Saturday, September 13, 2025

SURAH HUD AYAT 114 - PERBUATAN BAIK MENGHAPUSKAN PERBUATAN BURUK ..

 


Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik dapat menghapus perbuatan-perbuatan buruk. 

Itulah peringatan bagi orang-orang yang berdzikir.

~Al-Qur’an (11:114)

 

Sesungguhnya amal-amal kebajikan (terutama sembahyang) itu menghapuskan kejahatan. 

Perintah-perintah Allah yang demikian adalah menjadi peringatan bagi orang-orang yang mahu beringat.

Surah Hud ayat 114 menekankan pentingnya melaksanakan salat pada dua waktu siang (pagi dan petang) serta pada awal malam. 


Ayat ini juga menjelaskan bahwa perbuatan baik dapat menghapus kesalahan dan dosa-dosa kecil, serta menjadi peringatan dan nasihat bagi orang-orang yang senantiasa mengingat Allah SWT. 


Berikut adalah teks Surah Hud ayat 114 dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan bahasa Melayu: 


Arab: 


وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ١١٤
 

Latin:
Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafa(i)n-nahāri wa zulafan minal-layl(i);
innal-ḥasanāti yud'hibnas-sayyi'āt(i);
dhalika dhikrā liddhākirīn(a). 


Terjemahan: 


"Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. 

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)". 


Makna dan Penjelasan: 


Salat di Dua Ujung Siang dan Awal Malam: 


Perintah ini menekankan pelaksanaan salat lima waktu, yang mencakup waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. 


Perbuatan Baik Menghapus Kesalahan: 


Ayat ini mengajarkan bahwa amal saleh, terutama salat, dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. 


Dosa besar memerlukan taubat yang tulus.

 
Peringatan bagi yang Mengingat Allah: 


Pesan ini adalah pengingat dan nasihat bagi orang-orang yang berakal dan selalu mengingat Allah SWT untuk senantiasa beramal baik dan menjaga diri dari perbuatan buruk. 

 

WALLAHU A'LAM ..

 

QS 11:114 - SURELY GOOD DEEDS WIPE OUT EVIL DEEDS ..

 


🍀 Regarding the revelation

Narrated Ibn Mas’ud [radhi-yAllahu ‘anhu]: A man kissed a woman and then came to Allah’s Messenger (ﷺ) and told him of that.

So this Divine Revelation was revealed to the Prophet :-

 “And perform As-Salat (the prayers) at the two ends of the day, and in some hours of the night;

 [i.e. the five compulsory Salat (prayers)].

Verily, the good deeds remove the evil deeds (small sins). 

That is a reminder for the mindful.” (V.11:114).

The man said,

 “Is this instruction for me only?” 

The Prophet (ﷺ) said, 

“It is for all those of my followers who encounter a similar situation.”


[Sahih Al-Bukhari, 6/4687 (O.P.209)]

Another narration that talks about this, concept is…..

🌷Narrated Abu Dhar [radhi-yAllahu ‘anhu]:

 Allah’s Messenger (ﷺ) said to me: ”

(a) Be afraid of Allah and keep your duty to him wherever you may be.

(b) And follow up the evil deeds with the good deeds, (verily) the good deeds remove (blot out) the evil deeds.

(c) And (treat) behave with the people in a high standard of character.”


(This Hadith is quoted by At-Tirmidhi).

 

The Ayah is so beautiful, full of hope, we keep our duty to our Rabb worshipping Him and observing Salah…
Good deeds will erase our minor sins that we keep committing.

When we commit some sin or fall short in doing our duties as a muslim, we feel a burden and our heart is restless, we are falling in despair but we should tackle that situation by doing more good…

Shaitan wants us to feel down and disconnect and drown in sorrow.
But what we need to do is put our head in sujood and elevate and connect with our Rabb. 

And ask for forgiveness, no one has power to forgive except our Rabb

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ الثَّقَفِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ الأَسَدِيِّ، عَنْ أَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ الْفَزَارِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا، – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – يَقُولُ كُنْتُ رَجُلاً إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيثًا نَفَعَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِي وَإِذَا حَدَّثَنِي أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِهِ اسْتَحْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِي صَدَّقْتُهُ قَالَ وَحَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏‏ مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ ‏{‏ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ ‏}‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ ‏.‏”

 

Narrated Abu Bakr as-Siddiq:

Asma’ bint al-Hakam said:

 I heard Ali say: I was a man; when I heard a tradition from the Messenger of Allah (ﷺ), Allah benefited me with it as much as He willed. 

But when some one of his companions narrated a tradition to me I adjured him. When he took an oath, I testified him.

Abu Bakr narrated to me a tradition, and Abu Bakr narrated truthfully. He said: 

I heard the apostle of Allah (ﷺ) saying:

 

When a servant (of Allah) commits a sin, and he performs ablution well, and then stands and prays two rak’ahs, and asks pardon of Allah, Allah pardons him.

He then recited this verse: 

“And those who, when they commit indecency or wrong their souls, remember Allah”

 (Al-Qur’an 3:135).

Sahih (Al-Albani)

Sunan Abi Dawud 1521
In-book : Book 8, Hadith 106
English translation : Book 8, Hadith 1516

 

https://moisara.wordpress.com/2018/06/29/good-deeds-remove-evil-deeds/ 

 

WALLAHU A'LAM ..

 

Friday, September 12, 2025

ASMAUL HUSNA AS SALAAM ..

 

 
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ


5. As Salaam
Peace and Blessing

Yang Maha Memberi Keamanan / Maha Penyelamat 
 
 Iaitu pemberi keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh makhlukNya. 
 
Dialah penyelamat hamba-hambaNya dari bahaya serta rintangan serta memberi tahniah kepada mereka di dalam syurga .


Fadhilat As-Salam
 
Apabila dizikirkan ‘Ya Salam’ sebanyak 136 X, 
 
InsyaAllah jasmani & rohani kita akan terhindar dari segala penyakit sehingga badan menjadi segar sihat & sejahtera.

Dibacakan ‘Ya Salam’ 160 X berulang-ulang ditempat orang 
yang sakit, boleh membantu mengurangkan kesakitan dan 
 
 InsyaAllah dengan pertolongan-Nya dapat menyembuhkan si pesakit.

Dizikirkan ‘Ya Salam’ 115 X 
lalu ditiup pada pesakit dapat menyembuhkannya.

Apabila dibacakan
 ‘Ya Salam’ kepada orang yang sakit kepala sebanyak 121 kali dengan kadar suara didengari oleh orang yang sakit sambil mengangkat  kedua belah tangan, 
 
InsyaAllah akan disembuhkan dengan khalimatNya selama tidak datang ajalnya atau dikurangkan daripada sakitmya.
 

والسلام علبكم و رحمة الله و بركاته
 
 
5. As-Salaam: ( السلام ) 
 
Maha Penyelamat, iaitu pemberi keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh makhlukNya.
 
 WALLAHU A'LAM ..

Wednesday, September 10, 2025

SURAH ALI IMRAN AYT 18 dan 19 ..


 
 
Membaca Surah Ali Imran ayat 18 bersama ayat 19 dikaitkan dengan janji masuk syurga. 
 
Ayat ini adalah tentang kesaksian Allah SWT tentang keesaan-Nya, yang mana umat Islam juga diseru untuk menyaksikannya dan menghafalnya sebagai satu janji yang berharga. 
 
 
 
Surah Ali Imran 
 Ayat 18:
 
"Syāhadallāhu annahu lā ilāha illā Huwa, wal-malā'ikatu wa ulul-'ilmi qā'iman bil-qisṭi, lā ilāha illā Huwal-'Azīzul-Ḥakīm." 
 
Bahasa Melayu:
 
 "Allah menyaksikan bahawa tiada Tuhan melainkan Dia, dan para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyaksikan dengan keadilan; tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
 
Ayat 19:
 
"Innad-dīna 'indallāhil-Islām. 
Wa malliftal-ladhīna ūtūl-kitāba illā mim ba'di mā jā'ahumul-'ilmu baghyam-baynahum, wa mayyakfuri bi-āyātillāhi fa-inna Allāha sarī'ul-ḥisāb." 
 
Bahasa Melayu: 
 
"Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dan orang-orang yang telah diberikan Kitab itu tidak berselisih faham tentang ugama mereka melainkan setelah datangnya pengetahuan kepada mereka, (perselisihan itu pula) berlaku dalam kalangan mereka disebabkan hasad dengki antara mereka. 
 
Dan sesiapa yang ingkar akan ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Pantas lagi Maha Cepat pengiraanNya."
 
Keistimewaan Membaca Ayat 18-19 
Janji Masuk Syurga:
 
Terdapat riwayat yang menyatakan bahawa sesiapa yang membaca ayat 18 dan 19 daripada Surah Ali Imran, kemudian dia bersaksi dengan apa yang telah disaksikan oleh Allah, malaikat, dan orang-orang yang berilmu, maka dia dijamin akan masuk syurga.
 
Menghayati Kesaksian Allah:
 
Ayat-ayat ini mengajak umat Islam untuk menghayati dan mengikrarkan kesaksian Allah tentang keesaan-Nya dan agama Islam.
 
Peringatan dan Pedoman:
 
Ayat ini juga berfungsi sebagai pedoman dan peringatan tentang kebenaran agama Islam, mengingatkan bahawa hanya Islam agama yang diterima di sisi Allah SWT.
 
 ...
 
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
 
شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَاُولُوا الۡعِلۡمِ قَآٮِٕمًا ۢ بِالۡقِسۡطِ‌ؕ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُؕ
18
 
Shahidal laahu annahuu laa ilaaha illaa Huwa walmalaaa'ikatu wa ulul 'ilmi qooa'imam bilqist; laaa ilaaha illaa Huwal 'Aziizul Hakiim
 
Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Maha-bijaksana.
 
 
اِنَّ الدِّيۡنَ عِنۡدَ اللّٰهِ الۡاِسۡلَامُ ۗ وَمَا اخۡتَلَفَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ الۡعِلۡمُ بَغۡيًا ۢ بَيۡنَهُمۡ‌ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيۡعُ الۡحِسَابِ
19
 
Innad diina 'indal laahil Islaam; wa makhtalafal laziina uutul Kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa'ahumul 'ilmu baghyam bainahum; wa mai yakfur bi Aayaatil laahi fa innal laaha sarii'ul hisaab
 
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. 
Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
 
 
 
wallahu a'lam ..
 

SURAH ALI IMRAN AYAT 18 , 26 DAN 27 ..









DOA TAHAJJUD ..


 

 

 Ya Allah! 

Bagi-Mu segala puji-pujian.

 Dikaulah pendiri langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. 

Bagi-Mulah segala pujian, 

Dikau Penguasa langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya. 

Dan bagi-Mulah segala puji, Pemancar cahaya langit dan bumi dan alam semesta serta segala isinya.

    Bagi-Mulah segala pujian, 

Dikaulah yang benar (Al-haq), 

janji-Mu adalah benar,

 firman-Mu adalah benar, 

perjumpaan dengan-Mu adalah benar,

 syurga itu benar dan neraka adalah benar. 

Nabi-nabi itu benar, 

Nabi Muhammad SAW adalah benar 

dan adanya hari Kiamat itu benar.

    Ya Allah! 

Pada-Mulah daku menyerahkan diri, dengan-Mu daku beriman,

 kepada-Mu daku bertawakal, 

kepada-Mu daku kembali, 

dengan-Mu daku menghadapi musuh dan kepada-Mu daku berhukum. 

Ampunilah dosa kesalahanku yang telah lalu dan yang terkemudian, 

baik yang daku sembunyikan mahupun yang daku nyatakan,

 di mana Dikau lebih mengetahuinya. 

Dikau yang Maha Mendahului dan Maha Mengakhiri.

 Tiada Tuhan melainkan Dikau!

 Tiada padaku daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah!


    Ya Allah! 

Berilah kami kebaikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka.



    Selawat Allah ke atas Penghulu kami Nabi Muhammad SAW dan ke atas keluarga serta para sahabat sekeliannya. 

Segala puji hanyalah untuk Allah Tuhan Pemelihara seluruh alam.! 

 




3AM Istighfar Changes Everything: Wealth, Peace, Forgiveness, Success

Tuesday, September 9, 2025

SURAH ALI IMRAN AYAT 26 &27 ..


 

 

Jika dijadikan ayat 26-27 sebagai amalan wirid harian, 
 
Insya’Allah dapat menjadi karamah, meluaskan rezeki, melangsaikan hutang dan menunaikan segala hajat.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda kepada Saidina Muaz,

 

“Aku ajarkan kepadamu dua potong ayat. Dua ayat al-Quran dari Surah Ali Imran iaitu ayat 26-ayat 27.

 

Jika engkau mahu mengamalkannya, Allah akan meluaskan rezekimu untuk menjelaskan semua hutangmu, walaupun hutangmu sebesar gunung banyaknya.”

 

 Nabi s.a.w. lantas mengajarnya membaca ayat ini…

Selain itu, salah satu kandungannya pada ayat 26-27 ternyata juga mengandung bacaan doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk membayar utang. 

 

Berikut bacaan lengkapnya,

Surat Ali Imran Ayat 26-27
 
Dilengkapi Latin dan Artinya

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (26)

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27)

Bacaan latin:
 
26. Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr

27. Tụlijul-laila fin-nahāri wa tụlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā`u bigairi ḥisāb

Artinya:
 
"26. Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
 

27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."

 

WALLAHU A'LAM ..

 

FIRMAN ALLAH SWT TTG ZIKIR ..








Monday, September 8, 2025

SETIAP AMALAN KEBAIKAN ADALAH SEDEKAH ..


 
Kebaikan Kecil, Ganjaran Besar:
 
Buat Baik Dibalas Baik Rasulullah SAW bersabda,
 
 “Setiap kebaikan adalah sedekah.” 
 
Ini bermaksud setiap perbuatan baik yang dilakukan, tidak kira kecil atau besar, tetap diberi pahala seperti sedekah. 
 
 Walaupun manusia tidak mengetahui atau menghargai kebaikan yang kita lakukan,
 Allah SWT tetap melihat dan memberi ganjaran. 
 

Keutamaan Mengajak Dalam Kebaikan

Daripada Abu Hurairah RA, bahawa Nabi ﷺ bersabda:

 

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Maksudnya:

 

 “Barangsiapa yang menyeru (seseorang) kepada hidayah, baginya ganjaran sepertimana ganjaran orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun daripada ganjaran mereka (yang melakukan).”

Riwayat Muslim (2674)

 

Yang demikian sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A bahawa Rasulullah SAW bersabda:

 

مَن دَعا إلى هُدًى، كانَ له مِنَ الأجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَن تَبِعَهُ، لا يَنْقُصُ ذلكَ مِن أُجُورِهِمْ شيئًا، ومَن دَعا إلى ضَلالَةٍ، كانَ عليه مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثامِ مَن تَبِعَهُ، لا يَنْقُصُ ذلكَ مِن آثامِهِمْ شيئًا.

 

Maksudnya:

 

“Sesiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangkan sedikit pun pahala mereka. 

Dan sesiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia akan menanggung dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangkan sedikit pun dosa mereka.”

 

Riwayat Muslim (6748

 

Begitu juga pada hadith yang lain Rasulullah SAW turut bersabda:

 

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

 

Maksudnya:

 “Barangsiapa yang menunjukkan sesuatu kebaikan maka dia mendapat pahala sama seperti yang melakukannya.”

 

Riwayat Muslim (1893)

 

ALLAH SWT berfirman dalam al-Quran bermaksud: 

 

"Sesiapa yang menghendaki (dengan amal usahanya) mendapat faedah di akhirat,

 Kami (Allah) akan memberinya mendapat tambahan pada faedah yang dikehendakinya; 

dan sesiapa yang menghendaki (dengan amal usahanya) kebaikan di dunia semata-mata, 

Kami beri kepadanya daripada kebaikan dunia itu (sekadar yang Kami tentukan) 

dan ia tidak akan beroleh sesuatu bahagian pun di akhirat kelak." 

 

(Surah ash-Shura, ayat 20)

 

WALLAHU A'LAM ..

 

BISMILLAHIR RAHMAN NIR RAHIM ..


  


 

Sesiapa membaca sebanyak 20 kali selepas solat Tahajjud, 

 
Insya Allah dilapangkan rezeki, keadaannya lebih baik dan bercahaya rohnya.
 
 WALLAHU A'LAM ..

ASMAULHUSNA YA BADI' YA BAQII ..


 


 

 

 

 
 Jika diamalkan zikir

 ‘Ya Baaqiy’ 100 X 
sebelum matahari terbit, 
 
InsyaAllah akan terpelihara daripada malapetaka seumur hidupnya. 
 
 
WALLAHU A'LAM ..
 

ZKIR TERHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN ..




Daripada Abu Hurairah, daripada Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Maksudnya: 

“Barang siapa bertasbih kepada Allah selepas solat sebanyak 33 kali, dan bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, hingga semuanya berjumlah 99,” dan baginda menambah: 

“Kesempurnaan 100 adalah membaca:

 Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir,

 maka kesalahannya akan diampunkan walau sebanyak buih di lautan.”

(Riwayat Muslim, 597)


Antara amalan yang digalakkan selepas solat fardu ialah membaca Tasbih (Subhaanallah) sebanyak 33 kali, Tahmid (Alhamdulillah) 33 kali dan Takbir (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali.
Bagi menjadikan zikir tersebut sempurna, 
 
zikir terakhir (ke 100) dibaca sekali:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesiapa yang menyempurnakan zikir di atas dengan ikhlas, dosanya akan diampunkan walaupun sebanyak buih di lautan (dosa kecil).

Semoga kita istiqamah untuk mengamalkan zikir selepas solat fardhu.
 


 
WALLAHU A'LAM ..
 

zkir sblum tidur malam ..



 

Saturday, September 6, 2025

ZIKIR LA ILAHA ILLALLAH AL MALIKUL HAQQUL MUBIN ..

 


Membaca Laa Ilaaha Illallaahul Malikul Haqqul Mubin 100x

Sabda Nabi Muhammad S.A.W. bersabda:

من قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر وأنساً من وحشة الق وفتحت له أبواب الجنة

Maksudnya:

“Barangsiapa membaca pada pagi hari 100 kali Laa Ilaaha Illallaahul Malikul Haqqul Mubin, maka akan merupakan jaminan aman dari kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya pintu-pintu syurga.”

(Hadis Riwayat Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar)

KEUTAMAAN SURAH DALAM AL QURAN SERTA HADITH SAHIH //

 


 

 Kebanyakan hadis yang menyebutkan kelebihan surah-surah di dalam al-Quran adalah tidak sahih. Yang sahih hanyalah hadis-hadis yang berikut:

PERTAMA: KELEBIHAN SURAH AL-FATIHAH

1. Surah Teragung Dalam al-Quran

Abu Sa’id bin al-Mu’alla r.a. menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda kepada beliau:

لأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ‏‏.‏ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ قُلْتُ لَهُ أَلَمْ تَقُلْ‏ لأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ‏‏.‏ قَالَ‏ ‏{‏الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ‏}‏ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

Maksudnya: “Aku pasti akan ajarkan kepadamu sebuah surah yang paling agung di dalam al-Quran sebelum engkau keluar daripada masjid.” Kemudian, baginda memegang tanganku.

Lalu, apabila aku hendak keluar (daripada masjid), aku berkata kepadanya, “Bukankah tadi engkau berkata, ‘Aku pasti akan ajarkan kepadamu sebuah surah yang paling agung di dalam al-Quran’?”

Baginda pun bersabda, “(Ia adalah) Surah al-Fatihah. Ia adalah tujuh ayat (al-Quran) yang seringkali diulang bacaannya dan ia adalah (saripati) al-Quran yang agung yang dikurniakan-Nya.”

[Sahih al-Bukhari (4474)]

2. Tidak Terdapat Sebarang Surah Setara Dengannya

Rasulullah s.a.w. telah bertanya kepada Ubai bin Ka’ab r.a.:

تُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يَنْزِلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلاَ فِي الإِنْجِيلِ وَلاَ فِي الزَّبُورِ وَلاَ فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا‏.‏ قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ كَيْفَ تَقْرَأُ فِي الصَّلاَةِ‏.‏ قَالَ فَقَرَأَ أُمَّ الْقُرْآنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلاَ فِي الإِنْجِيلِ وَلاَ فِي الزَّبُورِ وَلاَ فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ‏

Maksudnya: “Sukakah engkau jika aku beritahu kepadamu sebuah surah yang belum pernah diturunkan di dalam Taurah, tidak juga di dalam Injil, tidak juga di dalam Zabur dan tidak juga ada surah lain yang seumpama dengannya di dalam al-Quran?” Beliau menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.”

Rasulullah s.a.w. pun bertanya kepadanya, “Apakah yang engaku baca di dalam solat?” Beliau menjawab, “Aku membaca Ummul Quran (Surah al-Fatihah).”

Maka, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Demi jiwaku yang berada di dalam tangan-Nya, tidaklah ia (Surah al-Fatihah) diturunkan di dalam Taurah, tidak juga di dalam Injil, tidak juga di dalam Zabur tidak juga ada surah lain yang seumpama dengannya di dalam al-Quran. Surah itulah tujuh ayat yang sering diulang-ulang (bacaannya) dan (saripati) al-Quran yang agung yang telah dikurniakan-Nya kepadaku.”

[Jami’ at-Tirmizi (2875): Hadis Hasan Sahih]

3. Boleh Dijadikan Ruqyah

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَاسًا، مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ ‏.‏ فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ ‏.‏ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِيَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا ‏.‏ وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ ‏.‏ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ‏.‏ فَتَبَسَّمَ وَقَالَ‏ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ‏ ‏.‏ ثُمَّ قَالَ‏ خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ مَعَكُمْ‏

Maksudnya: Daripada Abu Sa’id al-Khudri, bahawasanya ada sebahagian sahabat Rasulullah s.a.w. yang keluar bermusafir. Lalu, mereka melintasi satu perkampungan Arab. Maka, mereka pun meminta kepada penduduk kampung itu untuk menerima mereka sebagai tetamu, tetapi penduduk kampung itu tidak mahu menerima mereka.

Tiba-tiba, orang kampung itu bertanya kepada mereka, “Adakah ada sesiapa dalam kalangan kalian yang pandai menjampi, kerana sesungguhnya ketua kampung kami telah disengat atau ditimpa suatu musibah?”

Maka, salah seorang sahabat pun menjawab, “Ya (saya).” Lalu, lelaki itu pun mendatangi ketua kampung itu, menjampinya dengan Surah al-Fatihah dan dia sembuh. Lalu sahabat itu diberikan sekawan kambing sebagai ganjaran, tetapi beliau enggan menerimanya, dan beliau berkata, “(Aku tidak akan menerimanya) sehinggalah aku bertanya terlebih dahulu kepada Nabi s.a.w.”

Maka, beliau pun mendatangi Nabi s.a.w. dan menceritakan hal tersebut. Selanjutnya beliau berkata, “Wahai Rasulullah, demi Allah, tidaklah aku menjampinya melainkan dengan Surah al-Fatihah sahaja.”

Baginda pun tersenyum seraya bersabda, “Bagaimana engkau tahu yang ia (Surah al-Fatihah) boleh digunakan sebagai jampi?” Kemudian, baginda bersabda, “Terimalah bahagian mereka dan berikanlah sedikit bahagiannya kepadaku.”

[Sahih Muslim (2201)]

KEDUA: KELEBIHAN SURAH AL-BAQARAH

1. Menghalang Syaitan Daripada Memasuki Rumah

Rasulullah s.a.w. bersabda:

لاَتَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ الْبَقَرَةُ لاَ يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ

Maksudnya: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kawasan perkuburan. Sesungguhnya, rumah yang dibacakan di dalamnya Surah al-Baqarah, ia tidak akan dimasuki syaitan.”

[Jami’ at-Tirmizi (2877) : Hadis Hasan Sahih]

2. Mengeluarkan Syaitan Daripada Rumah

Rasulullah s.a.w.bersabda:

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Maksudnya: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kawasan perkuburan. Sesungguhnya, syaitan melarikan diri daripada rumah yang dibacakan di dalamnya Surah al-Baqarah.”

[Sahih Muslim (780)]

3. Mengundang Keberkatan dan Menolak Sihir

Rasulullah s.a.w. bersabda:

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Maksudnya: “Bacalah Surah al-Baqarah kerana sesungguhnya mengambilnya (membaca dan mengamalkannya) mengundang keberkatan dan meninggalkannya (tidak membaca dan tidak mengamalkannya) menyebabkan kerugian dan (dengan membacanya juga akan menyebabkan sihir) tidak mampu untuk menguasainya.”

[Sahih Muslim (804)]

4. Ayat al-Kursi Adalah Ayat Teragung di dalam al-Quran

Ubai bin Ka’ab r.a.berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ‏.‏ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ‏.‏ قَالَ‏ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ‏.‏ قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ.‏ قَالَ فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ‏ وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ

Maksudnya: Rasulullah s.a.w. bertanya, “Wahai Abu al-Munzir (gelaran bagi Ubai bin Ka’ab), adakah engkau tahu ayat apakah yang paling agung di dalam al-Quran?” Ubai bin Ka’ab berkata, “Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’”

Baginda bertanya lagi, “Wahai Abu al-Munzir, adakah engkau tahu, ayat apakah yang paling agung di dalam al-Quran?” Ubai bin Ka’ab berkata, “Aku menjawab, ‘Ayat al-Kursi.’”

Ubai bin Ka’ab selanjutnya berkata, “Baginda pun menepuk dadaku seraya bersabda, ‘Demi Allah, semoga Dia menganugerahkan engkau ilmu wahai Abu al-Munzir.’”

[Sahih Muslim (810)]

5. Dijamin Syurga Buat yang Istiqamah Membaca Ayat al-Kursi Selepas Solat Fardhu

Rasulullah s.a.w. bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلا أَنْ يَمُوتَ

Maksudnya: “Barangsiapa yang membaca Ayat al-Kursi pada penghujung (iaitu selepas) setiap Solat Fardhu, nescaya tidak ada apa pun yang menghalangnya daripada memasuki syurga melainkan kerana dia belum meninggal dunia.”

[as-Sunan al-Kubra li an-Nasa’i (9532) : Dinilai sebagai Hasan oleh al-Wadi’i di dalam as-Sahih al-Musnad (478)]

6. Ayat al-Kursi Memelihara Daripada Syaitan Ketika Tidur

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Maksudnya: “Apabila engkau telah berada di atas tempat tidurmu, bacalah Ayat al-Kursi. Nescaya, Allah akan sentiasa menjagamu dan syaitan tidak akan mendekatimu sehinggalah engkau memasuki waktu pagi.”

[Sahih al-Bukhari (3275)]

7. Dua Ayat Terakhir Surah al-Baqarah Memadai Sebagai Pelindung

Rasulullah s.a.w.bersabda:

الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِالْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَ بِهِمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Maksudnya: “Dua ayat terakhir Surah al-Baqarah; barangsiapa yang membacanya pada waktu malam, nescaya ia telah memadainya (sebagai pelindung).”

[Sahih al-Bukhari (5040)]

8. Dua Ayat Terakhir Surah al-Baqarah Menjauhkan Rumah Daripada Syaitan

Rasulullah s.a.w.bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِأَلْفَىْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلاَ يُقْرَآنِ فِي دَارٍ ثَلاَثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ

Maksudnya: “Sesungguhnya, Allah telah menulis sebuah kitab 2,000 tahun sebelum Dia menciptakan sekalian langit dan bumi, dan dia menurunkan dua ayat daripada kitab itu yang menjadi penutup Surah al-Baqarah, dan tidaklah kedua-dua ayat itu dibaca di dalam sesebuah rumah selama tiga malam (berturut-turut), lalu syaitan masih mendekatinya.”

[Jami’ at-Tirmizi (2882) : Hadis Hasan Gharib]

KETIGA: KELEBIHAN SURAH AL-BAQARAH DAN SURAH AALI ‘IMRAN

Cahaya Gilang Gemilang yang Memohon Syafa’at Buat Pembacanya

Rasulullah s.a.w.bersabda:

اقْرَءُواالْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا

Maksudnya: “Bacalah al-Quran kerana sesungguhnya, ia akan datang pada Hari Qiyamat sebagai pemberi syafa’at untuk orang-orang yang membaca dan mengamalkannya. Dan bacalah dua cahaya yang gilang gemilang (iaitu) Surah al-Baqarah dan Surah Aali ‘Imran kerana sesungguhnya kedua-duanya akan datang pada Hari Qiyamat (dalam bentuk) seakan-akan dua awan mega atau dua sinar mentari atau dua kawan burung yang terbang berbaris-baris untuk berhujah (bagi membela) orang-orang yang membaca dan mengamalkan isi kandungan kedua-dua surah itu."

[Sahih Muslim (804)]

KEEMPAT: KELEBIHAN SURAH AL-KAHF

1. Perlindungan Daripada Dajjal dan Diberikan Cahaya Hingga ke Makkah

Abu Sa’id al-Khudri r.a. berkata:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِكَمَا أُنْزِلَتْ ثُمَّ أَدْرَكَ الدَّجَّالَ لَمْ يُسَلَّطْ عَلَيْهِ أَوْ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سَبِيلٌ وَمَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ كَانَ لَهُ نُورًا مِنْ حَيْثُ قَرَأَهَا مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَكَّةَ

Maksudnya: “Barangsiapa yang membaca Surah al-Kahf sebagaimana ia diturunkan, kemudian dia bertemu (atau hidup pada zaman Dajjal), nescaya Dajjal bukan sahaja tidak mampu menguasainya, malah Dajjal tidak menemui sebarang jalan pun untuk menguasainya. Dan barangsiapa yang membaca penghujung Surah al-Kahf, dia akan mendapat cahaya dari tempat dia membacanya sehingga ke Makkah.”

[as-Sunan al-Kubra lian-Nasa'i (10299)]

2. 10 Ayat Surah al-Kahfi Pelindung daripada Fitnah Dajjal

Rasulullah s.a.w.bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ وَقَالَ شُعْبَةُ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ

Maksudnya: “Barangsiapa yang memelihara (bacaan atau hafazan) sepuluh ayat terawal Surah al-Kahf, nescaya dia dipelihara daripada (fitnah) Dajjal.” Dalam riwayat Syu’bah pula menyebut, “Sepuluh ayat terakhir Surah al-Kahf.”

[Sahih Muslim (809)]

KELIMA: KELEBIHAN SURAH AL-MULK

1. Memberikan Syafa’at Supaya Diampunkan Dosa

Rasulullah s.a.w. bersabda:

إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ

Maksudnya: “Sesungguhnya, ada sebuah surah di dalam al-Quran yang mempunyai 30 ayat yang boleh memberikan syafa’at kepada orang (yang membaca dan mengamalkannya) dan ia adalah Surah al-Mulk.”

[Jami’ at-Tirmizi (2891) : Hadis Hasan]

2. Perlindungan Daripada Azab Kubur

‘Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:

مَنْ قَرَأَ : تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللَّهُ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Maksudnya: “Barangsiapa yang membaca Surah al-Mulk pada setiap malam, nescaya Allah akan menghalangnya daripada azab kubur dengan bacaannya itu.”

[as-Sunan al-Kubra li an-Nasa’i (10074) : Dinilai sebagai Hasan oleh al-Albani di dalam Sahih at-Targhib (1475)]

KEENAM: KELEBIHAN SURAH AL-KAFIRUN

Pembersihan Daripada Kesyirikan

Rasulullah s.a.w.bersabda:

اقْرَأْ‏{‏ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ‏}‏ ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ

Maksudnya: “Bacalah Surah al-Kafirun. Kemudian, tidurlah selepas selesai membacanya kerana sesungguhnya ia adalah pembersihan daripada kesyirikan.”

[Sahih Abi Daud (5055): Sahih]

KETUJUH: KELEBIHAN SURAH AL-IKHLAS

Menyamai Sepertiga al-Quran

Daripada Abu Sa’id al-Khudri r.a., katanya:

قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لأَصْحَابِهِ‏ أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ الْقُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ ‏‏.‏ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقَالُوا أَيُّنَا يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ الْقُرْآنِ

Maksudnya: Rasulullah s.a.w. bertanya kepada para sahabatnya, “Tidakkah setiap seorang daripada kalian mampu untuk membaca sepertiga al-Quran pada satu malam?” Pertanyaan itu menyukarkan mereka (para sahabat), lalu mereka bertanya kembali, “Siapakah gerangannya dalam kalangan kami ini yang mampu untuk melakukan hal itu wahai Rasulullah?” Maka, baginda pun bersabda, “Surah al-Ikhlas menyamai sepertiga al-Quran.”

[Sahih al-Bukhari (5015)]

Daripada Abu Sa’idal-Khudri r.a., katanya:

أَنَّ رَجُلاً، سَمِعَ رَجُلاً، يَقْرَأُ ‏{‏قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ‏}‏ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Maksudnya: Bahawasanya seorang lelaki mendengar seorang lelaki yang lain membaca Surah al-Ikhlas berulang-ulang kali (pada waktu malam). Lalu, apabila telah pagi, beliau mendatangi Rasulullah s.a.w. seraya menyebut hal itu seolah-olah beliau mahu memperkecilkan amalan itu. Maka, Rasulullah s.a.w. pun bersabda, “Demi jiwaku yang berada di dalam Tangan-Nya, sesungguhnya, ia (Surah al-Ikhlas) menyamai sepertiga al-Quran.”

[Sahih al-Bukhari (5013)]

KELAPAN: KELEBIHAN AL-MU’AWWIZATAN (SURAH AL-FALAQ DAN SURAH AN-NAS)

1. Tidak Ada yang Serupa dengan Ayat-Ayatnya

Rasulullah s.a.w. bersabda:

أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ ‏{‏ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ‏}‏ وَ ‏{‏ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ‏}

Maksudnya: “Tidakkah engkau lihat ayat-ayat yang turun pada malam tadi yang belum pernah dilihat ada sebarang ayat yang serupa dengannya (iaitu) Surah al-Falaq dan Surah an-Nas?!”

[Sahih Muslim (814)]

2. Sebaik-Baik Pelindung

Daripada ‘Uqbah bin ‘Amir r.a., katanya:

بَيْنَا أَنَا أَسِيرُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ الْجُحْفَةِ وَالأَبْوَاءِ إِذْ غَشِيَتْنَا رِيحٌ وَظُلْمَةٌ شَدِيدَةٌ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَعَوَّذُ بِـ ‏{‏ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ‏}‏ وَ {‏ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ‏}‏ وَيَقُولُ‏ يَا عُقْبَةُ تَعَوَّذْ بِهِمَا فَمَا تَعَوَّذَ مُتَعَوِّذٌ بِمِثْلِهِمَا‏

Maksudnya: Sedang aku berjalan bersama-sama dengan Rasulullah s.a.w. antara Juhfah dan Abwa’, tiba-tiba kami dilitupi angin kencang dan kegelapan yang sangat dahsyat. Maka, Rasulullah s.a.w. pun memohon perlindungan (Allah) dengan membaca Surah al-Falaq dan Surah an-Nas.

Kemudian, baginda bersabda, “Wahai ‘Uqbah, mohonlah perlindungan dengan kedua-dua surah itu kerana tidak ada orang yang berlindung dengan sebuah perlindungan yang serupa dengan kedua-dua surah itu.”

[Sahih Abi Daud (1463): Sahih]

KESEMBILAN: KELEBIHAN AL-MU’AWWIZAT (SURAH AL-IKHLAS, SURAH AL-FALAQ DAN SURAH AN-NAS)

Perlindungan Daripada Setiap Sesuatu

Rasulullah s.a.w. bersabda:

قُلْ ‏:‏ ‏(‏ هوَ اللَّهُأَحَدٌ ‏)‏ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

Maksudnya: “Bacalah Surah al-Ikhlas dan al-Mu’awwizatan (Surah al-Falaq dan Surah an-Nas) ketika engkau memasuki waktu petang (selepas Asar) dan ketika engkau memasuki waktu pagi (selepas Subuh) sebanyak tiga kali. Nescaya, ianya mencukupi engkau (sebagai pelindung) daripada setiap sesuatu (keburukan).”

[Jami’ at-Tirmizi (3575): Hadis Hasan Sahih Gharib]

Wallahu a’lam.

QS AL ANFAL 33 DAN ISTIGHFAR ..

  Al-Anfal · Ayat 33 وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ۝٣٣ wa...