
Memelihara amanah dan menepati janji (al-Mu’minun: 6)
 
Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal: 74)
 
Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62)

 
TAKWA

PENGERTIAN

Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

TANDA – TANDA ORANG BERTAKWA

Beriman kepada ALLAH dan yang ghaib(QS. 2:2-3)
Sholat, zakat, puasa(QS. 2:3, 177 dan 183)
Infak disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134)
Menahan amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134)
Takut pada ALLAH(QS. 5:28)
Menepati janji (QS. 9:4)
Berlaku lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7)
Bersabar dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
Tidak meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
Berdakwah agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)

 

Monday, September 18, 2017

SEGALA SESUATU BERZIKIR ...




QS Al-Anbiyaa 79: “maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing2 mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung2 dan burung2, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kami-lah yang melakukannya.”
“Tidakkah kami tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya. Dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. 24:41)

1. Sahabat mendengar Dzikirnya Makanan
Diriwayatkan oleh Abdullah: “Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah SAW mengagungkan nama Allah.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779)

2. Sahabat mendengar dzikirnya kerikil
Abu Dzar ra. ia berkata, “Saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan disisi Nabi saw. Saya melihat beberapa batu kerikil yang dipegang beliau mengucapkan tasbih. Saat itu di antara kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semua yang hadir dipertemuan itu mendengar tasbih benda tersebut. Kemudian batu-batu kerikil itu oleh Nabi saw. diserahkan kepada Abu Bakar yang dapat didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan itu. Ketika diberikan lagi kepada beliau, kerikil itupun masih bertasbih ditangan beliau, kemudian beliau menyerahkan kepada Umar dan batu kerikil itu pun mengucapkan tasbih ditangannya yang bisa didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan. Kemudian Nabi saw. menyerahkan kepada Utsman dan ia pun mengucapkan tasbih ditangannya. Tetapi ketika oleh Nabi batu kerikil itu diserahkan kepada kamu, ia tidak mau bertasbih bersama seorang pun di antara kami. (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam buku haditsnya Al-Mu’jamul Ausath nomor 1244 dan oleh Abu Nu’man dalam Dalaa’ilun Nubuwwah I/404.)


Firman Allah Swt dalam Al-qur’an:
فاذكروني أذكركم
Artinya: ”Ingatlah Aku (Allah), maka Aku (Allah) akan mengingatmu.” (Qs. Al-Baqoroh: 152)



ALAM SEJAGAT BERTASBIH ..





Semua Makhluk Berdzikir
Subhanalloh. Semua ciptaanNya berdhikir kepadaNya. Hal ini jelas seperti dalil dalam al Qur'an maupun dari Sahabat:

QS Al-Isra 44 : “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Thursday, September 14, 2017

AL QURAN AL KAREEM ..





'' Rumah yang di dalamnya dibacakan al-Quran akan terlihat penduduk langit sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlapan bintang gemintang di langit.'' ( HR: Baihaqi )











Tuesday, June 20, 2017

SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI 1438H ..



UCAPAN SELAMAT HARI RAYA
bulan ramahdan hampir berlalu
puasa sebulan tiada jemu
bazaAQ RAMADHAN kita bertamu
kiriman salam bersama rindu
ucapan salam dari kalbu
doa tahajud teraweeh jgn tak tahu
siapkan duit raya dlm sampul biru
kueh raya dan rendang piru ahahaha special niee ahaha

ketupat rendang dan juga lemang
juadah semua siap terhidang
baju melayu dan juga selendang
pakaiaan cantik manis di pandang

bersiap siap dudk bersidang
tawa ria lagu berdendang
bergema takbir raya berkumandang
sujud syukur dan salam sayang

SEMOGA DI BERKATI DI RAMADHAN AKAN DTG
DALAM LIMPAHAN RAHMAT YG TAK TERBILANG
SELURUH ALAM LUAS TERBENTANG
TERASA SEDIH RAMADHAN MENGHILANG

STAY BLESS ALL

Monday, June 19, 2017

Laa ilaha illallah ..


KISAH MENGESANKAN TENTANG KALIMAH 

Laa ilaha illallah ..

كان هناك شيخ يعلم تلاميذه العقيدة
Ada seorang guru agama yg mengajarkan Aqidah kepada murid2nya

يعلمهم لا إله إلا اللـه يشرحها لهم
Dia mengajarkan "La ilaaha illallah" kepada mereka & menjelaskan maknanya

يربيهم عليها أسوة بما كان يفعل رسول الله صلى الله عليه وسلم
Mendidik mereka dengan keteladanan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-

عندما كان يعلم أصحابه العقيدة ويغرسها في نفوسهم
Ketika mengajarkan aqidah beliau berusaha menanamkanya ke dalam jiwa murid-muridnya

وكان الشيخ يحب تربية الطيور والقطط
Sang guru itu senang memelihara burung & kucing

فأهداه أحد تلاميذه ببغاء
Lalu seorang muridnya pun menghadiahkan padanya seekor burung kakak tua

ومع الأيام أحب الشيخ الببغاء
Makin hari sang guru pun makin suka dgn burung itu

وكان يأخذه معه في دروسه
Dan sering membawanya pada saat mengajar murid-muridnya

حتى تعلم الببغاء نطق كلمة لا إله إلا الله.
Sehingga kakak tua itu pun belajar mengucapkan kalimat tauhid "La ilaha illallah"

فكان ينطقها ليلا ونهارا…
Burung kakak tua itu pun mampu mengucakan (laa ilaaha illallah) siang & malam

وفي مرة وجد التلاميذ شيخهم يبكي?
Suatu ketika murid-murid mendapati sang guru sedang menangis

وينتحب وعندما سألوه
Ketika ditanya beliau pun menjelaskan dengan terbata- bata

قال لهم هجم القط على الببغاء وقتله
Kucing telah menerkam kakak tua dan membunuhnya

فقالوا له لهذا تبكي .
Mereka pun bertanya dgn hairan: kerana inikah engkau menangis!!

إن شئت أحضرنا لك غيره وأفضل منہ ..
Kalau engkau menginginkan, kami mampu datangkan burung yang lain bahkan yg jauh lebih baik

رد الشيخ وقال لا أبكي لهذا …
Sang guru berkata: bukan kerana itu aku menangis

ولكن أبكاني أنه عندما هاجم القط الببغاء
Tetapi... Yang membuat aku menangis adalah: ketika diserang kucing

أخذ يصرخ ويصرخ إلي أن مات
Burung itu hanya menjerit2 saja sampai matinya

مع أنه كان يكثر من قول لا إله إلا الله
Padahal dia sering sekali mengucapkan kalimat "laa ilaaha illallah"

إلا أنه عندما هاجمه القط نسيها
Tetapi ketika diterkam kucing ia lupa kalimat tersebut

ولم يقم إلا بالصراخ .
Tidak mengucapkan apapun kecuali hanya menjerit & merintih!!!

لأنه كان يقولها بلسانه
Kerana waktu hayatnya ia hanya mengucapkan "laa ilaaha illallah" dengan lisannya saja

فقط ولم يعلمها قلبه ولم يشعر بها .
Sementara hatinya tidak memahami dan tidak menghayatinya

ثم قال الشيخ :
Sang guru pun berkata

أخاف أن نكون مثل هذا الببغاء
Aku khawatir kalau nanti kita seperti kakak tua itu

نعيش حياتنا نردد لا إله إلا الله
Saat kita hidup mengulang-ulang kalimat "laa ilaaha illallah"

بألسنتنا وعندما يحضرنا الموت ننساها
Dengan lisan kita, tapi ketika maut datang kita pun lupa

ولا نتذكرها؛ لأن قلوبنا لم تعرفها
Tidak mampu mengingatnya, kerana hati kita belum menghayatinya

فأخذ الطلبة يبكون؛ خوفا من عدم الصدق في لا إله إلا اللـه
Kemudian para muridnya pun menangis, khawatir tidak jujur terhadap kalimat tauhid ini

ونحن.... هل تعلمنا لا إله إلا الله بقلوبنا !!!!
Dan kita sendiri... adakah kita telah menanamkan kalimat "laa ilaaha illallah" ini ke dalam hati sanubari kita?

ما ارتفع شيء إلى السماء أعظم من الإخلاص ،
Tidak ada sesuatu pun yg naik ke langit yang lebih agung berbanding keikhlasan

و لا نزل شيء إلى الأرض أعظم من التوفيق
Dan tidak ada sesuatu pun yang turun ke bumi yang lebih agung dari taufiq Allah

..و بقدرالإخلاص يكون التوفيق
Sesuai kadar keikhlasan kita taufiq Allah kita dapatkan

Wassalam.

Wednesday, June 7, 2017

PUCUK KADUK ..



7 Khasiat Daun Kaduk: 

Selain pucuknya yang sering dibuat ulam dan daunnya sebagai penyedap masakan lemak, khasiat lain yang boleh dimanafaatkan terhadapnya adalah merawat; - sembelit -sakitgigi - demam malaria - lemah dan sakit dalam tulang Selain daripada 4 penyakit di atas, masalah cacing dalam perut, batuk dan panau turut boleh dirawat. Hanya caranya berbeza.

1. Melawaskan kencing - Rebus daun kaduk bersama akarnya dan diminum.
2. Merawat demam Malaria- rebus daun kaduk dan diminum air rebusannya.
3. Melegakan selsema, sakit pinggang, sakit gigi dan sengal tulang, sembelit- minum air rebusan daun kaduk dan akarnya. Langkah-langkah merawat ketiga-tiga diatas: 

i. Ambil satu dahan pokok kaduk termasuk akarnya.
ii. Bersihkan keseluruhan pokok tersebut.
iii. Rebus kesemua sehingga mendidih.
iv. Biarkan air rebusan tadi menjadi suam.
v. Air rebusan diminum perlahan-lahan. 

4. Cacing Dalam Perut-Mandi dengan air ramasan daun kaduk. i. Ambil beberapa helai daun kaduk segar. ii. Ramas-ramaskan daun tersebut. iii. Kemudian, campurkan kesemua daun ramasan kedalam sebaldi air. Akhirsekali, siramkan air tersebut keseluruh badan.
5. Melegakan batuk-Sapu bahagian leher dengan daun yang dikisar halus bersama sedikit air. i. Ambil beberapa helai daun kaduk dan bersihkannya. ii. Kisar daun hingga halus dengan mencampur sedikit air. iii. Akhir sekali, sapukan pada bahagian leher.
6. Panau- Sapu bahagian yang ditumbuhi panau dengan daun kaduk yang ditumbuk lumat. i. Ambil beberapa helai daun kaduk. ii. Tumbuk sampai lumat. iii. Kemudian, sapukan pada kawasan tubuh badan yang berpanau.
7. Sebagai bahan dalam masakan, ulam, kerabu, urap, masak gulai ikan darat dan sebagainya.
7 Khasiat Daun Kaduk: Selain pucuknya yang sering dibuat ulam dan daunnya sebagai penyedap masakan lemak, khasiat lain yang boleh dimanafaatkan terhadapnya adalah merawat; - sembelit -sakitgigi - demam malaria - lemah dan sakit dalam tulang Selain daripada 4 penyakit di atas, masalah cacing dalam perut, batuk dan panau turut boleh dirawat. Hanya caranya berbeza. 1. Melawaskan kencing - Rebus daun kaduk bersama akarnya dan diminum. 2. Merawat demam Malaria- rebus daun kaduk dan diminum air rebusannya. 3. Melegakan selsema, sakit pinggang, sakit gigi dan sengal tulang, sembelit- minum air rebusan daun kaduk dan akarnya. Langkah-langkah merawat ketiga-tiga diatas: i. Ambil satu dahan pokok kaduk termasuk akarnya. ii. Bersihkan keseluruhan pokok tersebut. iii. Rebus kesemua sehingga mendidih. iv. Biarkan air rebusan tadi menjadi suam. v. Air rebusan diminum perlahan-lahan. 4. Cacing Dalam Perut-Mandi dengan air ramasan daun kaduk. i. Ambil beberapa helai daun kaduk segar. ii. Ramas-ramaskan daun tersebut. iii. Kemudian, campurkan kesemua daun ramasan kedalam sebaldi air. Akhirsekali, siramkan air tersebut keseluruh badan. 5. Melegakan batuk-Sapu bahagian leher dengan daun yang dikisar halus bersama sedikit air. i. Ambil beberapa helai daun kaduk dan bersihkannya. ii. Kisar daun hingga halus dengan mencampur sedikit air. iii. Akhir sekali, sapukan pada bahagian leher. 6. Panau- Sapu bahagian yang ditumbuhi panau dengan daun kaduk yang ditumbuk lumat. i. Ambil beberapa helai daun kaduk. ii. Tumbuk sampai lumat. iii. Kemudian, sapukan pada kawasan tubuh badan yang berpanau. 7. Sebagai bahan dalam masakan, ulam, kerabu, urap, masak gulai ikan darat dan sebagainya.

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
7 Khasiat Daun Kaduk: Selain pucuknya yang sering dibuat ulam dan daunnya sebagai penyedap masakan lemak, khasiat lain yang boleh dimanafaatkan terhadapnya adalah merawat; - sembelit -sakitgigi - demam malaria - lemah dan sakit dalam tulang Selain daripada 4 penyakit di atas, masalah cacing dalam perut, batuk dan panau turut boleh dirawat. Hanya caranya berbeza. 1. Melawaskan kencing - Rebus daun kaduk bersama akarnya dan diminum. 2. Merawat demam Malaria- rebus daun kaduk dan diminum air rebusannya. 3. Melegakan selsema, sakit pinggang, sakit gigi dan sengal tulang, sembelit- minum air rebusan daun kaduk dan akarnya. Langkah-langkah merawat ketiga-tiga diatas: i. Ambil satu dahan pokok kaduk termasuk akarnya. ii. Bersihkan keseluruhan pokok tersebut. iii. Rebus kesemua sehingga mendidih. iv. Biarkan air rebusan tadi menjadi suam. v. Air rebusan diminum perlahan-lahan. 4. Cacing Dalam Perut-Mandi dengan air ramasan daun kaduk. i. Ambil beberapa helai daun kaduk segar. ii. Ramas-ramaskan daun tersebut. iii. Kemudian, campurkan kesemua daun ramasan kedalam sebaldi air. Akhirsekali, siramkan air tersebut keseluruh badan. 5. Melegakan batuk-Sapu bahagian leher dengan daun yang dikisar halus bersama sedikit air. i. Ambil beberapa helai daun kaduk dan bersihkannya. ii. Kisar daun hingga halus dengan mencampur sedikit air. iii. Akhir sekali, sapukan pada bahagian leher. 6. Panau- Sapu bahagian yang ditumbuhi panau dengan daun kaduk yang ditumbuk lumat. i. Ambil beberapa helai daun kaduk. ii. Tumbuk sampai lumat. iii. Kemudian, sapukan pada kawasan tubuh badan yang berpanau. 7. Sebagai bahan dalam masakan, ulam, kerabu, urap, masak gulai ikan darat dan sebagainya.

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

salam maal hijrah

Tuesday, May 9, 2017

ASMAUL HUSNA

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Allah: ( الله ) Lafaz yang Maha Mulia yang merupakan nama dari Zat Ilahi yang Maha Suci serta wajib adanya yang berhak memiliki semua macam pujian dan sanjungan.
Lafadz ini disebut juga lafadz Jalalah, dan juga disebut Ismu Zat . Iaitu Zat yang menciptakan langit, bumi dan seisinya termasuk kita sebagai umat manusia ini. Dan Dialah Tuhan seru sekalian alam.
Adapun nama-nama lain, maka setiap nama itu menunjukkan suatu sifat Allah yang tertentu dan oleh sebab itu bolehlah dianggap sebagai sifat bagi lafaz yang Maha Mulia.
.
.
Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT (Asmaul Husna) beserta maknanya:
1. Ar-Rahmaan: ( الرحمن ) Maha Pengasih, iaitu pemberi kenikmatan yang agung-agung dan pengasih di dunia.
2. Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang, iaitu pemberi kenikmatan yang di luar jangkaan dan penyayang di akhirat.
3. Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai/ Menguasai /Pemerintah, iaitu mengatur kerajaanNya sesuai dengan kehendakNya sendiri.
4. Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci, iaitu tersuci dan bersih dari segala cela dan kekurangan.
5. As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat, iaitu pemberi keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh makhlukNya.
6. Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman / Pemelihara keamanan, iaitu siapa yang bersalah dan makhlukNya itu benar-benar akan diberi seksa, sedang kepada yang taat akan benar-benar dipenuhi janjiNya dengan pahala yang baik.
7. Al-Muhaimin: ( المحيمن ) Maha Pelindung/Penjaga / Maha Pengawal serta Pengawas, iaitu memerintah dan melindungi segala sesuatu.
8. Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia / Maha Berkuasa, iaitu kuasaNya mampu untuk berbuat sekehendakNya
9. Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa / Maha Kuat / Yang Menundukkan Segalanya, iaitu mencukupi segala keperluan, melangsungkan segala perintahNya serta memperbaiki keadaan seluruh hambaNya.
10. Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah / Maha Pelengkap Kebesaran. iaitu yang melengkapi segala kebesaranNya, menyendiri dengan sifat keagungan dan kemegahanNya.
11. Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta, iaitu mengadakan seluruh makhluk tanpa asal, juga yang menakdirkan adanya semua itu.
12. Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat / Maha Perancang / Maha Menjadikan, iaitu mengadakan sesuatu yang bernyawa yang ada asal mulanya.
13. Al-Mushawwir: ( المصور ) Maha Pembentuk / Maha Menjadikan Rupa Bentuk, memberikan gambaran atau bentuk pada sesuatu yang berbeza dengan lainnya. (Al-Khaaliq adalah mengadakan sesuatu yang belum ada asal mulanya atau yang menakdirkan adanya itu. Al-Baari’ ialah mengeluarkannya dari yang sudah ada asalnya, manakala Al-Mushawwir ialah yang memberinya bentuk yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya).
14. Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun, banyak pemberian maafNya dan menutupi dosa-dosa dan kesalahan.
15. Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa, menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaanNya serta memaksa segala makhluk menurut kehendakNya.
16. Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi / Maha Menganugerah, iaitu memberi banyak kenikmatan dan selalu memberi kurnia.
17. Ar-Razzaaq: ( الرزاق ) Maha Pengrezeki / Maha Pemberi Rezeki, iaitu memberi berbagai rezeki serta membuat juga sebab-sebab diperolehnya.
18. Al-Fattaah: ( الفتاح ) Maha Membukakan / Maha Pembuka , iaitu membuka gedung penyimpanan rahmatNya untuk seluruh hambaNya.
19. Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui, iaitu mengetahui segala yang maujud dan tidak ada satu benda pun yang tertutup oleh penglihatanNya.
20. Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut / Maha Penyempit Hidup / Maha Pengekang, iaitu mengambil nyawa atau menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki olehNya.
21. Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan / Maha Pelapang Hidup / Maha Melimpah Nikmat, iaitu memudahkan terkumpulnya rezeki bagi siapa yang diinginkan olehNya.
22. AI-Khaafidh: ( الخافض ) Maha Menjatuhkan / Maha Menghinakan / Maha Perendah / Pengurang, iaitu terhadap orang yang selayaknya dijatuhkan akibat kelakuannya sendiri dengan memberinya kehinaan, kerendahan dan seksaan.
23. Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat / Maha Peninggi, iaitu terhadap orang yang selayaknya diangkat kedudukannya kerana usahanya yang giat, iaitu termasuk golongan kaum yang bertaqwa.
24. Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati / Memuliakan / Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan, iaitu kepada orang yang berpegang teguh pada agamaNya dengan memberinya pentolongan dan kemenangan.
25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina / Pemberi kehinaan, iaitu kepada musuh-musuhNya dan musuh ummat Islam seluruhnya.
26. As-Samii’: ( السميع ) Maha Mendengar.
27. Al-Bashiir: ( البصير ) Maha Melihat.
28. Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Menghukum / Maha Mengadili, iaitu sebagai hakim yang menetapkan / memutuskan yang tidak seorang pun dapat menolak keputusanNya, juga tidak seorang pun yang berkuasa merintangi kelangsungan hukumNya itu.
29. Al-’Adl: ( العدل ) Maha Adil. Serta sangat sempurna dalam keadilanNya itu.
30. Al-Lathiif: ( اللطيف ) Maha Menghalusi / Maha Teliti / Maha Lembut serta Halus, iaitu mengetahui segala sesuatu yang samar-samar, pelik-pelik dan kecil-kecil.
31. Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada/  Maha Mengetahui.
32. Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar / Maha Penyantun / Maha Penghamba, iaitu yang tidak tergesa-gesa melakukan kemarahan dan tidak pula gelojoh memberikan siksaan.
33. Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung, iaitu mencapai puncak tertinggi dan di mercu keagungan kerana bersifat dengan segala macam sifat kebesaran dan kesempunnaan.
34. Al-Ghafuur: ( الغفور ) Maha Pengampun, banyak pengampunanNya kepada hamba-hambaNya.
35. Asy-Syakuur: ( الشكور ) Maha Pembalas / Maha Bersyukur, iaitu memberikan balasan yang banyak sekali atas amalan yang kecil.
36. Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi Martabat-Nya / Maha Tinggi serta Mulia, iaitu mencapai tingkat yang setinggi-tingginya yang tidak mungkin digambarkan oleh akal fikiran sesiapa pun dan tidak dapat difahami oleh otak yang bagaimanapun pandainya.
37. Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar, yang kebesaranNya tidak dapat dicapai oleh pancaindera ataupun akal manusia.
38. Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara Maha Pelindung / Maha Memelihara, iaitu menjaga segala sesuatu jangan sampai rosak dan goyah. Juga menjaga segala amal perbuatan hamba-hambaNya, sehingga tidak akan disia-siakan sedikit pun untuk memberikan balasanNya.
39. Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi kecukupan/ Maha Pemberi Keperluan , baik yang berupa makanan tubuh ataupun makanan rohani.
40. Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin / Maha Mencukupi / Maha Penghitung, iaitu memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh bamba-hambaNya pada hari Qiamat.
41. Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur, iaitu yang memiliki sifat-sifat keluhuran kerana kesempurnaan sifat-sifatNya.
42. Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah, iaitu mulia tanpa had dan memberi siapa pun tanpa diminta atau sebagai penggantian dan sesuatu pemberian.
43. Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti / Maha Pengawas Maha Waspada, iaitu yang mengamat-amati gerak-geri segala sesuatu dan mengawasinya.
44. Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mengabulkan, iaitu yang memenuhi permohonan siapa saja yang berdoa padaNya.
45. Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas Pemberian-Nya , iaitu kerahmatanNya merata kepada segala yang maujud dan luas pula ilmuNya terhadap segala sesuatu.
46. Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana, iaitu memiliki kebijaksanaan yang tertinggi kesempurnaan ilmuNya serta kerapiannya dalam membuat segala sesuatu.
47. Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta / Maha Menyayangi, iaitu yang menginginkan segala kebaikan untuk seluruh hambaNya dan juga berbuat baik pada mereka itu dalam segala hal dan keadaan.
48. Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia, iaitu yang mencapai tingkat teratas dalam hal kemuliaan dan keutamaan.
49. Al-Ba’ithu: ( الباعث ) Maha Membangkitkan, iaitu membangkitkan semangat dan kemahuan, juga membangkitkan para Rasul dan orang-orang yang telah mati dari kubur masing-masing nanti setelah tibanya hari Qiamat.
50. Asy-Syahiid: ( الشهيد ) Maha Menyaksikan / Maha Mengetahui keadaan semua makhluk.
51.  Al-Haq: ( الحق ) Maha Haq / Maha Benar yang kekal dan tidak akan berubah sedikit pun.
52. Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Pentadbir / Maha Berserah / Maha Memelihara penyerahan, yakni memelihara semua urusan hamba-hambaNya dan apa-apa yang menjadi keperluan mereka itu.
53. Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat / Maha Memiliki Kekuatan , iaitu yang memiliki kekuasaan yang sesempurnanya.
54. Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh / Maha Kukuh atau Perkasa / Maha Sempurna Kekuatan-Nya , iaitu memiliki keperkasaan yang sudah sampai di puncaknya.
55. Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi, iaitu melindungi serta mengaturkan semua kepentingan makhlukNya kerana kecintaanNya yang amat sangat dan pemberian pertolonganNya yang tidak terbatas pada keperluan mereka.
56. Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji, yang memang sudah selayaknya untuk memperoleh pujian dan sanjungan.
57. Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Menghitung  / Maha Penghitung, iaitu yang tiada satu pun tertutup dari pandanganNya dan semua amalan diperhitungkan sebagaimana wajarnya.
58. Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai/Pemula / Maha Pencipta dari Asal, iaitu yang melahirkan sesuatu yang asalnya tidak ada dan belum maujud.
59. Al-Mu’iid: ( المعيد ) Maha Mengulangi / Maha Mengembalikan dan Memulihkan, iaitu menumbuhkan kembali setelah lenyapnya atau setelah rosaknya.
60. Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Menghidupkan, iaitu memberikan daya kehidupan pada setiap sesuatu yang berhak hidup.
61. Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan, iaitu mengambil kehidupan (roh) dari apa-apa yang hidup.
62. Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup, iaitu sentiasa kekal hidupNya itu.
63. Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya , iaitu baik ZatNya, SifatNya, Af’alNya. Juga membuat berdirinya apa-apa yang selain Dia. DenganNya pula berdirinya langit dan bumi ini.
64. Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu / Maha Menemukan, iaitu dapat menemukan apa saja yang diinginkan olehNya, maka tidak berkehendakkan pada suatu apa pun kerana sifat kayaNya yang secara mutlak.
65. Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia, (sama dengan no. 48 yang berbeda hanyalah tulisannya dalam bahasa Arab, Ejaan sebenarnya no. 48 Al-Majiid, sedang no. 65 A1-Maajid).
66. Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.
67. Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.
68. Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan / Maha Diminta / Yang Menjadi Tumpuan, iaitu selalu menjadi tujuan dan harapan orang di waktu ada hajat keperluan.
69. Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/ Maha Kuasa / Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.
71. Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan / Maha Menyegera, iaitu mendahulukan sebahagian benda dari yang lainnya dalam mewujudnya, atau dalam kemuliaannya, selisih waktu atau tempatnya.
72. Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan / Maha Mengakhirkan / Maha Membelakangkan / Maha Melambat-lambatkan., iaitu melewatkan sebahagian sesuatu dari yang lainnya.
73. Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan  / Maha Pertama, iaitu terdahulu sekali dari semua yang maujud.
74. Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan / Yang Akhir, iaitu kekal terus setelah habisnya segala sesuatu yang maujud.
75. Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha Zahir / Maha Nyata / Maha Menyatakan, iaitu menyatakan dan menampakkan kewujudanNya itu dengan bukti-bukti dan tanda-tanda ciptaanNya
76. Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi, iaitu tidak dapat dimaklumi ZatNya, sehingga tidak seorang pun dapat mengenal ZatNya itu.
77. Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai / Maha Menguasai Urusan / Yang Maha Memerintah, iaitu menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaanNya dan menjadi milikNya.
78. Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/Tinggi , iaitu terpelihara dari segala kekurangan dan kerendahan.
79. Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan / Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan) / Yang banyak membuat kebajikan, iaitu banyak kebaikanNya dan besar kenikmatan yang dilimpahkanNya.
80. At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat, iaitu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang melakukan maksiat untuk bertaubat lalu Allah akan menerimanya.
81. Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penyiksa / Yang Maha Menghukum, kepada mereka yang bersalah dan orang yang berhak untuk memperoleh siksaNya.
82. Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf / Yang Maha Pengampun, menghapuskan kesalahan orang yang suka kembali untuk meminta maaf padaNya.
83. Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih / Maha Mengasihi, banyak kerahmatan dan kasih sayangNya.
84. Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan  / Maha Menguasai kerajaan / Pemilik Kedaulatan Yang Kekal, maka segala perkara yang berlaku di alam semesta, langit, bumi dan sekitarnya serta yang di alam semesta itu semuanya sesuai dengan kehendak dan iradatNya.
85. Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan  / Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan. Juga Zat yang mempunyai keutamaan dan kesempurnaan, pemberi kurnia dan kenikmatan yang amat banyak dan melimpah ruah.
86. Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili / Maha Saksama, iaitu memberikan kemenangan pada orang-orang yang teraniaya dari tindakan orang-orang yang menganiaya dengan keadilanNya.
87. Al-Jaami’: ( الجامع ) Maha Mengumpulkan / Maha Pengumpul, iaitu mengumpulkan berbagai hakikat yang telah bercerai-berai dan juga mengumpulkan seluruh umat manusia pada hari pembalasan.
88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya / Maha Kaya serta Serba Lengkap, iaitu tidak berkehendakkan apa juapun dari yang selain ZatNya sendiri, tetapi yang selainNya itu amat mengharapkan padaNya.
89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan / Maha Mengkayakan dan Memakmurkan, iaitu memberikan kelebihan yang berupa kekayaan yang berlimpah-ruah kepada siapa saja yang dikehendaki dari golongan hamba-hambaNya.
90. Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela atau Maha Menolak / Maha Pencegah, iaitu membela hamba-hambaNya yang soleh dan menolak sebab-sebab yang menyebabkan kerosakan.
91. Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat / Maha Pembuat Bahaya  / Maha Pemberi bahaya, iaitu dengan menurunkan seksa-seksaNya kepada musuh-musuhNya
92. An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat , iaitu meluaslah kebaikan yang dikurniakanNya itu kepada semua hamba, masyarakat dan negeri.
93. An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya  / Maha Bercahaya, iaitu menonjokan ZatNya sendiri dan menampakkan untuk yang selainNya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya.
94. Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk / Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk, iaitu memberikan jalan yang benar kepada segala sesuatu agar berterusan adanya dan terjaga kehidupannya.
95. Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah / Tiada Bandingan  / Maha Pencipta yang baru, sehingga tidak ada contoh dan yang menyamai sebelum keluarnya ciptaanNya itu.
96. Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal, iaitu kekal hidupNya untuk selama-Iamanya
97. Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Membahagi / Maha Mewarisi  / Maha Pewaris, iaitu kekal setelah musnahnya seluruh makhluk.
98. Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Cendekiawan / Maha Pandai / Bijaksana / Maha Memimpin, iaitu yang memimpin kepada kebenaran, iaitu memberi penerangan dan panduan pada seluruh hambaNya dan segala peraturanNya itu berjalan mengikut ketentuan yang digariskan oleh kebijaksanaan dan kecendekiawanNya.
99. Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar yang tidak tergesa-gesa memberikan seksaan dan tidak juga cepat melaksanakan sesuatu sebelum masanya.
.
https://shafiqolbu.wordpress.com

Thursday, March 23, 2017

lagu ``` NILAI CINTA KU - Ahmad Daud dan Saloma

Noor Fadzila Wan Teh · 0:08 nilai cinta LAGU ahmad daud / saloma

Antara bulan bintang beribu

Manakan sama bulan yang satu
Antara ribu bintang di langit nan biru
Dikau bintang hatiku

Bumi yang mana tak timpa hujan
Lautan mana tak bergelombang
Kiranya cinta musnah terkulai ditangkainya
Hanya membawa derita

Hanya dengan lagu
Dapatku merayu
Keluhan hatiku

Hanya dengan madah
Dapat ku berkata
Dikau ku cinta

Kasih yang mana tak bergelora
Kasih sejati tetap setia
Ombak memukul pantai
Kasih tambah gelora
Itulah nilai cinta

Hanya dengan lagu
Dapatku merayu
Keluhan hatiku

Hanya dengan madah
Dapat ku berkata
Dikau ku cinta

Kasih yang mana tak bergelora
Kasih sejati tetap setia
Ombak memukul pantai
Kasih tambah gelora
Itulah nilai cinta

Tribute : Ahmad Daud & Saloma "Nilai Cintamu" Malay Classic 1960's

Woke Up Suddenly At Night? ᴴᴰ ┇ #DuaRevival2 ┇ by Ustadh Majed Mahmoud ┇...

Friday, January 27, 2017

ISLAM: Mengenal Para Malaikat

ISLAM: Mengenal Para Malaikat: Malaikat Jibril . Pemimpin para malaikat ini, bertugas menyampaikan wahyu Allah dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul. Di dalam...

Thursday, January 5, 2017

AL ISRAA 17:80


AL MULK ..



  1. Immensely blessed is He in Whose control is the entire Kingdom, and He has authority over every thing.
  2. He, Who has created death and life that He might test you, as to whose work, is excellent among you. And Heis the Esteemed one the Forgiving.
  3. Who made seven heavens one upon the other. What difference do you see in the making of the MostAffectionate? Then look again carefully, do you see any crack?
  4. Then look again and again, the sight will return back to you defeated and fatigued.
  5. And undoubtedly, We adorned the lower heaven with lamps, and made them things to beat devils, andprepared for them the torment of blazing fire.
  6. And for those who disbelieved in their Lord, there is the torment of Hell. And what an evil end it is?
  7. When they shall be thrown in it, they will hear the braying as it boils up.
  8. It seems that it will almost burst with severe fury. Whenever any group shall be thrown in it, its keepers willask them, 'Did no warner come to you'?
  9. They will say, 'why not, yes indeed, the warner came to us, but we belied him and said, 'Allah has sent downnothing; you are not, but in great error".
  10. And they will say, 'if we had heard or reflected, we would not have been among the fellows of the Hell.
  11. Now they confessed their sins, then Curse be the fellows of the Hell.
  12. Undoubtedly, those who fear their Lord unseen, for them is forgiveness and great reward.
  13. And whether you keep your discourse secret or disclose, He knows full well the thoughts of your breasts.
  14. Will not He Who has created know? And it is He Knowing every subtle, the Aware.
  15. It is He Who has made the earth submissive to you, therefore traverse through its tracks and eats of Hisprovision. And to Him is the rising up.
  16. Have you become fearless of Him whose Kingdom is in the heaven, that He may bury you in the earth,henceforth it remains shaking?
  17. Or have you become fearless of Him whoso Kingdom is in the heaven that He may send against you stoning.Now you will know, how was My warning?
  18. And undoubtedly, those before them belied, then how was My rejection.
  19. And have they not seen birds above them, spreading out their wings and closing them? None withholds themsave the Most Affectionate Allah. Undoubtedly, He sees all things.
  20. Or which is your army that shall help you against the Most Affectionate Allah? The infidels are not but indelusion.
  21. Or who is he, who may provide you, if He withholds His provision? Nay, but they have become shameless incontumacy and dis-dain.
  22. Is he who walks prone on his face better guided than he who walks upright on a straight path?
  23. Say you, 'it is He Who produced you, and made for you ears and eyes and hearts'. How little you accept thetruth?
  24. Say you, 'it is He Who has spread you in the earth, and towards Him you shall be raised.
  25. And they say, 'when this promise will come to pass. if you are truthful'.
  26. Say you, 'the Knowledge of it is with Allah, and I am only a clear warner'.
  27. Then when they will see it near at hand, the faces of the infidels will be vexed, and it will be said to them, 'thisis what you used to ask for'.
  28. Say you, 'look to it, if Allah destroys me and those with me or has mercy on us, then who will protect theinfidels from the painful torment'?
  29. Say you, 'He is the Most Affectionate, we believed in Him and relied upon Him, then now you will know, who isin manifest error'.
  30. Say you, 'look to it, if your water in the morning go deep in the earth, then who would bring you water runningbefore your eyes?'

AL MULK


AL MULK ..

Al-Mulk


[1]
Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai pemerintahan (dunia dan akhirat); dan memanglah Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu;
[2]
Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat);
[3]
Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan - (mu) - dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?
[4]
Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali, nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).
[5]
Dan demi sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan; dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang.
[6]
Dan bagi orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan mereka, disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
[7]
Apabila mereka dicampakkan ke dalamnya, mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak.
[8]
Hampir-hampir ia pecah berkecai-kecai kerana kuat marahnya. Tiap-tiap kali dicampakkan ke dalamnya sekumpulan besar (dari orang kafir), bertanyalah penjaga-penjaga neraka itu kepada mereka: "Tidakkah kamu pernah didatangi seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran (di dunia dahulu)?"
[9]
Mereka menjawab: "Ada! Sebenarnya telah datang kepada kami seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, lalu kami dustakan serta kami katakan (kepadanya): Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu (wahai orang yang mendakwa menjadi Rasul) hanyalah berada dalam kesesatan yang besar! "
[10]
Dan mereka berkata: "Kalaulah kami dahulu mendengar dan memahami (sebagai orang yang mencari kebenaran), tentulah kami tidak termasuk dalam kalangan ahli neraka".
[11]
Akhirnya mereka mengakui dosa-dosa mereka (sebagai orang-orang yang kufur ingkar), maka tetaplah jauhnya rahmat Allah dari ahli neraka.
[12]
Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.
[13]
Dan tuturkanlah perkataan kamu dengan perlahan atau dengan nyaring, (sama sahaja keadaannya kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.
[14]
Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan PentadbiranNya, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya!
[15]
Dia lah yang menjadikan bumi bagi kamu: mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah; dan (ingatlah), kepada Allah jualah (tempat kembali kamu sesudah) dibangkitkan hidup semula; (maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya).
[16]
Patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Tuhan yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menunggang-balikkan bumi menimbus kamu, lalu bergegarlah bumi itu dengan serta-merta (melenyapkan kamu di bawahnya)?
[17]
Atau patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Allah yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu; maka dengan itu, kamu akan mengetahui kelak bagaimana buruknya kesan amaranKu?
[18]
Dan demi sesungguhnya! orang-orang (kafir) yang terdahulu daripada mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya lalu mereka dibinasakan); dengan yang demikian, (perhatikanlah) bagaimana buruknya kesan kemurkaanKu.
[19]
Patutkah mereka menutup mata dan tidak memerhatikan (kekuasaan Allah pada) burung-burung yang terbang di atas mereka, (siapakah yang menjaganya ketika) burung-burung itu mengembang dan menutupkan sayapnya? Tidak ada yang menahannya (daripada jatuh) melainkan (kekuasaan) Allah Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Ia Maha Melihat serta mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.
[20]
Bahkan siapa dia yang menjadi tentera bagi kamu, yang akan menolong kamu selain dari Allah Yang Maha Pemurah? (Sebenarnya) orang-orang yang kafir tidak lain hanyalah berada dalam keadaan terpedaya.
[21]
Atau siapa dia yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? (Tidak ada sesiapapun), bahkan mereka (yang musyrik itu) kekal terus dalam keadaan sombong angkuh serta melarikan diri (dari kebenaran).
[22]
Maka adakah orang yang berjalan (melalui jalan yang tidak betul, yang menyebabkan dia selalu jatuh) tersungkur di atas mukanya: boleh mendapat hidayah - atau orang yang berjalan tegak betul, melalui jalan yang lurus rata?
[23]
Katakanlah (wahai Muhammad): "Allah yang menciptakan kamu (dari tiada kepada ada), dan mengadakan bagi kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (untuk kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur".
[24]
Katakanlah lagi: "Dia lah yang mengembangkan kamu di bumi, dan kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan".
[25]
Dan mereka (yang ingkar) berkata: "Bilakah datangnya (hari kiamat) yang dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?"
[26]
Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang masa kedatangannya) hanya ada pada sisi Allah, dan sesungguhnya aku hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran yang terang nyata".
[27]
Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikan itu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka): "Inilah dia yang dahulu kamu kerap kali minta disegerakan kedatangannya!".
[28]
Tanyalah (wahai Muhammad, kepada mereka): "Bagaimana fikiran kamu, jika Allah binasakan daku dan orang-orang yang bersama-sama denganku (sebagaimana yang kamu harap-harapkan), atau Ia memberi rahmat kepada kami (sehingga kami dapat mengalahkan kamu), - maka siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?".
[29]
Tegaskan (wahai Muhammad, kepada mereka): "Allah Dia lah Yang Maha Pemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang kepadaNya kami berserah diri; oleh itu kamu akan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".
[30]
Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?".

067 - Al-Mulk - Saad Alghamdi - سعد الغامدي - الملك

Monday, January 2, 2017

AR RAFI'

ar-Rāfi'

audio caligraphy

The Uplifter,  The Exalter

The One whose wisdom chooses the ones to be uplifted.
The One who uplifts and elevates mankind above petty desires and selfishness.
The One who makes it possible to rise above the differences and distinctions that divide mankind.

From the root r-f-' which has the following classical Arabic connotations:
to raise or elevate something
to uplift, to take it up
to make high, lofty
to exalt, make honorable, make eminent
to bring a thing near
The name Rāfi' is not specifically used as a Beautiful Name in the Qur'ān.
Rāfi' (uplifter) is the opposite of Khāfid (humbler).
The names Khāfid and Rāfi' are often used together to acknowledge the way that balance and harmony are established and maintained though the interplay of cause and effect.
Mu'izz (honorer) is similar to, but much more more intensive and glorious than, Rāfi' (uplifter).
The phrase al Khāfid ur Rāfi' is often used to honor these complimentary attributes. ad darr un nafi
(Also written as al-rafi, ar-rafi, al-raafi, ar-raafi, the Uplifter: ya rafi ,ya raafi)

 https://wahiduddin.net/words/99_pages/rafi_23.htm

AL QAWI ..






al-Qawī

audio caligraphy

The Supremely Strong,  The Inexhaustible Strength

The One whose strength is supreme. The One who possesses unlimited strength and endurance.
The One whose vigor and strength prevail over all of creation.
The One who is beyond all weakness. The One whose strength is inexhaustible.

From the root q-w-y which has the following classical Arabic connotations:
to be strong, vigorous, potent
to be robust, hardy, sturdy
to have sufficient strength or power
to prevail over

This name is used in the Qur'ān. For example, see 42:19
Related names:
Qawī - Strong - the One who is all-mighty and possesses inexhaustible strength.
Matīn - Firm - the One whose nature it is to be firm, determined and steadfast.
Qahhār - Dominator - the One who dominates, conquers, overpowers
Muqtadir - Determiner - the One who uses supreme power to enforce whatever Divine wisdom decrees or decides.
(Also written as al-qawi, al-qawee, al-qawiyy, al-qawii, the All-Mighty: ya qawi, ya qawee, ya qawii)

https://wahiduddin.net/words/99_pages/rafi_23.htm

iman dan takwa ..

PENGERTIAN IMAN Dalam hadist di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikr...