Dalam ajaran Islam, dosa ibu bapa tidak berpindah atau melimpah kepada anak-anak.
Setiap individu menanggung dosa dan pahala masing-masing di sisi Allah SWT.
Hal ini ditegaskan dalam Al-Quran melalui Surah Al-An'am, ayat 164:
"Dan tiadalah yang diusahakan oleh tiap-tiap seorang melainkan ke atas dirinya sendiri; dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain."
Al-An'am · Ayat 164
قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۗ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى ۚ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ ١٦٤
qul a ghairallâhi abghî rabbaw wa huwa rabbu kulli syaî', wa lâ taksibu kullu nafsin illâ ‘alaihâ, wa lâ taziru wâziratuw wizra ukhrâ, tsumma ilâ rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bimâ kuntum fîhi takhtalifûn
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah aku (pantas) mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap orang yang berbuat dosa, dirinya sendirilah yang akan bertanggung jawab. Seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kamu kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”
No comments:
Post a Comment