Sunday, January 25, 2026

QS As Shaffat 180 - 182 ..




سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Subhana robbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wa salamun ‘alal mursaliin wal hamdulillahi Robbil ‘alamiin.

Artinya: “Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang Perkasa, dari apa yang mereka sifati. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada para utusan. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Ayat-ayat terakhir Surah As-Saffat (ayat 180-182) ialah:
سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (١٨٠) وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ (١٨١) وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (١٨٢)
Terjemahan:
180. "Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keagungan daripada apa yang mereka sifatkan."
181. "Dan salam sejahtera kepada sekalian Rasul."
182. "Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam." 
Tiga ayat ini sering dibaca untuk menutup majlis atau doa, menekankan kesucian Allah, penghormatan kepada rasul, dan kesyukuran.

Saturday, January 24, 2026

(QS 20:124): SURAH THAHA ..


QS Thaha ayat 124 (20:124)

 menegaskan ancaman Allah SWT bagi mereka yang berpaling dari peringatan-Nya (Al-Qur'an dan petunjuk-Nya) akan mendapatkan kehidupan yang sempit (ma'isyatan dlangka) di dunia dan dibangkitkan dalam keadaan buta pada hari kiamat. 

Ayat ini menekankan pentingnya mengikuti petunjuk Allah untuk menghindari kesengsaraan hidup. 


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى 


 Wa man a'raḍa 'an żikrī fa inna lahū ma'īsyatan ḍankaw wa naḥsyuruhū yaumal-qiyāmati a'mā. 


 "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta". 


(QS 20:124): 

SURAH THAHA ..



Tafsir dan Makna:

Berpaling dari Peringatan-Ku:

 Menentang perintah Allah, melupakan Al-Qur'an, dan tidak beriman kepada ayat-ayat-Nya.

Kehidupan yang Sempit (Ma'isyatan Dlangka):

 Para ahli tafsir menafsirkan ini sebagai ketidaktenangan hati, rasa tidak pernah puas, rezeki yang tidak berkah, atau azab di kubur.


Buta di Hari Kiamat:

 Pelaku akan dibangkitkan tanpa kemampuan melihat, sebagai balasan atas kebutaan mata hatinya terhadap petunjuk Allah saat di dunia. 


Ayat ini merupakan peringatan keras untuk selalu mengingat Allah dan mengikuti panduan-Nya agar terhindar dari kesesatan dan kesengsaraan.  


WALLAHU A'LAM ..


ASMAULHUSNA AL WAhhab ..


ASMAUL HUSNA ..

Al-Wahhab 

(Maha Pemberi KURNIA) 

Z'KIR ..

300x setiap hari atau selepas 

selesai solat 5 waktu; 

insyaAllah akan dan mendapat kekayaan, kehebatan dan kebesaran.



WALLAHU A'LAM ..


MUROTTAL SURAH AL - MULK - Live Streaming Radio

Friday, January 23, 2026

THE KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH RISE TO THE HIGHEST ARASY ..


The phrase La ilaha illallah (There is no god but Allah) holds the highest status in Islam, as it is the foundation of faith (Tawheed), the key to Paradise, and the best of all remembrances (dhikr). 

According to Islamic tradition and Hadith, this statement is so potent that it transcends all barriers to reach the Throne of Allah, provided it is said with sincerity and its conditions are met. 


Here are some key virtues associated with La ilaha illallah ascending to the highest Arsh (Throne):


When said with sincerity and while avoiding major sins, the doors of the sky open for La ilaha illallah, allowing it to reach the Throne of Allah.


It is considered the most virtuous form of remembering Allah.


Reciting a specific version of this phrase ("La ilaha illallahu wahdahu la sharika lahu...") 100 times in a day is said to bring great rewards, including good deeds, erasure of sins, and protection from Shaytan. No one's deeds are considered higher than this unless they do more.

These words are said to ascend immediately, clearing away sins they encounter until they settle with good deeds.

It is considered a key to paradise, but one that requires fulfilling certain conditions, such as knowledge, certainty, sincerity, and love.

The angels of the Arsh are said to seek relief for the sincere reciter from distress. 


Benefits Of La Ilaha Illallah


Among the virtues and benefits of 

La Ilaha Illallah are:

1. The Best Zikr


The best dhikr is La Ilaha Illallah


“The best of what I and the Prophets before me have said is:


 La Ilaha Illallah.


2. Ascends To The Throne Of Allah


When a servant of Allah utters the words sincerely, the doors of Paradise open up for these words until they reach the Throne of Allah, so long as its utterer keeps away from the major sins.


3. A Renewer Of Faith


The Prophet Muhammad PBUH said: “Renew your faith.” 

The companions asked:

 “How can we renew our faith?” 


The Prophet Muhammad PBUH replied:


 “Be frequent in saying La Ilaha Illallah.”


 (Ahmad)


4. Makes Hell Unlawful


Allah has made Hell-fire unlawful for the one who, seeking His pleasure, says.

 (Bukhari)


5. Last Words Paradise


He whose last words are la Ilaha will enter Paradise.” 

(Abu Dawud)


6. Means Of Intercession


The most fortunate person who will have my intercession on the Day of Judgement will be the one who said la Ilaha sincerely from his heart.

 (Bukhari)


7. Outweighs The Seven Heavens And The Seven Earths


When death approached Allah’s Prophet Nuh, he said to his son: ‘… I command you with la. Surely if the seven heavens and the seven earths were placed on a pan of a scale, and la Ilaha was placed on the other pan, it would outweigh them.’”

 (al-Adab al-Mufrad)


8. Outweighs All Sins


Indeed Allah will choose a man from my ummah in front of all of creation on the Day of Judgement. He will lay out 99 scrolls for him; each scroll will be as far as the eye can see.

Then He will ask: ‘Do you deny any of this? Have my assiduous scribes wronged you?’ He will reply: ‘No, O Lord!’ He will ask: ‘Do you have an excuse?’ He will reply: ‘No, O Lord!’ So He will say: ‘On the contrary! Certainly, you have a good deed with us, and you shall not be wronged today.’

Then a card will be brought out and it will contain la Ilaha. Then He will say: ‘Bring your scales.’ He will say: ‘O Lord! What good is this card next to these scrolls?’ He will say: ‘You shall not be wronged.’



WALLAHU A'LAM ..

 

ZIKIR DAN DOA MUSTAJAB ..


 










SELAWAT MUNJIYAT ..



Zikir Selawat Munjiyat 

adalah selawat penyelamat yang bertujuan memohon perlindungan dan keselamatan daripada segala musibah, kesusahan, dan bencana kepada Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW, dengan kelebihan seperti diampunkan dosa, dimudahkan urusan, diluaskan rezeki, diterangkan hati, dan dikurniakan syafaat. 

Ia sering dibaca selepas solat fardhu atau pada waktu-waktu tertentu (contohnya 40 kali) untuk membantu menyelesaikan masalah, mendatangkan kebaikan, dan menolak bala, menjadikannya amalan zikir yang sangat mustajab. 


Kandungan dan Kelebihan Utama

Maksud:

 "Penyelamat" (Munjiyat).

Memohon keselamatan dan pertolongan.

Kelebihan:

Menghilangkan kesusahan dan mempermudah segala urusan.
Membuka pintu rezeki dan menerangkan hati.

Meninggikan darjat dan pangkat.

Mendapat syafaat Nabi di akhirat.

Mengampunkan dosa.

Membuka pintu kebaikan dan menolak musibah. 

Cara Mengamalkan (Contoh)
Dibaca 40 kali selepas solat fardhu untuk mempermudah urusan dunia dan akhirat.

Dibaca 41 kali ketika anak baru lahir, insyaAllah anak itu akan menjadi orang yang soleh dan berguna.


WALLAHU A'LAM ..

SELAWAT FATHIMIYYAH ..


 Diriwayatkan Imam Thabrani,

 “Barangsiapa yang bershalawat setelah Asar hari Jumat, 80 kali, dosanya akan diampuni selama 80 tahun.”


WALLAHU A'LAM ..


Keutamaan Sholawat Fatimiyah


Sholawat fatimiyah mengandung sejumlah keutamaan, di antaranya sebagai berikut:


Agar dijauhkan dari penyakit lahir dan batin, mendamaikan perselisihan, dijauhkan dari was-was dan menciptakan ketenangan batin

Memberi keselamatan, bisa dibaca sebanyak tujuh kali setiap keluar rumah dan disebut hajatnya

Diberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi, sholawat dibaca sebanyak 200 kali seusai salat Maghrib dan Subuh selama 7 hari tanpa putus

Dijauhkan dari kegelisahan


WALLAHU A'LAM ..




Selawat Nariyah (atau Selawat Tafrijiyah) ..


Selawat Nariyah (atau Selawat Tafrijiyah) 

adalah selawat istimewa yang dinamakan sempena Nabi Muhammad SAW, dengan kelebihan untuk melenyapkan kesusahan, mempermudahkan urusan, dimurahkan rezeki, serta memancarkan cahaya dan mengangkat darjat, dengan bacaan utama seperti

 "Allahumma salli 'ala Sayyidina Muhammad..." 

yang bertujuan menyelesaikan masalah dan mengurniakan hajat. 

Maksud & Kelebihan Utama

Penyelesaian Masalah: 

"Yang dengannya terlerai segala simpulan, terubat segala kesusahan, tertunai segala hajat...".


Rezeki & Kesejahteraan:

 Dimurahkan rezeki dan dipermudahkan segala urusan dunia.


Cahaya & Darjat: 

Dipancarkan nur (cahaya) di hati dan diangkat darjat.


Perlindungan:

 Dilindungi daripada bencana dan bahaya. 


WALLAHU A'LAM..

 

QS ALI IMRAN 26 DAN 27 ..





بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الۡمُلۡكِ تُؤۡتِى الۡمُلۡكَ مَنۡ تَشَآءُ وَتَنۡزِعُ الۡمُلۡكَ مِمَّنۡ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُ‌ ؕ بِيَدِكَ الۡخَيۡرُ‌ؕ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ 
شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

 تُوۡلِجُ الَّيۡلَ فِى النَّهَارِ وَتُوۡلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيۡلِ‌ ۖوَتُخۡرِجُ الۡحَـىَّ مِنَ 
الۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ الۡمَيِّتَ مِنَ الۡحَـىِّ‌ ۖ وَتَرۡزُقُ مَنۡ تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ


QS ALI IMRAN 26 DAN 27 ..

Qulil laahumma Maalikal Mulki tu'til mulka man tashaaa'u wa tanzi'ulmulka mimman tashhaaa'u wa tu'izzu man tashaaa'u wa tuzillu man tashaaa'u biyadikal khairu innaka 'alaa kulli shai'in Qadiir 

Artinya : 

"Katakanlah (Muhammad),

 "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. 

Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.

 Di tangan Engkaulah segala kebajikan.

 Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."


Tuulijul laila fin nahaari wa tuulijun nahaara fil laili wa tukhrijul haiya minalmaiyiti wa tukhrijulo maiyita minal haiyi wa tarzuqu man tashaaa'u bighari hisab 

Artinya :

 "Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.
 Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
 Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."


WALLAHU A'LAM ..

SURAH ALI IMRAN 26 DAN 27 ..

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



Surah Ali-Imran Ayat 26-27

Surah Ali-Imran Ayat 26-27 adalah dua ayat yang mengandungi doa yang memohon kepada Allah untuk kekuasaan dan kemampuan. 

Ayat ini menekankan keesaan Allah dan kebesaran-Nya dalam memberikan dan mencabut kekuasaan, memuliakan dan menghinakan, serta memberi rezeki tanpa batas.

 Ayat ini sering dibaca oleh umat Islam untuk mengingatkan diri tentang kekuasaan mutlak Allah dan meminta pertolongan-Nya dalam kehidupan seharian. 

Ayat ini sangat terkenal sebagai doa memohon kekuasaan, kemuliaan, rezeki, dan keberkatan, selain mengakui hak mutlak Allah dalam mengatur seluruh kehidupan.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ




Relief from Debt and Financial Hardship 

Settling Massive Debts:

 A well-known Hadith indicates that these verses were taught by Prophet Muhammad (ﷺ) to assist in paying off debts, even if they are as large as "Mount Uhud".

Sustenance (Rizq) and Provision:

 The verses declare that sustenance comes from Allah without limit.

 Regular recitation is believed to bring blessings in sustenance. 


WALLAHU A'LAM ..

Thursday, January 22, 2026

SUBHANLLAH WA BIHAMDIHI , SUBHANALLAHIL ADZHIIM ..


Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahawa ketika menjelang wafat Rasulullah SAW,

 Beliau memanggil putrinya dan berkata;

 “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi, kerana kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”


 "Subhanallah wa bihamdihi

 Subhanallahil adzim,

 Astaghfirullah" 

100 kali untuk menarik rezeki, 

yang mana ia adalah tasbih seluruh makhluk dan malaikat mendapat pahala dari situ. 


Zikir ini, terutama "Subhanallah" dan tasbih lain, sering dikaitkan dengan kelimpahan rezeki, ketenangan hati, dan sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, meskipun zikir itu sendiri tidak secara langsung menyebut setiap ciptaan mendapat rezeki. 


Kaitan Zikir dan Rezeki

 (Berdasarkan Hadis & Amalan):


Hadis Rezeki:

 Nabi SAW pernah mengajar seorang lelaki yang mengeluh kurang rezeki, zikir

 "Subhanallah wa bihamdihi Subhanallahil adzim, Astaghfirullah" sebanyak 100 kali,

 yang dikatakan dapat mendatangkan rezeki dan dunia tunduk kepadanya, serta malaikat mendapat pahala tasbih dari setiap kalimat itu.



Zikir Penenang Hati & Pencukupan:

 Rasulullah SAW bersabda,

 "Barangsiapa yang sentiasa berzikir kepada Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari apa yang membebani hidupnya" 

(HR. Ahmad).



Mengamalkan Subhanallah dengan keyakinan dapat membantu kita mendapat kecukupan dan rezeki melimpah kerana ia adalah zikir yang dianjurkan dan dikaitkan dengan janji Allah bagi yang berzikir. 


WALLAHU A'LAM ..


THE BEST DEED .. REMEMBRANCE OF ALLAH .. ZIKRULLAH


Best Deed ..
  Abu Ad-Darda’ (May Allah be pleased with him) narrated that the Prophet said: 

 “Shall I not inform you of the best of your actions, the purest in the sight of your Lord, which raises your rank to the highest, which is better for you than spending gold and silver, better than meeting your enemy so that you strike at their necks and they strike at yours?’ 

 They replied: 

‘Yes, indeed,’ and he said: 

 ‘It is the remembrance of Allah.” 

(At-Tirmidhi)

The following are some of the many virtues of this noble act from the Qur’ān and Sunnah:

1. Dhikr Is Greater than Everything

Allah (subḥānahū wa ta‘ālā) says, “…And the remembrance of Allah is greater…” (29:45).

2. Frequent Dhikr Leads to Success

Allah (subḥānahū wa ta‘ālā) says,

 “And remember Allah abundantly, so that you may be successful” (62:10).

3. Dhikr Protects You From Being Amongst the ‘Losers’

Allah (subḥānahū wa ta‘ālā) says,

 “O you who believe, let not your wealth and your children divert you from the remembrance of Allah. And whoever does that, then those are the losers” (63:9).

4. Dhikr will Save You From Regret

The Messenger of Allah ﷺ said,

 “No people leave a gathering in which they did not remember Allah, the Almighty, except that it will be as if they are leaving the carcass of a donkey; and it will be a cause of regret for them” 

(Abū Dāwūd).

He also ﷺ said: “The people of Paradise will not regret anything, except for those moments in which they did not remember Allah”

 (Ṭabarānī).

ʿAmr b. ʿAbdillāh (raḥimahullāh) said, “On the Day of Judgement, when the veil revealing the rewards of actions is lifted, people will not see any action with greater reward than dhikr. Then, some people will feel regret and say, ‘There was nothing easier for us than doing dhikr.’”

5. Dhikr Is a Protection Against Shaytan

The Messenger of Allah ﷺ quoting Prophet Yaḥyā (ʿalayhis-salām) said,

 “I command you to remember Allah. Verily, the parable of that is a man who is being chased by his enemies, until he comes to an impenetrable fortress, where he protects himself from them.
 In the same way, a servant will not protect himself against Shayṭān except by the dhikr of Allah”

 (Tirmidhī).

Ibn al-Qayyim (raḥimahullāh) explains that dhikr is like a ‘whip’ which restrains and hurts Shayṭān. Every human being has a shayṭān which accompanies him. 
The ‘shayṭān’ of the believer is weak and frail because it is constantly being beaten by this ‘whip’ (i.e. the believer’s dhikr and obedience of Allah). 
This is in contrast to the ‘shayṭān’ of the sinner, who rests comfortably, as he is not beaten and whipped by the whip of ‘dhikr’. 
Thus, his shayṭān is strong and has a stranglehold over him.

6. Dhikr Is the Best Protection From Punishment

The Prophet ﷺ said,

 “There is nothing better a person can do to save himself from Allah’s punishment than to remember Him”

 (Bayhaqī).

7. The Reward of One Who Remembers Allah Is That Allah Remembers Him

Allah (subḥānahū wa ta‘ālā) says,

 “Remember Me, and I will remember you…” (2:152).

The Prophet ﷺ said,

 “Allah says, 

‘I am as My slave thinks of Me, 
and I am with him when he remembers Me. 
If he remembers Me within himself, I remember him within Myself; and if he remembers Me in a gathering, 
I remember him in a better gathering; and if he draws one span nearer to Me, 
I draw one cubit nearer to him; and if he draws one cubit nearer to Me,
 I draw a distance of two outstretched arms nearer to him; and if he comes to Me walking, 
I go to him running’” 

(Bukhārī).

Ibn al-Qayyim (raḥimahullāh) states that if this was the only virtue of dhikr, it would be sufficient due to its honour and lofty status.

wallahu a'lam ..

DOA QS AL AHQAAF 15 ..


 "Ya Tuhanku, 

berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, 

dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; 

dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. 

Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim." 


QS AL AHQAAF 15 ..



WALLAHU A'LAM ..


Wednesday, January 21, 2026

QS FATHIR 29 ..





FIRMAN ALLAH ..

 

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّـهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ


Maksudnya:


 “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan solat serta menginfaqkan sebahagian daripada apa yang Kami kurniakan kepada mereka secara sembunyi atau terbuka dengan mengharapkan (daripada amalan yang demikian) sejenis perniagaan yang tidak akan mengalami kerugian”. 

[QS.Fathir 29] 

CERGAS DAN TEGAS DALAM ISLAM ..



Hadith Berkaitan Konsep Ini:

Kekuatan Sejati (Tegas & Kawalan Diri):

Hadith:

 "Orang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergusti, akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah." 

(Riwayat Al-Bukhari - 6114).


Ini menunjukkan ketegasan dan kekuatan sebenar dalam diri adalah kemampuan mengawal nafsu dan emosi, bukan kekuatan fizikal semata-mata.


Kecerdikan (Cergas & Cerdas):

Hadith:

 "Orang yang cerdik (al-kayyis), ialah orang yang menundukkan dirinya (mengawal hawa nafsu) dan beramal untuk hari selepas kematian.

 Manakala orang yang lemah (al-'ajiz), ialah orang yang mengikut hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah."

 (Riwayat al-Tirmizi dan Ibn Majah).


 Orang yang 'cergas' dalam erti kata bijaksana adalah yang berfikir panjang dan mempersiapkan diri untuk akhirat, bukan sekadar fizikal atau cerdik duniawi. 


Kesimpulan:

Konsep "cergas dan tegas" dalam konteks Islam merujuk kepada kekuatan spiritual dan kecerdikan akal untuk mengawal diri, berpegang pada kebenaran, dan beramal untuk kehidupan akhirat, selari dengan semangat hadith-hadith di atas. 


 1. Keutamaan Menjadi Mukmin yang Kuat (Cergas)


Rasulullah SAW secara spesifik menyebut bahawa seorang mukmin yang memiliki kekuatan—baik dari segi iman, tubuh badan, mahupun tekad—adalah lebih dicintai Allah:


Hadis: 

"Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada kedua-duanya ada kebaikan..."

 Riwayat Muslim (2664).


Kaitan:

 Cergas di sini merujuk kepada individu yang aktif, berstamina, dan bersemangat dalam melaksanakan ketaatan serta urusan dunia. 


2. Definisi Orang yang Tegas 

(Kuat Kawalan Diri)


Tegas dalam Islam bukan sekadar suara yang lantang, tetapi ketegasan dalam mengawal nafsu dan prinsip:


Hadis: 

"Orang yang kuat itu bukanlah yang jago bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah."

 Riwayat al-Bukhari & Muslim.


Sifat Teguh:

 Ketegasan juga dikaitkan dengan sikap Istiqaamah (teguh pendirian) di atas kebenaran. 


3. Ciri Individu Cerdik (Cergas Berfikir)


Orang yang cergas biasanya mempunyai pemikiran yang tajam (cerdik) dalam menilai tindakan mereka:


Hadis: 

"Orang yang cerdik (al-Kayyis) adalah orang yang selalu menilai dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati..."

 Riwayat al-Tirmizi (2459). 


Kesimpulannya, menjadi seorang yang cergas fizikal membantu kita beribadah dengan lebih baik, manakala sifat tegas dalam prinsip membantu kita menjauhi kemungkaran. 


WALLAHU A'LAM ..


QS As Shaffat 180 - 182 ..

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Subhana robbika r...