Membaca lafaz istighfar khusus:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
(Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa huwal-hayyul-qayyumu wa atubu ilaih)
dapat mengampunkan dosa besar, termasuk lari dari medan perang, berdasarkan hadis sahih.
Kelebihannya adalah penghapusan dosa tersebut dengan izin Allah jika diucapkan dengan penuh penghayatan.
Kelebihan Istighfar Khusus Ini:
Penebus Dosa Besar:
Walaupun lari dari medan perang adalah antara dosa paling besar (min akbaril dzunub), istighfar ini diakui sebagai penghapus dosa tersebut.
Keampunan Mutlak:
Allah akan mengampuni individu tersebut meskipun mereka pernah melakukan dosa tersebut, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.
Pengakuan Ketuhanan:
Istighfar ini menegaskan tauhid (tiada Tuhan selain Allah) dan sifat Allah yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri (Al-Hayyul Qayyum).
Ia adalah salah satu bentuk zikir yang diajarkan untuk memohon keampunan yang besar kepada Allah SWT atas kesalahan-kesalahan yang serius.
Firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(Surah Al-Baqarah ayat 222)
Hadis yang anda maksudkan adalah seperti berikut:
Daripada Abdullah bin Busr RA, Rasulullah SAW bersabda:
طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
"Beruntunglah bagi orang yang mendapati dalam buku catatan amalannya istighfar yang banyak."
— Riwayat Ibn Majah (3818)
Penjelasan Ringkas:
Maksud "Tuba" (Beruntung):
Perkataan Tuba dalam hadis ini merujuk kepada kebahagiaan yang besar, pujian, atau sebuah pohon di syurga bagi mereka yang melazimkan istighfar.
Status Hadis: Hadis ini dinilai sebagai Sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibn Majah.
No comments:
Post a Comment