Wednesday, January 28, 2026

ISTIGHFAR ADALAH KEBAIKAN TERBESAR ..



 Istighfar adalah pintu yang sangat luas menuju ampunan Allah, keberkahan hidup, dan solusi atas berbagai kesulitan, termasuk rezeki yang sempit. 

Sebagai salah satu kebaikan terbesar, ia menghapus dosa, mendatangkan ketenangan hati, serta menjadi perantara turunnya rahmat dan pertolongan-Nya.
 
Pintu Rezeki dan Kebaikan: 

Istighfar membuka jalan rezeki, menambah kekuatan, dan memudahkan urusan.

Solusi Kekurangan:

 Saat merasa ada kekurangan dalam amal, ucapan, atau rezeki, istighfar adalah jalan keluar terbaik.

Amalan Rasulullah:

 Rasulullah SAW, meski maksum, beristighfar setidaknya 70-100 kali sehari, menunjukkan pentingnya amalan ini.

Pintu Taubat: 

Pintu taubat dan ampunan terbuka lebar setiap waktu, siang dan malam.

Contoh Bacaan:

 Selain Astaghfirullah, terdapat Sayyidul Istighfar sebagai bacaan utama. 

Istighfar bukan hanya memohon ampunan, tetapi juga kunci untuk mendapatkan ketenangan hidup dan keberkahan. 




Surah A’raf Ayat 205 (Zikir kepada Allah ‎ﷻ)




QS A’raf Ayat 205 ..

وَاذكُر رَّبَّكَ في نَفسِكَ تَضَرُّعًا وَخيفَةً وَدونَ الجَهرِ مِنَ القَولِ بِالغُدُوِّ وَالآصالِ وَلا تَكُن مِّنَ الغٰفِلينَ

Dan sebutlah serta ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut (melanggar perintahNya), dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai.



WALLAHU A'LAM ..


ALLAH MENGANGKAT DARJAT MANUSIA MELALUI UJIAN ATAU MUSIBAH ..



Prophet Muhammad ﷺ said:
"The people who were not tested in this dunya will wish their skins were cut up when they see the rewards for those who were tested"
(Sahih Al Jami 5484) 


Daripada ‘Aisyah R.Anha dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

Maksudnya:

 “Tidak ada satupun musibah (ujian) yang menimpa seorang muslim berupa duri atau yang seumpamanya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat darjatnya atau menghapus kesalahannya (dosanya).”

Riwayat Muslim, 4665


WALLAHU A'LAM ..


ZUIKRULLAH ..





Sekiranya Allah mengizinkan anda mengingati-Nya melalui zikir, ketahuilah bahawa itu adalah tanda kasih sayang dan hidayah-Nya untuk menghidupkan hati anda, memberikan ketenangan, serta menjauhkan syaitan. 

Zikir bukan sekadar ucapan lidah, tetapi pengiktirafan hati akan kebesaran-Nya yang membuahkan ketenangan jiwa. 

Kelebihan utama apabila diizinkan berzikir termasuk:

Perisai daripada Syaitan:

 Syaitan akan bersembunyi dan tidak dapat menguasai hati yang sentiasa basah dengan zikrullah.

Ketenangan Hati: 

Mengingati Allah adalah sumber utama hati menjadi tenang dan tenteram.

Tanda Hidayah:

 Ia adalah nikmat besar yang menunjukkan Allah mahu mendekatkan hamba kepada-Nya, membezakan antara hati yang hidup dan mati. 

Oleh itu, hargailah setiap detik zikir sebagai peluang untuk membina benteng rohani dan mendekatkan diri kepada Allah. 



wallahu a'lam ..


Tuesday, January 27, 2026

KALIMAH TAUHID LA ILAHA ILLALLAH ..


Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

'Tidaklah seorang hamba mengucapkan
 
"Laa ilaaha illallah" 

secara ikhlas, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga sampai ke Arsy selama dijauhi dosa-dosa besar.'"

(HR. Tirmidzi no. 3590, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami' no. 5648)

 The Hadith Reference: According to Sunan Ibn Majah (Hadith 3809) and Musnad Ahmad (18362),

 Prophet Muhammad (peace be upon him) said that the words of glorification and praise revolve around the Throne, buzzing like bees.




The Specific Dhikr: The phrases mentioned in the narration are:

SubhanAllah 
(Glory be to Allah)
Alhamdulillah
 (All praise is due to Allah)
La ilaha illAllah
 (There is no god but Allah)
Allahu Akbar 
(Allah is the Greatest)

Purpose and Significance: 

These dhikr buzz around the Throne, mentioning the person who recited them, acting as a reminder for them in the presence of Allah.

 The Prophet (peace be upon him) mentioned this to encourage believers to maintain these remembrances, asking, 

"Would one of you not like to have or continue to have something that remembers him [by the 'Arsh]?".

WALLAHU A'LAM ..

LA ILAHA ILLALLAH .. ascends to the throne of ALLAH ..




Zikir "La ilaha illallah" (tahlil) adalah kalimat tauhid tertinggi yang memiliki keutamaan luar biasa, di mana ia digambarkan sebagai zikir yang menembus langit hingga ke Arasy.

 Ia bertindak sebagai pelindung daripada api neraka, kunci syurga, penghapus keburukan, dan menjadi penyebab kebaikan tercatat bagi pengamalnya. 


Berikut adalah keutamaan zikir
 La ilaha illallah yang diangkat ke Arasy:


Menembus Langit ke Arasy:

 Zikir tahlil diibaratkan zikir yang tidak dihalangi oleh sesuatu pun dari bawah Arasy untuk sampai kepada Allah, menandingi amalan-amalan lain.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 'Tidaklah seorang hamba mengucapkan "Laa ilaaha illallah" secara ikhlas, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu langit hingga sampai ke Arsy selama dijauhi dosa-dosa besar.'"

(HR. Tirmidzi no. 3590, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami' no. 5648)

The Hadith Reference: According to Sunan Ibn Majah (Hadith 3809) and Musnad Ahmad (18362),

 Prophet Muhammad (peace be upon him) said that the words of glorification and praise revolve around the Throne, buzzing like bees.

The Specific Dhikr: The phrases mentioned in the narration are:

SubhanAllah (Glory be to Allah)
Alhamdulillah (All praise is due to Allah)
La ilaha illAllah (There is no god but Allah)
Allahu Akbar (Allah is the Greatest)

Purpose and Significance: 

These dhikr buzz around the Throne, mentioning the person who recited them, acting as a reminder for them in the presence of Allah.


The Prophet (peace be upon him) mentioned this to encourage believers to maintain these remembrances, asking, 

"Would one of you not like to have or continue to have something that remembers him [by the 'Arsh]?".

WALLAHU A'LAM ..

pembuka rezeki SURAH ALI IMRAN 26 DAN 27 ..




Surah Ali 'Imran ayat 26 dan 27 sering diamalkan sebagai doa pembuka rezeki dan pelunas hutang.


 Ayat ini menekankan kekuasaan mutlak Allah SWT dalam mengatur nasib manusia, termasuk dalam pemberian rezeki dan kedudukan. 


Berikut adalah butiran berkaitan amalan ayat ini:


Fadhilat & Kelebihan:


Melunaskan Hutang:


 Nabi Muhammad ﷺ pernah mengajarkan ayat ini kepada Saidina Muaz RA sebagai doa untuk memohon bantuan Allah dalam melangsaikan hutang, walaupun hutang tersebut sebesar gunung.


Meluaskan Rezeki:


 Dijadikan wirid harian untuk memohon kelimpahan rezeki dan kemudahan dalam segala urusan kehidupan.


Mendapat Kemuliaan:


 Ayat ini memuji Allah sebagai pemilik segala kekuasaan yang berhak memuliakan atau menghinakan sesiapa yang dikehendaki-Nya.


Teks dan Makna:

Ayat 26: 

Mengandungi pengakuan bahawa Allah adalah pemilik kerajaan yang memberi atau mencabut kuasa serta memuliakan atau menghinakan sesiapa sahaja.

Ayat 27:

 Menjelaskan kekuasaan Allah dalam mengatur pergantian siang dan malam, serta menghidupkan yang mati dan memberi rezeki tanpa hisab (tanpa batas).


Cara Mengamalkan:

Dibaca sebagai zikir atau doa selepas solat fardu atau dalam amalan wirid harian. 


wallahu a'lam ..


ALLAH SAYS RECITE THIS DUA AFTER FAJR FOR JOB, HOUSE, FAMILY, RIZQ

Monday, January 26, 2026

ALHAMDULILLAH ..




When we say 'Alhamdulillah’, it implies exclusivity and entirety, meaning that praise is entirely and only for Allah. 
 How do we know this?
 The ‘al’ (ال) before ‘hamd’ is called “istighraaq” in Arabic, and when “al” comes before this phrase its means that the entire praise, all kinds of praise and at all times, is due to Allah.
 The “li” ( لِ in lillah, meaning, for Allah) implies limitation which is known as “ikhtisaas” in Arabic and it means that Allah is the only One who deserves the hamd.

The Virtue of Saying Alhamdulillah

Numerous hadiths have mentioned many virtues of praising and glorifying Allah Almighty. 

 Anas bin Malik narrated that the Holy Prophet (peace be upon him) said:

 “Allah is pleased with the servant that he should praise Allah when he eats something and praise Allah when he drinks something. 

(Muslim)

It is narrated on the authority of Jabir bin Abdullah that the Prophet (PBUH) said,

 The best remembrance is

 La ilaha illa Allah 

and the best supplication is

 Alhamdulillah

 (Ibn Majah)


“Whoever reads Alhamdulillah 100 times in the morning and the evening – will be rewarded as if he has donated 100 horses in the path of Allah.”

Imam Tirmidhi (rahimahullah) in his Sunan, Hadith: 3471. Imam Tirmidhi has graded the Hadith sound (hasan).




WALLAHU A'LAM ..

SURAH AL KAUTSAR ..



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

(Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang).

 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ 

(Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak).

 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

 (Maka sholatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah). 

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ 

(Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus).


 Amal Surah Al-Kautsar

Jika dibaca 1000 kali, insha-Allah rezeki akan bertambah.

Pelbagai khasiat terkandung di dalam surah ini dan boleh kita amalkan:-

1) Baca surah ini ketika hujan dan berdoa, mudah-mudahan Allah s.w.t.makbulkan doa kita.

2) Jika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosok di leher, Insha-llah hilang dahaga.

3) Jika sering sakit mata, seperti berair, gatal, bengkak, sapukan air mawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x pada mata.

4) Jika rumah dipercayai terkena sihir, baca surah ini 10x, mudah-mudahan Allah s.w.t. bagi ilham pada kita dimana letaknya sihir itu.

5) Jika membacanya 1,000x rezeki kita akan bertambah.

6) Jika rajin membacanya, hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk ketika menunaikan solat.

7) Jika orang teraniaya dan terpenjara membacanya sebanyak 71x, Allah s.w.t. akan memberikan bantuan kepadanya kerana dia tidak bersalah tetapi dizalimi.

Khasiat untuk Perubatan :

Surah Al-Kautsar ini dapat menjadi ubat penyakit mata seperti bengkak, berair, dan gatal-gatal.

Caranya yaitu dengan mengambil segelas air tawar kemudian bacakan surat Al-Kautsar sebanyak 10 kali diatas segelas air tawar tadi kemudian sapukan air itu kebahagian mata yang sakit maka InsyaAllah penyakit mata Anda akan sembuh.

Dapat menemukan tempat letak sihir yang diletakkan dalam rumah,

Caranya yaitu dengan membacakan Surat Al-Kautsar ini sebanyak 10 kali didalam rumah maka nescaya anda dapat melihat di mana letak sihir yang ada dalam rumah Anda.

Dapat menyembuhkan orang sakit iaitu dengan membacakan surat Al-Kautsar pada segelas air kemudian air itu diminumkan kepada orang yang sedang sakit maka nescaya orang itu akan sembuh dari penyakitnya.



WALLAHU A'LAM ..


QS ALI IMRAN 26 DAN 27 ..


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



(26)
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

(27)
تُوْلِجُ الَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِي الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّۗ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Rumi

Dalam rumi, ayat ini dibaca seperti di bawah:

(26)
Qulillahumma maalikal-mulk, tu’til-mulka man tasha’, wa tanzi’ul-mulka mimman tasha’, wa tu’izzu man tasha’, wa tuzillu man tasha’, biyadikal-khayr, innaka ‘ala kulli shay’in qadeer.

(27)
Toolijul-layla fin-nahaari wa toolijun-nahaara fil-layl, wa tukhrijul-hayya minal-mayyit, wa tukhrijul-mayyita minal-hayy, wa tarzuqu man tasha’u bighayri hisaab.

Apa Maksud Ayat Ini?

Terjemahan ayat ini adalah seperti berikut:

(26)
“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkau berikan pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut pemerintahan daripada sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.'”

(27)
“Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup daripada yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati daripada yang hidup. Dan Engkau kurniakan rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab.”

WALLAHU A'LAM ..

QS AL HADID 1-6 ..



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۝١

sabbaḫa lillâhi mâ fis-samâwâti wal-ardl, wa huwal-‘azîzul-ḫakîm

Apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.


لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝٢

lahû mulkus-samâwâti wal-ardl, yuḫyî wa yumît, wa huwa ‘alâ kulli syai'ing qadîr

Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.


هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝٣

huwal-awwalu wal-âkhiru wadh-dhâhiru wal-bâthin, wa huwa bikulli syai'in ‘alîm

Dialah Yang Mahaawal, Mahaakhir, Mahazahir, dan Mahabatin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.


هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ ۝٤


huwalladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, ya‘lamu mâ yaliju fil-ardli wa mâ yakhruju min-hâ wa mâ yanzilu minas-samâ'i wa mâ ya‘ruju fîhâ, wa huwa ma‘akum aina mâ kuntum, wallâhu bimâ ta‘malûna bashîr

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.


لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ۝٥

lahû mulkus-samâwâti wal-ardl, wa ilallâhi turja‘ul-umûr

Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.


يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِۗ وَهُوَ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ۝٦

yûlijul-laila fin-nahâri wa yûlijun-nahâra fil-laîl, wa huwa ‘alîmum bidzâtish-shudûr

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dia Maha Mengetahui segala isi hati.


 Surah Al-Hadid ayat 1-6

 (Surah Besi, bab ke-57, ayat 1-6) 

memperincikan kebesaran Allah SWT, menyatakan bahawa segala yang di langit dan bumi bertasbih kepada-Nya, Dia pemilik mutlak alam semesta, Maha Menghidupkan dan mematikan, Maha Pencipta langit dan bumi dalam enam masa, mengetahui segala isi hati dan perbuatan manusia, serta sentiasa bersama kita. 


Ayat ini menekankan kekuasaan, pengetahuan, dan kebesaran-Nya yang mutlak, serta menjadi peringatan kepada manusia tentang kekuasaan-Nya yang Maha Luas. 





Berikut adalah ringkasan ayat 1-6 Surah Al-Hadid:


Ayat 1: Segala yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

Ayat 2: Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat 3: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat 4: Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik ke sana, serta Dia bersama kamu di mana sahaja kamu berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Ayat 5: Milik-Nya kerajaan langit dan bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Ayat 6: Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam (silih berganti), dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. 



WALLAHU A'LAM ..

Sunday, January 25, 2026

FIRMAN ALLAH SWT .. QS THAHA 130 ..



QS THAHA 130 ..

FIRMAN ALLAH SWT ..


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ ءَانَآئِ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ 


Transliterasi:

Faṣbir ‘alā mā yaqūlūna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulū’iš-šamsi wa qabla ġurūbihā, wa min ’ānā’il-layli fasabbiḥ wa aṭrāfan-nahāri la’allaka tarḍā


Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.

 Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.



FIRMAN ALLAH SWT ..

memerintahkan Nabi Muhammad SAW (dan umat Islam) untuk bersabar menghadapi ejekan orang kafir, bertasbih memuji Allah sebelum matahari terbit/terbenam, serta bertasbih pada waktu malam dan siang agar hati tenteram dan mendapat keridaan Allah.




WALLAHU A'LAM ..


QS As Shaffat 180 - 182 ..



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Subhana robbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wa salamun ‘alal mursaliin wal hamdulillahi Robbil ‘alamiin.

Artinya: 

“Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang Perkasa, dari apa yang mereka sifati. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada para utusan. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Ayat-ayat terakhir Surah As-Saffat (ayat 180-182) ialah:

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (١٨٠) وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ (١٨١) وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (١٨٢)

Terjemahan:

180. "Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang mempunyai keagungan daripada apa yang mereka sifatkan."

181. "Dan salam sejahtera kepada sekalian Rasul."

182. "Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam." 

Tiga ayat ini sering dibaca untuk menutup majlis atau doa, menekankan kesucian Allah, penghormatan kepada rasul, dan kesyukuran.


WALLAHU A'LAM ..

Saturday, January 24, 2026

(QS 20:124): SURAH THAHA ..


QS Thaha ayat 124 (20:124)

 menegaskan ancaman Allah SWT bagi mereka yang berpaling dari peringatan-Nya (Al-Qur'an dan petunjuk-Nya) akan mendapatkan kehidupan yang sempit (ma'isyatan dlangka) di dunia dan dibangkitkan dalam keadaan buta pada hari kiamat. 

Ayat ini menekankan pentingnya mengikuti petunjuk Allah untuk menghindari kesengsaraan hidup. 


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى 


 Wa man a'raḍa 'an żikrī fa inna lahū ma'īsyatan ḍankaw wa naḥsyuruhū yaumal-qiyāmati a'mā. 


 "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta". 


(QS 20:124): 

SURAH THAHA ..



Tafsir dan Makna:

Berpaling dari Peringatan-Ku:

 Menentang perintah Allah, melupakan Al-Qur'an, dan tidak beriman kepada ayat-ayat-Nya.

Kehidupan yang Sempit (Ma'isyatan Dlangka):

 Para ahli tafsir menafsirkan ini sebagai ketidaktenangan hati, rasa tidak pernah puas, rezeki yang tidak berkah, atau azab di kubur.


Buta di Hari Kiamat:

 Pelaku akan dibangkitkan tanpa kemampuan melihat, sebagai balasan atas kebutaan mata hatinya terhadap petunjuk Allah saat di dunia. 


Ayat ini merupakan peringatan keras untuk selalu mengingat Allah dan mengikuti panduan-Nya agar terhindar dari kesesatan dan kesengsaraan.  


WALLAHU A'LAM ..


ASMAULHUSNA AL WAhhab ..


ASMAUL HUSNA ..

Al-Wahhab 

(Maha Pemberi KURNIA) 

Z'KIR ..

300x setiap hari atau selepas 

selesai solat 5 waktu; 

insyaAllah akan dan mendapat kekayaan, kehebatan dan kebesaran.



WALLAHU A'LAM ..


MUROTTAL SURAH AL - MULK - Live Streaming Radio

Friday, January 23, 2026

THE KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH RISE TO THE HIGHEST ARASY ..


The phrase La ilaha illallah (There is no god but Allah) holds the highest status in Islam, as it is the foundation of faith (Tawheed), the key to Paradise, and the best of all remembrances (dhikr). 

According to Islamic tradition and Hadith, this statement is so potent that it transcends all barriers to reach the Throne of Allah, provided it is said with sincerity and its conditions are met. 


Here are some key virtues associated with La ilaha illallah ascending to the highest Arsh (Throne):


When said with sincerity and while avoiding major sins, the doors of the sky open for La ilaha illallah, allowing it to reach the Throne of Allah.


It is considered the most virtuous form of remembering Allah.


Reciting a specific version of this phrase ("La ilaha illallahu wahdahu la sharika lahu...") 100 times in a day is said to bring great rewards, including good deeds, erasure of sins, and protection from Shaytan. No one's deeds are considered higher than this unless they do more.

These words are said to ascend immediately, clearing away sins they encounter until they settle with good deeds.

It is considered a key to paradise, but one that requires fulfilling certain conditions, such as knowledge, certainty, sincerity, and love.

The angels of the Arsh are said to seek relief for the sincere reciter from distress. 


Benefits Of La Ilaha Illallah


Among the virtues and benefits of 

La Ilaha Illallah are:

1. The Best Zikr


The best dhikr is La Ilaha Illallah


“The best of what I and the Prophets before me have said is:


 La Ilaha Illallah.


2. Ascends To The Throne Of Allah


When a servant of Allah utters the words sincerely, the doors of Paradise open up for these words until they reach the Throne of Allah, so long as its utterer keeps away from the major sins.


3. A Renewer Of Faith


The Prophet Muhammad PBUH said: “Renew your faith.” 

The companions asked:

 “How can we renew our faith?” 


The Prophet Muhammad PBUH replied:


 “Be frequent in saying La Ilaha Illallah.”


 (Ahmad)


4. Makes Hell Unlawful


Allah has made Hell-fire unlawful for the one who, seeking His pleasure, says.

 (Bukhari)


5. Last Words Paradise


He whose last words are la Ilaha will enter Paradise.” 

(Abu Dawud)


6. Means Of Intercession


The most fortunate person who will have my intercession on the Day of Judgement will be the one who said la Ilaha sincerely from his heart.

 (Bukhari)


7. Outweighs The Seven Heavens And The Seven Earths


When death approached Allah’s Prophet Nuh, he said to his son: ‘… I command you with la. Surely if the seven heavens and the seven earths were placed on a pan of a scale, and la Ilaha was placed on the other pan, it would outweigh them.’”

 (al-Adab al-Mufrad)


8. Outweighs All Sins


Indeed Allah will choose a man from my ummah in front of all of creation on the Day of Judgement. He will lay out 99 scrolls for him; each scroll will be as far as the eye can see.

Then He will ask: ‘Do you deny any of this? Have my assiduous scribes wronged you?’ He will reply: ‘No, O Lord!’ He will ask: ‘Do you have an excuse?’ He will reply: ‘No, O Lord!’ So He will say: ‘On the contrary! Certainly, you have a good deed with us, and you shall not be wronged today.’

Then a card will be brought out and it will contain la Ilaha. Then He will say: ‘Bring your scales.’ He will say: ‘O Lord! What good is this card next to these scrolls?’ He will say: ‘You shall not be wronged.’



WALLAHU A'LAM ..

 

zikr dan istighfar ..